"Apa kita jalani aja dulu, sampai kita merasa bosan."
"Lah kok, Abang bilang kayak gitu, sama aja itu gak ada hubungan, gak ada ikatan, aku gak mau terjebak dalam satu hubungan yang bernama Friendzone, apa itu? Hubungan yang buat muak aja!!"
Seketika dengan sekali tarikan nafas, Embun mengeluarkan semua isi hatinya mengenai perkataan Gerry tadi, dengan seluruh kata-kata yang ada di fikirananya tanpa berfikir ulang untuk ia ucapkan.
Ikuti dan tunggu cerita selanjutnya. Terima kasih.
❌ DILARANG PLAGIAT KARYA SAYA
Dipublish: 13 September 2020
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si Gadis Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Ia pun keluar kamar menuju ruang tipi, tiba didepan ruang tipi seketika mata Embun melotot tak menyangka laki-laki yang sudah 2 tahun yang membuat luka dihatinya datang berkunjung ke rumahnya tanpa ada rasa bersalah dengan menebarkan senyum tanpa Embun balas.
"Buat apa kamu kesini dengan wajah memuakanmu itu" ucap Embun ketus seraya berjalan menuju sofa dan duduk tepat dihadapan sang laki-laki tersebut yang tak lain adalah Roy.
"Aku kangen sama kamu, Mbull, masa kamu tidak kangen aku sekalian ajak kamu jalan-jalan ke tempat biasa kita kunjungi" jawab Roy seraya bangkit dari duduknya menghampiri Embun tepat disamping Embun ia duduk dan mengelus surai lembut rambut Embun.
"Jaga itu tangan, sana jauh-jauh jangan dekat-dekat aku, dan satu lagi, aku tak mau pergi sama laki-laki macam kamu yang sangat memuakan" jawab Embun ketus seraya menepis tangan Roy yang mengelus surai lembut rambutnya.
"Sayang, jangan gitu dong, kan sudah 2 tahun masa kamu masih marah sama aku, aku minta maaf ya" ucap Roy seraya menangkupkan tangan tanda memohon dan minta maaf.
"Maaf aku tidak bisa, itu kesalahan sangat fatal yang kamu buat, dan masih berbekas di hati dan ingatan ku sampai kapan pun itu" ucap Embun seraya menggeser duduknya lalu kedua tangan ia lipat didepan dadanya.
"Bagaimana cara aku buat membuat kamu memaafkan aku Mbull, apa aku harus bersujud dihadapan kamu?seperti ini" tanya Roy seraya berlutut dibawah kaki Embun.
"Sayang, maafin aku ya, kamu mau minta apa saja aku kasih, kamu mau handphone terbaru, jam tangan terbaru, sepatu, tas, dompet, emas atau apapun aku akan kasih semua, asal kamu mau maafin aku, sayang" ucap Roy yang masih berlutut dibawah kaki Embun.
"Simpan saja semua itu aku tak butuh, kasih saja sama wanita-wanita yang kamu ajak kencan, sana pergi, jangan sekali-kali lagi kamu datang ke rumah ku atau menampakkan wajahmu yang membuat aku mual rasanya mau ku tampar wajah mu itu" ucap Embun mengeluarkan segala unek yang ada dihatinya.
"Engga, tetep engga, aku akan tetap berlutut sampai kamu maafin aku, kalau mau tampar aku, tampar ini tampar sesuka kamu" jawab Roy seraya mengambil salah satu tangan Embun dan menampar wajahnya sendiri.
Embun hanya diam dan memutar matanya yang jengah dengan kelakukan laki-laki yang ada dihadapannya yang tidak punya malu sama sekali.
"Sayang, Kaka, ini ada apa kok Roy sampai berlutut dibawah kaki kamu, ayo Roy bangun, tidak enak dilihat, nanti kalau sampai Papa tahu bagaimana Kaka, ini ada apa?"tanya Mama Embun seraya menuntun Roy untuk berdiri lalu Roy duduk tepat diserang sofa dihadapan Embun dan Mama Embun.
"Ini siapa yang mau jelaskan, Kaka? Roy?" tanya lagi Mama Embun seraya melirik wajah Embun dan Roy.
"Kaka baru ingat Mah masih ada tugas yang harus Kaka kerjakan, Kaka tinggal dulu ya" ucap Embun tiba-tiba.
"Kaka, tunggu, jangan pergi dulu, selesaikan masalahnya, dan kamu kurang sopan sama Mama dan Roy selaku tamu yang jelas-jelas mau ajak kamu jalan-jalan malah kami tinggal" ucap Mama Embun seraya menarik tangan Embun yang hendak pergi.
Embun pun dengan terpaksa duduk kembali dengan wajah yang judes dengan kedua tangan dilipat kembali didepan dadanya.
"Ja...jadi 2 tahun lalu, aku sempat ajak Embun ke sebuah cafe Mih dan disana seperti biasa ajak makan dengan live music dan tiba-tiba Roy entah apa yang merasuki Roy tiba-tiba Roy mencium pipi Embun, Mih, Roy minta maaf Mih, sudah berbuat yang tidak sopan kepada anak Mamih, Mamih boleh tampar Roy asal jangan kasih tahu Papih nanti yang ada Roy dilaporin kepihak berwajib" ucap Roy gugup dengan menundukkan wajahnya yang tidak berani melihat reaksi Mama Embun.
"Ya ampun Roy, kamu itu, lain kali jangan nakal asal cium-cium Embun, kalian bukan anak-anak lagi, kalian sudah dewasa, Mama maafkan tapi tidak ada lain kali dan kamu juga Mama harap dapat mengontrol semua tindakan kamu untuk Embun yang dapat membuat kamu menjauh dari Embun atau yang lebih parahnya akan dilaporkan, ingat itu Roy" ucap Mama Embun panjang lebar seraya menasihati Roy, Roy menggangukan kepalanya tanda mengerti.
"Dan Kaka, apa Kaka sudah memaafkan Roy, dia tidak sengaja" sambung Mama Embun lagi.
"Apa-apaan Mama, kok malah bela dia, buat mood aku hancur saja ini, ini juga si tokyor sok-sok tampang memelas, sudah tak mempan aku dengan tipu muslihat mu" gumam Embun dalam hatinya sedikit kecewa dengan sang Mama yang lebih membela Roy.
Embun hanya mengernyitkan dahinya dan memberikan senyum yang dipaksakan.
"Jadi sekarang kamu mau maafkan aku, Embun?" tanya Roy antusias.
"Entah, aku juga masih muak sama kamu" jawab Embun ketus dan ia mendapat lirikan tajam dari sang Mama.
"Sudah, sudah, sudah, kalian jadi keluar kan, lagian sudah sore, kalau mau pergi sekarang jangan ditunda nanti kemalaman pulangnya, Papa juga tadi sedikit kecapekan jadi sekarang sedang tidur" ucap sang Mama.
"Papa sakit Mah, Kaka tak jadi pergi, mau nemenin Mama jaga Papa saja" jawab Embun.
"No, No, No, kamu jalan sama Roy, kasian dia sudah jauh-jauh kesini, cepet-cepet" ucap Mama Embun seraya menarik sang anak untuk segera pergi.
"Sebentar Embun ambil tas dulu" ucap Embun malas ia pun segera masuk kedalam kamarnya guna mengambil tas kecilnya lalu menghampiri Roy dan berpamitan kepada sang Mama.
"Mah, Kaka pergi dulu ya, kalau ada apa-apa telfon Kaka" ucap Embun dengan mencium kedua pipi sang Mama dan mencium tangan. Lalu ia bergegas keluar tanpa menunggu Roy terlebih dahulu.
"Mih, Roy pergi dulu, nanti mau dibawain apa?" pamit Roy seraya menanyakan keinginan Mama Embun.
"Tak usah Roy, maafin Embun ya, maklum masih manja, hati-hati kalian di jalan jangan kebut-kebutan dan patuhi rambu-rambu lalu lintas" ucap Mama Embun seraya menasihati Roy dalam berkendara.
"Siap Mih, bye Mih" ucap Roy seraya mencium tangan Mama Embun dan bergegas keluar dan menghampiri Embun yang tengah cemberut.
"Silahkan masuk sayangku" ucap Roy seraya membukakan pintu mobil untuk Embun.
"Gak usah sok baik dan sok manis dihadapan aku" ucap Embun ketus dan masuk kedalam mobil tak lupa memakai sabuk pengaman dan mengalihkan pandangan kearah kiri ia tak mau melihat wajah Roy.
"Sayang, kamu mau kita kemana, hey, lihat aku" ucap Roy dengan menarik wajah Embun yang enggan melihatnya.
"Cukup Roy, jangan panggil panggil aku sayang, aku muak, kalau bukan karena Mama sudah ku tampar lagi wajah kamu yang menyebalkan itu" jawab Embun dengan emosi.
"Oke, oke, maafin aku ya, sekarang kita mau kemana?" tanya Roy kembali.
" Terserah" jawab Embun singkat.
"Emm, bagaimana kalau kita ke.....
baca jg bukalah hatimu untukku ya..
Dukunganku mendarat ✨💐
Semangat yaaa 🔥
udah kangen sama si Rudy yang kelewat
gemessinnnn saking gemesnya jadi pengin nampol eekkkhhhh candaaaa jahahahaha😂😂😂🙈🙈🙈
walah walahhhh sabar mama embun😌😌😌 anakmu memang begitu sikapnya, dah lah terimain aja wkwkwkwk itu kan juga hasil goyangan anda dan suami anda eeeehhhh🤣🤣🤣🤣🙈🙈🙈
enak banget ya kerja di rumah embun😌😌😌 dianggap keluarga 😍😍😍 iya sih pasti orangtuanya Rudi merasa gak enak, toh itu majikannya 😳😳😳
mama embun takut calon bayinya bersifat kayak embun astaga ngakak bangettt🤣🤣🤣🤣 semoga sikapnya kagak kayak kakaknya ya bund😂😂😂😂