Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.
Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.
Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.
Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Pertengkaran
Deg
"Mas Fandi!" pekik Sarah yang tiba-tiba saja memiliki tenaga untuk berdiri dan berteriak.
Ketika matanya menangkap sosok Fandi berdiri terlalu dekat dengan seorang wanita asing, napasnya tercekat. Terlebih saat ia mendengar kalimat, si wanita bertanya pada Fandi, bagaimana kalau dia hamil. Sontak Sarah membeku di tempatnya berdiri.
Matanya yang semula lelah karena pemeriksaan berubah menjadi tajam dan tak berkedip. Bola matanya bergetar, berusaha mencerna kenyataan yang begitu kejam. Ada kilat tak percaya di sana, lalu perlahan berubah menjadi luka yang telanjang. Air mata memang belum jatuh, tapi genangan bening sudah memenuhi pelupuknya, membuat pandangannya berkilau.
Raut wajahnya menegang. Rahangnya mengeras. Bibirnya bergetar tipis, seperti ingin menyangkal tapi tak tahu harus mulai dari mana. Warna wajahnya memucat, seolah darahnya surut meninggalkan tubuhnya. Namun di balik pucat itu, ada kemarahan yang mulai menyala, api kecil yang cepat membesar.
Sikapnya berubah kaku. Bahunya menegang. Tangannya mengepal tanpa ia sadari, kuku-kukunya hampir menancap ke telapak sendiri. Ia berdiri tegak, menolak untuk runtuh di depan Fandi dan wanita yang tengah menatapnya tanpa ekspresi kaget.
Seolah wanita itu bahkan tahu, kalah Fandi memang sudah punya istri, sudah menikah.
"Jadi ini yang kamu lakukan di belakangku?" suaranya rendah, serak, tapi penuh tekanan.
Fandi mendesah kasar, dia minta wanita yang bersamanya untuk pergi.
"Kamu pergi periksa, hasilnya kasih tahu aku!"
"Tapi mas..."
"Pergi!" bentak Fandi yang langsung membuat wanita itu pergi dengan cepat.
Fandi menghampiri Sarah yang sudah menangis dengan mata merah, dan tatapan yang jelas tidak terima, Fandi memperlakukan dirinya seperti itu.
"Kamu kenapa di sini?" tanya Fandi santai, seolah dia tidak baru saja melalui sebuah kesalahan pada Sarah.
"Kamu jangan mengalihkan pembicaraan! jadi selama ini kamu mengkhianati aku? berani kamu mengkhianati aku, mas?" tanya Sarah dengan penuh penekanan. Seolah dia sangat terluka dengan apa yang Fandi lakukan itu.
Padahal dia juga bukan istrinya Fandi. Istrinya saja mempersilahkan Fandi untuk bermain dengan wanita lain sepuasnya. Asal dia memperhatikan latar belakang wanita itu dengan baik.
"Kita jangan bicara disini. Ikut aku!" Fandi mencoba mengulurkan tangannya. Tapi Sarah langsung menepisnya dengan emosi.
"Jawab aku mas! sejak kapan kamu selingkuh? wanita tadi itu siapa? apa kamu sudah tidur dengannya?' suara Sarah makin meninggi.
Fandi menoleh ke kanan dan ke kiri. Beberapa orang yang ada disana sudah memperhatikannya, dia menjadi tidak nyaman. Dan langsung menarik tangan Sarah. Tapi, Sarah tidak terima. Dia ingin penjelasan Fandi. Tanpa penjelasan itu dia tidak mau pergi.
Mata Fandi melebar, dia sungguh malu di perhatikan banyak orang seperti itu. Dia sengaja cari rumah sakit yang jauh dari rumah sakit biasanya Ratih pergi, supaya Ratih tidak tahu dia memeriksakan selingkuhannya yang mengatakan kemungkinan wanita itu hamil. Malah ketemu Sarah. Dan malah Sarah marah-marah seperti itu.
"Ikut aku! kita bicara di mobil!"
Fandi menarik tangan Sarah. Di tarik seperti mau di seret.
Sarah yang semakin merasa sakit hati kembali menepis tangan Fandi.
"Lepaskan aku! katakan siapa wanita itu?"
"Sarah berhenti membuat keributan! kamu mau kita malu!"
Sarah menggelengkan kepalanya cepat, dia tak habis pikir. Dan bukan kata itu yang ingin Sarah dengar.
"Agkhhhh!" Sarah memekik dan mendorong Fandi.
Fandi terhuyung dengan wajah yang semakin menjadi merah padam.
"Keterlaluan kamu mas? kamu bilang aku buat kamu malu? apa yang tidak aku lakukan untukmu? aku bahkan tidak bisa bertemu anakku, aku tidak bisa menggendong anakku! aku menderita, aku sakit mas! dan kamu malah bersenang-senang dengan wanita itu. Kamu kejam, mas! keterlaluan!"
Fandi tidak bisa menahan ini lagi. Jika Sarah dibiarkan. Bisa saja Sarah malah mengatakan semuanya, dan orang-orang di tempat ini bisa mendengarnya.
Fandi kembali menarik Sarah.
"Ikut aku, kamu jangan bikin malu! ingat Rafa, kalau Ratih tahu semuanya. Kamu pikir apa yang akan Ratih lakukan pada Rafa?" tanya Fandi menggertak Sarah.
Sarah masih menepis tangan Fandi. Dia dengar kata-kata Fandi itu. Tapi rasa sakitnya karena Fandi mengkhianatinya membuatnya emosi.
"Lepaskan aku! katakan siapa wanita itu? jika kau mengkhianati aku. Aku akan bongkar semuanya..."
Plakk
Fandi menamparr keras wajah Sarah. Sampai wanita itu memalingkan wajahnya dengan kuat ke arah samping.
Mata Sarah melebar, terbelalak tak percaya, Fandi memukulnya.
"Kamu berani memukulku? kamu berani!"
Sarah mengamuk, dia juga langsung menyerang Fandi. Dia memukul dada Fandi berkali-kali. Bahkan mencoba menamparr wajah Fandi tapi pria itu terus menghindar.
Pertengkaran pun pecah. Suara mereka menggema di lorong, membuat beberapa orang menoleh.
"Panggil security!" kata salah seorang yang lewat.
Perawat wanita segera berlari memanggil perawat pria. Mereka tentu saja tidak mau ambil resiko langsung melerai pertengkaran yang sudah adu fisikk itu.
Hingga Bibi Erma yang selesai menebus obat melihat Sarah mencoba menjambakk rambut Fandi.
"Sarah!"
Bibi Erma langsung merangkul perut Sarah dari belakang. Dan berusaha menarik anaknya menjauh dari Fandi.
"Fandi! apa-apaan ini?"
"Ikut aku bicara di mobil!" kata Fandi yang langsung masuk ke dalam lift.
"Sarah..."
"Mas Fandi selingkuh, Bu. Wanita itu dia bawa kesini, ke rumah sakit ini. Dia bilang dia hamil, Bu!" Sarah menangis di pelukan ibunya.
Bibi Erma mengepalkan tangannya. Fandi harus dia peringatkan.
'Kurang ajar! aku harus menggertaknya!' batin bibi Erma.
Di basemen, Sarah berada di dalam mobil. Mobil yang berbeda dengan mobil Fandi. Bibi Erma memang punya mobil khusus, inventaris milik Ratih. Yang bisa dia gunakan untuk berbelanja, atau untuk hal semacam ini. Pokoknya untuk mobilitas para pelayan.
Bibi Erma sendiri bisa mengemudi. Jadi, memang dia yang tadi mengemudikan mobil itu.
Sementara itu bibi Erma bicara dengan Fandi dekat mobil Fandi.
"Apa yang Sarah katakan tadi, apa itu benar? kamu selingkuh? wanita itu hamil?" tanya bibi Erma.
"Bibi tahu sendiri, aku sulit menemui Sarah. Butuh ijin Ratih. Aku hanya bersenang-senang. Aku jamin wanita itu akan menghilangkan bayinya kalau dia hamil. Lagipula, Sarah hanya perlu sabar. Markus kan bilang, tunggu 3 tahun lebih sedikit lagi. Maka asuransi dan semua deposito Ratih akan keluar. Markus bisa menggantinya dengan nama Rafa. Saat itu kita akan bongkar siapa Rafa sebenarnya. Lalu semua harta Ratih jadi milik kita kan? kenapa dia terlalu mendramatisir seperti itu. Ratih saja paham, aku punya kebutuhan!"
Bibi Erma mendengus kesal mendengar penjelasan Fandi.
"Memangnya yang butuh bersenang-senang cuma kamu? Sarah sudah mengorbankan dirinya untuk kamu, masa depannya. Dia rela jadi pelayan laundry demi siapa? demi dekat dengan kamu dan Rafa! Ingat Fandi! jika kamu macam-macam. Sekali lagi kamu main perempuan, aku akan bongkar kalau pria yang menyelamatkan Ratih malam itu, bukan kamu! ingat itu baik-baik!" ancam bibi Erma.
***
Bersambung...
Khawatir jika kelamaan di rumah itu, keburu bau bangkai..
Dan Fandi pun sudah di cerai..
Kini kehidupan mereka sudah tercerai berai..
Kira² apa selanjutnya yg terjadi..?
Yuk ahh.. Bab berikutnya kita baca lagi.. 🏃♀️🏃♀️😁
Ternyata Ratih sudah mengetahui semuanya..
Dan apa yang terjadi..? Terkejut dong pastinya.. 🤭
Apa lagi Bi Erma, sudah tak mampu lagi berkata untuk menolak fakta..
Karena Ratih punya CCTV yg tersembunyi, dan tak di ketahui oleh mereka bertiga..
Lalu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya..?
Yuk.. Mari kita baca bab selanjutnya.. 🏃♀️🏃♀️🏃♀️
Harta melimpah..
Ternyata hasil korupsi..
Kasih nafkah anak istri pake uang haram, parah dahh.. 🤦🏻♀️
Kau kira kebusukan bisa kau tutupi selamanya..?
Kau kira kebenaran tak akan menemukan jalannya..?
Mungkin saja kau terbebas saat ini, tapi lihat saja nanti, tunggu saja waktu nya tiba..
Kau akan berada di tempat mu yg seharusnya, yaitu penjara.. 😏