NovelToon NovelToon
GAYATRI Ketika Cinta Tak Lagi Berharga

GAYATRI Ketika Cinta Tak Lagi Berharga

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Angst / Penyesalan Suami
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Gayatri, seorang ibu rumah tangga yang selama 25 tahun terakhir mengabdikan hidupnya untuk melayani keluarga dengan sepenuh hati. Meskipun begitu, apapun yang ia lakukan selalu terasa salah di mata keluarga sang suami.

Di hari ulang tahun pernikahannya yang ke-25 tahun, bukannya mendapatkan hadiah mewah atas semua pengorbanannya, Gayatri justru mendapatkan kenyataan pahit. Suaminya berselingkuh dengan rekan kerjanya yang cantik nan seksi.

Hidup dan keyakinan Gayatri hancur seketika. Semua pengabdian dan pengorbanan selama 25 tahun terasa sia-sia. Namun, Gayatri tahu bahwa ia tidak bisa menyerah pada nasib begitu saja.

Ia mungkin hanya ibu rumah tangga biasa, tetapi bukan berarti ia lemah. Mampukan Gayatri membalas pengkhianatan suaminya dengan setimpal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GAYATRI 33

Rashaka Nareswara berjalan memasuki hotel itu dengan langkah yang tergesa, tubuhnya terasa lelah usai menempuh perjalanan jauh dan ia ingin segera beristirahat. 

Namun, ia justru kebingungan mencari nomor kamarnya sendiri. “Ah, Nathan tidak mengatakannya dengan jelas. Dan sekarang aku harus menghubunginya lagi,” gumam Shaka, menghela napas lelah. 

Ia merogoh ponselnya, tetapi, seseorang menabrak bahunya hingga Shaka tak sengaja menjatuhkan ponsel mahalnya. 

Pria yang sedang terburu-buru itu sontak meminta maaf dan mengambil ponsel Shaka yang terjatuh. “Ma-maaf, aku sedang terburu-buru dan tidak sengaja menjatuhkan ponselmu,” kata Mahesa takut. Apalagi setelah melihat sosok yang ia tabrak. 

Shaka hanya tersenyum tipis, lalu mengambil ponselnya dari tangan Mahesa. “Tidak apa-apa, aku tahu beberapa orang memang kadang-kadang ceroboh,” sindirnya seraya membenarkan letak kacamatanya. 

Mahesa meminta maaf sekali lagi dan merasa bersalah. “Aku benar-benar tidak sengaja. Ponselmu sepertinya rusak, biar aku ganti dengan yang baru,” kata Mahesa menawarkan ganti rugi. 

Mendengar itu, Shaka tertawa pelan. “Tidak, tidak perlu. Ini hanya ponsel biasa. Tidak apa-apa, jangan khawatir,” katanya dengan tenang. 

“Tapi—” 

“Tuan! Apakah ada masalah? Anda tadi menelepon tapi ponsel Anda langsung mati. Apakah terjadi sesuatu?” tanya Nathan dengan napas yang terengah. Ia langsung berlari dari lobby lantaran ponsel tuannya yang mendadak mati. 

Mahesa membeku, melihat Nathan dan Shaka bergantian. Diam-diam ia merasa malu sekaligus bersalah. Sepertinya ia sudah berpapasan dengan orang penting. 

“Tidak ada apa-apa, Nath. Hanya sebuah insiden kecil, kau tidak perlu khawatir,” jawab Shaka santai. Ia tersenyum pada Mahesa. Untuk sesaat, ia merasa pernah mengenali wajah pria yang sudah menjatuhkan ponsel mahalnya itu. 

Merasa sosok pria yang di depannya itu adalah orang penting, Mahesa sekali lagi meminta maaf sambil membungkuk. “Sekali lagi, mohon maafkan saya.” 

“Tidak apa-apa, santai saja.” 

“Maaf, jika boleh tolong pergi. Tuan kami harus beristirahat,” kata Nathan menyela. Sikap protektifnya muncul tiap kali ada orang asing yang mencoba mendekati Shaka. 

Mendengar itu, Mahesa pun berlalu pergi sementara Nathan mengantarkan Shaka ke kamarnya. 

“Apa kau mengenal pria tadi, Nath?” tanya Shaka tiba-tiba saat ia sudah berada di kamarnya sendiri. 

Nathan menggeleng pelan, “Tidak, Tuan. Saya baru melihatnya. Apakah Anda mau saya mencari tahu tentang pria tadi?”

“Tidak, tidak perlu. Mungkin aku hanya salah mengenali orang. Besok pagi tolong bawakan aku ponsel baru, yang tadi sepertinya sudah retak,” pintanya lalu mulai membuka jas dan bersiap membersihkan diri. 

“Baik, Tuan.” 

Setelahnya, Nathan pergi keluar dengan membawa serta ponsel mahal tuannya yang rusak. Ia menatap ponsel itu dengan iba. “Ini sudah ketiga kalinya beliau mengganti ponselnya bulan ini,” gumam Nathan. 

***

Sementara itu, di kamarnya, Nadya sedang menunggu Mahesa yang katanya ingin keluar untuk membeli sesuatu ke supermarket. 

Nadya menatap penampilannya sendiri di cermin kamar itu. Ia sudah mempersiapkan diri dengan memakai lingerie berwarna merah terang, tak lupa memakai parfum agar Mahesa semakin terpikat. Ia tersenyum bangga melihat dirinya sendiri yang begitu terlihat menggoda.

“Mari kita lihat siapa yang akan menang, Gayatri. Mahesa mungkin suamimu tapi dia adalah milikku sekarang,” katanya berkata pada cermin seolah ia sedang bicara pada Gayatri.

Tak lama dari itu Mahesa datang dengan napas yang terengah. 

Nadya berdiri dan siap menggoda pria itu. Perlahan, ia mendekati Mahesa dengan tatapan mengerling. “Kenapa kau begitu lama?” tanyanya manja.

Mahesa yang melihat penampilan Nadya malam itu seketika lupa dengan apa yang ingin ia katakan. Dalam sekejap mata, ia terbuai oleh rayuan Nadya. 

“Kau … begitu cantik,” kata Mahesa memuji seraya mengelus pelipis, pipi hingga bibir ranum perempuan itu.

# EITSSS, TAHAN DULU. SEBAGAI AUTHOR YANG BUDIMAN, AKU AKAN SKIP ADEGAN NINANINU-NYA OKAY. SAMPAI SINI PUN READERS PASTI SUDAH PAHAM, KAN? HIHIHI.

•••

“Bagaimana? Ponsel Ayahmu masih tidak bisa dihubungi?” tanya Gayatri.

Keandra, Keenan dan Kaluna menggeleng bersamaan. Mereka sudah mencoba menghubungi ponsel Mahesa sejak semalam, tetapi Mahesa bahkan tidak mengangkat telepon ataupun membalas pesan.

Gayatri mendadak cemas, pasalnya hari ini mereka akan kedatangan keluarga Mavendra untuk membahas hal penting. Tetapi, orang yang seharusnya ada di sini untuk membuat keputusan justru tidak hadir.

“Apakah kalian tidak mendapatkan pesan apa pun dari ayah kalian? Misalnya menghubungi karena sibuk atau urusan?” tanya Gayatri lagi. 

Kaluna yang biasanya sering bertukar pesan dengan Mahesa pun menggeleng. “Ayah tidak mengirim pesan apa pun padaku.” 

Sarita dan Wira pun mengatakan hal yang sama. Padahal biasanya, Mahesa selalu mengabari Sarita jika ada keadaan yang memaksanya untuk tidak pulang.

“Keenan, coba hubungi kantornya. Mungkin ayahmu lembur atau terpaksa pergi dinas tapi lupa mengabari,” titahnya pada Keenan.

Keenan langsung melaksanakan yang diperintahkan, tetapi jawabannya pun tetap sama. “Mereka bilang Ayah sudah pulang pukul 7 malam dan pagi ini pun belum datang ke kantor.” 

Gayatri semakin gemas dengan sikap Mahesa itu. Lalu, ia berpikir untuk menghubungi seseorang yang sangat mungkin bersamanya.

“Keandra, tolong ambilkan ponsel Ibu,” kata Gayatri.

Begitu menerima ponsel usangnya, Gayatri langsung menepi dari sana dan menghubungi nomor Nadya. Panggilan itu tersambung.

“Di mana Mahesa?” 

***

Gayatri berjalan memasuki hotel itu dengan langkah besar, tangannya terkepal kuat. Di matanya tersirat kemarahan pada Mahesa. Tetapi ia bukan marah karena mendapati Mahesa bermalam dengan Nadya, melainkan sikapnya yang sangat tidak bertanggung jawab.

Dalam perjalanannya menuju lift, secara tidak sengaja ia menabrak seorang pria. Ia terlalu marah hingga tidak melihat jalan. Namun, ia tidak bisa berhenti walau sekadar untuk meminta maaf secara sopan.

Sementara pria yang ditabrak itu sedikit meringis. “Ada apa denganku? Sejak kemarin, kenapa orang-orang terus menabrakku?” tanyanya heran seraya membenarkan letak kacamatanya.

Ia sempat melihat punggung perempuan itu, hanya sesaat sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya keluar. 

“Kurasa mataku mulai bermasalah, sejak semalam aku terus saja melihat orang-orang yang terasa familiar,” gumamnya. Shaka melepas kacamatanya, memastikan kacamata itu bersih tanpa noda. 

“Mungkin aku juga harus menggantinya,” kata Shaka pada dirinya sendiri lalu melanjutkan langkah. Ia memiliki agenda yang sangat penting hari ini dan tak boleh melewatkannya. 

***

EH, GAK JADI LIBUR UPDATE 🤪

TUAN SHAKA SI PEMUJA GAYATRI SUDAH MUNCUL GAISSS. SESUAI PERMINTAAN READERS, BUAT ADEGAN DI MANA MEREKA BERTEMU, HAHAHA.

Cuma di sini Gayatri belum kenal, ya. Maklum, kan udah 25 tahun gak ketemu si pengagum rahasia. 🤣

Happy Reading 🥰

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lah malah jadi suporter 😂😂
HK: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Siti Siti Saadah
kamu jangan lembek kumpuli. bukti kakurang ajar an suamimu
HK: Kata Gayatri, otw lagi dikumpulkan, Kak 😌
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu jangan mundur Gayatri 😔
HK: Maju terus pantang mundur 😌
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Nayana
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dia memang biangnya ribut 😔
HK: Motto hidup Nayana kayaknya di mana ada keributan di situ ada dia /Facepalm/
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
hahaha... liat ini keenan, justru camermu yg menemukan bukti perselingkuhan ayahmu 😂😂😂😂😂😂
Siti Siti Saadah
ambil aja harta itu ada yg menunggu gayatri dengan harta berlimpah
Siti Siti Saadah: yesss jadi Nyonga sultan shaka
total 2 replies
Siti Siti Saadah
istri nya sudah tahu kirimnya ke si keenan aja biar puasssss
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Istrinya sudah tau 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kalian sangat cocok,pasangan serakah 😏
HK: 11 12 😌
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Bener" nih anak harus dikasih pelajaran 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 👍🏻
melinda
cepat nikah sama shaka aja
HK: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kicep kan luuu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kau pikir shakira mau diperlakukan begini olehmu hah?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
anak sok tau mau berulah..
Siti Siti Saadah
lagian anak mereka bukan anak dibawah umur
Siti Siti Saadah
tetap teguh gayatri untuk memberikan arti buat mahesa bahwa dirimu berarti. soal anak asuh anakmu akan memilih dengan hatinya. siapa yg punya cinta tulus
HK: Lagian mereka dah pada gede ya /Shy/
total 1 replies
Anonymous
SUMPAH POCONG LU BERANI GA
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
idih mahesa tunggu saja bukti bakalan ada dan hak asuh anak anak akan ke tangan Gayatri. dengan bantuan anin dan shaka
HK: Yesss betul
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!