【Cantik×Ketos Dingin+Cinta Pandangan Pertama+Cinta Manis】⚠️ FOLLOW DULU BARU BACA ⚠️ Haii..selamat menyelami dunia fiksi, sebagian cerita diambil dari kisah nyata. mohon maaf jika ada kesalahan/kekurangan Dalam cerita ini, karena saya juga manusia biasa. Terimakasih sudah mau mampir ke cerita ini ••••••••• Liliana Marcella Kusuma, Itulah nama yang dulunya disematkan oleh neneknya. entah kenapa sejak dia kecil dia tak pernah mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya, seakan kedua paruh baya itu membentangkan jarak kepada putrinya itu. Namun walaupun begitu, Liliana tetap semangat menjalani harinya karena dia punya pacar yang sangat cinta padanya. Ivander Jovanka Bagaskara, Pria dingin yang tak tersentuh, dan terlahir dari keluarga konglomerat. walaupun punya harta yang melimpah dan keluarga yang lengkap tak membuatnya bahagia. Tapi sejak berjumpa dengan perempuan yang bernama Liliana Marcella Kusuma, membuat dunianya serasa berwarna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sriii Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(34)
Happy reading
Gudang tua itu dipenuhi asap tebal, suara tembakan masih terdengar bersahutan. Alex bergerak lincah, setiap pelurunya tak pernah meleset. Anak buahnya menutup semua akses keluar, membuat orang-orang Arman panik.
Di ruang utama, Arman masih duduk santai di kursi kulit, meski wajahnya menegang.
“Kau pikir bisa menyingkirkan aku dengan cara barbar begini, Alex? Jangan lupa… banyak pejabat berdiri di belakangku.”
Alex menyeringai, matanya dingin.
“Kalau begitu, biar aku mulai dari kepalamu dulu. Urusan pejabat? Itu gampang. Mereka semua akan ikut jatuh setelah kau tumbang.”
Seketika Alex menembak lampu di langit-langit ruangan, membuat suasana semakin gelap. Perkelahian jarak dekat pun tak terhindarkan.
Di rumah sakit, Vander sudah bisa berbicara meski lemah. Liliana tak berhenti menemaninya, sementara bayi mereka terlelap di boks kecil di samping ranjang.
“Liliana…” Vander berbisik lirih, matanya menatap kosong ke langit-langit.
“Aku merasa kecelakaan itu… bukan kebetulan. Ada yang mengincar kita.”
Liliana menatap suaminya cemas.
“Jangan pikirkan itu dulu, sayang. Fokus sembuh. Alex pasti sudah mengurus semuanya.”
Vander menggeleng pelan, genggamannya pada tangan Liliana menguat.
“Tidak. Aku harus tahu siapa dalangnya. Aku tidak akan biarkan anak kita hidup dalam bayang-bayang ancaman.”
Mata Liliana berkaca-kaca. Ia tahu suaminya keras kepala, tapi hatinya juga ikut bergetar—karena jauh di lubuk hati, ia juga merasa kejadian itu memang bukan kecelakaan biasa.
Di gudang, Alex berhasil menjatuhkan beberapa bodyguard. Kini ia berdiri hanya beberapa langkah dari Arman.
Arman tertawa sumbang, meski keringat dingin menetes di pelipisnya.
“Kau boleh membunuhku malam ini, tapi yakinlah… di balikku ada orang yang jauh lebih besar. Orang yang tidak akan pernah bisa kau sentuh, Alex.”
Alex menodongkan pistol tepat di antara mata Arman. Tatapannya menusuk, penuh kebencian.
“Kau benar satu hal, Arman. Aku tidak akan membunuhmu… setidaknya belum. Aku ingin kau hidup cukup lama untuk menyerahkan nama orang itu padaku.”
Arman terdiam, senyumnya perlahan menghilang, terganti dengan ketakutan.
Di rumah sakit, Vander menutup mata, lalu berbisik lemah:
“Siapa pun dia… aku akan bangkit, demi membalas ini semua.”
Liliana hanya bisa menunduk, memeluk tangan suaminya erat-erat, sementara hatinya berdoa agar badai besar itu segera berlalu.
*****
Di gudang yang masih diselimuti asap, Alex menekan pistolnya makin dekat ke kening Arman. Suasana tegang membuat suara napas Arman terdengar jelas.
“Aku kasih kau satu kesempatan terakhir.” suara Alex datar tapi penuh ancaman.
“Siapa yang ada di belakangmu? Siapa yang berani menyentuh keluargaku?”
Arman menelan ludah, mencoba tetap terlihat tenang, tapi tatapan Alex membuatnya ciut.
“Baik… aku akan bicara. Orang itu… lebih berbahaya dari yang kau kira. Namanya…” Arman menunduk, lalu menatap Alex penuh ketakutan.
“…Raja Surya.”
Alex menyipitkan mata. Nama itu sudah lama ia dengar. Raja Surya bukan sekadar pengusaha, melainkan penguasa bayangan yang mengendalikan mafia lintas negara.
“Dia ingin menghancurkan keluarga kalian, Alex. Vander hanyalah permulaan. Setelah itu… giliran kau, ibumu, dan semua yang kau cintai.” Arman berkata lirih, suaranya gemetar.
Alex terdiam sesaat, lalu perlahan menurunkan pistolnya. Senyum tipis muncul di wajahnya.
“Bagus. Terima kasih sudah menyebutkan namanya.”
Tanpa peringatan, Alex meninju wajah Arman keras hingga pria itu tersungkur.
“Kau akan ikut denganku. Mulai malam ini, kau bukan lagi lawan… tapi umpan.”
Di rumah sakit, suasana berbeda sama sekali. Vander mulai bisa duduk dengan bantuan perawat. Meski tubuhnya lemah, semangatnya perlahan kembali.
Liliana tersenyum melihat perubahan itu. Ia mendekatkan bayi mungil mereka ke dada Vander.
“Lihat, sayang. Anak kita tidak pernah berhenti menunggumu bangun.”
Vander menatap bayi itu dengan mata berkaca-kaca. Tangannya bergetar saat menyentuh jemari mungil sang buah hati.
“Begitu kecil… tapi sudah jadi alasan terbesarku untuk bertahan. Liliana… aku berjanji, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita. Sekalipun maut mencoba.”
Liliana menahan tangisnya, menempelkan kepala ke bahu suaminya.
“Dan aku akan selalu ada di sampingmu, apa pun yang terjadi.”
Alex keluar dari gudang, wajahnya dingin penuh tekad. Ia menatap anak buahnya.
“Siapkan semua. Kita akan memburu Raja Surya. Aku tidak peduli seberapa besar dia, keluargaku tidak akan jadi korban.”
Langkahnya mantap, malam itu ia tahu: peperangan baru saja dimulai.
||||||||||||||||||||||||||•••••••||||||||||||||||||||||||||||
Jangan lupa vote + komen ya
Agar author semangat ngupdate nya