NovelToon NovelToon
Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Ratna_dee

"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena

namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sambutan pagi dari Deva

Deva terdiam begitu lama setelah mencicipi ikan yang Sella siapkan untuknya itu, ada rasa familiar yang tak dia ingat, entah apa itu.. rasa dari ikan yang masih bersarang di mulutnya membuat otaknya berfikir keras. dimana dia pernah mencoba ikan yang rasanya begitu persis dengan yang sedang di makannya itu? Deva mengunyah perlahan sambil mencoba mengingat

Alvin dan Samudra tersenyum dalam diam, mata mereka memberi sinyal satu sama lain. kemarin merekalah yang membuat rencana itu, setelah mendengar sedikit cerita dari pak Surya tentang Deva di masa kecil, dua remaja itu rela membeli ikan pada warga demi masakan pagi ini

"loe kenapa sih Dev? kesambet apa sih loe?" tanya Alvin dengan alis mengerut seolah-olah begitu heran bingung karena sikap Deva

"ikan nya gak enak? sini buat gue aja!" comot Samudra tanpa aba-aba, Alvin merebut ikan nya paksa

"gue cuma ngerasa pernah makan ikan yang rasanya kayak gini" jawab Deva kesal pada Samudra

"oh" celetuk keduanya serempak Deva bahkan heran dengan dua temannya itu

"waktu istirahat hampir selesai, siap-siap karena kita akan melanjutkan perjalanan" ucap Dharma melalui pengeras suara. semua siswa bergegas naik ke bus mereka juga ingin segera sampai rumah dan melepas lelah mereka

.

beberapa hari berlalu, kegiatan di sekolah sudah berjalan seperti sebelumnya lagi. Deva beberapa hari itu tidak masuk karena demam, semenjak kembali dari desa Deva tiba-tiba sakit ada begitu banyak hal yang membuat otak dan hatinya sangat sibuk. terlebih saat pulang dirinya tak menemukan Papanya di rumah, hanya Serra yang menyambutnya dengan senyum palsu, Liando melakukan perjalanan bisnis selama dua minggu ke luar kota

hari-hari yang Lusi lalui juga sangat damai. hanya ada sedikit gangguan dari Marsha yang dendam karena merasa tersaingi di perkemahan waktu itu

Alvin dan Samudra juga tak pernah absen untuk main kerumah Deva, dua orang itu tau jika Deva akan sangat membutuhkan mereka di saat ini apalagi Serra yang sering kali berulah mencoba mencelakai Deva secara diam-diam

sore itu Alvin dan Samudra membawa seragam mereka kerumah Deva, malam ini ingin menginap di rumah Deva. Deva sudah sembuh tak lagi demam tapi masih tak punya tenaga

"ngeengg.. Aa.. buka mulutnya lebar-lebar pesawat akan mendarat ngeengg.." Samudra memutar mutar potongan apel itu di udara menunggu Deva mangap untuk di suapinya, Deva yang di perlakukan layaknya anak kecil itu menatap kesal Samudra sayangnya dia gak punya tenaga saat ini jadi dia tak bisa memukul Samudra

"ayo dong mulutnya di buka pak, pesawat nya capek terbang ini.." gerutu Samudra, Deva masih tak membuka mulutnya sama sekali

"lagian loe tau mahluk didepan loe gak suka di becandain kayak gitu masih aja loe becandain, hati-hati di geplak!" sahut Alvin yang duduk di meja belajar

"ya elaahh.. tinggal mangap doang apa susahnya sih! cemen banget loe Dev!" gerutu Samudra kesal karena Deva yang terus diam sambil menatapnya sejak tadi

.

.

satu minggu berlalu, selain tubuhnya yang pulih Mood Deva juga sudah mulai membaik. pagi ini Lusi dan dua temannya itu berangkat dengan berjalan kaki ke sekolah, semalam hujan cukup deras membuat jalanan masih sangat basah hingga pagi ini bahkan ada genangan air yang cukup panjang di sepanjang jalan

sreettt...

Deva menghentikan motornya setelah berhasil menyipratkan genangan air itu pada Lusi yang berdiri di pinggir jalan, Lusi terdiam tidak cuma terkejut Lusi juga sedang bersiap meledakkan kekesalannya pada Deva

"Devaa!!! loe gak bisa liat jalan ya!!!" teriak Lusi kesal, Deva tertawa dengan suara yang cukup kencang

"gue sengaja, pagi cewek manis rasa cocopandan" tawa Deva keras, Alvin dan Samudra juga baru datang tak sengaja roda motor mereka melewati genangan air membuat Lusi semakin kotor karena tiga kali mendapat sumbangan air genangan itu

"eh, Sorry gak sengaja sumpah!" Alvin panik dan buru-buru turun dari motor, tapii..

bughhh.. ouch..!!

Alvin mendapat tendangan kekesalan dari Lusi yang menahan air matanya karena kesal

"SUMPAH GUE GAK SENGAJA!! anjir sakit banget perut gue" celetuk Alvin berdiri, Alvin benar-benar ingin minta maaf, Samudra pun turun dari motor ingin minta maaf juga pada Lusi

"gue gak tau ya kalian punya dendam apa sama gue! ini masih pagi loh, gue gak yakin kalian bener-bener siswa berprestasi kelakuan kalian terlalu minus tau gak!!" ucap Lusi berbalik, Lusi ingin mengganti seragamnya masih ada waktu sampai gerbang di tutup kembali

"gue anterin!! please gue minta maaf.. gue gak sengaja Lusi.. maaf ya?" Alvin masih berusaha mengejar dan menjelaskan pada Lusi

"udah gak usah di kejer!!" tarik Claudia, Alvin mundur setelah mendapat tarikan kuat Claudia

"sini kunci motor loe, biar gue yang anterin Lusi!" lanjut Claudia Alvin tak fikir panjang dan memberikan kunci motornya pada Claudia

Claudia membawa Lusi pulang setelah itu, Alvin masih mersa bersalah namun dia akan menjelaskan nya pada Lusi di sekolah nanti. Alvin nebeng di Deva yang ogah-ogahan memberikannya tumpangan tersisa Yulia dan Samudra keduanya menatap bingung satu sama lain selama beberapa detik

"anu.. kita berangkat bareng yuk, masa loe mau jalan sendiri?" ajak Samudra ragu-ragu takut Yulia menolaknya. , ulia yang bingung di tinggal sendiri itu langsung naik ke motor bahkan sebelum samudra menaiki motornya

"ya udah ayok" celetukan Yulia, itu membuat Samudra sadar dari lamunan dalam hati Samudra yakin akan ada kehebohan dari siswa lain jika melihatnya datang dengan Yulia namun tak ada jalan lain sekarang sudah terlanjur dirinya menawarkan tumpangan apalagi sekarang Yulia sudah lebih dulu duduk di motor, Samudra mau tak mau harus berangkat dengan gadis itu sekarang

"loe.. udah sarapan?" tanya Samudra tiba-tiba, mulutnya bergerak sendiri, otaknya pun tak sinkron tubuhnya grogi Samudra gugup karena ini kali pertama ada gadis yang duduk di jok belakang motornya

"gak usah basa basi gue numpang juga karena loe nawarin" celetuk Yulia yang sebenarnya juga gugup, sebelumnya hanya tau nama dan gosip-gosip mereka pagi ini malah duduk di motor salah satu dari mereka, Yulia yakin hal itu akan mengundang gosip dan musuh lagi di sekolah

benar saja, baru masuk gerbang saja sudah begitu banyak siswa yang memperhatikannya, Yulia berusaha tenang beberapa kali dirinya menarik nafas panjang menetralkan rasa gugupnya

"gue gak akan bilang makasih, anggap aja loe boncengin gue kali ini sebagai kompensasi karena loe dan dua perintilan loe itu udah ngerusakin sepeda gue! oh ya motor loe butuh bengkel tuh" celetuk Yulia setelah turun dari motor.

Alvin dan Deva tertawa, menertawakan Samudra yang bengong mendengar celotehan Yulia.

belum selesai dengan kehebohan Yulia yang di bonceng Samudra, kini mereka kembali di buat heboh lagi dengan kedatangan Claudia dan Lusi yang menggunakan motor Alvin. Alvin ingin meminta maaf lagi pada Lusi tapi tak punya kesempatan karena Lusi yang mengoceh bahkan sebelum turun dari motor

"gue bakal nagih loe buat seragam dan waktu gue ya Deva!! loe pikir loe siapa bisa berbuat seenaknya? jangan berpikir karena gue anak baru jadi gue gak berani balas loe ya, awas aja loe nanti!!"

Lusi masuk setelah selesai dengan celotehan nya, Caludia mengembalikan kunci motor pada Alvin sambil berterimakasih. tak peduli dengan tatapan yang menganggapnya musuh, Lusi dan Claudia terus berjalan melewati mereka semua, masih terlalu pagi dan mereka sudah mendapat masalah karena Deva dan gengnya

1
v_v aja🩵🩷🩶
bagus banget 😍💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!