NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:48.9k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar Dijebak

Ayra melangkah menyusuri koridor mal. Hari itu keadaan mal lumayan ramai, mungkin karena sedang hari libur.

Awalnya dia ingin langsung pulang, tapi setelah dipikir-pikir lagi, daripada di rumah dengan perasaan tidak keruan, lebih baik belanja saja untuk menghibur diri.

Ayra memasuki sebuah gerai sepatu dan tas. Begitu masuk, matanya langsung disuguhi deretan sepatu dan tas yang ditata rapi di dalam rak display. Ayra melangkah pelan di antara rak-rak tersebut. Fokusnya seratus persen pada benda-benda cantik itu.

Hingga tanpa sadar, dari arah lain, dua orang perempuan yang juga tengah terfokus pada benda-benda yang sama berjalan mendekat dan... duar! Mereka saling bertabrakan. Ketiganya sama-sama kaget dan Ayra langsung meminta maaf duluan. Tapi alangkah kagetnya Ayra saat melihat siapa yang tak sengaja ditabraknya. Begitu juga dengan kedua perempuan itu.

"I-bu?" Ayra tergagap. Spontan tangannya terulur untuk menyalami wanita yang pernah menjadi mertuanya itu.

Sebaliknya, Elly memperlihatkan wajah tak bersahabat. Dia menerima uluran tangan Ayra, tapi dengan gaya angkuh.

"Ayra, sedang apa di sini?" tanya Anika yang juga menatap mantan kakak iparnya dengan tatapan sinis. Dia sudah menghilangkan sebutan 'Mbak' setelah kakaknya bercerai dari wanita itu. Kalau dilihat dari segi usia, Anika memang lebih tua dua tahun dari Ayra.

"Kau ini Anika, ya tentu saja membelanjakan uang hasil rampokan dari kakakmu," sindir Elly tajam.

Hal itu membuat Ayra memutar bola matanya. Bukan karena kesal, tapi lucu saja melihat mereka terus-menerus menghujatnya sebagai perampok. Padahal, jelas-jelas itu adalah harta gono-gini.

"Iya, Bu. Kan sayang kalau uang hasil harta gono-gini didiamkan saja. Mending saya belanjakan, kan? Hehehe..." Ayra membalas sindiran itu dengan santai. Kontan hal itu membuat Elly yang temperamental langsung kesal.

"Seharusnya kamu tidak mendapat apa-apa dari putraku. Akibat ulahmu, putraku jadi sengsara!" sentak Elly. Matanya melotot sempurna seakan ingin keluar dari porosnya.

"Iya, Ayra. Kamu yang enak-enakan, malah kakakku yang banting tulang dan susah sekarang. Mau memberi uang ke adik-adik dan ibunya saja cuma bisa ngasih recehan."

Ayra tersenyum tipis, sebuah senyuman yang terlihat begitu tenang namun dirasakan mereka seperti sebuah ejekan. Sambil sengaja mengelus pelan tas tangan yang ia ambil dari rak display tersebut, wanita itu tetap tersenyum.

"Oh, jadi sekarang Mas Rayyan cuma bisa kasih recehan?" Ayra pura-pura terkejut. "Kasihan sekali. Padahal dulu waktu masih menjadi suami saya, Mas Rayyan sepertinya selalu punya uang untuk membelikan Anika ponsel terbaru, kan?"

Wajah Anika memerah padam. Ia hendak menyela, tapi Ayra lebih cepat memotong.

"Mungkin itu tandanya Mas Rayyan butuh kerja lebih keras lagi. Atau mungkin..." Ayra menggantung kalimatnya, menatap Elly dan Anika dari ujung rambut hingga ujung kaki secara bergantian.

"Ibu dan Anika yang harus mulai belajar hidup hemat. Zaman sekarang, kalau gaya hidup selangit tapi kemampuan terbatas, itu memang berat."

"Kurang ajar kamu, ya!" Elly hampir berteriak. "Kamu sudah menghancurkan masa depan putraku, dan sekarang kamu berani menghina kami?"

"Saya tidak menghina, Bu. Saya bicara fakta," jawab Ayra datar. "Lagipula, harta gono-gini itu hak saya, kan? Kalau Ibu keberatan, kenapa tidak protes ke hakim saat sidang cerai kami dulu? Kenapa baru marah-marah sekarang?"

Ayra kemudian memanggil pelayan toko yang sejak tadi memperhatikan dari jauh. Ia menyerahkan tas di tangannya dengan gerakan dibuat-buat, sengaja memancing emosi Elly dan Anika.

"Mbak, saya ambil tas ini. Tolong sekalian cari ukuran sepatu saya untuk nomor 39 yang di rak depan situ," ucap Ayra tanpa melirik label harga.

Tangan Elly dan Anika sudah terkepal kuat. Mereka saling tatap dengan geram, sementara Ayra yang hendak melenggang mengikuti langkah sang pelayan, pergelangan tangannya ditahan Elly.

"Tunggu!" Desisnya dengan emosi meluap.

"Aku dengar kamu sekarang kuliah?"

Ayra mengangguk sambil menatap Elly, polos.

"Dasar perampok, ular betina, matre! Kurang ajar ka..."

"JAUHKAN TANGANMU DARINYA." Sentak suara bariton.

Sontak ketiga orang itu menoleh. Dan cekalan Elly di tangan Ayra terlepas.

Zavian melangkah mendekati mereka sambil menuntun Kenzie.

Melihat Ayra, spontan anak itu melepaskan tangan Ayahnya dan berlari ke arah Ayra.

"Tante Aylaaa..." Serunya. Ayra langsung berjongkok menyambut anak itu dan memeluknya. Elly dan Anika mengerutkan kening heran.

Anika memandang Zavian. Ia benar-benar terpesona melihat sosok laki-laki maskulin dengan tubuh tinggi atletis dan pahatan wajah yang nyaris sempurna.

"Gila si Ayra, dapat kenalan seperti ini dari mana?" Batinnya iri.

Sedangkan Elly langsung melayangkan tatapan membunuh.

"Siapa kamu? Jangan ikut campur!" Bentaknya.

"Papa, kenapa nenek itu malah-malah sama Tante Ayla?" tanya Kenzie dengan suara polosnya yang terdengar jelas di tengah ketegangan itu.

Pelukan Ayra pada anak itu semakin erat.

"Jangan didengarkan ya sayang, marah-marah itu tidak baik." Katanya sambil membelai lembut kepala bocah itu yang masih ada dalam pelukannya.

"Mas ayo kita pergi saja dari sini."

Ayra menoleh pada Zavian sambil menggendong Kenzie. Dia hanya ingin anak itu tak mendengar ocehan jahat dari mantan ibu mertuanya.

Zavian tidak langsung menjawab. Ia berdiri tepat di samping Ayra, seolah memasang pagar pelindung.

"Mungkin karena nenek ini tidak punya sopan santun, Ken," jawab Zavian dingin, matanya sama sekali tidak lepas dari Elly.

Wajah Elly memerah antara malu dan kesal karena disebut tidak sopan di depan seorang anak kecil.

"Ya udah Tante, ayo pelgi aja. Aku lapal, mau makan," ucap bocah itu sambil mendongak, menatap Ayra dengan mata bulatnya yang menggemaskan.

Zavian menatap Elly dan Anika dengan sorot mata meremehkan.

"Sepertinya anak kecil saja jauh lebih tahu cara bersikap daripada kalian berdua. Jangan pernah sekali lagi saya lihat kalian mengganggu Ayra atau, kalian akan berurusan langsung dengan saya."

Anika hanya bisa bungkam, terpesona sekaligus takut melihat aura dingin Zavian yang begitu dominan, sementara Elly hanya bisa mengepalkan tangan karena harga dirinya jatuh di depan seorang anak kecil.

Dia menatap penuh dendam pada Ayra dan Zavian yang melangkah pergi ke kasir.

Andai saja Elly tahu kalau laki-laki itulah atasan dari putranya di kantor.

***

Beberapa saat sebelum Zavian menghampiri Ayra...

"Apa yang kamu bicarakan pada Ayra dan kenapa dia ada di sini?"

Begitu Marissa masuk kembali ke wahana permainan, Zavian ternyata sudah menunggu di ambang pintu. Pria itu menatap tajam dan langsung mencekal pergelangan tangan Marissa.

Alangkah kagetnya Marissa hingga ia sempat mematung selama beberapa saat. Setelah degup jantungnya mulai normal, ia menjawab dengan sedikit tergagap.

"A-aku tidak tahu, Mas. Tiba-tiba saja dia ada di sini dan katanya sedang belanja," jawab Marissa sekenanya.

"Jangan membohongi saya, Marissa. Apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?"

Zavian menatapnya penuh curiga. Merasa diintimidasi, ego dalam diri Marissa pun berontak.

"Jangan menduga-duga tentang aku, Mas! Aku sudah bicara jujur, terserah kamu mau percaya atau tidak!"

"Tidak mungkin Ayra datang ke sini, kecuali dia membawa anak kecil."

"Kalau begitu, tanyakan saja langsung padanya! Mungkin dia memang membawa anaknya sendiri atau anak orang lain."

"Tapi saya tidak melihat dia menuntun anak kecil."

"Mana aku tahu! Bukannya berterima kasih karena aku sudah mengajak putramu jalan-jalan, kamu malah mengintimidasi aku seperti ini, Mas. Hanya gara-gara Ayra? Apa istimewanya dia?!"

Marissa tersulut emosi. Ia menepis kasar tangan Zavian dan melenggang pergi begitu saja dalam keadaan marah.

Zavian hanya mendengus kesal, karena merasa dijebak. Diapun mengajak Kenzie pergi dari situ untuk mencari Ayra.

1
Ma Em
Thor jgn sampai Marissa mengganggu ketentraman rumah tangga Zavian dgn Ayra yg baru saja dimulai , jauhkan godaan atau kejahatan orang2 yg iri pada kebahagiaan Ayra .
Dini Yulianti
ooo ternyata hanya anak pungut to
Yul Kin
lanjut kak
Anonymous
ENTAH KENAPA SAYA INGIN MEMBUNUH ORANG INI SI LITZHA
Ummi Rafie
jangan² Monalisa yg maksa masuk di pernikahan ayra
Dini Yulianti
akhirnya sah jg
Cookies
lanjut thor
Dini Yulianti
musuh terberat ayra hanya si sasa marisa, psyco dia, kalo semacam elly sama lizta mah hanya kelas teri
Ramlah Ibrahim
kna sambungan nya kenpa tiba2 kerlur cerita lain
Ma Em
Bu Elly sok soan mau manas2 in Zavian agar TDK jadi menikah dgn Ayra kalau Zavian tdk dengar Rayyan ngancam mau keluar dari perusahaan Zavian lah emang kalian siapa samapi Zavian mau mendengar omongan Rayyan dasar orang tdk tau malu , semoga Ayra bahagia bersama Zavian .
Yul Kin
pecat Rayyan dan lita kak, gedeg aku sama mereka, klg mak Lampir jg
Ma Em
Elly ,Anika dan Serly sombong didepan nyonya Euginia , Elly kamu itu tdk ada apapa nya kalau dibandingkan dgn nyonya Euginia dasar norak pake perhiasan kayak toko emas berjalan , Elly ,Ayra itu bkn jadi pengasuh tapi calon istri orang kaya .
Dini Yulianti
nah gitu ay jangan egois, zavian jadi leluasa lindungin kamu, kuliah masih bisa jalan meski udh nikah, zavian beda sama rayyan
Anonymous
Pantau terus si marissa van.. Gunakan semua aksea yg dikau punya
Anonymous
Please zavian.. Jgn butek2 banget... Gunakan kekuasaan keluarga loe..
Ma Em
Demi keamanan dan perlindungan penuh dari Zavian Ayra tentu hrs mau cepat menikah dgn Zavian jgn ditunda lagi karena Marissa sangat berbahaya .
Ma Em
Zavian seorang pengusaha yg berkuasa masa kalah oleh kelicikan Marissa .
Anonymous
AWOKAWOK dibutuhkan Spy seperti Loid
Ma Em
Rayyan sekarang Ayra berada diatas mu dan sebentar lagi akan menjadi istri bosmu , jgn sampai kamu cari masalah dgn Ayra kalau Elzian tau kamu pasti dipecat Rayyan .
Retno Harningsih
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!