NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Transformasi Sempurna

​Di kedalaman Palung Naga Merintih yang kini mulai bercahaya bening, Ling’er melayang mendekati Mutiara Laut Abadi.

Aura kehidupan dari mutiara itu berdenyut selaras dengan detak jantung raga fisiknya. Tanpa instruksi, Ling’er mengulurkan kedua tangannya, menyentuh permukaan mutiara yang sejuk dan halus.

​Syuuuuut—!

​Cahaya putih menyilaukan meledak, menelan sosok mungil Ling’er. Jian Yi terpaksa memejamkan mata karena intensitas energi yang begitu murni.

Ia bisa merasakan batinnya yang terhubung dengan Ling’er mengalami guncangan hebat; rasa hangat yang menenangkan mengalir melalui kontrak darah mereka, memperbaiki setiap retakan kecil di jiwa dan raga sang pusaka.

​"Proses penyatuan dimulai," gumam Lan Cang dengan penuh hormat, ia dan para prajurit duyung bersujud di hadapan cahaya itu.

​Perlahan, cahaya itu meredup, menyisakan kepompong energi perak yang retak sedikit demi sedikit. Dari dalamnya, muncul sesosok wanita yang membuat waktu seolah berhenti berputar.

​Ling’er telah dewasa sempurna.

​Ia tidak lagi memiliki pipi bakpao yang menggemaskan. Wajahnya kini memiliki garis rahang yang tegas namun lembut, dengan kecantikan yang melampaui standar manusia—seolah dipahat dari rembulan.

Rambut peraknya yang panjang melambai dengan anggun di dalam air, menutupi lekukan tubuhnya yang kini tinggi semampai dan sangat proporsional.

Jubah peraknya kini melekat sempurna, memancarkan aura keagungan seorang Dewi Pedang.

​Mata besarnya terbuka, kini berwarna perak jernih dengan kilatan emas di tengahnya.

Ia menatap Jian Yi, lalu tersenyum—bukan senyum nakal seorang anak kecil, melainkan senyum tulus seorang wanita yang telah menemukan jati dirinya.

​"Jian Yi," suaranya merdu dan tenang, bergetar di dalam air. "Terima kasih telah membawaku sejauh ini."

​Jian Yi terpaku. Ia yang biasanya tenang, kini merasa tenggorokannya kering. "Ling'er... kau... kau benar-benar berbeda."

​Lu Feng bersiul keras dari kejauhan, memecah kesunyian. "Wah, wah! Sepertinya petualangan kita akan jadi jauh lebih 'berat' mulai sekarang, Yi! Siapkan mentalmu!"

​Beberapa hari setelah pemurnian laut, mereka kembali ke permukaan.

Suku Duyung merayakan kemenangan mereka dengan pesta besar. Lan Cang memberikan penghormatan tertinggi kepada mereka sebelum mereka memutuskan untuk meninggalkan pulau tersebut.

​Kini, di atas kapal yang baru (yang disediakan oleh Suku Duyung sebagai ganti kapal Tuan Muda Hai yang hancur), Jian Yi, Ling'er, dan Lu Feng berdiri menatap cakrawala.

​Ling'er yang sekarang sudah bisa menguasai energinya sepenuhnya, tidak perlu lagi selalu berada di sisi Jian Yi untuk meminjam Qi. Ia berdiri tegak, membiarkan angin laut memainkan rambut peraknya.

​"Jadi, ke mana kita sekarang?" tanya Ling'er. Meski suaranya dewasa, nada manjanya kepada Jian Yi sesekali masih muncul. "Peta dari Pangeran Ketiga sudah habis. Tapi aku merasakan ada energi yang jauh lebih besar di Benua Langit Barat."

​Jian Yi menyarungkan pedang pusaka yang kini terasa jauh lebih berat dan kuat di pinggangnya. "Dunia ini luas, Ling'er. Menjadi Grand Master hanyalah permulaan. Masih ada ranah lebih tinggi yang harus kita capai jika ingin benar-benar bebas dari takdir."

​Lu Feng menyalakan rokok barunya, menyandarkan punggungnya di tiang kapal. "Benua Langit Barat, ya? Tempat para kultivator gila dan monster tingkat tinggi. Kedengarannya seperti tempat yang bagus untuk mencari arak yang lebih keras."

​Jian Yi menatap Ling'er. Ia menyadari bahwa hubungan mereka kini telah berubah.

Bukan lagi sekadar tuan dan senjata, atau pengasuh dan anak kecil. Ada sesuatu yang lebih dalam yang tumbuh di antara mereka di tengah bahaya yang mereka lalui.

​"Ayo berangkat," ujar Jian Yi mantap. "Kita akan menjadi yang terkuat di bawah langit ini."

​Kapal mereka pun berlayar membelah ombak, menuju daratan baru yang penuh dengan misteri.

Dengan Ling'er yang kini dewasa di sisinya, Jian Yi tahu bahwa legenda mereka baru saja dimulai.

1
teguh andriyanto
dua lelaki bodoh
teguh andriyanto
jargon nya kaum pelangi 🌈🤣🤣🤣🤣.. bilang aja maho..
Agen One: Alamak /Scare/
total 1 replies
teguh andriyanto
matiin aja monyet satu ini Thor, ngga ada manfaat nya jg jadi sahabat mc
Budi Wahyono
baik paman yi....
Marsah Hayati
sahabat laknat... 😄
Hydro7
7 Tahun menyimpan rahasia dari Sahabat baik? Tidak ketahuan...? Emeizing. 👍
Budi Wahyono
ceritanya menarik..
hanya saja 1 hari 1 ch,pendek pula....
Agen One: Hehe, besok saja ya up beberapa bab🔥🔥
total 1 replies
Marsah Hayati
yah... bergaul dengan teman yang sedikit gila bisa buat hidup lebih berwarna... 🤣
Dian Pravita Sari
lagi dan lagi komentar populer gombalnkritoil. gak. pernah ditindak. lanjuti
Agen One: /Scare/
total 1 replies
Arif Hermansyah
up
Arif Hermansyah
semangat Jian yi
Adibhamad Alshunaybir
waw ini sih novelyrapih bagus apik dan terasa bagi pembaca 👍udah keren ,kasih tips and trik nya dong kak supaya bisa bikin novel sebagus ini, saya masih kurang soalnya 😅up terus tor semangat udah hebat ini👍
Jendra Raharja
bagus, menarik untuk dibaca
bob: kak ayo baca juga novel saya judulnya "zaman para dewa" semoga kakak suka 🙏🙏
total 1 replies
Bambang Slamet
lanjut mantap
bob: kak ayo baca juga novel saya judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nanik S
Jia Yi.. temanmu bisa jadi sasaran musuh musuhmu
Nanik S
Mimpi dimeja kayu yang terwujud
Nanik S
Hadir 🙏
Jendra Raharja
gak mutu
Siti Nur
Thor itu ngedit covernya pake apa?
bob: kak ayo baca juga novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka 🙏🙏
total 1 replies
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
bob: kak ayo baca juga novel saya judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka 🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!