NovelToon NovelToon
Nightshade

Nightshade

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Komedi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bisquit D Kairifz

Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.

Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”

Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.


PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Informasi

CHAPTER 34

Kemampuan Ten Voda akhirnya akan segera diketahui.

Sebelum mememberitahu kemampuan Ten Voda, Suika menceritakan bagaimana dia bisa mengetahui kemampuan Ten Voda.

Dulu, saat Kai baru menjadi pemimpin Nightshade, mereka melihat-lihat gudang yang jarang dibersihkan di kediaman Nightshade.

Suika dan Kai berniat membersihkannya, namun tidak sengaja menemukan catatan lama. Catatan dari beberapa pemimpin Nightshade sebelum Kai.

Catatan itu terlihat lusuh, dengan banyak sobekan yang membuat Suika sulit membaca kata-katanya.

Suika dan Kai awalnya ingin menyimpan catatan itu karena mengira isinya hanya catatan perjalanan. Namun, saat Suika membaca lebih teliti, itu bukan catatan biasa—memiliki huruf-huruf aneh, ada yang besar dan ada yang kecil.

Suika mencoba menyambungkan huruf besar dan menemukan kata "KEMAMPUAN TEN" serta "VD". Suika merasa bahwa "VD" adalah singkatan dari "Voda".

Sejak itu, Suika mulai meneliti energi Ten Voda yang ia dapatkan saat Shinji membawa pil yang terbuat dari Ten Voda, serta catatan dari para pemimpin terdahulu Nightshade.

Setelah menceritakan hal itu, Shun merasa kagum dengan Suika yang bekerja keras hanya untuk menemukan jawaban yang belum tentu pasti.

"Padahal masih kecil tapi pintar ya," ucap Akari dengan nada santai.

Suika mendekat dan langsung memukulnya. "Oi.... Anak baru, umurku sama seperti bosmu yang baru ini lho."

"Maaf! Maaf!" Akari menundukkan kepala berkali-kali.

"Oi, nenek tua, cepat katakan kemampuan si Voda itu," ucap Riot.

Suika ingin mengatakannya, namun sebelum itu, ia menanyakan pada Akari apakah pernah melihat Voda menggunakan Ten.

Akari berpikir dan mengingat masa dirinya di Justice.

"Tidak, aku tidak pernah melihatnya... Aku hanya pernah melihat energinya saja."

Setelah itu, tiba saatnya Suika menjelaskan energi Ten Voda. Yang diketahui Nightshade sebelumnya, Voda memiliki energi Ten dua warna—hitam-ungu.

Karena memiliki dua warna, Suika sebelumnya mengira kemampuan Ten Voda mirip dengan milik Shun, namun perkiraannya itu salah besar.

"Karena dia bisa mengubah segalanya," ucap Suika dengan sorot mata yang dalam.

"Bisa mengubah segalanya"—Suika menjelaskan maksud dari kata itu. Ya, kemampuan Ten Voda bisa mengubah apa pun, bahkan jika yang diubah bukan benda, dan Voda bisa mengubahnya sesuai keinginannya.

Dan akhirnya terjawab asal-usul kemunculan monster itu—karena Voda, namun tidak diketahui apa yang ia ubah untuk menjadikannya monster. Mendengar penjelasan Suika, semua orang di sana terkejut.

Ya, mereka semua terkejut kecuali Riot, Retsu, dan Kai. Ketiganya terlihat tersenyum kecil. Shun yang melihat itu tidak mengerti apa yang sedang mereka pikirkan.

Bukannya takut karena kemampuan Voda yang luar biasa, ketiganya seakan senang mendengarnya.

Riot masih tersenyum. "Melawan orang yang memiliki kemampuan gila....." Ia tersenyum lebar. "Membuatku ingin bertemu dengannya dan bertarung sampai mati," lanjutnya.

Shun hanya menatap biasa, karena sudah terbiasa dengan sikap Riot yang selalu ingin bertarung.

Mereka berbincang cukup lama. Shun dan Riot kembali berlatih, dan semua itu berlalu begitu cepat hingga hari mulai malam.

Di sisi lain....

Di sebuah markas besar organisasi Justice, di ruang tahta Voda, terlihat di depannya ada Six yang menunduk hormat. Keduanya seolah sedang membicarakan sesuatu yang penting.

"Begitu ya," terdengar suara Voda yang singkat. "Akari menghilang ya," lanjutnya.

"Ya, Tuan Voda, maafkan saya.. Padahal saya sudah merekomendasikan Akari untuk menjadi pengganti Deset atau Nine," ujar Six.

"Tidak masalah.... Aku akan memberimu misi—kita akan menghancurkan Nightshade segera," ucapan Voda menggema di ruangan. "Mereka selalu menghambat Justice...... Six, kau orang yang kupercayai," lanjutnya sambil menatap Six.

"Akan saya laksanakan, misi apa pun pasti akan saya selesaikan secepat mungkin," ucap Six dengan nada penuh hormat.

Tidak lama kemudian, seseorang datang dan menjelaskan tentang misi baru yang akan dilaksanakan Six.

Setelah mendengar penjelasan, Six terlihat tersenyum tipis.

"Pastikan mereka semua terbunuh...." ucap Voda dengan mata yang mengancam.

"Tentu saja!" balas Six sambil langsung menatap ke arah Voda.

Setelah itu, Six keluar dari ruangan. Ia turun beberapa lantai dan sampai di lantai yang memiliki ruangan khusus. Six masuk ke dalam ruangan itu; di dalamnya hanya ada dua orang—satu laki-laki dan satu perempuan. Ternyata laki-laki itu adalah salah satu anggota Sepuluh Jari Voda dengan nama "Eight", dan perempuan itu bernama "Seven".

Keesokan harinya....

Di siang hari, di sebuah restoran terlihat dua orang laki-laki yang berpakaian modis. Salah satunya terlihat membaca koran, dan yang satunya lagi sibuk makan.

Tidak lama kemudian, mereka keluar dari restoran. Ya, mereka berdua adalah Kayle dan Juichi yang sedang menjalankan misi mencari informasi.

Meskipun yang tampak mencari informasi hanya Kayle, karena dari tadi Juichi hanya mengikutiinya tanpa tahu apa-apa.

Mereka memutuskan untuk pergi ke area di mana orang-orang menganggap Justice sebagai penyelamat dunia. Mereka menggunakan mobil yang dikendarai Juichi karena area itu cukup jauh dari tempat mereka sebelumnya.

Di dalam mobil, Kayle dan Juichi mengobrol seperti biasa dan memutuskan untuk berpencar setelah tiba di tempat tujuan, karena dianggap lebih efisien.

"Y-y-yahhh.... Yakin nih, Kayle?" Juichi menatap Kayle dengan raut wajah yang menunjukkan ketidakinginan untuk berpencar.

Kayle menatap Juichi.

"Tentu saja.... Tapi, lihat ke depan—kita salah arah."

Juichi melihat ke depan dan melihat ada mobil yang mengeluarkan suara klakson karena mereka hampir bertabrakan.

Dengan kehebatan mengemudi, Juichi dengan cepat membelokkan mobil, ditambah sedikit energi Ten agar belokan lebih lancar.

Mereka berhasil menghindari kecelakaan. Setelah itu, Juichi terus mengomel karena Kayle terlihat sangat tenang padahal mereka hampir mengalami bahaya.

Tidak lama kemudian, mereka sampai di tujuan. Kayle dan Juichi berpisah ke arah yang berbeda untuk mencari informasi.

Keduanya juga menggunakan headset untuk berkomunikasi jika ada hal aneh atau informasi penting.

Di sisi Kayle, ia awalnya hanya menemukan hal-hal yang tidak penting karena telinganya selalu menangkap obrolan warga yang selalu memuja Justice, membuatnya merasa mual.

Sampai akhirnya, Kayle melihat dua anggota Justice yang berada di tempat yang sepi dan terpencil. Ia mendekat dan bersembunyi cukup dekat.

Kayle memperhatikan untuk mendengar ucapan mereka.

"Oi, kau serius!?" ucap salah satu anggota.

"Aku tidak tahu, tapi Nona Seven bilang begitu—kita akan dikirim ke Pulau Survival," ucap temannya.

Kayle yang mendengar itu sedikit terkejut dan kemudian pergi dari sana. Ia menghubungi Juichi dan mengatakan bahwa mereka akan kembali ke mobil setelah mendapatkan informasi yang berguna.

Kayle menuju arah mobil dengan santai agar tidak dicurigai.

Di sisi Juichi....

Terlihat Juichi sedang mengobrol di sebuah toko kelontong. Ia terdengar asik berbicara dengan pemilik toko.

Sampai akhirnya datang seseorang yang jelas merupakan anggota Justice. Juichi mencoba bersikap biasa.

"Yo.... Bro, bagaimana hari ini?" sapa Juichi dengan senyum ragu-ragu.

"Baik-baik aja, tapi nanti kayaknya tidak akan baik-baik saja," balas anggota Justice itu.

"Waduh, kenapa tuh kalau boleh tahu?" ucap Juichi dengan nada tanya yang sangat alami.

"Yaahhh, katanya akan ada proyek besar di Pulau Survival," ucapnya. "Kalau tidak tahu, Pulau Survival adalah pulau khusus untuk Justice loh," lanjutnya dengan nada sombong.

Setelah itu, Juichi terus mengajaknya berbincang agar tidak dicurigai sedang mencuri informasi. Sampai akhirnya, Juichi pamit dan berbelok dengan senyum sombong yang terlihat di wajahnya.

Tidak lama kemudian, Kayle dan Juichi bertemu kembali. Kayle memutuskan untuk membahas informasi yang didapat di dalam mobil.

Juichi menyetujuinya, dan mereka mulai menjalankan mobil menuju kediaman Nightshade.

Mereka mulai berbagi informasi. Setelah selesai, Kayle dan Juichi terkejut karena informasi yang mereka dapatkan hampir sama.

Kayle juga terkejut karena tidak menyangka Juichi bisa mendapatkan informasi. Namun, di pikiran keduanya masih ada hal yang mengganggu.

Yaitu tentang Pulau Survival—yang didapat Kayle adalah beberapa anggota Justice akan dikirim ke sana, sedangkan yang didapat Juichi adalah akan ada proyek besar di pulau itu.

Apakah mereka akan menyusup ke pulau itu dan menghancurkan proyek tersebut?

1
Pencinta Novel
Alurnya bagus, karakter bagus, gada karakter yang kayak robot semuanya ada kepribadian masing-masing, world building lumayan. Novel ini bisa populer menurut ku ya, semangat thorrr😁✌
Bisquit Kairifz: Mantap ni yee😄👍
total 1 replies
Pencinta Novel
kece bet Kai🤣
Feni sang penulis novel
hello kak izin komen ya aku sudah ngebaca Noval kakak yang aku suka semuanya dengan alur cerita kakak yang bagus dan juga alurnya berjalan dengan mulus izin ya kak aku ingin memberikan 5 bintang oh ya sebelum aku ngasih bintang 5 sama kakak aku pun sudah mempunyai novel yang baru saja 21 yang berjudul sang mafia wanita cantik tolong like ya semuanya kak ke-21 babnya semoga kakak suka kalau tidak suka gak apa-apa yang penting tetap semangat untuk kakaknya😍💪
Bisquit Kairifz: terimakasih udah baca👍
total 1 replies
Panda
kak itu ngasih tag komedi bikin sendiri?
Panda: oh oke makasih infonya kak
total 2 replies
boyy
semngatt thorr,gw lagi nabung crta lu,poko ny ku lnjutt truss smpe nanti crta lu rmee,jngn ptah smngattt torr
Bisquit Kairifz: mantap bro👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!