AFI seorang gadis yang berusia 21 tahun ,yang masih menduduki bangku perkuliahan yang harus menikah muda karna perjodohan dengan seorang abimana
salah seorang dokter muda ,sifat nya yang dingin ,cuek, dan muka datar nya namun tidak untuk istri nya ,ketika bersama istri nya Abi selalu bersikap lembut ,bawel, dan yang tentunya selalu menyayangi dan mencintai AFI,,,
jangan lupa mampir ke cerita ku ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Abi memejamkan matanya sejenak, tangannya masih menopang pipi Afi, "Oma bilang begitu" tanya Abi
"Oma bilang...bilang kalau afi tidak pantas bersanding sama mas Abi," ujar Afi
Abi menarik nafas dalam-dalam lalu memeluk Afi erat, "jangan khawatir sayang, mas tidak akan pernah meninggalkan kan kamu, nanti mas akan bicara sama Oma"
Abi memeluka Afi kembali memenangkan wanita yang sangat-sangat ia cintai, "sekarang ayo mandi, bentar lagi kita harus turun, kerabat Oma bakalan bertamu kerumah kita sayang" ucapa Abi panjang lebar Afi hanya mengangguk dengan lemah.
***
setelah menyelesai kan mandinya, Afi duduk didepan mejarias pikirannya melayang entah kemana "sayang," panggil Abi yang berdiri di belakangnya, Afi berdiri memandang suami yang ada didepannya sambil memperlihatkan senyumnya.
"Ayo turun, semua orang udah nunggu kita dibawah"
Afi hanya mengangguk saja, Abi memandang istrinya, Abi bisa merasakan kalau istrinya itu sedang tidak baik-baik saja, "kenapa?" tanya Abi
Afi mendonggak memandang mata Abi, " Mas kalau nanti banyak yang nggak suka sama Afi gimana?" ujar Afi, yang terlalu gugup.
" it's ok, my love, I'm here. Don't worry, I will always protect you" ujar Abi memberikan kata-kata penenang, Abi menautkan jari-jemarinya dengan Afi menggenggam tangan Afi dengan erat, Afi yang mendapatkan perhatian yang sangat manis dari suaminya, menarik ujung bibir nya membentuk sebuah senyuman.
Setidaknya ada Abi disampingnya, ada sosok laki-laki yang selalu melindungi nya,
🍁🍁🍁
Diruang tamu banyak orang sedang berkumpul, entah apa yang mereka bincang, semua orang tampak bahagia,
"Eh Abi?" kata seorang gadis yang seumuran dengan Abi, Abi hanya tersenyum pada gadis itu yang tak lain adalah sepupunya, Abi menarik tangan Afi, agar Afi ikut duduk disampingnya.
Afi hanya bingun pada seorang gadis yang sangat iya kenali ada hubungan apa ia dengan keluarga Abi, "Alice..." kata Afi bingung, Alice yang mendengar suara Afi hanya menampilkan senyum manisnya.
"ini istri kamu Abi?" tanya tantenya Abi
"iya Tan, kenalin Afi istrinya Abi" ujar Abi memperkenalkan Afi pada tantenya.
"Wah...pinter ya Bi kamu milih istri, cantik, manis, kalo kata Om kamu mah, ayu tenan" kata Tante Cika memuji Afi,
"Tante juga cantik" kata Afi memuji kecantikan Tante Cika,
"jelas dong nak, om tidak mungkin salah pilih istri, Tantemu ini udah cantik, pinter masak, jago membahagia kan suami lagi" ujar suami Tante Cika,
Afi tertawa mendengar penuturan om Kevin, yang tak lain adalah suami Tante Cika.
Suasana yang awalnya hangat tiba-tiba menjadi tegang ketika Tante Tasya membuka pembicaraan dengan nada yang terjelas sinis,
"wah, Afi...kalian kan menikah sudah cukup lama ya! Kok masih tampak langsing ya? Kayak nya tidak ada tanda-tanda buah hati nih di perut kamu. Bukan maksud Tante menyakit kan hati, tapi kalau istri tidak bisa hamil, itukan masalah besar buat keluarga kita loh."
Afi yang mendengar penuturan Tante Tasya, menundukkan pandangannya, kedua tangannya salin meremas tidak tau harus menjawab apa.
Abi yang ingin membela, tapi sebelum itu Oma yang duduk tak jauh dari Afi berbicara dengan wajah yang serius.
"Afi, kamu berasal dari keluarga baik baik kan? Kenapa sampai sekarang kamu belum juga memberikan Abi keturunan? Saya sudah tua, dan saya mau melihat cicit saya sebelum ajal menjemput. Kalau kamu tidak bisa memberi Abi pewaris, mungkin saya harus memikirkan jalan lain untuk punya keturunan."
Kata-kata oma seperti cambuk bagi Afi.
dia tidak tahan lagi mendengar kata-kata oma yang terus saja memojokkan dirinya, Afi berdiri dengan cepat, "maaf, Afi permisi ke kamar dulu." lalu Afi berlari meninggalkan ruang tamu, dan menyisakan ruang tamu yang semakin tegang.
"Abi permisi sebentar," Abi mengikuti Afi kekamar, semampainya di dalam kamar Abi menemukan Afi yang menangis tersedu-sedu di atas kasur, "sayang, jangan difikirkan apa yang mereka semua katakan. Kita kan sudah membicara kan tentang ini sebelumnya" ujar Abi menepuk punggung Afi perlahan.
Ternyata. Beberapa waktu lalu Afi sudah melakukan pemeriksaan, dan dokter mengatakan dia memiliki beberapa masalah pada rahimnya, yang membuat Afi harus menjalani perawatan sebelum hamil. Afi takut memberi tau keluarga Abi, karna takut tidak diterima. Dan sekarang ketakutannya menjadi kenyataan.
Sedangkan di ruang tamu, Tante Tasya malahan semakin memperkeruh keadaan "lihat kak Adel, apa Tasya bilang dari awal, mungkin Afi memang tidak cocok buat Abi. Kalau perlu, kita cari aja calon istri lain untuk Abi yang bisa memberikan keturunan buat keluarga kita."
Oma mengangguk perlahan, "kamu punya pemikiran yang baik Tasya? Kalau ada yang cocok, mungkin Oma harus bicara langsung sama Abi."
Sementara tanpa merek Sadari seorang gadis yang juga berada disana hanya tersenyum sinis, dan berfikir,
sekarang kesempatan ku datang...
BERSAMBUNG...