Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Tahu Malu
Kimberly dan Alexander berjalan dengan tergesa-gesa meninggalkan kamar Diego. Hingga Kimberly dan Alexander berhenti di taman belakang di mana Kimberly mengatur nafasnya yang seperti habis berlari maraton.
"Tadi itu sangat berbahaya sekali. Lain kali tunggu Dia tidur baru kamu melakukan akupuntur." Ucap Kimberly sambil duduk di bangku taman begitu pula dengan Alexander.
"Mommy, wajah Mommy memerah." Goda Alexander sambil tersenyum manis.
Kimberly hanya menatap ke arah Alexander yang sedang menatap dirinya sambil memegang ke dua pipinya yang bersemu merah.
"Ah, masa?" Tanya Kimberly sambil tersenyum malu.
"Mommy, sebenarnya Daddy adalah orang baik. Lagipula Mommy dan Daddy sudah menjadi suami istri. Jadi lebih baik terus mesra seperti ini saja karena dengan begitu kita bisa mempunyai Mommy dan juga Daddy." Ucap Alexander penuh harap sambil tersenyum bahagia jika itu benar-benar terjadi.
"Pikiranmu ini terlalu sederhana. Mommy dan Daddy belum menikah secara resmi. Apalagi Keluarga Roberto sampai sekarang membahas tentang pernikahan kami. Itu artinya mereka tidak menyukaiku." Ucap Kimberly yang tidak ingin terlalu banyak berharap.
"Selain itu Mommy mendengar dari pelayan kalau Daddy kalian sudah mempunyai tunangan. Jadi mungkin saja suatu hari nanti kalau Daddy sudah sembuh maka Daddy kalian akan mengusir Mommy." Sambung Kimberly.
Saat ini Kimberly belum siap membuka hati mengingat ayah kandungnya lebih membela adik tirinya daripada dirinya. Di tambah Diego belum resmi menikah dengan dirinya karena itulah kamar mereka terpisah.
"Baiklah, Mom. Setelah Aku menyembuhkan kaki Daddy maka kita semua pergi menjauh dengan mengajak Kak Arnold." Ucap Alexander yang mengerti perkataan Kimberly.
Alexander tidak akan memaksakan Kimberly agar bisa bersama Diego karena bagi Alexander, Kimberly adalah kebahagiannya dan ingin Kimberly selalu bahagia begitu pula dengan saudara kembarnya yang menginginkan Kimberly bahagia.
"Alexander, kamu memang pintar dan mengerti apa yang Mommy rasakan." Ucap Kimberly sambil membelai rambut Alexander dengan lembut.
Alexander hanya tersenyum menatap Kimberly hingga beberapa saat datang seorang pelayan menemui Kimberly.
"Nyonya Diego, Tuan Besar Baskoro mengirim orang kemari dan memintamu untuk pulang ke tempat kediaman Baskoro." Ucap Pelayan tersebut.
Kimberly yang mendengar ucapan pelayan tersebut hanya tertawa pahit walau dalam hatinya tersimpan rasa kecewa, amarah dan luka yang sangat mendalam namun tidak berdarah dalam waktu bersamaan.
"Baiklah. Suruh Dia menunggu sebentar, Aku akan segera menemuinya." Ucap Kimberly.
"Baik, Nyonya Muda." Jawab pelayan tersebut kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
"Mommy, jangan kembali ke sana. Pasti orang tua itu mempunyai niat buruk." Ucap Alexander yang tidak ingin Kimberly terluka.
"Kalung berlian biru milik nenek kalian masih ada di keluarga Baskoro. Jadi Mommy harus mengambilnya kembali." Ucap Kimberly yang tidak mempunyai pilihan lain untuk datang ke rumah orang tuanya.
"Kalau begitu biar Aku yang akan menemani Mommy." Ucap Alexander yang ingin membantu Kimberly jika terjadi sesuatu yang tidak terduga.
"Baiklah. Kalau begitu, kamu harus membantu Mommy ..." Ucap Kimberly kemudian berbisik di telinga Alexander agar para pembaca penasaran.
Alexander hanya tersenyum sambil mengangkat ibu jari tangan kanannya untuk membentuk 👍sebagai tanda ok. Kimberly hanya tersenyum ketika Alexander setuju dengan rencananya.
"Mommy, jangan kuatir. Serahkan saja semua padaku." Ucap Alexander.
Kimberly hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pergi ke tempat kediaman Keluarga Baskoro. Singkat cerita kini Kimberly dan Alexander sudah berada di tempat kediaman Keluarga Baskoro di mana Ayah Kevin, Ibu Bela dan Cintya sedang menunggu mereka di ruang keluarga.
"Akhirnya Kakak datang juga ke sini." Ucap Cintya dengan nada sinis.
"Jadi ini Tuan Muda Kecil bisu dari keluarga Roberto?" Tanya Ibu Bela sambil memandang mereka berdua dengan rendah.
"Kak Kimberly, Aku tidak menyangka kalau Kakak begitu cepat beradaptasi dengan peran seorang ibu tiri." Ucap Cintya.
"Arnold adalah cucu kesayangan Nyonya Besar Roberto. Jika kamu menghina Alexander seperti itu ..." Ucap Kimberly menggantungkan kalimatnya.
"Dasar perempuan jalang! Kalau kamu berani mengadu ke Keluarga Roberto maka Aku tidak akan mengampunimu!" Bentak Cintya.
"Sudah cukup! Lebih baik tutup mulutmu!" Perintah Ayah Kevin dengan nada satu oktaf.
"Kimberly, Ayah akan meminta dua pelayan untuk membawa Tuan Muda Kecil ke halaman belakang untuk bermain." Ucap Ayah Kevin yang tidak ingin Alexander mendengar percakapan mereka dan mengadu ke Diego.
"Baik." Jawab Kimberly dengan singkat.
Ayah Kevin kemudian meminta dua orang pelayan untuk membawa Alexander. Sedangkan Kimberly menatap ke arah Alexander sambil memberikan kode ke arah Alexander untuk menjalankan rencananya.
"Sebenarnya ada Ayah memanggilku kemari?" Tanya Kimberly setelah melihat Alexander sudah pergi bersama ke dua pelayan setia milik Ayah Baskoro.
"Apa Ayah tidak boleh memanggilmu pulang tanpa alasan?" Tanya Ayah Kevin dengan nada ketus.
"Kimberly, Ayahmu telah berjuang keras demi perusahaan Baskoro selama bertahun-tahun. Tapi karena nasib kurang baik maka perusahaan tidak bisa maju dan tidak berjalan dengan lancar." Ucap Ibu Bela tanpa basa basi.
"Tapi sekarang ada kesempatan bagus jadi jika kamu masih mempunyai hati nurani maka kamu harus membantu ayahmu." Pinta Ibu Bela tanpa ada rasa malu sedikitpun.
"Tante Bela, apa maksudmu? Bantuan apa yang bisa Aku berikan pada Ayah?" Tanya Kimberly pura-pura tidak mengerti.
"Grup Roberto mempunyai beberapa proyek dan di antaranya ada proyek pembangunan resort di pantai Belenza di mana nilai investasinya mencapai miliaran dolar." Ucap Ayah Baskoro yang tidak mempunyai rasa malu dan tidak mempunyai perasaan bersalah karena sudah menyakiti putrinya dengan sangat kejam.
"Kamu sekarang sudah menjadi menantu Keluarga Roberto. Jadi sekarang kamu pulanglah dan bicaralah pada Nyonya Besar Roberto. Minta Dia memberikan proyek itu pada perusahaan Baskoro!" Perintah Ayah Baskoro.
Kimberly terdiam sambil berpikir sedangkan Ayah Baskoro, Ibu Bela dan Cintya hanya tersenyum sinis ke arah Kimberly.
("Dasar kalian tidak tahu malu." Cibir Kimberly).