NovelToon NovelToon
Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Cassia Bellvania Anahera adalah personifikasi keanggunan di SMA Kencana, dengan rambut panjang yang menjadi simbol harga diri dan kasih sayang kakaknya, Kalingga. Namun, dunia Cassia yang berwarna merah muda seketika berubah menjadi kelabu saat ia mendapati kekasihnya, Zidane, dan sahabatnya, Elara, mengkhianatinya. Penghinaan Zidane terhadap dirinya—yang dianggap hanya sebagai "pajangan membosankan"—memicu ledakan luka yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab spesial : Percikan di balik bengkel

Di tengah kemeriahan pesta pertunangan Cassia dan Galaksi, ada satu sudut di area bar yang terasa jauh lebih santai. Talishia berdiri di sana, masih dengan gaya khasnya: gaun pesta model tomboy berwarna biru gelap dengan sepatu bot kulit yang mengkilap. Rambutnya yang dulu sering berantakan karena oli, kini ditata rapi, meski ia tetap terlihat tidak nyaman dengan segala formalitas ini.

"Gaun yang bagus, Tal. Tapi sepatu bot itu tetap nggak bisa bohong, ya?" sebuah suara berat menyapa dari belakang.

Talishia menoleh dan mendapati Bagas, mantan tangan kanan Kalingga di geng Acheron dulu. Bagas kini menjabat sebagai Kepala Divisi Logistik di Kencana-Sheq Technologies. Pria yang dulu dikenal paling tenang namun mematikan saat balapan itu, kini tampak gagah dengan kemeja hitam yang lengannya digulung.

"Bot ini buat jaga-jaga kalau aku harus menendangmu karena merusak dekorasi, Gas," balas Talishia dengan seringai khasnya.

Bagas tertawa, ia menyodorkan segelas jus jeruk kepada Talishia. "Ingat nggak, tiga tahun lalu? Waktu kita harus begadang di bengkel tua cuma buat benerin motor Nyx-nya Cassia sebelum balapan maut itu?"

Talishia menerima gelas itu, tatapannya melembut. "Waktu itu kamu terus-terusan memberiku kopi pahit supaya aku nggak tidur. Aku hampir melemparmu pakai kunci pas."

"Tapi kamu nggak pernah melemparnya," Bagas melangkah lebih dekat, bersandar pada meja bar di samping Talishia. "Karena kamu tahu, tanpa kopi dariku, motor itu nggak akan pernah sampai ke garis finis tepat waktu. Kita tim yang hebat, Tal. Dari dulu sampai sekarang."

Suasana mendadak menjadi sedikit canggung. Talishia yang biasanya pandai bicara, kini hanya bisa menatap gelembung di dalam gelasnya. Selama tiga tahun bekerja bersama di perusahaan baru, Bagas adalah orang yang paling sering menemani Talishia di bengkel riset. Mereka berbagi kopi, berbagi keluhan tentang mesin, dan diam-diam saling menjaga.

"Kenapa tiba-tiba melankolis?" tanya Talishia pelan.

Bagas menatap ke arah Cassia dan Galaksi yang sedang berdansa di tengah taman. "Melihat mereka... aku jadi sadar kalau waktu jalan terus. Kita sudah bukan anak jalanan yang cuma mikirin balapan besok malam. Kita sudah punya tanggung jawab, punya masa depan."

Bagas kemudian merogoh saku kemejanya, mengeluarkan sebuah gantungan kunci motor kustom yang terbuat dari titanium. Di sana terukir inisial 'T & B'.

"Ini bukan cincin berlian kayak punya Galaksi buat Cassia," Bagas menyerahkan benda itu kepada Talishia. "Tapi ini kunci untuk bengkel riset pribadi yang baru saja selesai dibangun di sayap barat gedung. Kalingga memberikannya padaku, tapi aku nggak mau menjalankannya sendirian. Aku mau kepala mekaniknya adalah kamu. Bukan cuma sebagai rekan kerja, tapi sebagai orang yang... yah, yang selalu ada di sampingku saat aku minum kopi pahit itu."

Talishia tertegun. Ia mengambil gantungan kunci itu, jemarinya menyentuh ukiran inisial mereka. Ia tahu ini adalah cara Bagas yang kaku untuk menyatakan perasaan dan komitmennya.

"Kamu tahu kan, aku orangnya berisik dan hobi marah-marah kalau ada mesin yang rusak?" tanya Talishia dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Justru itu alasannya aku butuh kamu," jawab Bagas tulus. "Supaya hidupku nggak terlalu sepi."

Talishia tersenyum lebar, ia tiba-tiba menarik kerah kemeja Bagas dan memberinya kecupan cepat di pipi—membuat pria tangguh itu mendadak mematung seperti mesin yang mati total.

"Oke, Bagas. Tapi kopinya jangan pahit-pahit lagi ya nanti," bisik Talishia sambil tertawa.

Di bawah ledakan kembang api terakhir, di sudut bar yang sederhana itu, satu lagi ikatan terbentuk. Kencana-Sheq Technologies bukan hanya membangun mesin dan masa depan, tapi juga menyatukan hati-hati yang dulu pernah terluka di kerasnya aspal jalanan. Kini, semua orang telah menemukan pasangan "mekanik" untuk hati mereka masing-masing.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
falea sezi
lanjutt donk seruu
falea sezi
elara jalang gatel g tau diri
falea sezi
nyimak moga bagus q ksih hadiah deh
Paradina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!