NovelToon NovelToon
Akhir Dari Penghianatan

Akhir Dari Penghianatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Wanita perkasa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Penikmat_lara

Setelah dikhianati oleh orang orang terdekatnya, Indira pun berusaha untuk keluar dari zona yang membuatnya tertekan, namun orang orang itu sama sekali tidak membiarkan Indira untuk bebas. Dengan rasa trauma yang dia alami, ia di hantui kata kata menyakitkan yang selama ini ia dengar, lantas bagaimana caranya agar bisa keluar dari zona tersebut? apakah dia akan menemukan cinta sejati yang selama ini ia nantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penikmat_lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

"Ada Mbak Via datang, aku mau sambut dia dulu," Untung ada seseorang yang Indira kenal, sehingga ia bisa memiliki alasan untuk pergi dari sana.

"Baiklah," Jawab Rania.

Indira lalu pergi dari sana untuk menyambut seseorang yang dirinya kenal, hal itu juga membuatnya bisa terbebas dari obrolan obrolan sebelumnya. Rasa canggung sekaligus kurang nyaman membuatnya tidak bisa berlama lama ditempat itu, dan ia sama sekali tidak suka berada di obrolan seperti itu.

"Kok sendirian aja, Mbak?" Tanya Indira sambil menghampiri Via yang baru masuk ke acara pesta.

"Iya nih, pada sibuk yang lainnya," Jawab Via.

"Yaudah nggak papa, kan ada aku,"

"Hehehe iya... Kamu dari tadi disini?"

"Iya Mbak, udah dari subuh aku datang kemari. Sampek sekarang belum kelar kelar juga, masih banyak tamu yang berdatangan juga,"

Mereka pun akhirnya bisa mengobrol santai juga, sehingga Indira tidak terlalu tertekan seperti sebelumnya dan mereka bisa bercanda gurau bersama sama. Rasa rasa seperti ini pun terasa waktu sangat cepat berlalu, berbeda jauh daripada sebelumnya karena sekarang bisa menikmatinya dengan tenang.

******

Waktu mulai semakin larut malam, namun para tamu yang berdatangan juga semakin banyak, entah sampai kapan dirinya tetap berada disana. Indira sendiri juga sudah mulai mengantuk, sementara Rania tidak mengizinkan dirinya pulang sendirian karena takut terjadi apa apa pada Indira nantinya.

Rania pun mencoba untuk mengubungi saudaranya itu, dan saudaranya sendiri bisa hadir dimalam hari karena masih ada hal yang harus dirinya lakukan sekarang. Indira tidak diperbolehkan untuk pulang sebelum saudaranya itu datang, sehingga Indira harus menunggu kedatangan dari saudaranya Rania terlebih dahulu.

Sekian lama menunggu, akhirnya yang ditunggu tunggu pun datang juga, dan Indira pun diminta untuk duduk didekat lelaki tersebut. Umur lelaki itu bisa dibilang dua tahun lebih tua daripada Indira, namun wajahnya sudah terlihat seperti bapak bapak karena wajah boros, ditambah lagi lelaki itu lebih pendek daripada Indira.

Sama sekali bukan type Indira, Indira lebih suka lelaki yang jauh lebih tinggi daripada dirinya, dan suka dengan wajah yang sesuai dengan usianya. Namun lelaki tersebut sangat berbeda jauh dengan apa yang Indira harapkan, sehingga hal itu membuat Indira tidak suka dipaksa paksa lagi untuk dijodohkan dengan siapapun.

"Gimana saudaraku?" Bisik Rania.

"Nggak gimana gimana," Jawab Indira.

"Kalian mengobrol saja dulu, aku masih ada urusan,"

"Tapi..."

"Sudah disitu saja dulu."

Tanpa aba aba, Rania langsung pergi meninggalkan Indira begitu saja, dan membiarkan Indira mengobrol dengan saudaranya itu. Sementara setelah kepergian Rania, diantara keduanya sama sekali tidak ada obrolan dan keduanya hanya diam saja tanpa ada yang memulai mengajak mengobrol.

Indira sendiri juga sangat malas mengobrol dengan lelaki itu, ditambah lagi lelaki tersebut sama sekali bukan type nya sehingga ia tidak berminat dalam mengajak ngobrol lelaki itu pertama kali. Sementara lelaki itu mulai terpesona dengan wajah Indira, meskipun tidak cantik namun wajahnya itu manis baginya.

"Kamu sudah lama disini?" Tanya Lelaki itu yang mulai mengajak ngobrol Indira untuk pertama kalinya.

"Sudah dari pagi," Jawab Indira singkat.

"Aku tadi mau kesini sejak sore, tapi masih banyak hal yang harus aku kerjakan soalnya. Sayang kalo ditinggalkan nanti nggak dapat uang,"

"Oalah iya,"

Lelaki itu terus berusaha untuk mengajak Indira mengobrol, namun Indira hanya menjawabnya dengan singkat saja karena ia juga merasa kurang nyaman. Bagi Indira sendiri juga sangat sulit untuk menerima orang baru dalam hidupnya, apalagi mencoba akrab dengan orang yang baru ia temui.

Masalah dalam hidupnya yang membuatnya langsung berubah seperti itu, jika diposisi yang kurang nyaman Indira akan diam seribu bahasa, namun jika diposisi yang sangat nyaman hal itu mampu membuatnya penuh dengan sepuluh ribu bahasa. Sehingga sangat sulit untuk bisa mendekati wanita itu, kecuali wanita itu sendiri yang mencoba untuk mendekati.

"Kapan kapan boleh aku ajak kamu jalan jalan nggak? Biar makin dekat aja,"

"Boleh,"

"Kalo ada waktu nanti kabarin aja, bisa nya kapan terus tujuannya kemana,"

"Iya. Aku ngantuk, aku pulang dulu ya,"

"Pulang sama siapa? Rumahmu dimana? Ini sudah malam, biar aku antar pulang saja,"

"Agak jauh dari sini, aku bawa motor sendiri kok tadi,"

Rasanya ia sudah tidak tahan untuk ingin segera pulang dari acara itu, apalagi tubuhnya benar benar merasa lelah saat ini, ditambah lagi ia kurang nyaman berada ditempat itu sekarang. Sehingga ia ingin segera buru buru pulang, agar dirinya bisa mengisi energi yang telah terkuras habis sebelumnya.

"Sudahlah aku anterin aja, sekalian hafalin jalan ke rumahmu, lagian Rania juga pasti tidak mengizinkan dirimu pulang kalo nggak di anterin,"

"Baiklah."

Akhirnya Indira pun menurut dengan ucapan dari lelaki tersebut yang ingin mengantarkannya pulang, ia lalu mencari dimana keberadaan dari Rania untuk berpamitan. Namun ia tak kunjung mendapati keberadaan dari Rania itu, ia pun bertanya kepada kedua orang tuanya, dan mereka memberitahukan bahwa Rania berada didalam kamarnya.

Indira langsung bergegas menuju kearah kamar itu untuk berpamitan, ia takut apabila tidak berpamitan maka temannya akan kecewa karenanya. Sehingga dirinya langsung menuju kearah kamar dari Rania, disana terlihat pintu tertutup dengan rapat.

Tok tok tok...

"Ran," Panggil Indira sambil mengetuk pintu.

"Iya ada apa, Da?" Tanya Rania dari dalam.

"Aku mau pulang dulu ya, udah malem soalnya. Besok aku juga kerja,"

"Loh sama siapa? Bentar aku ganti baju dulu, tungguin disitu,"

"Iya."

Indira pun menunggu Rania terlebih dahulu, dan tak lama kemudian akhirnya Rania pun keluar dari dalam kamarnya dengan menakan pakaian bebas. Dirinya pun langsung menghampiri Indira yang saat ini menunggunya di ruang tamu, melihat kedatangan Rania langsung membuat Indira berdiri.

"Ngganggu nggak aku?" Tanya Indira.

"Halah nggak kok, apanya sih yang ngganggu, nggak ngganggu sama sekali kok. Kalo kamu nggak pamit, aku malah yang marah," Jawab Rania.

"Pikirku cuma ngasih tau kamu kalo aku pulang, eh malah kamunya keluar kamar,"

"Shuttt... Oh iya, kamu pulang sama siapa? Ini udah malem loh, apa saudaraku sudah datang?"

"Iya, dianterin saudaramu. Aku balik dulu ya, dia kayaknya sudah nungguin didepan, soalnya aku kesini dia langsung pamit tadi,"

"Asekkk... Yaudah hati hati ya, siapa tau memang jodoh kalian berdua,"

"Hemmm...."

"Sudah sudah buruan sana pulang, katanya sudah ditungguin didepan,"

"Iyaaa..."

Indira langsung berpamitan untuk pulang setelahnya, setelah itu dirinya langsung menuju kedepan untuk berpamitan kepada kedua orang tua Rania. Setelah semuanya selesai, Indira langsung bergegas untuk mengambil motornya dan mendatangi dimana lelaki sebelumnya berada saat ini.

"Udah dari tadi?" Tanya Indira.

"Nggak, barusan kok sampek sini. Tadi diajak ngobrol sama temenku dulu disana," Jawab Lelaki itu.

"Oalah iya,"

Indira langsung melajukan motornya sesuai dengan arahan dari lelaki tersebut, sedangkan Lelaki itu langsung mengikuti Indira dari belakang untuk memastikan bahwa Indira baik baik saja. Indira sendiri sebenarnya merasa sangat risih apabila diikuti seperti itu, tapi dirinya juga tidak bisa apa apa karena ia juga akan melewati jalan setapak yang sangat panjang.

Rasanya sangat mengerikan apabila dirinya pulang sendirian, namun dia juga merasa risih apabila diikuti seperti sekarang ini. Hal itu selalu berhasil membuatnya merasa gemetaran, sering kali ia merasakan hal tersebut apabila ada seseorang yang mengikutinya dari belakang seperti ini.

"Rumahmu masih jauh ta?" Teriak Lelaki itu dari belakang Indira.

"Lumayan, udah capek ta? Nggak papa kok, aku bisa pulang sendiri kalo begitu," Ucap Indira yang baru sampai di setengah perjalanan.

"Nggak, cuma tanya saja."

Seketika itu juga Indira merasa tidak enak dengan lelaki tersebut karena mengikutinya, Indira sendiri juga tidak memaksa untuk diikuti seperti itu namun dianya sendiri yang memaksa. Sehingga Indira juga tidak memiliki solusi lain untuk menolak, jadilah dirinya berada didalam posisi seperti sekarang ini.

Cukup lama mereka berada dalam perjalanan menuju ke tempat tinggal Indira, hingga akhirnya mereka telah tiba didepan desa tempat dimana Indira tinggal. Indira lalu berhenti didepan desa dan belum masuk kedalam desa, hal itu langsung diikuti oleh lelaki tersebut yang berhenti tepat disebelah Indira.

"Sudah sampai sini saja, udah rame juga kok di desa," Ucap Indira.

"Beneran?" Tanya Lelaki itu.

"Bener."

"Aku anterin sampai depan rumah ya, takutnya kamu kenapa kenapa,"

"Nggak usah, disini saja. Aku tinggal sendirian disini, kalo kamu anterin pulang juga takutnya malah jadi omongan warga desa. Aku nggak papa kok,"

"Baiklah. Kalo ada apa apa kabarin, kamu kan punya kontak whats*p ku kan? Kalo mau curhat silahkan, kalo mau ngajak jalan jalan boleh,"

"Iya gampang."

Indira pun langsung melajukan motornya meninggalkan lelaki tersebut setelah berterima kasih kepadanya, lelaki itu masih stay ditempat tersebut sampai ia tidak lagi melihat pandangan Indira karena tertutup oleh sebuah bangunan. Setelahnya dirinya pun langsung meninggalkan tempat tersebut, sementara Indira langsung menuju kearah rumahnya.

Sesampainya dirumah Indira langsung merasa sangat lega, dirinya akhirnya terbebas dari mata mata yang memandangnya. Ia hanya takut apabila lelaki yang ia temui hanya memandang postur tubuhnya saja, sehingga membayangkan itu saja membuatnya bergidik ngeri karenanya.

******

Suatu hari Indira pun jatuh sakit kala itu, mungkin dirinya teramat sangat lelah dengan dunianya. Kedua orang tuanya pun datang untuk menjenguk sekaligus merawatnya, karena ia dirumah sendirian sehingga kedua orang tuanya yang harus datang untuk merawatnya.

Para penduduk desa setempat juga belum mengenal tentang kedua orang tua Indira, sehingga ketika Ayahnya datang sendirian untuk mengantarkan makanan mereka semua mengira bahwa itu adalah pacar dari Indira. Ibunya bekerja di toko ketika pagi hari, sehingga dengan jarak yang sangat jauh tidak memungkinkan Ibunya untuk datang hanya mengirimkan makanan untuk Indira.

Oleh karenanya setiap pagi hari Ayah baru Indira akan datang untuk mengantarkan makanan buat Indira sarapan, karena Ayahnya bisa bekerja sewaktu waktu sehingga ia sanggup untuk mengirimkan makanan untuk Indira. Namun penduduk desa belum mengenal Ayah baru Indira, sehingga dirumorkan mereka akan digerebek entah kapan.

1
JELINA,S.PD.K JELINA,S.PD.K
Ndak seru ceritanya ga bisa dilanjutkan
Riskejully: Nggak mau baca juga nggak papa kak, ini cerita hanya untuk mengenang kisahku dan seseorang yang aku cintai saja. terima kasih sudah baca sampai sini🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
what 3 bln tp gk tau rumah RT nya. lah berarti waktu mau tinggal gk laporan dulu dong.
kayak nya orang desa lbih Pinter mau tinggal di suatu tempat ya laporan dulu, ibarat kata permisi. trus salam perkenalan ke tetangga.
kcuali rumah kaum elit lah biasa gk akn kenal dng tetangga. kl komplek hrse ya laporan dulu kan.
Riskejully: bukan komplek ya, awalnya dia tinggal sama budenya disatu tempat dan para tetangganya sudah tau, tapi budenya tiba tiba pindah ditempat lain namun masih tetanggaan + indira jarang bersosialisasi dengan siapapun. pulang kerja langsung masuk rumah di kunci rapat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!