NovelToon NovelToon
Serpihan Luka Masa Lalu

Serpihan Luka Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Bagi Arga, Yura adalah teka-teki yang menolak untuk dipecahkan. Ketika Ayu mencoba menyembuhkan lukanya, masa lalu Yura mulai terkuak. Sebuah rahasia terungkap dan pengabdian dikhianati. Arga terjebak dalam dilema: Tetap setia pada dia yang tak kunjung pulang, atau menyerah pada bahagia yang terasa berdosa? Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar hilang tanpa meninggalkan bekas yang beracun.

"Hal tersulit dari kehilangan bukan tentang merelakan, tapi tentang ketakutan bahwa kau akan bahagia di atas penderitaan seseorang yang kau lupakan."

Followw akun IG @author_receh untuk info seputar novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Suara pantofel Arga menghantam anak tangga dengan keras, menciptakan gema yang memecah keheningan rumah. Ia tidak peduli jika Papa atau Mama terbangun. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal: siluet wanita di atas skuter itu.

"Arga! Kau mau ke mana?!" teriak Alvin dari balkon lantai tiga, namun Arga sudah menghilang di balik pintu utama.

Napas Arga memburu saat ia berhasil keluar ke halaman. Ia segera memacu mobilnya, mesin menderu garang sebelum melesat keluar gerbang.

"Itu skuter Ayu. Aku tidak mungkin salah lihat."

Dalam hati bertanya apa yang dilakukan Ayu disini di jam satu pagi? Dan kenapa dia tampak ketakutan?

Lampu belakang skuter itu terlihat di ujung persimpangan. Arga menambah kecepatan. Di belakang Ayu, sebuah mobil van hitam tanpa plat nomor tampak membayanginya dengan jarak yang sangat tidak wajar. Mobil itu berkali-kali mencoba memepet Ayu hingga skuternya oleng ke bahu jalan.

"Sial! Apa yang dilakukan gadis bodoh itu sampai dikejar seperti ini?!" umpat Arga. Jemarinya mencengkeram kemudi hingga buku jarinya memutih.

Arga menekan klakson berkali-kali, mencoba mengalihkan perhatian mobil van tersebut. Saat jalanan sedikit melebar, Arga melakukan manuver berani. Ia menyalip dan memotong jalur mobil van itu, memaksanya mengerem mendadak dengan suara decit ban yang memekakkan telinga.

Skuter di depannya pun ikut berhenti mendadak. Ayu tersungkur ke aspal bersama kendaraannya.

Arga langsung keluar dari mobil, mengabaikan pria-pria di dalam van yang mungkin saja membawa senjata. Ia berlari menghampiri Ayu.

"Ayu! Kamu tidak apa-apa?" teriak Arga, suaranya dipenuhi kecemasan yang bahkan tidak ia sadari.

Ayu mendongak, wajahnya pucat pasi di bawah cahaya lampu jalan. Saat melihat Arga, matanya yang berkaca-kaca membulat. "Pak... Pak Arga?"

"Kenapa kamu bisa ada di sini, hah?! Dan siapa mereka?!" Arga menarik Ayu berdiri, menyembunyikan tubuh kecil gadis itu di belakang punggung tegapnya tepat saat pintu mobil van terbuka.

Tiga pria berbadan tegap keluar dengan tatapan mengancam. Salah satu dari mereka memegang sesuatu yang tampak seperti kamera—kamera milik Ayu yang tadi tergantung di lehernya namun kini berpindah tangan.

"Serahkan gadis itu, atau Anda akan menyesal karena ikut campur" ucap salah satu pria itu dengan nada rendah yang berbahaya.

Arga terkekeh sinis, menarik sudut bibirnya membentuk senyum meremehkan yang sangat dingin senyum khas pria yang sudah tidak punya rasa takut karena hatinya sudah lama mati.

"Kalian tidak tahu sedang berurusan dengan siapa," desis Arga sembari melonggarkan jam tangan mewahnya, siap untuk sebuah perkelahian.

Ketegangan di udara memuncak. Pria bertubuh paling besar di antara mereka maju lebih dulu, melayangkan pukulan mentah ke arah wajah Arga. Namun, Arga bukan pria manja yang hanya tahu duduk di balik meja kantor. Ia menghindar dengan gerakan yang sangat efisien, lalu membalas dengan hantaman ulu hati yang membuat lawannya terjungkal seketika.

Bugh!

Dua pria lainnya merangsek maju. Perkelahian itu berlangsung brutal di bawah temaram lampu jalan. Arga terkena pukulan di pelipis dan tendangan keras di tulang rusuknya, namun amarah di dadanya justru membuat gerakannya makin liar. Dengan satu sentakan kuat, ia memelintir tangan penyerang yang menjambak Ayu, hingga terdengar bunyi krak yang mengerikan.

"Pergi, atau nyawa kalian habis di sini!" desis Arga dengan suara yang sedingin es.

Melihat pemimpin mereka terkapar dan Arga yang tampak seperti iblis yang sedang mengamuk, para pria itu memilih mundur. Mereka segera naik ke mobil van dan memacu kendaraan itu pergi, meninggalkan kepulan asap dan keheningan yang mencekam.

Arga terengah-engah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, dan pelipisnya mulai membiru. Ia berbalik ke arah Ayu yang masih gemetar di samping skuternya yang terguling.

"Pak Arga... Anda berdarah," bisik Ayu dengan suara bergetar.

"Naik ke mobilku. Sekarang," perintah Arga tegas, mengabaikan rasa sakit yang menusuk rusuknya.

"Tapi skuter saya..."

"Tinggalkan. Aku akan menyuruh orang mengurusnya. Kita harus pergi sebelum mereka kembali."

Arga tidak membawa Ayu kembali ke Kediaman Hutomo. Ia tidak ingin melihat wajah panik ibunya, atau menjawab rentetan pertanyaan investigatif dari Alvin. Ia memutar kemudi menuju sebuah gedung apartemen mewah di pusat kota,unit pribadinya yang tidak diketahui banyak orang.

Begitu pintu apartemen tertutup, suasana mendadak canggung. Ruangan itu sangat maskulin, didominasi warna abu-abu dan hitam, persis seperti pemiliknya.

"Duduklah," ujar Arga sambil melepas kemejanya yang sudah ternoda darah dan debu, menyisakan kaus dalam yang membungkus tubuh atletisnya.

Ayu duduk di sofa dengan kaku. Ia melihat Arga keluar dari kamar mandi membawa kotak P3K. Pria itu duduk di sampingnya, lalu mulai membersihkan luka lecet di lutut Ayu dengan gerakan yang berusaha selembut mungkin, meski tangannya sendiri gemetar menahan sakit.

"Aduh..." rintih Ayu saat alkohol menyentuh lukanya.

"Tahan sedikit. Kau hampir saja celaka karena kecerobohanmu sendiri," ucap Arga. Nada bicaranya dingin, tapi matanya memancarkan kekhawatiran yang nyata.

Ayu memberanikan diri mengambil kapas dari tangan Arga. "Biar saya saja, Pak. Luka Anda lebih parah."

Jari-jari Ayu yang mungil mulai menyentuh pelipis Arga, membersihkan sisa darah di sana. Jarak mereka begitu dekat hingga Arga bisa mencium aroma parfum jeruk yang bercampur dengan bau aspal dari tubuh Ayu. Arga terdiam, matanya terkunci pada wajah Ayu yang tampak sangat tulus merawatnya.

"Kenapa kau ada di depan rumahku jam segini, Ayu?" tanya Arga, suaranya kini merendah, menciptakan getaran yang aneh di udara.

Tangan Ayu terhenti di pipi Arga. Ia menunduk, tidak berani menatap mata elang pria di depannya. "Saya hanya sedang berjalan-jalan.Dan tidak tahu jika itu dekat rumah anda."

Arga meraih pergelangan tangan Ayu, menghentikan gerakannya. "Lain kali, jangan keluyuran malam-malam lagi.Kau tidak tahu betapa bahayanya malam hari buat seorang gadis."

Di bawah cahaya lampu apartemen yang redup, Arga menatap Ayu lama. Hembusan napasnya terasa jelas, beradu dengan debaran jantung yang kian berpacu cepat. Ada tanya yang tertahan, dan ada rasa yang mulai menyusup di antara luka.

Hingga perlahan Wajahnya mulai mendekat,dekat dan sangat dekat dengan bibir mungil Ayu.Dan saat itu juga...

[Bersambung...]

1
Rahayu Ayu
Oooo....
Ternyata Ayu sudah kenal Yura
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
moureza
betul sbnrnya apa yg disembunyiksn ayu?
Rahayu Ayu
Masih penasaran dengan rahasia yg Ayu sembunyikan, hingga sampai Ayu nekat meninggalkan Arga.
shadirazahran23: kita kasih yang tegang tegang dulu
total 2 replies
nayla tsaqif
Teka teki ttg yura gmn, thor,,??
shadirazahran23: nanti akan terungkap,sabar ya
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mirip lh kn ayahnya 🤭
Wiwi Sukaesih: y bntr Thor
tp d kehidupan nyata ktny klw anak mirip ayahnya pasti salah satu ad yg ngalhin..ntah mitos ap fakta ....
total 2 replies
Alyka Raveena
apa ayu korban perkosaan?
koq pikiran ku langsung kesana ya Thor?
apa dibalik baju ayu yg selalu longgar ada sesuatu yg dia sembunyikan???
shadirazahran23: OMG 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rusmini Mini
anak ayu dan arga...tp ayu gak kasih tau arga kalo dia hamil /Smug//Smug/
shadirazahran23: karena ada sesuatu,makanya Ayu gak ngasih tau
total 1 replies
Rusmini Mini
apa Ayu jg spt Yura meninggalkan Arga sendiri aduh aduh What really happened to Ayu.....is Ayu going to leave? /Whimper//Whimper/
Wiwi Sukaesih
msh rahasia rahasia ini ayu
smpe punya anak LG
....ank Arga ..
Wiwi Sukaesih: Siip lh dtnggu y 😍
total 2 replies
Rusmini Mini
aq bacanya kok pas puasa ya aq sKip 😞😞
Rusmini Mini
Arga bodoh move on napa Yura itu dah pergi knp kamu nanti capek dehh 🤦🤦
Wiwi Sukaesih
ahh ngegantung lg
shadirazahran23: Cucian kali di gantung
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
penuh misteri
jd penasaran Thor...
Wiwi Sukaesih: ahh pling bsa ni KKA 😁
total 2 replies
Rahayu Ayu
Penasaran banget kak,
entah apa yg jadi rahasia Ayu, sampai Ayu mengaku salah
shadirazahran23: akupun penasaran.🤣
total 1 replies
Anonymous
Update nya yg banyak yaaa
falea sezi
lanjut
shadirazahran23: ditunggu ya kak
total 1 replies
falea sezi
Ded deg ya ga
Rusmini Mini
siapa org dekil itu
Wiwi Sukaesih
penuh teka teki ....
up LG Thor 😍
mg org yg td manggil Arga g d apa apain SM org misterius it
Rusmini Mini
itu ser serran cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!