NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyergapan

Kantor Pusat Hersa Grup – Jakarta

Lantai eksekutif Hersa Grup tampak lebih hidup pagi ini. Zavian melangkah melewati koridor dengan aura yang jauh berbeda. Jas slim-fit abu-abu arangnya membungkus tubuh yang tampak lebih tegap dan padat. Garis wajahnya yang dulu sering menunjukkan keraguan, kini tampak tenang dan tajam. Kepulangannya yang lebih awal dari Swiss bukan tanpa rencana.

Di ruang kerja Ivander Hersa, aroma cerutu tipis menyambut Zavian. Ivander mendongak, matanya berbinar melihat putra sulungnya kembali dengan sorot mata yang "hidup".

"Selamat datang kembali, Vian. Papah tidak menyangka kamu akan pulang secepat ini," ucap Ivander sambil berdiri dan memeluk bahu putranya.

"Terima kasih, Pah. Banyak hal yang terjadi di Swiss yang membuatku sadar bahwa menunda-nunda pekerjaan hanya akan membuang waktu," jawab Zavian tenang. Ia mengeluarkan sebuah berkas tebal dari tas kulitnya. "Ini adalah draf pengajuan untuk pembentukan Hersa Chemical Industries. Cabang baru yang akan fokus pada riset kimia murni dan bahan baku industri farmasi."

Ivander mengerutkan kening, membaca sekilas berkas tersebut. "Industri kimia? Ini serupa dengan apa yang kamu rintis di Jenewa bersama Tuan Besar Hadi?"

Zavian mengangguk pasti. "Benar, Pah. Sebulan di sana, aku belajar bahwa kekuatan sebuah korporasi bukan hanya pada seberapa banyak gedung yang kita bangun, tapi pada seberapa besar kita menguasai bahan baku utama dunia. Tuan Besar Hadi adalah mentor yang luar biasa. Beliau tidak hanya mengajarkan cara menghitung keuntungan, tapi cara membaca arah angin politik dan keamanan global."

Zavian menuangkan air mineral ke gelasnya, lalu melanjutkan dengan nada lebih detail. "Tuan Besar Hadi bercerita padaku, Pah, bahwa sebuah bisnis bisa runtuh dalam semalam jika kita tidak memiliki 'taring'. Di Swiss, aku melihat bagaimana dia mengendalikan pasar Eropa hanya dari satu laboratorium kecil. Dia juga berbagi banyak filosofi hidup... tentang kehilangan dan penyesalan. Dia adalah pria yang sangat sukses, namun jiwanya sangat rapuh. Itu membuatku belajar satu hal, jangan pernah membiarkan kesuksesan membuatmu kehilangan orang-orang yang paling berharga."

Ivander menatap Zavian lama, lalu menghela napas panjang. "Berbicara tentang orang berharga... bagaimana hubunganmu dengan Grace? Usiamu sudah melewati tiga puluh, Vian. Sudah waktunya kamu membangun rumah tangga. Teman-teman sebayamu sudah membawa anak mereka ke pesta kantor, sementara kamu masih saja terjebak dalam teka-teki cinta yang rumit."

Zavian terdiam. Ia menyesap airnya perlahan, mencoba meredam denyut nyeri di dadanya saat nama itu disebut. "Aku dan Grace sedang dalam masa... memantaskan diri, Pah. Papah dan Mamah memang tidak mempermasalahkan latar belakangnya, tapi perbedaan dunia kami terlalu kentara. Aku tidak ingin memaksanya menjadi wanita rumahan jika jiwanya adalah seorang pejuang, dan aku tidak ingin dia terluka hanya karena aku tidak punya kekuatan untuk menjaganya."

Ivander menepuk bahu Zavian. "Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Oh ya, Papah menyarankan, cobalah berhubungan baik dengan Tuan Muda Andreas Lukmansyah Hadi. Dia baru saja kembali dari Inggris. Karena kamu sudah bekerjasama dengan kakeknya di Swiss, akan jauh lebih mudah untuk memperluas Hersa Chemical jika kamu mendapatkan dukungan logistik dan jalur distribusi dari Blue Diamond Corp di Indonesia. Andreas pria yang sulit, tapi jika kamu bisa memenangkan hatinya, bisnis ini akan tak terkalahkan."

Zavian tersenyum tipis. "Aku akan menemuinya segera, Pah. Ada beberapa hal yang juga harus aku konfirmasikan padanya terkait Tuan Besar Hadi."

 

Jalan Raya Menuju Markas Blackrats – 20.00 WIB

Grace mendesah panjang sambil menyetir mobil Jeep hitamnya sendirian. Malam ini ia mengambil jatah libur mingguannya dari tugas pengawalan Andreas. Tubuhnya terasa remuk, dan bekas cambukan di punggungnya masih terasa gatal-perih.

Ia harus kembali ke markas Blackrats untuk mengontrol beberapa laporan proyek pengamanan yang masuk. Namun, di balik profesionalitasnya, sisi feminin Grace tidak bisa berbohong.

"Malam Minggu..." gumam Grace sambil menatap lampu-lampu jalanan yang temaram. "Biasanya, Bang Zavi sudah cerewet menelepon sejak sore, mengajak keluar hanya untuk minum es teh manis di pinggir jalan atau sekadar berdebat tentang menu makan malam."

Senyum getir muncul di bibirnya. Kesendirian ini terasa jauh lebih berat daripada membawa senjata berat di tengah hutan. Rindunya sudah mencapai tahap yang menyakitkan.

Tiba-tiba, sebuah mobil van perak menyalip dan mengerem mendadak di depan mobil Grace. Di belakang, dua mobil lain menutup jalan. Grace dengan sigap menarik rem tangan hingga mobilnya berputar 90 derajat.

"Sial! Jebakan!"

Grace segera meraih pistolnya di dashboard, namun sebelum ia sempat keluar, segerombolan orang bertopeng keluar dari mobil-mobil tersebut. Ada sekitar dua puluh orang. Beberapa di antaranya membawa tongkat baseball, parang, dan rantai besi.

Grace turun dari mobil dengan tenang, meski jantungnya berdegup kencang. Ia berdiri tegak, menatap kerumunan pria bertopeng itu.

"Siapa kalian ini? Mau apa kalian menghadang jalanku?" suara Grace terdengar dingin dan berwibawa, ciri khas pimpinan Blackrats.

Salah satu pria bertopeng yang membawa tongkat baseball maju ke depan. Ia memukul-mukulkan tongkatnya ke telapak tangannya sendiri. "Nona Grace yang terhormat... kami hanya ingin memberikan salam hangat dari Morpork. Dan mungkin, membawa sedikit 'cinderamata' berupa kepalamu."

Grace memicingkan mata. "Morpork? Jadi tikus-tikus Lyus sudah berganti nama?"

"Beraninya kau menghina kami!" teriak salah satu dari mereka. "Habisi dia! Mr. J tidak butuh dia dalam keadaan hidup!"

"Tunggu!" teriak pria yang membawa tongkat baseball. "Mr. J bilang, jika dia menyerahkan diri secara baik-baik, kita bisa bersenang-senang dulu dengannya sebelum mengirim kepalanya ke keluarga Hadi. Lihat tubuhnya... sayang sekali kalau langsung mati."

Suara tawa menjijikkan pecah di antara gerombolan itu.

"Bersenang-senang?" Grace menyeringai, sebuah seringai iblis yang membuat beberapa orang di baris depan merinding. "Kalian salah memilih lawan. Jika kalian ingin mati, jangan banyak bicara. Sini... akan kutunjukkan cara Blackrats mencabik-cabik tikus selokan seperti kalian!"

"SERANG!"

BUGH! BRAK!

Pertarungan pecah di bawah lampu jalan yang berkedip. Grace bergerak seperti badai. Ia menghindari hantaman tongkat baseball pertama dengan gerakan meliuk, lalu memberikan serangan balasan berupa tendangan berputar yang menghantam rahang lawannya hingga terdengar bunyi tulang pecah.

Namun, jumlah mereka terlalu banyak. Dari arah belakang, seorang pria mengayunkan rantai besi.

SRAAK!

Rantai itu mengenai bahu Grace, merobek jaket kulitnya dan mengenai luka lama yang belum sembuh total.

"AGH!" Grace meringis, darah mulai merembes.

"Dia terluka! Kepung dia!"

Grace terengah, punggungnya terasa seperti dibakar. Di tengah kepungan itu, ia teringat wajah Zavian. Bang... sepertinya aku tidak bisa menepati janjiku untuk tetap sehat, batinnya miris.

Sementara itu, hanya beberapa kilometer dari lokasi kejadian, mobil Zavian melintas di jalan raya yang sama. Ia baru saja pulang dari kantor dan ingin mencari makan malam di area yang dulu sering ia kunjungi bersama Grace.

"Tunggu, itu mobil Jeep hitam Grace?" Zavian menghentikan mobilnya saat melihat kerumunan di jalan buntu di bawah flyover.

Matanya membelalak saat melihat sosok wanita yang sangat ia kenal sedang berjuang sendirian melawan puluhan orang. Darah Zavian mendidih. Rasa takutnya hilang, digantikan oleh kemarahan purba yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Zavian membuka laci mobilnya, mengambil sebuah tongkat besi teleskopik yang ia bawa sebagai alat pertahanan hasil latihan di Swiss.

"Kali ini... tidak akan kubiarkan siapa pun menyentuhnya," desis Zavian, lalu ia memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, menabrak barisan mobil penjahat itu untuk membuka jalan.

BRAAAAKKK!

Kedatangan Zavian yang tiba-tiba membuat gerombolan Morpork terkejut. Pintu mobil Zavian terbuka, dan pria itu keluar dengan tatapan yang sangat dingin, tatapan seorang pelindung yang siap membunuh. Gayanya seakan mirip mafia-mafia di film asing, memakai jas berkancing satu lengannya tergulung.

Grace tertegun di tengah luka-lukanya. "Bang... Zavi?"

"Menyingkir dari wanitaku, Brengsek!" teriak Zavian, suaranya menggelegar di kegelapan malam.

1
Valencia
Nah ksn grace jadi gak sadar lagi, ini semua gara2 ksmu andreas, lagian sakit hazi sama cewek kok mabuk2an
Valencia
Aduh Andreas main sosor aja, gimana kalau sampai Zavian tau grace di cium coeok lain🙈
Valencia
Astaga Andreas sampai segitunya mau merubah penampilan grace, sampai manggil penata rias sehals🤣
Valencia
Wahh Zavian keren gak sia2 mengjilang dan belajar bels diri di swis
Valencia
syukurlah Zaviang datang tepat waktu dan busa membantu grace melawan tikus2 got itu, semoga aja zavian terus menjadi pelindung
Valencia
Wahh untung ada grace coba gak bakal ketipu tuh si Andreas, pasti andreas tambah kagum sama Grace
Valencia
wahh ternyata yang jadi pembunuh bayaran paman nya andreas adalah penerus lyus, jadi lenasaran apakah mereka akan berhasil menghabisi Andreas
Valencia
Grace benar2 hebat bisa mengwtahui niat musuh, dan untungnya cuma grace cuma luka lecet
Valencia
wkwk ngakak kasihan Andreas udah cerita banyak tapi grace tetap pads pendiriannya tetap dingin dan gak kepo sama urusannya si tuan muda🤣
Valencia
Wahh ada saingan Zavian nih,jadi penasaran gimana kalai Zavian lihat andreas bersama grace
Valencia
wajar sih kalau Grace takut secara biasanya Zavian ngomel2 mulu kek mak2, ini tiba2 mellow kan Grace malah takut🤣
Valencia
Bagus lah kalau kamu sadar diri zavian emang itu yang harus kamu lakukan, menjadi pelindung buat grace
Valencia
nah kan akhirnya kamu tau kevenarannya Zavian, percuma kamu nyesel sekarang grace juga belum sadar, makanya jadi cowok itu jangan terlalu posesif dan selalu marah2
Valencia
Zavian ini otaknya udah miring apa gimana sih, di pikirannya mau marah mulu
Valencia
Codet benar2 cari mati dah di kasih tau masih aja ngeyel, kalau udah gini siapa yang mau nolingin
SENJA
menjijikan lu sumpah 😤
SENJA
lu menjijikan soale 😤
SENJA
dih gila lu dasar 😤
SENJA
hadeeeh mabok ga jelas 😤
SENJA
grace udah ada kontrak kerja, lu jangan bikin blackrats juga rusak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!