Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikah dadakan
“Tolong aku,,, panaasss… panasss sekaliii” adinda mengeluh membrontak dan menyerang rey begitu agresif membuat rey sedikit kesusahan
Rey sangat tahu jika adinda saat ini sedang dalam pengaruh obat perangsang, pria itu tidak mau merusak adinda dan mencari kesempatan
Rey menutuskan untuk merendam adinda dalam bathtub yang berisi penuh dengan air dingin dan segera merogoh saku celana untuk mengambil ponsel miliknya
“Hallo”
“Dir kekamar atas sekarang!!” Tutt tuttt
Seorang yang bernama dirga argata menyernyit heran, ada apa sebenarnya pada sahabatnya itu membuatnya dengan langkah cepat untuk naik keatas dan pergi kekamar yang rey maksud
Gedung mewah yang saat ini menjadi tempat diadakannya acara merupakan gedung sewaan milik mahes group
Dimana disana terdapat 3 kamar tempat untuk peristirahatan, tapi ada 1 kamar khusus milik rey dimana kamar itu merupakan milik pribadi sang pemilik gedung
Dirga mengetuk pintu dan dengan cepat rey membukakanya,
“Ada apa?? Sepertinya kau sehat??” ucap dirga melihat rey yang begitu bugar tapi hanya sedikit berantakan pada menampilannya
“Cckk bukan aku, cepat ikut” rey melangkah dengan cepat menuju kedalam kamar mandi dan juga ikuti oleh dirga
Sesampainya didalam kamar mandi dirga begitu terkejut melihat gadis yang berbaring mengeluh kesakitan didalam buthtub
Dirga dengan cepat melangkah mendekati adinda dan memeriksa keadaan gadis malang itu, dengan raut wajah khawatir rey juga ikut mendekat kearah sahabatnya itu
“Rey”
rey melihat kearah dirga tanpa menyaut pria itu hanya ingin memdengar kelanjutan apa yang akan dikatakan oleh dokter muda dan tampan itu
“Jalan satu-satunya untuk menolong adinda adalah dengan cara menyalurkannya, jika tidak.. besok adinda pasti sudah berada diruang UGD” jelasnya membuat rey menegang
“Aku tahu kamu pasti tidak ingin dibenci kan??? Tapi kamu bisa bertanggung jawab setelah kalian melakukannya, aku hanya memberi saran, tapi jika kau tidak mau.. kau bisa membiarkannya disini berendam semalaman memunggu sampai efek obatnya hilang… obat yang dikosumsi oleh adinda bukan olat kaleng-kaleng, tapi dosisnya sangatlah tinggi maka dari itu jika kau membirakanya berendam dengan air dingin ini semalaman maka kau tau sendiri apa yang akan terjadikan?? Aku tau kau bukanlah orang bodoh rey pikirkanlah!” Ucapnya dan berlalu pergi dari kamar itu
Rey cukup lama terdiam dan melihat kearah adinda, pria itu memutuskan untuk mengangkat tubuh adinda dan melepaskn dres yang melekat pada tubuh gadis itu
Rey menggendong tubuh adinda kedalam kamar dan meletakan tubuh adinda diatas tempat tidur
“Hhhhhmmpppttt” rey terkejut karena adinda menyerangnya secara tiba-tiba
Ciuman adinda memang begitu agresif membuat rey kewalahan untuk menyeimbanginya
Erangan tersengar begitu jelas didalam kamar itu, rey memang mengikuti apa yang dikatakan oleh dirga, pria itu tidak ingin jika terjadi seuatu yang buruk pada adinda nantinya
Tangan adinda tidak bisa diam membuat rey tidak bisa menahan hasrat dan ingin segera menuntaskanya
Munafik jika rey tidak tergoda pada wanita yang selama ini sangat ia cintai ini, tapi rey yang selalu berkata tidak ingin memaksa kini harus melakukannya meskipun itu bukan keinginan gadis itu
Setelah melepaskan semua pakaian yang dia gunakan kini mereka berdua sudah telanjang bulat, rey mencium setiap inci tubuh adinda membuat gadis itu mendesah nikmat
Adinda memohon untuk segera dimasuki membuat jantung rey berdebar hebat, ada rasa takut jika setelah ini adinda akan membenci dirinya
“Maafkan aku adinda tapi aku janji setelah ini aku akan bertanggung jawab” itulah kata yang diucapkan oleh rey
Lalu mereka benar-benar melakukan penyatuan, meskipun pertama memasukan miliknya pada milik adinda begitu sulit, tapi rey melakukannya dengan lembut agar tidak menyakiti adinda
Adinda yang memang sudah dalam pengaruh obat merasa lega setelah semua tuntas gadis itu begitu menikmati permainan yang diberikan oleh rey desahan kenikmatan memenuhi kamar itu
Entah berapa lama mereka melakukannya sampai kini adinda tertidur lelap, rey menyelimuti tubuh adinda dan mencium kening gadis itu begitu lama
Lalu memeluk tubuh adinda dan ikut tertidur nyenyak disebelahnya
Beberapa jam yang lalu dirga keluar dari kamar rey lalu pria itu tersenyum dan tertawa cekikikan
“Maafkan aku rey, tapi hanya dengan itu aku membantumu bersatu dengan wanita yang begitu kau cintai” ucapnya dan dengan langkah cepat turun dan pergi ketempat acara dimana masih terdapat banyak tamu
Dirga memutuskan untuk mengatakan kepada semua orang yang ada diacara tersebut jika rey sudah pergi karena ada urusan mendadak
****
Matahari menerangi kamar dimana rey dan adinda tertidur wanita itu mengeliat dan membuka perlahan kelopak matanya
“Hhhmm” keluhanya karena perutnya terasa berat setelah ia meraba alangkah terkejutnya dagis itu karena tangan kekar memelukanya begitu erat
Dengan cepat adinda melihat kesamping kiri dimana ternyata disana pria tampan yang bukan lain adalah rey masih tertidur lelap
Adinda menutup mulutnya, ia kembali mengingat bagimana ia memaksa rey untuk disentuh olehnya, gadis itu terdiam dan meneteskan air matanya
Rey terbangun karena merasakan tubuh adinda yang bergetar, pria itu sangat tahu jika adinda pasti menangis karena begitu menyesal
“Adinda” ucapnya lembut
“Reyy,,, maafkan aku” ucapnya lirih dan kembali menangis
“Maaf aku hanya tidak ingin melihatmu tersiksa” ucap rey dengan penyesalannya
“Tidak rey, ini salahku, aku.. aku tidak tau dan tidak terlalu ingat, maafkan aku rey maaf” sesalnya dan memegang erat selimut yang menutupi tubuh polosnya
“Bersiaplah!” Ucap pria itu membuat adinda melihat kerahnya
“Bersiap untuk apa?” Tanya gadis itu keheranan
“Bersiaplah kita akan pergi mencari penghulu lalu membuat buku nikah” ucap pria itu membuat adinda melonggo
Menikah, apa rey berencana untuk menikahinya, tidak mungkin.. apa rey sedang bercanda pikir gadis itu
“Adinda putrii,, dengar!! Aku tidak ingin menjadi pria mengecut setelah apa yang kita lakukan semalaman, aku akan bertanggung jawab” ucap pria itu tersenyum kearah adinda
“Tapi rey bagaimana dengan wanita yang kau cintai? Aku,,”
“Itu tidak penting saat ini din, bagaimana jika kamu hamil setelah apa yang kita lakukan tadi malam? Aku tidak ingin anakku lahir tanpa seorang ayah” ucapnya meyakinkan
Adinda hanya bisa menunduk gadis itu nampak berpikir “aku akan minum pil agar ..”
“Tidakkk!!!” Tolaknya dengan suara yang sedikit membentak
“Maafkan aku adinda, hanya dengan cara ini aku mengikatmu dan aku tidak akan pernah melepaskanmu mulai hari ini” ucapnya dalam hati
Setelah berpikir cukup matang, adinda akhirnya menyetujui apa yang dikatakan oleh rey
Rey juga menegatakan jika adinda bisa menceraikan dirinya jika dalam waktu 1 bulan ini dia tidak hamil, tidak banyak bicara adinda hanya menuruti apa yang dikatakan oleh pria yang bukan lain adalah sahabatnya itu
Pernikahan sederhana dan dadakan itu berjalan lancar, bahkan disana ada sasya, roy dan dokter dirga sebagai saksi
Setelah acara akad nikah selesai akhirnya kini mereka berada di KUA untuk membuat buku nikah
Rey begitu bahagia tapi tidak dengan adinda yang terlihat sedikit murung
Happy reading💫💫💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan