Rega Zalzala adalah putra ke empat dari keluarga Duke Zalzala.
Dia satu-satunya anak yang tidak memiliki kekuatan apapun. kelahiran nya di anggap aib oleh keluarga.
Di usia 18 tahun, keluarga nya memilih untuk membuang Rega seperti seekor anjing.
Namun tanpa di sangka, di detik terakhir hidup nya... dia mendapatkan sistem Dewa.
sebuah sistem yang akan mengubah hidup nya dari seorang pecundang menjadi seorang Raja.
ini adalah perjalanan Rega Zalzala membalas dendam dan menjadi Kesatria terkuat di kerajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Honyo Penyokong Vs Ryuji Hayashi!
Saat suasana di markas mulai tenang dan penuh canda tawa, tiba-tiba terdengar suara
Klik!
Beberapa detik kemudian.....
BRAAAAK! BRAAAK! BRAAAAK!
DHUAR! DHUAR! DHUAR!
Mekanisme pertahanan markas mendadak aktif. Tanah di luar berguncang hebat.
Tanpa aba-aba, ratusan tangan busuk dan kotor menerobos dari dalam kuburan.
Tanah-tanah pecah terbuka, batu nisan terlempar ke udara, dan satu per satu makhluk mengerikan bangkit dari alam kematian.
“ROOAAR!!!!” geraman serentak menggema menembus kabut para Zombie.
Rega yang duduk santai langsung berdiri. “Suara apa itu? Mengapa di luar sangat ribut?” tanyanya, matanya menyipit memantau jendela.
“Sepertinya Mekanisme pertahanan milik Honyo telah aktif,” jawab Edison santai. “Berarti di luar ada penyusup yang sedang mencoba mendekati markas.”
“haaah.... Apa penyusup itu bodoh? Apa dia tidak tahu bahwa Ini wilayah kekuasaan Skuad Ghost Bat? bagaiman mungkin dia masuk sembarangan ke sini tanpa di undang?" gumam Bianca sambil meneguk birnya, tanpa terlihat peduli.
Rega memicingkan mata ke arah pojok ruangan. 'Mekanisme Pertahanan Honyo? Jadi semua kuburan itu bukan dekorasi? Tapi kekuatan dia?' pikir Rega
Honyo, seperti biasanya... dia duduk diam dan menunduk, tidak bergerak.
‘Jadi kabut yang menyelimuti pemakaman ini berasal dari kekuatan dia?’ pikir Rega. ‘Dan zombie-zombie itu adalah pasukan bawahannya?’
Tiba-tiba, Anya berdiri sambil menunjuk ke luar jendela. “Li-Lihat itu! Z-Zombie! Mereka benar-benar zombie!! Mereka orang-orang yangbtelah mati! Tapi bangkit kembali!”
Wajahnya yang biasanya tenang, dingin dan angkuh ... Tapi kini pucat. Ia menggenggam lengan Rega tanpa sadar.
'Sebuah skill yang cukup unik. Dia bisa mengendalikan Zombie' pikir Rega.
"ROOAAR!!"
Di luar, pemandangan mengerikan terbentang.
Ratusan zombie bersiap menyerang.
Tidak seperti di Film-film, zombie terlihat lemah.
Tapi di sini, mereka berlari seperti hewan buas, bergerak cepat dengan kekuatan tak wajar, menerjang satu sosok penyusup.
WUUSSH! WUSSH! WUSSH!
Tubuh mereka melesat cepat ke arah seseorang.
'Gerakan para zombie itu tidak wajar, mereka sangat cepat!' pikir Rega sedikit terkejut.
Namun....
SRAAAK! SRAAAK! SRAAAK!
Kilatan pedang memotong belasan zombie sekaligus.
BRAAK! BRAAK! BRAAK!
Tubuh-tubuh itu beterbangan di udara, membusuk dan berserakan.
"ROOOAAAR!!"
Namun tubuh mereka menyatu dan bangkit lagi, bahkan lebih buas dari sebelumnya.
WUUSSH! WUUSSH! WUUSSH!
Mereka menerjang lagi ke arah penyusup dengan brutal...
DHUUAAR! DHUUAAR!
Namun lagi dan lagi mereka di tebas dengan mudah oleh pedang sang penyusup.
“Mereka Cepat… dan kuat. Zombie itu setidaknya setara dengan Kultivator Tahap Bronze,” gumam Rega, matanya tajam memperhatikan. "Tapi mereka di kalahkan begitu saja oleh penyusup itu"
Setelah penyusup itu semakin dekat... sebuah kilatan putih terlihat dari pedang penyusup itu.
SRAAAK! SRAAAK!
DHUAR! DHUAR! DHUAR!
Tubuh zombie yang tadi nya bisa bangkit kembaliz kini terpotong dan membeku menjadi patung es lalu hancur berkeping-keping.
Rega menyipitkan mata. ‘Teknik Pedang Klan Hayashi? Siapa yang datang ke sini? Apa dia anggota klan Hayashi?’
Brug!
Tiba-tiba Honyo berdiri dari duduknya. Sosoknya besar... teramat besar.
Tingginya lebih dari dua meter tiga puluh, kepala nya hampir menyentuh langit-langit ruangan.
Ototnya bergelombang, dan aura dingin mulai terpancar dari tubuhnya yang mengangkat kampak besar yang menempel di dinding.
‘Sial… dia sangat tinggi, tidak ku sangka dia sebesar ini’ pikir Rega sambil melirik ke atas.
“Jangan bunuh dia, Honyo,” ucap Edison santai. “Kalau sampai dia mati, bisa-bisa kita diseret ke pengadilan kerajaan.”
Namun Honyo hanya menunduk sekali, lalu berjalan ke luar rumah. Suara langkahnya berat dan bergema.
“Rega… itu Ryuji,” bisik Anya. Suaranya nyaris tak terdengar.
“Ryuji? Siapa?” Rega melirik.
“Dia sepupuku,” lanjut Anya. “Kenapa dia ada di sini?”
Edison terkekeh. “Ryuji? Si bodoh emosian itu? Dia pernah kalah oleh Honyo tahun lalu. Dan sekarang dia datang lagi, sendirian. Sungguh bodoh.”
“Apa?! Ryuji? Kalah oleh… Honyo?” Anya tidak percaya.
'padahal Ryuji salah satu jenius di dalam Klan kami! Bagaimana bisa dia kalah oleh Honyo?!' pikir Anya.
Roro muncul dari dapur sambil mengaduk supnya yang penuh asap. “Kalian belum tahu ya, Honyo adalah ksatria terkuat di antara kami semua.”
‘Terkuat di antara anggota Ghost Bat?’ Rega mengernyit. ‘Padahal Selama ini dia hanya diam di pojokan.’
“Bodoh,” potong Edison, “Yang terkuat tetaplah Komandan Morthen.”
“Haha, tentu. Asal jangan kena sinar matahari,” sahut Roro sambil tertawa.
Rega hanya memijit pelipis. ‘Apa-apaan orang-orang ini? Kenapa mereka tetap santai meski seseorang mencoba menerobos markas?’
Sementara itu, dari luar jendela, pertarungan masih belum dimulai.
Honyo berdiri gagah, kampak besarnya bertumpu di tanah, dan tubuh tinggi besar itu menatap lurus ke arah Ryuji.
Ryuji, dengan katana nya, menatap balik tanpa gentar. Es masih membeku di sekitar kakinya.
Brug! Brug! Brug!
Honyo melangkah maju dengan langkah besar, tiap hentakan kakinya seperti mengguncang tanah.
Kampaknya yang besar menyeret di atas tanah berbatu, meninggalkan goresan panjang dan suara geraman besi kasar.
Ryuji mengerutkan kening, tangannya mencengkeram gagang katana miliknya. “Honyo! Aku datang ke sini bukan untuk bertarung denganmu! Tujuan kedatanganku ke sini adalah menemui sepupuku, Anya!” teriaknya mencoba menjelaskan.
Namun Honyo hanya diam. Langkahnya tetap maju, matanya yang tajam tidak memperlihatkan tanda-tanda akan menghentikan niatnya. Ryuji mengepal giginya.
‘Cih! Dasar bajingan bisu, berbicara dengannya seperti berbicara pada batu! Aku Tidak punya pilihan selain melawan nya!’ pikir Ryuji dengan kesal.
BOOOOM!
Dua aura Qi yang sangat kuat meledak bersamaan. Tanah di sekitar mereka bergetar hebat. Dan dalam sekejap...
WUUUUSSSHH!!
Mereka menghilang dari tempat semula. Dalam kedipan mata, mereka sudah saling berhadapan di tengah pemakaman, dan...
TRAAAAANG!!
Kampak raksasa milik Honyo beradu dengan katana perak milik Ryuji.
DHUAAAR!
Dentuman keras itu menciptakan gelombang kejut yang membuat tanah di sekitar mereka retak dan angin menampar seisi markas.
BRUG! BRUG! DHUAR!
Ryuji terpental jauh, tubuh nya Beberapa kali berputar hingga menabrak tugu kuburan.
‘Sial… Dia masih sekuat dulu! Padahal sekarang aku sudah semakin kuat, tapi aku tetap kalah kekuatan dari nya!’ Ryuji meringis, memaksa tubuhnya berdiri walau tulangnya terasa ngilu.
WUUSSH! WUSSH! WUSSH!
Namun baru saja ia berdiri, tangan-tangan busuk dari tanah mulai meraih pergelangan kakinya. Zombie!
“Zombie Keparat! Kalian ini menyebalkan!” teriak Ryuji.
Namun sebelum dia sempat menyingkirkan para zombie itu...
WUUSSH!
Honyo sudah berdiri di depannya lagi. Cepat. Diam. Mengerikan. Dan....
TRAAAAANG!!
Serangan Kampak besar datang, tapi Ryuji berhasil menahan dengan katana-nya.
Honyo tidak tinggal diam, dia menyerang Ryuji dengan serangan Brutal.
TRANG! TRANG! TRANG!
Senjata Mereka saling bertukar serangan dengan kecepatan tinggi.
DHUAR! DHUAR! DHUAR!
Tanah berguncang, nisan-nisan beterbangan, dan aura dingin menyelimuti medan.
“Aliran Nafas Dingin…” gumam Ryuji. Dia menarik napas panjang. “Pernafasan Bunga Es!”
WUUUUUSSSHHH!
Aura dingin menyelimuti sekeliling. Es terbentuk dari udara. Tanah beku. Kaki Honyo ikut membeku, bahkan zombie di sekitarnya terdiam kaku membeku total.
BRAAAK!
Namun dalam satu gerakan, Honyo menghancurkan es di kakinya, melompat, dan meluncurkan serangan dari atas.
TRANG! TRANG!
Keduanya terus bertarung. Tapi jelas terlihat, serangan demi serangan membuat Ryuji semakin kewalahan. Nafasnya mulai berat. Lalu....
TRAAAANG!! WUUSSH!
Benturan terakhir memantulkan tubuh Ryuji jauh ke udara...
DHUAR!
Ia terhempas menabrak batu nisan hingga retak. Debu bertebaran.
WUUSSH!
Honyo kembali muncul di depan tubuh Ryuji yang terkapar... Ia bersiap untuk mengakhiri Ryuji dengan serangan terkahir....
“Berhenti, Honyo. Jangan bunuh dia,” suara Bianca terdengar dari jendela markas. Ia masih dengan botol bir di tangan.
“Bajingan! Kalian baru menghentikan pertarungan setelah aku dipukuli! Apa kalian sengaja melakukan ini?!” geram Ryuji dengan napas tersengal.
“Haha! Tentu saja. Kami ingin melihat kau dipermalukan sekali lagi,” jawab Roro dari dapur sambil tertawa renyah.
‘Bajingan semua! Mereka memang sengaja membiarkanku dipukuli oleh si gila Honyo ini!’ Ryuji menggertakkan gigi.
Namun matanya beralih pada sosok yang baru keluar dari markas. Anya.
“Ah... Putri Anya! Aku datang ke sini untuk menjemputmu,” ucap Ryuji sambil berdiri membersihkan pakaian nya yang kotor.
“Menjemputku? Untuk apa?” Anya mengerutkan kening.
“Ketua ingin bertemu denganmu. Ayahmu mengutusku langsung ke sini untuk membawa mu kembali” jawab Ryuji sambil membersihkan debu dari pakaiannya.
“Untuk apa ayah ingin bertemu denganku? Ini belum saat nya ada pertemuan” gumam Anya dengan Heran.
'Apa ini jangan-jangan karena keputusan ku memilih masuk ke dalam Skuad Ghost Bat?' pikir Anya. 'Ayah pasti tidak setuju aku masuk ke dalam skuad Ghost Bat ini'
“Putri Anya... Kau harus ikut denganku. Jika tidak, Ketua akan marah besar,” tegas Ryuji.
Anya melirik Rega. “Rega, temani aku ke kediaman Klan Hayashi.”
“Hah? Aku?” Rega kaget. “Kenapa aku harus ikut?”
"Hmph!" Anya memalingkan wajah, pipinya merona. “Kau lupa? Kau kalah dariku. Sekarang kau adalah bawahanku. Ini… perintah pertamaku.”
‘Sialan! Kenapa aku malah ikut terlibat urusan keluarga gadis ini! Ini benar-benar merepotkan...’ Rega menghela napas.
Mau tak mau, dia harus ikut Anya ke kediaman salah satu keluarga bangsawan terkuat di kerajaan... Klan Hayashi.
#
Note: "Teman-teman... Terimakasih telah memberikan banyak dukungan pada buku ini. Saya senang melihat nya. Dan Jangan lupa Berikan Vote pada buku ini agar semakin ramai. Minnaa... Arigato..."
suka dg ide briliannya
seratusss....semangat thor👍