Kalau kau tidak mencintaiku kenapa kau menikahi ku gus ?
Kenapa kau tak merelakan aku bersama teman mu yang mencintaiku ?
Kau mengikat ku dalam hubungan yang menyakitkan !
Anisa Az-Zahra seorang gadis biasa yang terpana dengan bahu seorang laki-laki saat hari terakhir OSPEK, dia memendam rasa pada laki-laki tersebut yang kemudian ia mengetahui namanya yaitu Muhammad Ali Haidar yang merupakan seorang gus besar.
Sampai akhirnya Zahra menikah dengan Ali, tapi kehidupan setelah menikah tak seindah yang Zahra bayangkan karena dalam hati Ali terdapat nama wanita lain yaitu Selly bahkan nama Zahra pun tak tertera dalam hati Ali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfi Syafa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 VIDEO CALL UMI
Keesokan harinya aku dan Mas Ali berniat untuk memulai perjalanan kita di luar hotel aku melihat Bli Aji sudah menunggu kedatangan aku dan Mas Ali, aku dan Mas Ali pun berjalan menuju Bli Aji.
"Silahkan Mas Ali Mbak Zahra" kata Bli Aji sambil membukakan pintu mobil untukku dan Mas Ali
"Iya terima kasih Bli" ucap Mas Ali sembari masuk ke mobil
Setelah aku dan Mas Ali masuk ke mobil Bli Aji pun menduduki kursi kemudinya.
"Maaf ini tujuannya mau kemana ya Mas Mbak? " tanya Bli Aji
"Kemana ya Bli enaknya" kata Mas Ali
"Ke pantai saja bagaimana Mas?" tanya Bli Aji
"Emm kayaknya kepantainya nggak sekarang deh Bli" kata Mas Ali
Setelah beberapa saat Mas Ali dan Bli Aji berdiskusi akhirnya diputuskan kalau kita akan pergi ke Ubud Monkey Forest.
Sedang Mas Ali dan Bli Aji berdiskusi aku terheran-heran karena Mas Ali bingung mau menginjakkan kaki kemana dahulu.
"Terus mau kemana Mas? " tanyanya
"Oh ini ke Ubud Monkey Forest aja Bli saya mau ngadain meet and greet istri saya dengan saudara-saudaranya" ucap Mas Ali sambil tertawa
"Ih Mas tega banget, masak nyamain Ra kaya monyet" kataku kesal
"Hahaha jangan marah dong sayang aku kan cuma bercanda" ucap Mas Ali tapi masih saja dia tertawa dengan puas
"Hemmm iya" jawabku singkat
Aku kesal dengan candaan Mas Ali, dan Mas Ali pun tak menghiraukan kekesalanku dia malah tertawa lebih puas lagi melihatku manyun kesal.
Di dalam mobil kita membicarakan sesuatu yang bisa kita bicarakan, tak jarang kita tertawa bersama dengan hal yang kita bicarakan.
Setelah sekitar setengah jam kita sampai di Ubud Monkey Forest, ku lihat seperti hutan yang rindang yang di dalamnya terdapat juga arca dan banyak sekali kera.
Aku sedikit ngeri melihat banyaknya kera di sana, aku berjalan dengan menggenggam tangan Mas Ali dengan erat.
"Kenapa Sayang? “ tanya Mas Ali
"Nggak papa kok Mas" jawabku sedikit gugup
"Kamu takut ya? “ tanyanya kembali
"Enggak Mas aku malah seneg banget diajak jalan-jalan ke alam kaya gini, tapi cuma agak ngeri aja sama keranya, orang banyak gitu Ra samar di serang" ucapku polos
"Hahha kamu tu lucu tau sayang mana ada kera nyerang kita dia kan hewan biasa nggak akan ngganggu kalau kita nggak ngganggu" kata Mas Ali
"Iya Mas" kataku
"Yuk kita kesana" kata Mas Ali
Aku dan Mas Ali berjalan menuju penjual pisang, kami berniat untuk memberikan pisang itu pada kera-kera yang ada di tempat itu.
Setelah membeli pisang tersebut aku dan Mas Ali duduk di sebuah bangku dan tiba-tiba ada monyet yang menghampiri kita, kami pun memberi satu pisang yang berada di tangan kami, satu persatu pisang yang kami bawa sudah habis karena banyaknya kera yang mendekati kita.
Setelah itu aku dan Mas Ali memutuskan untuk pulang ke hotel, kami memang sepakat bahwa dalam menyusuri setiap tempat di Bali hanya satu tempat dalam sehari sehingga kita dapat menikmati keindahannya.
"Haduh capek juga ya Mas" kataku pada Mas Ali yang sedang menutup pintu kamar hotel kami
"Iya sayang, mau aku pijitin? " tanya Mas Ali
"Nggak usah Mas cuma capek biasa gini kok" kataku
"Sini sayang biar aku pijitin, pasti kamu akan nagih soalnya pijitan ku ini enak lo sayang" kata Mas Ali
"Iya terima kasih Mas" ucapku
..
Tak terasa sudah sepuluh hari aku dan Mas Ali berada di Bali, dan pagi itu aku habis mandi langsung menuju meja rias, kemudian ku keringkan rambutku dengan head dryer ditengah kesibukan ku itu tiba-tiba Umi video call di ponselnya Mas Ali.
"Assalamu'allaikum Umi" sapa Mas Ali
"Waalaikumsalam Al, gimana kabar kamu dan Zahra? " tanya Umi
"Baik Umi, kita berdua bahagia kok oh ya ini Zahra juga lagi di sini" kata Mas Ali
"Oh ya mana mantu kesayangan Umi" ucap Umi
"Mas aku kan belum kuncir rambut, belum pakai hijab juga" kataku
"Nggak papa sayang kan cuma sama Umi" rayu Mas Ali
"Iya tapi kan nggak enak Mas" kataku
"Udah sini cepet" ucap Mas Ali sambil menepuk ranjang di bagian depannya seolah isyarat agar aku duduk di depannya, tak berfikir lama aku berjalan mendekati Mas Ali, kulihat orang yang di hadapan Mas Ali yang berada di layar ponsel Mas Ali
"Assalamu'allaikum Umi" kataku malu-malu
"Waalaikumsalam sayang, kamu terlihat cantik banget sayang" ucap Umi
"Iya terima kasih Umi, Umi sama Abah bagaimana kabarnya" tanyaku
"Alhamdulillah baik-baik saja, kalian berdua di situ juga harus jaga kesehatan ya" kata Umi
"Iya Umi" jawabku
Beberapa saat aku dan Mas Ali video call dengan Umi dan saat itu aku malu sekali dengan Umi karena aku tak memakai hijab, sedangMas Ali sering sekali memainkan rambutku sesekali juga mencium rambutku.
"Ih Mas Ra malu tau sama Umi kalau nggak pakai hijab gini" ucapku setelah video call selesai
"Sayang Umi kan mahram kamu kenapa malu? " tanya Mas Ali
"Ya soalnya aku nggak pernah buka hijab meski di depan Umi, jadi belum terbiasa" kataku
"Subhanallah sayang kamu tu nggemesin banget" kata Mas Ali sambil mencubit hidung ku
"Emm sekarang kita mau jalan-jalan kemana Mas?" tanyaku
"Ke pantai aja yuk sayang" kata Mas Ali
Hari ini aku dan Mas Ali akan ke pantai, setelah sepuluh hari di Bali akhirnya kita menginjakkan kaki kepantai juga.
entah q ny yg bapran ato novel ny yg bnyk bwang