NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:659
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 — Hujan yang Membawa Kenangan

Hujan turun sejak dini hari.

Bukan hujan deras, hanya rintik panjang yang tidak benar-benar berhenti. Jalanan terlihat basah, udara terasa lebih dingin, dan langit Seoul tertutup awan abu-abu yang membuat pagi datang lebih lambat dari biasanya.

Kim Ae Ra berdiri di depan jendela kecil apartemen mereka sambil memegang cangkir teh hangat.

Ia jarang bangun setenang ini.

Biasanya ia terburu-buru, mengejar waktu menuju kantor. Namun hari itu ia terbangun lebih awal tanpa alasan jelas.

Tatapannya kosong menembus kaca.

Entah kenapa suara hujan selalu membuat dadanya terasa berat.

“Ae Ra.”

Suara lembut Mi Ran memanggil dari dapur.

“Kau tidak bersiap kerja?”

“Iya… sebentar.”

Ae Ra berbalik. Ibunya sedang menata sarapan sederhana di meja kecil ruang makan. Rambutnya yang mulai memutih diikat rapi, wajahnya tetap lembut seperti biasa, namun ada garis lelah yang tidak pernah benar-benar hilang sejak bertahun-tahun lalu.

“Kau lembur lagi semalam?” tanya Mi Ran.

“Tidak terlalu.”

Jawaban itu setengah jujur.

Mi Ran memperhatikannya beberapa detik lebih lama.

“Kau terlihat kurus.”

“Aku baik-baik saja, Bu.”

Ia tersenyum, mencoba menenangkan.

Namun ketika kilat tipis menyambar di luar jendela, tangan Ae Ra tanpa sadar menegang.

Cangkir tehnya sedikit bergetar.

Mi Ran langsung menyadarinya.

Tatapan wanita itu berubah—cepat, hampir seperti panik—sebelum kembali tenang.

“Hujannya dingin hari ini,” katanya pelan, seolah mengalihkan suasana.

Ae Ra hanya mengangguk.

Ia sendiri tidak mengerti kenapa suara hujan selalu membuat pikirannya kosong… seperti ada sesuatu yang hampir ia ingat, tapi selalu menghilang sebelum terbentuk.

---

Perjalanan menuju kantor terasa lebih sunyi.

Bus melaju perlahan di antara jalan basah. Ae Ra memandangi jendela, mengikuti garis air yang turun tanpa arah.

Sekilas, bayangan samar muncul di kepalanya.

Panas.

Asap.

Seseorang memeluknya erat.

Ia mengerjap cepat.

Bayangan itu hilang.

“Apa aku kurang tidur…” gumamnya pelan.

---

Aegis Corp sudah sibuk ketika ia tiba.

Namun suasana hari itu tidak setegang biasanya. Beberapa rapat dibatalkan karena cuaca buruk, memberi jeda langka di tengah ritme kerja cepat.

Ae Ra duduk di mejanya, menyiapkan agenda.

Pintu ruang CEO terbuka.

Hyun Jae Hyuk keluar sambil mengenakan jasnya.

Ia berhenti sebentar.

“Kau basah.”

Ae Ra baru sadar ujung rambutnya masih sedikit lembap.

“Sedikit kehujanan.”

Jae Hyuk menghela napas pelan, lalu mengambil payung lipat dari rak dekat pintu dan meletakkannya di meja Ae Ra.

“Pakai ini saat pulang.”

Ae Ra berkedip.

“Tapi ini milik Anda.”

“Aku punya yang lain.”

Nada suaranya datar, tapi tidak memberi ruang untuk menolak.

Ae Ra memegang payung itu perlahan.

Aneh.

Hangat.

Dan entah kenapa… familiar.

---

Siang hari berjalan tenang.

Namun saat Ae Ra menuju pantry, aroma samar sesuatu yang terbakar dari mesin pemanggang roti tiba-tiba memenuhi ruangan.

Ia berhenti.

Napasnya tercekat.

Suara di sekeliling mendadak terasa jauh.

Kilatan gambar muncul cepat di kepalanya—

warna oranye,

panas,

suara retakan kayu.

Tangannya gemetar.

“Ae Ra?”

Suara Jae Hyuk terdengar dari belakang.

Ia langsung tersadar.

“Aku… tidak apa-apa.”

Namun wajahnya pucat.

Jae Hyuk mematikan pemanggang roti yang sedikit gosong itu.

“Keluar sebentar,” katanya pelan.

Ae Ra menurut tanpa membantah.

Mereka berdiri di dekat jendela koridor.

Hujan masih turun.

“Kau tidak suka bau asap?” tanya Jae Hyuk.

Ae Ra menggeleng pelan.

“Aku… tidak tahu. Hanya terasa tidak nyaman.”

Jae Hyuk tidak bertanya lebih jauh.

Namun untuk beberapa detik, ia hanya berdiri di sana.

Diam.

Menemani.

Dan anehnya, keheningan itu terasa sama seperti sesuatu yang pernah Ae Ra rasakan lama sekali… meski ia tidak ingat kapan.

---

Malam hari, Ae Ra pulang lebih awal.

Mi Ran sudah menunggu di rumah.

“Kau cepat hari ini.”

“Iya. Tidak terlalu sibuk.”

Mereka makan bersama dalam suasana hangat.

Namun ketika berita televisi menampilkan laporan kebakaran apartemen di kota lain, Mi Ran langsung mengambil remote dan mengganti saluran.

Gerakannya terlalu cepat.

Ae Ra menatap ibunya.

“Bu…?”

“Tidak ada yang menarik,” jawab Mi Ran singkat.

Ae Ra tidak bertanya lagi.

Tapi ada sesuatu yang terasa aneh.

---

Malam semakin larut.

Hujan belum berhenti.

Ae Ra berdiri di balkon kecil, memegang payung yang diberikan Jae Hyuk pagi tadi.

Ia membuka payung itu perlahan.

Suara hujan memukul permukaannya.

Dan untuk sepersekian detik—

ia merasa pernah berdiri seperti ini sebelumnya.

Di bawah payung.

Tidak sendirian.

Sebuah suara samar muncul di ingatannya.

*Kalau hujan terus, kau bisa sakit.*

Ae Ra mengerutkan kening.

“Siapa…”

Namun ingatan itu kembali menghilang sebelum ia bisa menangkapnya.

Di kejauhan, hujan terus turun.

Membawa kenangan yang perlahan… mulai kembali.

1
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!