NovelToon NovelToon
Jadi Istri Pengganti Untukmu

Jadi Istri Pengganti Untukmu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pengganti / Obsesi / Tukar Pasangan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

Luna terjebak dalam pernikahan kakaknya dengan william, pria itu kerap disapa Tuan Liam. Liam adalah suami kakak perempuan Luna, bagaimana ceritanya? bagaimana nasib Luna?

silahkan dibaca....
jangan lupa like, komen dan vote

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31.

Luna masih terpaku, mencoba mencerna kalimat terakhir Mom Kanaya.

Takut kehilangan satu-satunya alasan yang membuatnya merasa menjadi manusia. Kata-kata itu terasa berat, menyesakkan, sekaligus memberikan sedikit rasa hangat yang membingungkan di dadanya.

"Tapi... kenapa harus dengan cara yang menyakitkan, Mom?" suara Luna akhirnya pecah, nyaris berbisik karena takut salah bicara. "Dia memintaku dengan cara yang tidak biasa dan mana mungkin dia takut kehilangan aku?"

Mom Kanaya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyimpan ribuan rahasia tentang bagaimana menghadapi pria-pria keras kepala di keluarga mereka. Ia mengelus lembut pipi Luna.

"Karena pria seperti Liam tidak pernah diajarkan cara meminta, sayang. mereka hanya tahu cara memerintah dan menggenggam. baginya, melindungimu dan memilikimu adalah satu hal yang sama." Kata Mom Kay.

Luna mengangguk dan tersenyum tipis, dia masih bingung dengan penjelasan itu. menurutnya wanita paruh baya di hadapannya ini tampak tenang dan berpengalaman.

Kemudian keduanya melangkah menuju sebuah ruangan.

Mom Kanaya membuka pintu sebuah lounge mewah dengan senyum penuh arti.

Di dalamnya, suasana pecah dengan tawa dan aroma parfum mahal. Luna merasa seperti masuk ke sarang bidadari yang entah kenapa terdengar sangat berisik.

"Semuanya, kenalkan ini Luna," ucap Mom Kanaya tenang.

Seketika, lima pasang mata menoleh.

"Wah! boneka hidup dari mana ini?" Rebecca yang pertama berdiri, mendekat dengan gaya tengilnya.

"Tante, ini koleksi baru atau calon mangsa? kalau boleh.. buat aku saja, mau aku dandanin jadi Gothic Lolita!" Ucap Rebecca melihat gaun unik Luna dengan menahan senyum.

Luna tampak sangat spesial malam ini dengan gaun anehnya menurut mereka.

"Heh, Bec! Jangan ditakut-takuti," Dona menyahut sambil menggendong anak perempuan mungilnya.

Ia berdiri dan menepuk bahu Luna keras-keras sampai Luna hampir terjungkal.

"Hai Luna! aku Dona. santai aja kita disini semuanya normal kok.” Ucapnya tersenyum misterius.

"Yah, Dona betul." suara lembut Araa menyela.

Ia sedang duduk di sofa, asyik mengunyah makaron sementara dua anak kembar nya lari-larian di karpet. Araa menatap Luna dengan mata bulat yang sangat polos.

"Luna, kamu sudah makan? kalau belum.. ini makaronnya enak. tapi jangan diminta semua ya." Kata Araa sedikit tidak rela berbagi sebenarnya.

Luna mengerjap, bingung harus menjawab apa.

"E-eh tidak usah, salam kenal semuanya... saya Luna."

Zoya yang sedang asyik memoles kuku kaki sambil selonjoran menyahut tanpa menoleh.

"Sudah menikah?"

"Sudah." Balas Luna menyesuaikan diri.

"Pahit ngga lun? cowok lokal emang gitu. posesifnya kayak cicilan bank, mending cari bule tahu Lun. pengalaman aku nih, kalau pacaran sama bule. minimal kalau putus kita nggak diculik karena beda negara, cuma dikasih email perpisahan yang harus diterjemahkan di Google Translate."

"Bule mana enak idih." Sela Rebecca.

"Kamu jomblo akut, mana tahu!" Balas Zoya.

"Belajar sana di kak Carine, tuh suaminya jinak bener sekarang." Tambah Zoya mengejek Rebecca dengan puas.

"Jinak karena Kak Carine bawa cambuk ya?" celetuk Rebecca sambil tertawa nakal.

Yang lainnya sontak terbahak-bahak mengingat cambuk jenis lain yang dimaksud Rebecca.

"Enggak kok! Kak Reno kan jinak sama Kak Carine karena Kak Carine pinter bahasa kalbu!" timpal Araa dengan polosnya,

membuat yang lain tertawa terpingkal-pingkal.

Sementara Carine hanya mengulum senyum malu dan sudah terbiasa dijadikan bahan candaan, bagaimana tidak? suaminya itu mantan Casanova.

Luna yang awalnya tegang, perlahan mulai tersenyum.

"Kalian... semua sudah menikah?" Tanya Luna.

"Aku sudah punya pacar bule." seru Zoya.

"Zoya... bule mu itu bukan yang tipe, I love Bali kan?" Tanya Becca

"Enggaklah.. bule ku itu royal abis." Balas Zoya meyakinkan.

"Baguslah kalau begitu." Kata Becca iri.

"Kalau aku sudah punya dua anak, kembar lagi. tambah kak Aston jadi anaknya ada tiga," ucap Araa sambil nyengir tanpa dosa.

Membuat yang lainnya kembali tertawa lepas.

"Siapa nama suamimu Luna?" Tanya Becca penasaran.

"Tuan Liam." Jawab Luna singkat.

"Kamu dipaksa kan? pasti tebakan ku benar, panggilanmu saja seformal itu." Tebak Becca dengan sangat penasaran.

Suasana yang tadinya penuh tawa dan candaan renyah tiba-tiba membeku. udara di dalam ruangan itu seolah tersedot habis saat Luna menarik napas dalam-dalam, matanya bergetar menatap wanita-wanita yang sudah dia anggap temannya satu per satu. lagian mereka sepertinya orang baik dan dia tidak perlu takut untuk jujur.

​"Entah di paksa atau terpaksa." suara Luna lirih namun sanggup menghentikan gerakan Zoya yang sedang memoles kuku kakinya.

​"Apa maksudnya? jangan bilang kamu menganggapnya tuhan?" celetuk Becca, masih mencoba bercanda meskipun firasatnya mulai tidak enak.

​"Kami baru menikah dan aku istri kedua jadi aku memanggilnya seperti itu untuk menghargainya." Balas Luna.

Hening.

​Zoya menjatuhkan botol kuteknya ke lantai. Araa yang tadi nyengir polos langsung melongo, sementara Carine terpaku di tempatnya.

​"Apa kamu bilang Lun?! jngan bercanda, ini nggak lucu!" seru Zoya dengan suara yang naik satu oktaf.

​"Aku memang istri kedua Tuan Liam," ulang Luna.

"Dan yang lebih gila lagi... kalian tahu siapa istri pertamanya? siapa wanita yang harus aku bagi suaminya setiap hari?"

​Luna menjeda kalimatnya, tangannya mencengkeram ujung baju dengan sangat kencang hingga buku jarinya memutih.

​"Kakak kandungku sendiri." Kata Luna pada akhirnya.

"APA?!!!" Becca berteriak histeris, wajahnya merah padam antara syok dan tidak percaya.

"Luna! Kamu gila?! kamu berbagi suami sama kakak kandung kamu sendiri? oh god?!" Kata Zoya sangat syok.

​"Ya Tuhan, Luna..." Dona menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya membelalak horor.

"Bagaimana mungkin? ini... ini inses secara tidak langsung! bagaimana bisa keluargamu mengizinkan ini?" Ucap Mom kay yang baru tahu, dia tidak percaya dengan kegilaan itu.

​"Gila! Ini bener-bener plot twist paling menjijikkan yang pernah aku dengar!" Zoya berteriak frustrasi, mondar-mandir di ruangan itu sambil menjambak rambutnya sendiri.

"Luna, kamu itu cantik! kenapa harus jadi pelakor di rumah tangga kakakmu sendiri?!" Kata Becca menasehati Luna.

​"AKU BUKAN PELAKOR!" Luna balas berteriak histeris, sudah dia duga wanita-wanita ini pasti akan salah paham padanya.

"Kalian pikir aku menginginkan posisi ini? kalian pikir aku bahagia tidur dengan suami kakakku sendiri? meskipun statusku istri kedua."

​Semua orang di ruangan itu tersentak. Becca yang tadinya menghakimi langsung terdiam, sementara Dona masih menutup mulutnya dengan tatapan horor.

​"Kak Lena... dia kabur," bisik Luna dengan bahu yang bergetar hebat.

"Dia pergi begitu saja tanpa penjelasan, tapi statusnya masih istri sah Tuan Liam. dan aku? aku dipaksa menjadi istri pengganti untuk menutupi aib itu." Kata Luna.

Keheningan yang mencekam menyelimuti mereka.

Kemarahan Zoya menguap, digantikan oleh rasa iba yang menyesak dada melihat teman barunya hancur.

​"Kenapa harus kamu, Lun? kenapa keluarga kamu nggak menolak?" tanya Zoya dengan suara yang kini melunak.

​"Karena tuntutan ganti rugi," jawab Luna getir sambil menyeka air matanya.

"Kak Lena kabur, Ayah merusak mobil Rolls-Royce milik Tuan Liam. katanya kerusakannya sangat parah, dan keluarga kami tidak punya uang untuk mengganti rugi, pilihannya hanya dua. masuk penjara karena hutang itu, atau aku yang harus menggantikan posisi kak Lena sebagai istri." Jelas Luna.

Mendengar penjelasan itu, suasana langsung berbalik 180 derajat. tatapan menghakimi dari teman-temannya kini berubah menjadi tatapan penuh iba dan penyesalan karena telah salah paham.

​"Maafkan kami, Luna..." gumam Zoya pelan, mendekat untuk merangkul bahu Luna yang tampak sangat rapuh itu.

"Aku juga minta maaf." Kata Araa di barengi dengan yang lainnya.

"Tidak apa-apa, yang tidak tahu pasti akan salah paham. aku hanya ingin jujur karena melihat kalian sangat baik," Balas Luna tersenyum.

Kemudian mereka semua mulai duduk berdekatan dan berhadapan sambil bercerita banyak hal.

Bersambung..

1
partini
👍👍👍👍
partini
visual nya 👍👍👍👍👍👍 lanjut thor
partini
berpisah nya karena salah faham
partini
❤️❤️❤️❤️👍👍 lanjut
Agunk Setyawan
kocak🤣
partini
good story
partini
lanjut thor 👍👍👍👍
partini
wah tengil dua dua nya
partini
jahat Banggt si Liam itu mah bukan istri
Momy Ji Ji: Aslinya jahil kak/Proud/, ikuti terus yah/Smirk//Rose/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!