NovelToon NovelToon
SUAMI 500 JUTA

SUAMI 500 JUTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Office Romance
Popularitas:44.2k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Nayara Kirana seorang wanita muda berusia 28 tahun. Bekerja sebagai asisten pribadi dari seorang pria matang, dan masih bujang, berusia 35 tahun, bernama Elvano Natha Prawira.

Selama 3 tahun Nayara menjadi asisten pria itu, ia pun sudah dikenal baik oleh keluarga sang atasan.

Suatu malam di sebuah pesta, Nayara tanpa sengaja menghilangkan cincin berlian senilai 500 juta rupiah, milik dari Madam Giselle -- Ibu Elvano yang dititipkan pada gadis itu.

Madam Gi meminta Nayara untuk bertanggung jawab, mengembalikan dalam bentuk uang tunai senilai 500 Juta rupiah.

Namun Nayara tidak memiliki uang sebanyak itu. Sehingga Madam Gi memberikan sebuah penawaran.

"Buat Elvano jatuh cinta sama kamu. Atau saya laporkan kamu ke polisi, dengan tuduhan pencurian?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Sering - Sering Saja Menginap Di Penthouse.

Nayara pergi makan siang seorang diri. Ia beralasan pada Dewi sudah memiliki janji makan bersama sang adik.

Setelah selesai makan siang di salah satu pusat perbelanjaan, Nayara kemudian pergi ke toko pakaian pria dan wanita yang menjadi langganan Elvano.

Ia memilih dua pasang baju santai dan piyama. Kemudian kemeja untuk pergi ke kantor. Tak lupa juga Nayara membeli rok span sesuai perintah Elvano.

Bos senang, bos bayar!

Wanita itu juga membeli tiga pasang dalaman, dan juga tank top.

“Mbak, ada lipstik waterproof?” Tanya Nayara yang teringat ucapan Dewi.

Ia tiba - tiba ingin membelinya. Karena Elvano pasti akan menyerang kapan saja.

“Ada. Mari ikut saya.” Pramuniaga toko menuntun Nayara ke tempat kosmetik.

“Ini yang paling laris dan sudah terbukti anti transfer, kak.” Ucap pramuniaga itu.

Nayara kemudian memilih warna yang cocok untuk dirinya.

“Biasanya beli yang lima puluh ribuan.” Gumam wanita itu ketika melihat harga pemerah bibir itu.

Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Nayara meminta pegawai toko untuk membungkus, lalu mengirim ke alamat penthouse Elvano.

“Terima kasih. Di tunggu kedatangannya lagi.” Ucap petugas kasir saat Nayara selesai membayar dengan kartu sakti berwarna hitam.

Pantas saja para pegawai itu lebih ramah dari biasanya. Nayara membayar belanjaannya dengan kartu ATM tanpa batas, meski hanya 25 juta rupiah.

Wanita itu menyimpan kembali kartu ATM di dalam dompetnya. Ia kemudian pergi meninggalkan toko.

“Nayara.”

Langkah kaki wanita itu terhenti ketika suara seorang pria memanggilnya. Nayara pun menoleh.

Adrian dengan senyum manis melangkah mendekat.

“Kenapa harus ketemu dia disini?” Gumam Nayara. Wanita itu hendak membalik tubuhnya, namun apa daya Adrian sudah di depan mata.

“Apa kabar, Nay?” Tanya pria itu.

“Aku baik, Ad.” Nayara tersenyum canggung. Selain karena ultimatum dari Elvano ia juga tidak mau terlalu dekat dengan Adrian.

Sejak awal, Nayara tidak memiliki keinginan untuk menjalin hubungan dengan pria itu. Hanya berniat memanasi hati Elvano saja.

“Kamu sudah makan siang?” Tanya Adrian lagi.

“Sudah. Aku mau kembali ke kantor.” Ucap Nayara.

Bisa berbahaya jika ada mata - mata Elvano yang melihat mereka berdua.

“Kamu membawa mobil?”

“Aku sudah memesan taksi online, Ad.” Ucap Nayara.

“Sudah dapat? Bagaimana jika aku antar? Kebetulan, aku ada urusan di dekat gedung Prawira Holding.” Tawar pria itu.

“Terima kasih, Ad. Tetapi, aku sudah mendapatkan taksinya. Tidak enak jika membatalkan.” Tolak Nayara secara halus.

Nayara tidak mau membuat pria itu semakin berharap padanya. Apalagi, ia dan Elvano sudah sering berbagi peluh bersama. Dan sang atasan berjanji akan menikahinya.

Elvano juga mengancam akan melakukan sesuatu pada Adrian, jika berani mendekati Nayara. Wanita itu tidak mau membuat orang terkena masalah.

“Baiklah, kalau begitu. Kamu hati - hati, Nay.” Ucap Adrian.

Nayara menganggukkan kepalanya. Kemudian meninggalkan pria itu.

.

.

.

Seperti yang telah di sepakati pagi tadi, pulang kantor Nayara mampir ke rumah kontrakan.

Ia pun memasak makan malam untuk dirinya dan Nayla. Setelah itu baru membersihkan diri.

“Kenapa kakak menggunakan baju formal lagi?” Tanya Nayla saat melihat sang kakak keluar dari kamar menggunakan kemeja dan celana jeans panjang.

Biasanya sang kakak hanya menggunakan tank top dan celana pendek saat berada di rumah.

“Kakak akan menginap di penthouse lagi, Nay. Pak Elvano membawa pekerjaannya pulang. Jadi, kakak harus membantunya.” Dusta Nayara. Wanita itu menuangkan air ke dalam gelas, kemudian meminumnya.

Yang ada justru dirinya yang akan dikerjai oleh pria itu.

“Kak, memangnya pak Elvano tidak memiliki kekasih?” Tanya Nayla penasaran.

Pertanyaan itu membuat Nayara tersedak.

“Pelan - pelan, kak.” Nayla bangkit dari atas kursi, kemudian menepuk punggung sang kakak.

“Bapak tidak memiliki kekasih, Nay.” Ucap Nayara.

“Lalu, kalian berdua sering berduaan seperti itu, apa tidak pernah tumbuh benih - benih cinta?”

Mata Nayara mendelik tajam mendengar pertanyaan Nayla.

Bukan tumbuh benih - benih cinta lagi, Nay. Mungkin nanti tumbuh benih yang lain di dalan perut kakak kamu.

Nayara kemudian menggeleng pelan. Pikirannya terlalu jauh berkelana.

“Sudah kamu cepat makan. Dan minta Mutia menginap lagi. Kakak juga sudah membelikan camilan untuk kalian.” Nayara kemudian menempati salah satu kursi.

Nayla bersorak pelan. “Terima kasih, kak. Sudah memberikan uang jajan tambahan. Sekarang menyediakan camilan lagi. Kakak memang yang terbaik. Kalau begitu, sering - sering saja kakak menginap di penthouse.” Ucap gadis berusia dua puluh tahun itu.

Nayara berdecak pelan. Sering - sering menginap di penthouse, yang ada dirinya rugi bandar. Selain memberikan uang jajan tambahan pada Nayla. Ia juga harus melayani kebutuhan biologis Elvano.

Setelah selesai makan malam, Nayara pun pamit untuk kembali ke penthouse. Dan ternyata, sopir yang sering menjemputnya sudah menunggu di depan rumah kontrakan.

“Bapak sudah lama?” Tanya Nayara saat sudah duduk di samping kiri pria paruh baya itu.

“Baru sepuluh menit, neng. Kata pak Elvano tidak boleh telat jemput.” Ucap pria itu.

Nayara berdecak pelan. “Bapak sudah makan malam?” Tanya Nayara lagi.

“Habis ini, neng.”

Kebetulan Elvano memintanya untuk membeli sate kambing langganan mereka. Nayara akan membelikannya juga untuk pak sopir.

“Mampir di warung sate langganan pak Elvano, pak.”

“Siap, neng.”

Nayara membeli dua porsi sate kambing dan lontong. Serta satu porsi sate ayam untuk dirinya.

Meski sudah makan di rumah bersama Nayla, namun ia juga ingin menyantap sate ayam lagi.

“Ini untuk bapak.” Nayara menyerahkan satu porsi sate kambing pada sang sopir.

“Wah, terima kasih, neng. Neng Nayara dan pak Elvano sama - sama baik. Cocok sudah kalian berdua.” Ucap pria paruh baya itu.

Tanpa sadar bibir Nayara tersenyum tipis. Benarkah jika dirinya dan Elvano cocok?

“Saya sadar diri, pak. Pak Elvano itu orang kaya. Saya cuma rakyat jelata.” Ucap Nayara.

“Kalau sudah cocok mah, tidak pandang asal - usul, neng. Yang saya lihat, pak Elvano itu nyaman dekat neng Nayara. Pepet saja, neng. Untuk perbaikan nasib.” Pak sopir terkekeh di akhir kalimatnya. Mobil pun tiba di depan lobby gedung penthouse.

“Nanti kalau saya berhasil pepet pak Elvano, pak sopir saya traktir lagi makan sate kambingnya.” Nayara ikut terkekeh. Ia kemudian keluar dari dalam mobil.

Wanita itu berjalan menuju meja resepsionis. “Selamat malam, mbak. Apa ada paket atas nama pak Elvano?” Tanya wanita itu.

Padahal isinya baju perempuan semua. Tetapi, mengatasnamakan Elvano Natha Prawira, karena menggunakan alamat pria itu.

“Tadi sudah di ambil sama pak Elvano, mbak.” Jawab resepsionis itu.

Mata Nayara membulat, ia pun segera meninggalkan meja resepsionis.

“Jangan sampai dia membongkar barang - barang pribadi aku.” Gerutu Nayara sembari memasuki lift khusus ke lantai dua puluh.

“Loh, bukannya itu Nayara?” Adrian melebarkan langkahnya, namun pintu lift telah tertutup.

Ia mencoba menekan tombol, namun sayangnya harus menggunakan kartu akses.

“Mbak, maaf saya mau bertanya. Apa mbak mengenal wanita yang masuk lift sebelah kanan?” Tanya Adrian pada petugas resepsionis.

“Oh, beliau mbak Nayara. Asisten pribadi dari salah satu pemilik penthouse di lantai dua puluh.” Ucap resepsionis itu.

“Penthouse? Jadi, pak Elvano tinggal disini?”

1
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
belum tentu naya hamil, el
😝😝😝
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
dengerin dirga sebelum nyesal. ish...
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kelamaan el
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kecewa boleh, tapi jangan lama-lama
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
jangan ngambek sampai karatan ya el.
Siti Patimah
wong mual2 asam lambungnya kumat ya ra bukan hamil, si ibu minta lahan segitu doang mah kecil ya el, sama juragannya sekalian jangan lupa el di beli
Ass Yfa
huh..genesh deh ama El...so sweet
Naufal Affiq
yang terbaik kamu el
Ika Shanti Budipertiwi
elvano 👍👍👍👍
Ariany Sudjana
kan sudah dibilang itu atasannya nayara, dan pasti kaya raya. masa dianggap remeh juga sama Juwita? kayaknya mata atau kuping Juwita bermasalah
Siti Patimah
saking takutnya jodohmu di ambil orang el sampe hal yg prifasi pun kamu beberkan satu satu🤣🤣🤣
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
elvano punya cukup modal untuk menikung Adrian bu.. 🤣🤣
Naufal Affiq
aku suka dengan gaya mu el,gak pintar jaga rahasia,langsung tembak terus aja,sampai ibu nya nara senam jantung
Dian Rahmawati
🤣🤣
Ika Shanti Budipertiwi
ga mau dibeliin lahan sama dibikinin rumah gedong sama elvano bu? 🤭
Ass Yfa
panggilannya masih formal..lo nyaman kah🤭🤭
Ass Yfa
heh...brutal...ndak Ra pa Elll
Ass Yfa
hah..bakalan gaspoll..ndak tuh
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
lanjutkan
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
apa yang akan terjadi?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!