Jodoh itu rahasia Tuhan. Siapa sangka dua manusia yang terkesan saling cuek dan tidak punya ketertarikan satu sama lain itu disatukan dalam ikatan pernikahan. Akan seperti apa rumah tangga keduanya, saling menerima atau malah kalah sebelum mencoba? Ikuti kisah mereka karena mungkin kita akan menjadi saksi cinta mereka bertumbuh atau sebaliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak tahu?
Sore itu cuaca cukup mendung seperti mewakili perasaan kedua orang tua Irsan, mereka sangat terpukul kehidupan rumah tangga anaknya harus selesai bahkan saat usia pernikahannya belum genap 1 tahun. Keduanya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, justru mereka yang merasa bersalah karena sudah memaksakan kehendak, pikirnya mereka sudah dewasa akan berhasil dalam setiap ujian pernikahan, dan nyatanya ekspektasi itu hancur karena perpisahan Irsan dan Alma.
"Ayah Apa tidak sebaiknya kita hubungi Irsan saat ini juga, memberikan kabar mengenai perpisahannya dengan Alma, bagaimanapun dia harus tahu dan menerima konsekuensi atas pilihan yang dia buat. Apa kita terlalu berlebihan ya memberikan tanggung jawab kepada Irsan? sehingga dia mati-matian ingin membuktikan bahwa Irsan mampu mengelola restoran keluarga yang dibebankan kepadanya."
Ayah Ihsan Hanya menggeleng sejujurnya dia pun merasa bersalah, padahal sebagai seorang ayah dia masih cukup mampu untuk mengelola restoran. Restoran yang sebelumnya diwariskan kepada dirinya , malah tanggung jawab itu diberikan sepenuhnya kepada putranya, sehingga harus mengorbankan pernikahannya dengan Alma. Saat ini Ihsan hanya mampu berandai-andai, seandainya dia yang mengelola restoran itu, seandainya tanggung jawab itu tidak diberikan sepenuhnya kepada irsan, seandainya Ia tidak terlalu keras kepada anaknya, seandainya Ia bisa mendidik putranya bertanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga dan juga di dunia kerja, seandainya seandainya, dan seandainya.
Helaan nafas itu terdengar jelas, namun nasi sudah menjadi bubur kata seandainya itu hanya bisa jadi penyesalan yang tidak akan mengembalikan apa yang sudah terjadi, selain menjadikannya pelajaran agar hal yang sama tidak terulang kembali .
"Entahlah Bu, Ayah belum cukup energi untuk mengabari anak itu, entah ayah harus kecewa atau merasa bersalah karena pernikahan Irsan dengan Alma sudah selesai, ayah hanya merasa gagal sebagai orang tua. Andainya waktu bisa diputar kembali, ayah tidak akan mendidik Irsan menjadi laki-laki yang terlalu mementingkan urusan duniawi nyatanya itucmenjadi karakter yang tidak bisa dirubah."
"Sudahlah yah, semuanya sudah terjadi menyesal pun tiada gunanya, saat ini kita hanya bisa menasehati Putra kita agar menjadi lebih baik lagi. Sejujurnya Ibu masih berharap kalau Irsan masih mau berjuang untuk pernikahannya, namun nampaknya hal itu akan sulit karena Alma sudah sangat kecewa kepada anak kita, terlihat jelas dari raut wajah dan cara bicaranya yang tidak lagi tertarik membahas Irsan di hadapan kita."
"Kalau saja kita menyadari sejak awal, mungkin kita bisa memperbaikinya, Irsan kembali lebih awal dan berjuang nyatanya kita terlambat."
Sore itu menjadi renungan untuk keduanya. Seandainya yang menjadi kata pengiring dalam penyesalan suami istri, 'seandainya' kata itu tidak lepas dari penyesalan yang saat ini mendarah daging, sudah terlambat dan tidak bisa berbuat apapun itulah kenyataannya, mungkin saja Irsan bisa mengajukan banding agar bisa kembali kepada Alma, akan tetapi Alma sudah tidak tertarik untuk melanjutkan pernikahannya dan juga belum tentu Irsan mau melakukannya, karena jika sejak awal memperjuangkan pernikahannya,mungkin saat ini perpisahan itu tidak terjadi .
**
Di lain Negara Irsan sedang sibuk dengan beberapa dokumen untuk meresmikan restoran yang Ia buka di Malaysia. Irsan benar-benar bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya, padahal rumah tangganya sudah hancur entah reaksi apa yang akan irsan berikan setelah Ia mendengar semuanya .
Irsan bahkan melupakan sejenak statusnya yang sudah memiliki istri, fokusnya saat ini adalah membangun usaha di bidang kuliner yang sudah sejak lama menjadi cita-citanya, setelah nanti sukses barulah dia akan fokus pada rumah tangganya, namun kenyataannya rumah tangga itu sudah hancur tak bersisa.
Kabar perceraian Alma dan Ihsan masih menjadi rahasia keluarga yang tidak diketahui oleh orang luar, selain Dewi yang menjadi saksi putusnya hubungan Irsan dengan Alma selain dari itu tidak ada. Keluarga pun menyadari serapat-rapatnya bangkai ditutup suatu saat nanti akan tercium baunya, mereka tidak ingin menyembunyikan terlalu rapat, jika ada yang bertanya mereka akan memberitahunya, jika tidak mereka akan tutup mulut dan tidak akan membuka secara sukarela.
Dan benar saja setelah beberapa minggu berlalu bahkan bulan yang terus berganti orang-orang mempertanyakan keberadaan Irsan dan Alma. Alma yang setiap hari pulang ke rumah orang tuanya beraktifitas sendiri tanpa suaminya,begitu juga sebaliknya. Merasa ada kejanggalan yang terjadi antara pernikahan Alma dan Irsan, salah satu tetangga memutuskan untuk bertanya dan ya mereka tidak menutupi kebenaran bahwa Alma dan Irsan sudah bercerai.
"Eh aku masih nggak nyangka loh ternyata Alma sudah bercerai aku pikir hubungan mereka adem ayem dan sedang bahagia bahagianya, ternyata mereka sudah tidak bersama."
"Iya, aku juga kaget mendengarnya padahal mereka pasangan yang cukup serasi sama-sama cantik dan tampan, mereka juga berpendidikan bahkan irsan sukses di karirnya. Kira-kira yang salah siapa ya?Aku jadi penasaran kok bisa cerai, kaya main nikah-nikahan."
Tidak ada yang benar-benar bisa dipercaya dalam sebuah lingkungan pasti ada saja yang berusaha untuk berspekulasi dan beranggapan yang tidak-tidak Itu adalah konsekuensi ketergesa-gesaan yang mereka lakukan di waktu lalu, dan mereka tidak melakukan banyak pembelaan selain menerima .
Lalu saat ini Irsan menyelesaikan Grand Opening di Malaysia, ada penanggung jawab yang akan menghandle restoran di sana Irsan akan kembali ke Indonesia dan memantaunya dari jauh, ia akan mengunjunginya sesekali, namun di waktu santainya ia mendapatkan pesan dari salah satu teman yang ada di lingkungan tempat tinggalnya, menanyakan mengenai kebenaran perceraiannya.
"Di kampung lagi rame nih berita utamanya elo sama Alma, emang bener ya? gue cuma mau konfirmasi aja siapa tahu ini hanya selentingan saja, tapi keluarga lo dan keluarga Alma konfirmasi katanya iya. Beneran Bro?"
Irsan mengernyitkan dahinya dia tidak mengerti konteks Pesan yang disampaikan oleh temannya, dia hanya membalas pesan itu dengan bertanya kembali "Maksudnya apa sih Gue nggak ngerti ?"
"lah kok malah nggak ngerti sih, harusnya lo paham pertanyaan gue tanpa harus gue jelasin karena ini udah jadi rahasia umum, masa lo nggak tau."
"Lah emang gue cenayang bisa ngerti apa maksud pertanyaan lo, to the point aja deh jangan muter-muter gua lagi capek banget nih soalnya pekerjaan gua di sini baru kelar."
Teman dekat Irsan yang bernama Samsul itu merasa terheran-heran dengan tanggapan yang diberikan oleh Irsan, dia pura-pura tidak tahu apa memang tidak tahu harusnya dia bisa menebak dengan mudah apalagi ini berkaitan dengan kehidupan pribadinya, malah sebelumnya ia mengira kepergian Irsan ke Malaysia itu adalah bentuk refreshing atas masalah rumah tangga yang dihadapi laki-laki itu.
"Serius lo nggak tahu? beneran ?"
"Gak jelas lu! kalau misalnya nggak ada yang disampein gua mau istirahat besok gue mau pulang ke Indonesia."
Menyadari ada yang tidak beres Samsul tidak membalas pesan Irsan, jika benar-benar temannya itu tidak mengetahui kebenarannya, artinya keluarga intinya belum memberitahu, dia tidak ingin mendahului lebih baik berita itu disampaikan keluarganya , bukan dari mulutnya.
udh lh al mnding kmu bahagia ja sma pak RT,,, biasa nu dlu msih skrng jdi calon suami,, 😁