Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Rumah keluarga Wilder.
“Kapan kamu ngenalin pacar kamu kerumah?”. Tanya mama Ray
“Pacar apa ma”. Jawabnya dingin
“Duh, dinginnya anak mama. Ada wanita cantik sekali datang sama mamanya terus bilang bahwa dia dibelikan pacarnya mobil, duh beruntung sekali dia sayangnya dia tidak di kenalkan secara resmi sama keluarga”.
“Mama ketemu Lea?”.
“Nah baru ngaku kamu sekarang, kamu kekurangan uang ya cuma beliin dia mobil?”.
“Udah mama nggak usah cerewet kalau Lea mau aku akan berikan perusahaan padanya”.
“Terus kamu dapat uang dari mana?”.
“Ya kan bisa minta sama Lea toh dia yang megang perusahaan”.
“Ih malu lah Ray, kamu laki-laki harusnya kamu yang menafkahi seorang wanita, kamu harus bertanggung jawab sama wanitamu, bukan kaya satu itu sudah baik punya wanita yang sempurna malah mencari yang kegatelan”. Sindir mama Ray ketika Reno memasukki rumah.
Reno yang mendengar sindiran itu hanya terdiam dan menyimpan dendam kepada keluarga Wilder, seolah dia di kucilkan dari keluarganya sendiri terutama mama sambungnya. Walaupun ayahnya memperhatikannya tapi tidak seperti kedua kakaknya yang sudah memiliki perusahaan besar dan sekilas dia mendengar bahwa Ray sudah memiliki pacar, penasaran? Tentu saja dia penasaran siapa wanita itu.
Reno belum masuk ke dalam kamarnya dia memilih untuk masuk ke ruang kerja ayahnya.
“Ada apa?”.
“Ayah memblokir kartuku?”.
“Mama kamu yang memblokir, kan kamu tahu sendiri siapa pemegang keuangan dirumah ini”.
“Tapi yah, ayah kan kepala keluarga kenapa mama yang harus pegang semua keuangan”.
Brak! Ayah Ray menggebrak meja kerjanya itu terdengar hingga ke ruangan santai yang berdekatan dengan ruang kerjanya.
“Bicara apa kamu Reno, apa kamu mau mengatur orang tuamu apa kamu sadar kenapa mama kamu memblokir semua kartumu? Sudah berapa banyak yang kamu keluarkan dalam satu hari untuk wanitamu itu?”.
Reno terdiam, dia kembali mengingat berapa banyak dia membelanjakan Melinda setiap harinya karena rengekkan dan tuntutan dari pacarnya itu alasannya dia tidak mau kalah dari teman-temannya.
“Itu tidak seberapa yah, Kak Asael dan Ray juga banyak menggunakan uang dirumah ini kan”.
“Asael dan Ray? Mereka sudah bekerja dan sudah mengelola perusahaan mereka sendiri sedangkan kamu, kamu kuliah saja tidak benar, ayah sudah banyak mendapat keluhan dari kampusmu jika kamu begitu terus sebaiknya kamu keluar dari kampus”.
“Nggak bisa dong yah, sebentar lagi aku akan lulus dan bekerja di perusahaan ayah. Kenapa ayah begitu pilih kasih dengan kakak mereka di beri perusahaan sedangkan kan aku hanya mendapatkan uang dari kartu yang mama blokir, bahkan aku minta belikan mobil saja ayah tidak mau, aku ini anak ayah bukan sih”.
“Sudahlah Reno ayah lelah keluar kamu”.
“Tapi yah”.
“Nanti ayah bicarakan pada mama”.
Dengan perasaan campur aduk Reno keluar dari ruang ayahnya, melihat ke arah ibu sambung dan kedua kakaknya yang melihat sinis kearahnya, dengan perasaan kesal dia masuk ke dalam kamarnya.
(Gimana sayang sudah bilang sama ayah kamu). Pesan Melinda pada Reno
(Sudah).
(Terus? Sudah nggak di blokir kan besok kita sudah janji sama teman-teman buat karaoke kan).
(Aku sudah bilang dan protes sama ayah sesuai yang kamu bilang, tapi aku belum tahu sudah di buka atau belum).
(Duh sayang gimana dong).
(Pakai uangmu dulu lah Lin).
(Nggak nggak, kamu kan sudah janji bakal bayarin gimana sih).
(Sudah aku pusing).
Reno langsung non aktifkan ponselnya.
Semakin hari semakin banyak permintaan Melinda, bukannya Melinda dari keluarga kaya kenapa dia tidak mau mengeluarkan uangnya dulu bahkan barang-barang yang Melinda miliki kebanyakan dari pembeliannya. Setiap hari ada saja permintaan pacarnya itu bahkan sekarang dia meminta Reno untuk mengganti mobilnya.
Di sisi lain Melinda kebingungan dengan dirinya sendiri.
[Ibu kenapa lama sih].
[Ibu baru selesai beres-beres Mel, ada apa sih].
[Ibu ada yang nggak aku lagi perlu ini].
[Untuk apa Mel? Ibu kan sudah kasih kamu uang bayar spp kamu].
[Terus aku nggak makan begitu].
[Ibu malu Mel, kamu sudah bikin gaduh dirumah tuan rumah ibu, sekarang kamu malah minta uang terus sama ibu. Kamu kan sudah jadi pacarnya anak bos ibu ini].
[Duh ibu berisik deh, cepatkan kirim aku lagi perlu bu].
[tunggu ya].
Beberapa menit kemudian yang sebesar 1 juta masuk ke rekening Melinda, merasa tidak sesuai keinginannya dia langsung menelpon ibunya dengan perasan marah menggebu-gebu.
[Bu ini kurang perawatan aku saja lebih dari ini, besok aku mau karaoke sama teman-temanku, kartu pacarku di bekukan bu].
[Ibu cuma punya segitu Mel, kemana lagi ibu mencari].
[Makanya ibu itu harusnya cari suami kaya biar bisa hidup enak dengan uang yang banyak].
[Ibu cape Mel, kamu begini terus ibu pusing jadinya].
[ya salah siapa cuma mengirim segitu]. Tutupnya pada telpon ke ibunya.
Ah sial kenapa juga ibu nggak punya banyak uang. Batinnya
Esoknya dia sudah menunggu Reno menjemput dirinya, tidak waktu lama pacarnya datang dengan mobil yang baisa dia bawa.
“Gimana sayang?”.
“Ayah sudah meminta mama membuka, tapi tidak sebanyak biasanya aku di batasi hanya 10 juta saja”.
“Ih mana cukup sayang, kita kan mau ngajak teman-teman di club gimana sih”.
“Ya gimana lagi”. Marahnya pada Melinda
Apa kata teman-teman nanti jika acaranya batal. Batinnya lagi
Setibanya di kampus, Reno dengan segera meninggalkan Melinda setelah ia keluar dari mobilnya.
karena tidak ada kelas yang sama di jadwal mereka, Reno memutuskan untuk latihan basket bersama teman-temannya saja.
Kepalanya benar-benar pusing di buat oleh Melinda, karena sejak Reno pacaran dengan Leana dia tidak pernah sepusing ini dengan uang, Leana selalu melarang Reno untuk mengeluarkan uang yang banyak, karena dia belum bekerja dan uang itu dari orang tuanya bukan dari hasilnya sendiri. Karena itu Reno memiliki banyak tabungan untuk dirinya dari kartu yang orang tuanya berikan, namun ketika bersama dengan Melinda semua tabungannya terkuras habis dan keuangannya di batasi.
“Apa kaabar Leana sekarang ya Bob?”. Bobby adalah teman satu tim Reno
“Kenapa lagi tiba-tiba mikirin Leana? Bukannya kamu sudah memilih Melinda dai kan jauh lebih cantik dari Lea”.
“Ya memang cantikan Melin sih tapi pribadi kedua nya berbeda”.
“Resiko kamu bro, kamu memilih Melinda kamu juga harus tanggung sendiri apa yang sudah pilih”. ucap Boby sambil menepuk pundak Reno dan kembali ke lapangan.
Benar kata Boby dia sudah memilih Melinda dia juga harus menanggung semua resiko yang telah dia ambil.
semangat ngetik thor sampe tamat..