NovelToon NovelToon
Tergoda Paman Tunanganku

Tergoda Paman Tunanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Terlarang
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

💗 Dijodohkan dengan keponakannya malah tergoda dengan pamannya.

------------- 💫

‎Viona dijodohkan dengan anak dari sahabat mendiang ayahnya yang bernama Farel. Awalnya Viona menyetujui, namun kehadiran Arsen yang merupakan paman dari Farel menggoyahkan hatinya.

‎Bukan sekedar ingin ikut menjaga, tapi sikap yang Arsen tunjukkan lebih dari itu. Kedekatan yang terjalin diantara keduanya membawa mereka pada hubungan yang tak seharusnya.

‎"Jatuhnya begitu alami. Ataukah, kamu memang sengaja ingin menggodaku?" - Arsen.

‎Ketika rahasia hubungan mereka mulai terbongkar, ketegangan melanda keluarga besar. Viona harus memilih antara memenuhi harapan mendiang ayahnya dengan menikahi Farel, atau mengikuti hatinya yang menginginkan Arsen.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 : Dibawah pengawasan Paman Arsen.

‎"Sudah jam tujuh lewat lima belas, kenapa Viona belum turun ya?" tanya Bima, menatap satu persatu orang yang ada di meja makan.

‎Semua orang saling pandang tanpa ada yang berani menjawab, hingga tatapan Bima tertuju pada Farel yang duduk di kursi seberangnya. "Farel, setelah mengantarkan ibu dan bibinya Viona kemarin, kamu langsung mengajak Viona pulang kan?"

‎‎Farel menurunkan gelasnya, menyembunyikan rasa gugupnya tanpa berani menatap sang Papa. "Aku akan panggil dia, Pa. Mungkin Viona masih tidur."

‎‎Dia menarik kursinya mundur dan segera berdiri, namun sebelum dia sempat melangkah keluar meja makan, Viona muncul dengan penampilan yang sudah sangat rapi. Kemeja putih lengan panjang dan rok pendek hitam dengan panjang selutut. Rambutnya yang biasanya dibiarkan lepas kini terikat rapi, menambah kesan dewasa pada wajahnya yang masih muda.

‎‎Ketika pandangannya tidak sengaja bertemu dengan Arsen yang sedang menatapnya, Viona langsung menurunkan pandangan dan melangkah dengan langkah kecil ke arah meja.

‎‎"Maaf semuanya, aku terlambat untuk sarapan," ucapnya dengan suara lembut, lalu duduk di kursi yang ada di sebelah Farel.

‎‎"Tidak apa-apa, Nak. Tapi kenapa penampilan kamu rapi sekali hari ini, memangnya kamu mau pergi kemana?" tanya paman Bima dengan suara lembut.

‎‎Viona tersenyum, "Maaf Paman, aku lupa bilang jika hari ini aku sudah ada janji dengan temanku dan kami akan pergi untuk mencari pekerjaan."

‎‎"Mencari pekerjaan?" ulang Bima dengan kening sedikit mengerut, "Kamu tidak perlu melakukan itu, Viona. Kamu cukup tinggal di rumah bersama dengan Kakek dan Tante Saskia. Kalau kamu ingin sesuatu, kamu bisa bilang pada mereka atau langsung pada Pamanmu ini. Tapi jika kamu tetap ingin bekerja, kamu bisa bekerja di perusahaan Paman saja supaya Paman juga bisa terus memantau dan menjaga kamu. Bagaimana?"

‎‎"Terimakasih, Paman, tapi aku tidak bisa melakukan itu." tolak Viona dengan halus. "Paman Bima sudah banyak membantuku dan keluargaku, jadi aku tidak ingin merepotkan lagi. Aku akan mencari pekerjaan sendiri saja. Lagipula aku tidak sendirian, aku akan pergi bersama dengan temanku. Jadi Paman tidak usah khawatir, aku akan baik-baik saja."

‎‎"Bagaimana jika Viona bekerja di perusahaan Arsen saja," usul Tuan Danu.

‎‎Bima langsung menatap tajam pada Arsen yang duduk dihadapannya. Sementara Arsen hanya menghela napas pelan, menyadari tatapan yang kini terpusat padanya.

‎‎"Aku tidak setuju dengan usul ini, Viona akan lebih aman jika bekerja di perusahaanku. Aku bisa menjaganya dengan baik, seperti apa yang diamanahkan mendiang ayahnya." ucap Bima, menatap bergantian pada Ayah dan adiknya.

‎‎Tuan Danu menggelengkan kepala dengan tegas, tidak mau menyerah. "Ini sudah keputusan Ayah, dan Ayah yakin Arsen juga bisa ikut menjaga Viona dengan baik."

‎‎Bima mulai merasa sedikit kesal, namun tetap menjaga nada suaranya. "Ayah, kita sudah mendengar alasan Viona. Dia tidak ingin merepotkan dan ingin meraih kesuksesan dengan usahanya sendiri. Mengapa kita harus memaksakannya?"

‎‎"Ini bukan paksaan." ucap Tuan Danu dengan nada yang kembali lembut. "Viona hanya merasa berhutang budi sama kamu karena kamu sudah banyak membantunya dan keluarganya. Tapi Arsen, dia tidak melakukan apapun untuk Viona, jadi Viona tidak akan merasa berhutang budi padanya. Bukankah kita bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi Viona? Dengan bekerja di perusahaan Arsen, kita bisa tetap memantau Viona karena Arsen pasti akan bisa menjaganya dengan baik."

‎‎Tuan Danu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Viona yang sedang menunduk dengan wajah cemas. "Nak Viona, jangan mendengarkan kata-kata Pamanmu yang terlalu protektif itu. Kamu mau kan bekerja di perusahaan Paman Arsen?"

‎‎"A-Aku---"

‎‎Sebelum Viona sempat melanjutkan ucapannya, Arsen menarik kursinya mundur dan segera berdiri. "Aku tunggu di mobil dalam lima menit."

‎‎Setelah mengucapkan itu, Arsen langsung berjalan meninggalkan meja makan tanpa menunggu tanggapan apapun. Langkahnya tegas seperti biasa.

‎‎"Cepatlah, Nak. Arsen memang seperti itu, dia orang yang sangat disiplin dan bertanggungjawab. Kamu akan baik-baik saja bekerja dengannya," ucap Tuan Danu dengan senyum hangat diwajahnya.

‎‎Tanpa berpikir panjang, Viona segera berdiri dan memakai tasnya kembali dipundak. Setelah mengucapkan pamit pada semua orang di meja makan, dia segera berlari keluar rumah, dimana mobil mewah milik Arsen sudah terparkir dengan mesin masih menyala.

‎‎Ketika dia membuka pintu mobil dan masuk, Arsen hanya menatapnya dengan tatapan datar, "Kamu terlambat tiga detik,"

‎‎"Hanya tiga detik saja dipermasalahkan," dumel Viona, menutup pintu mobil dengan sedikit keras.

‎‎Arsen hanya tersenyum kecil, dia mendekatkan tubuhnya ke arah Viona dan meraih tali sabuk pengaman dari tempatnya. "Pakai ini biar aman."

‎‎Viona menahan napas sejenak, tubuhnya sedikit tegang saat tangan Arsen mulai memasangkan sabuk pengaman itu ditubuhnya. Aroma maskulin pria itu menguar di indera penciumannya.

‎‎"Kamu bisa menghubungi temanmu dan memberitahukan padanya untuk datang ke tempatku. Nanti aku beritahukan alamatnya," ucap Arsen, menjauhkan tubuhnya kembali dan menyesuaikan posisinya di kursi pengemudi.

‎‎Viona mengangguk pelan, lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan mengetik pesan singkat untuk temannya, Dinda. Mobil mulai melaju pelan, meninggalkan halaman rumah yang luas, lalu memasuki jalan raya yang mulai ramai dengan aktivitas pagi hari. Viona duduk diam di kursinya, tangan kanannya menggenggam tepi tas yang ada di pangkuannya sambil sesekali menoleh ke arah Arsen yang tengah fokus menyetir.

‎‎-

‎-

‎-

‎‎Begitu tiba di lobi perusahaan, Arsen langsung mendekati sekretarisnya yang sedang berdiri siap di depan meja resepsionis bersama teman Viona yang sudah sampai lebih dulu.

‎‎"Sinta, tolong kamu bawa mereka berdua untuk berkeliling ke beberapa divisi utama," ucap Arsen dengan nada tegas. "Periksa latar belakang pendidikan dan minat mereka, lalu berikan penempatan yang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Setelah itu kamu bisa datang ke ruangan saya,"

‎‎Sinta mengangguk dengan sopan, kemudian tersenyum pada Viona dan temannya, "Mari saya bawa kalian berkeliling terlebih dahulu untuk mengenal setiap divisi, nanti kita akan menentukan posisi yang paling cocok dengan kemampuan kalian masing-masing,"

‎‎Ketiga wanita itu berjalan meninggalkan lobi, Arsen menghela napas pelan dan menatap pada kepergian mereka. Awalnya dia tidak setuju dengan usulan ayahnya untuk mempekerjakan Viona dikantornya karena malas berurusan dengan kakaknya, namun dia berfikir ulang dan bertekad untuk memberikan Viona kesempatan yang sama seperti karyawan lainnya.

‎‎"Tuan, apa dia gadis yang dijodohkan dengan keponakan Anda, tuan muda Farel?"

‎‎Arsen menoleh ke arah Ferry yang sudah berdiri di dekatnya, ekspresinya kembali datar dan tegas seperti biasanya. "Ferry, tolong kamu belikan beberapa makanan dan bawa keruangan saya."

‎‎Ferry mengangguk dengan sopan, "Baik, Tuan, akan segera saya laksanakan."

‎‎Arsen mengangguk kecil sebagai balasan sebelum berjalan menuju lift yang berada di dekat pintu lobi. Pintu lift terbuka perlahan, dan dia melangkah masuk dengan langkah tegas, tangan kanannya menyentuh dasbor kontrol lantai. ‎‎

Pintu lift segera menutup, Arsen menarik napas pelan sambil melihat ke arah jam di pergelangan tangannya. Tadi saat Viona datang ke meja makan, dia melihat gadis itu belum menyentuh makanan sedikitpun.

"Dia tidak akan bisa fokus bekerja dengan perut kosong,"

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
drama perpisahan di depan mata noh paman Bima🤧🤧
Zuri
mna bisa begitu... cobranya udah dapet sarang yg enak mana mau dilepas.. ehh/Silent//Silent/
Zuri
jujur lebih baik ya Vio
Zuri
mana bisa bgituu... yg jebol gawang Arsen loh/Slight//Slight/
Zuri
Farel itu ngamuknya gegara gagal unboxing🤣🤣
Zuri
disidang🤧🤧
zee
wah tambah seru nih
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak masih setia menyimak 🙏😁
total 1 replies
Zuri
salah sendiri punya pikiran kotor🤧🤧
🔥Violetta🔥: Nggak kotor nggak anuuun🤣🤣
total 1 replies
Zuri
sadar kali kak, bukan dasar/Silent/
🔥Violetta🔥: Efek mabok tulisan 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zuri
tenang saja vio.. pamanmu akan melindungimu🤭🤭
🔥Violetta🔥: Melindungi sampai kedalam-dalam 😅😅
total 1 replies
Mita Paramita
Arsen dan viona udh ga bisa dipisahkan ini🤣 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Sudah menyatu seakar-akarnya, Kak🤭🤣🤣
total 1 replies
Zuri
mereka lagi main bareng🤣
🔥Violetta🔥: Main bola /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zuri
sedia payung sebelum hujan🤣🤣
🔥Violetta🔥: Udah nahan dia dari lama 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
jebol juga akhirnya kalo godaannya gini
🔥Violetta🔥: Mana tahan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zuri
mau nerkam apa gimana dirimu Arsen😏😏
🔥Violetta🔥: Sudah tidak tahan dia 🤭🤭🤭
total 1 replies
Zuri
dirimu kn emang gak bisa jaga Vio. mau ngrusak iya/Smug/
Zuri
udah di bawa kabur🤣🤣
Zuri
rencanamu mau unboxing gagal total rell🤣
Zuri
mendadak jadi maling/Facepalm//Facepalm/
🔥Violetta🔥: Maling cinta 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
bukannya eemang itu ya yang kamu harapkan? hayoo ngakuu😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!