NovelToon NovelToon
Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

INSPIRASI DARI BULAN RAMADHAN.

Seorang gus bernama Ali Mahendra adalah putra kiyai kharismatik yang dipersiapkan menjadi penerus pesantren—jatuh cinta pada Nayla Malika seorang gadis yang terjebak dalam dunia Mafia karena masa lalunya yang rumit antara ibunya wanita Indonesia dan sang ayah pria Arab Saudi.

Sang Kiyai yang tahu jika Putra tunggalnya mencintai Nayla, berusaha mencarikan calon istri yang baik---anak dari Kiyai di pesantren lain.

Ning Syifa Maulida seorang anak Kiayai yang akan di nikahkan oleh Gus Ali.

Mampukah Ali dan Nayla bersama dalam perbedaan dunia sosial dan lingkungan. Atau Bagaimana Ali mengatasi masalah ini agar tak kehilangan Nayla

Cinta mereka bukan hanya tentang dua hati, tapi tentang dua dunia yang saling bertolak belakang: sajadah dan senjata, doa dan darah, dzikir dan dendam semuanya menjadi satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Langit di sebuah desa terpencil ini sudah amat gelap gulita, ketika Nayla dan Gani tiba di sebuah gudang tua dekat wilayah hutan desa.

Bangunannya tampak tak terpakai dari luar, tampilannya dengan cat yang sudah mengelupas.

Pintu besi yang sudah berkarat, lampu remang bergantung miring.

Namun di dalamnya penjagaan sangat ketat.

Dua pria bersenjata berdiri di depan pintu, begitu melihat Nayla dan Gani mendekat.

Keduanya langsung menunduk hormat, lalu memberikan laporan mengenai pria yang mau menusuk Nayla.

"Bos, orang yang tadi mau mencelakai bos Nayla aman," ucap salah satu bawahan.

Nayla hanya mengangguk pelan, tatapannya dingin seolah ada sesuatu yang di sembunyikan.

Mata Gani melirik ke sekitar, memastikan tak ada warga yang melihat aktivitas mereka berkeliaran.

"Kerja bagus, tetap jaga," ujar Gani dengan nada rendah.

"Siap Bos," patuhnya.

"Ayo Kak, masuk."

Nayla hanya mengangguk mendengar ajakan Gani, pintu gudang di buka oleh dua orang itu.

Langkah kaki Nayla dan Gani masuk ke dalam setelah memastikan aman.

Di dalam gudang itu hanya ada satu lampu gantung yang bergoyang pelan, di tengah ruangan seorang pria terduduk.

Seorang pria terduduk terikat di kursi kayu, kedua tangannya terikat ke belakang.

Wajahnya sudah lebam, napasnya sudah berat.

Pria itu tersenyum sinis melihat Nayla.

Dia adalah pria yang mencoba menusuk Nayla tadi.

Begitu mendengar langkah sepatu Nayla dan Gani mendekat, pria itu hanya menatap sinis ke arah Nayla.

Matanya membelalak saat melihat Nayla berdiri di hadapannya.

"Nayla si anak haram...," suara lirih namun dengan hinaan menusuk.

Gani yang kesal memukul wajah pria itu, yang berani menghina Nayla.

Tangannya menjambak rambutnya, dan matanya melotot.

"Berani banget lu ngehina Nayla!" bentak Gani.

Pria itu hanya tertawa sinis---tertawa karena Nayla telah menghancurkan pernikahannya.

"Siapa yang nyuruh lo?!" tanya Gani dengan nada tinggi.

Pria itu tertawa dengan sinis.

"Kamu telah menjual calon istriku ke Mexico, Nayla!" bentaknya matanya melotot, meski wajahnya sudah lebam.

Sontak Nayla menelan salivanya.

"Siapa calon istrimu?!" tanya Nayla dengan sinis.

Seolah tak ada rasa bersalah Nayla dengan santai menyalakan rokok, menghisapnya lalu menyembulkan asapnya ke wajah pria itu.

Huft.

"Ningsih," jawabnya.

Nayla tertawa renyah saat nama itu disebutkan, lalu gadis ini berhenti tertawa.

"Jadi wanita yang udah di pake ama bawahan gua, terus gua jual ke Mexico calon istri lo," tunjuk Nayla dengan tawa jahatnya.

"Dasar binal! anak haram!" marah pria yang mengaku calon suami dari Ningsih.

Nayla tertawa renyah.

"Dia emang pantes! pantes gua jadiin p*lacur di Mexico!" ucap Nayla menghisap rokoknya santai.

Nayla berjalan mondar mandir menikmati kesengsaraan pria ini----pria yang mengaku calon suami dari Ningsih.

"Gan lu denger nggak yang dia omongin? calon istrinya kita jual ke Mexico," ucap Nayla.

Gani hanya ikut tertawa renyah.

"Emang itu pantes di terima tuh cewek binal!" ungkap Gani menunjuk langsung ke wajah pria itu.

Nayla mendekat kedua tangannya di letakan di pegangan kursi dan wajahnya mendekat.

"Lo tahu nggak, Ningsih pantes nerima itu. Karena masa kecil dia bilang nggak ada yang mau nikahin gua karena anak haram."

Tangan Nayla menghisap rokoknya lalu kembali menyembulkan asapnya ke wajah pria itu.

"Dan sekarang! Dia yang kagak nikah-nikah karena udah gua jual! hahahaha!" ucap Nayla tertawa dan tubuhnya sudah menjauh.

Gani menjauh memantau pembicaraan Nayla dan pria yang mengaku calon suami Ningsih.

"Ya lagian kalo lu dapetin dia lagi, udah kagak p*rawan udah di pake ama anak buah gua!" ujar Nayla dengan santai.

Mendengar itu pria itu maju, dan memaki Nayla dengan tangan terikat dan posisi badan masih terikat di kursi.

"Emang biadab dasar anak haram!" makinya maju.

"Kamu perempuan! seharusnya kamu mengerti gimana keadaan perempuan lain!" teriak pria itu menggema di dalam gudang.

Nayla dengan mata berkaca-kaca, menjadi teringat kembali hinaan dan lemparan batu yang di rasakannya sejak kecil.

Matanya menatap tajam pria itu.

"Lo tanya seharusnya ama calon istri lu!" tunjuk Nayla ke hadapan wajah pria itu.

"Dia mikir nggak waktu ngehina dan bully gua!" lanjut Nayla.

Pria itu hanya berdecih menatap Nayla, lalu dirinya kembali memaki Nayla dengan kata-kata kasar.

"Yaudah lagi, kalo lo mau bisa cari cewek yang lebih cantik dari dia, toh lu ganteng!" ucap Nayla kembali menghisap rokoknya.

"Dasar wanita gila! Nggak punya hati!" ungkapnya.

Nayla kembali menunjuk ke hadapan pria itu, dirinya langsung memaki di hadapannya.

"Oh tadi lupa lu ngehina gua apa, anak haram yaa?" ucap Nayla.

Tangannya kembali memegang rokok dan menghisapnya, sebelum mengeluarkan titah yang pedih.

"Gan, enaknya nih kutu kita apain?" tanya Nayla.

"Bun*h si Kak." jawab Gani dengan mantap.

Nayla hanya mengangkat tangannya, kali ini jangan kita akan adakan permainan yang lebih keji.

Pria ini sudah berani menghina Nayla dengan sebutan 'anak haram'------Jadi Nayla akan mengeluarkan titah agar pria itu menderita sebelum mati.

"Kalian!" ujar Nayla.

"Siap Boss," patuhnya.

"Potong lidahnya, karena udah berani ngehina gua, dan potong tangannya karena udah berani mau nusuk gua!" titah Nayla.

Gani yang mendengar titah Nayla langsung merinding, ternyata Nayla tak main-main dengan ucapannya.

"Siap Boss," ucapnya.

Gani yang melihatnya menjadi tak tega menarik Nayla menjauh, dan benar saja anak buahnya melakukan apa yang Nayla titahkan.

"Kak, lu bener-bener kejam njirr."

Gani berbisik karena benar-benar tak tega, meski Gani pernah membunuh---tapi ide untuk membuatnya menderita perlahan tak pernah terpikir olehnya.

"Sssttt," kata Nayla menaruh telunjuk di bibirnya.

"Ya lu enak bermasalah ama Emak lu doang, gua bermasalah ama warga kampung sini," lanjut Nayla.

Tangan Gani menarik bahu Nayla dan menggoyang-goyangkannya.

"Kak lu kira! lu doang yang masa kecil di hina dan di cemooh! Gua dulu juga karena emak gua Gundik!" ungkap Gani menggoyang-goyangkan bahu Nayla.

Tapi karena Nayla merasa lebih senior di bandingkan Gani, dirinya menepisnya dengan kasar.

"Lo tuh nggak pernah ngerasain apa yang gua rasain!" bentak Nayla dengan mata yang berkaca-kaca.

"Lu pernah nggak? gak salah apapun di lempar pakai batu? lu pernah nggak? nggak salah apapun di kunci di gudang?" tanya Nayla dengan isak tangis.

Rasa sakit dan dendam dalam dirinya bercampur menjadi satu, seolah tak bisa di tarik lagi---Di tambah Nayla adalah tipe manusia yang jauh dari agama.

Tapi itu semua akan lebur menjadi satu dengan adanya satu---Yakni cinta.

Cinta orangtua, cinta kepada suami dan paling utama adalah cinta pada agama.

Dendam dan rasa sakit yang Nayla miliki akan lebur, tapi siapa yang akan menariknya keluar dari dunia hitam ini.

Sang kakak---Fahad Bin Khaled.

Atau Gus Ali Mahendra.

*

*

*

*

*

1
Dayang Rindu
Hay kak, karya baru? 🔥
Dayang Rindu: sama aja, 😁
total 2 replies
Muhammad Isha
iklan buat mu
Putri Sabina: makasih udah mampir Kak
total 1 replies
Muhammad Isha
jangan lupa mampir
knovitriana
cerita yang menarik
knovitriana: iklan buat mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!