Seorang pria kesepian yang berusaha mencintai dirinya sendiri, walaupun hatinya terus terluka oleh orang yang dia sayangi
"Otakmu dimana hah???!!".....
Tanpa dia ketahui Allah telah memberikannya sebuah keajaiban di hidupnya nanti.......
Seorang laki-laki dengan kisah hidupnya
"Kamu harus bisa menjadi dirimu sendiri"
"Tidak bisa......"
"Kamu tidak mengerti....."
Apa yang akan terjadi selanjutnya? pantau terus di setiap bab yang akan di update
note:update enggak nentu sesuai sempatnya:v
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natasyatia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tersedak
"Ah bukan dia memiliki hutang kepadaku, jadi dia yang membayarkan makan kita hari ini" ujar penjaga konter tersebut.
"Astaga aku pikir kita mendapatkan diskon" celetuk dari mereka.
"Hey matamu ingin aku colok kah?" sahut salah satu temannya.
"Lihat di banner di depan. Disana tertulis 50 porsi baru mendapatkan diskon. Kau baru juga memesan 3 mangkuk, sudah berharap mendapatkan diskon " ujar temannya itu.
"Ya sudahlah kalian jangan bertengkar makan sekarang" Akhirnya mereka menikmati makanan mereka masing masing.
Kensano bingung dengan keadaannya, dia tidak mempunyai apapun selain Zidan, Ayase, dan Kania, serta beberapa ribu uangnya saja.
"Huft aku takut ayah bisa menemukanku" lirih Kensano.
"Hey" panggil Zidan.
"Kau kenapa?" Tanya Zidan melihat Kensano melamun saja.
"Tidak ada apa apa, aku hanya sedang beristirahat sejenak, karena sedang tidak ada pembeli" jujur Kensano.
"Jujur ya kau" Zidan menelisik ke arah Kensano.
"Aman, aku adalah orang yang jujur, bukankah kau sudah mengenalku?" protes Kensano "Ya mungkin saja, kan namanya juga manusia pasti ada kalanya dia berbohong" ketus Zidan.
Kensano sontak pusing menghadapi Zidan yang tiba tiba saja merajuk kepadanya.
"Astaga sudah seperti anak kecil saja kau, merajuk segala" protes Kensano.
"Biarkan saja kamu tidak mau jujur kepadaku " oceh Zidan.
"Astaga aku tidak berbohong, untuk apa aku berbohong kepadamu, kamu sudah mengetahui seluk beluk kehidupanku, mulai dari hal terbesar sampai hal terkecil sekalipun " omel Kensano.
"Baiklah baiklah" Zidan langsung melayani pembeli lainnya tanpa memperdulikan Kensano,
Sedangkan Kensano memberikan waktu, untuk Zidan tidak merajuk kepadanya.
"Hmm, hidup kadang terlihat monoton walaupun pikiran begitu banyak" cetus Kensano
****************
Pyaarr ....
"Kemana anak sialan itu?!!" Hardik Takanaki.
"Entahlah aku tidak tahu, mungkin dia sudah mati"
Plakkk
"KURANG AJAR KAU, KAU APAKAN ANAK SIALAN ITU HAH?"
"Aku cambuk berkali-kali, dia sudah pingsan mungkin dia mati membusuk di gudang"
"SIALAN KAU, CARI DIA SEKARANG!!" hardik Takanaki.
"ISTRI TIDAK BERGUNA!" pekik Takanaki, dia terus menerus mengumpat kepada Yuzuha.
"MEMANGNYA KAU ANGGAP AOU ISTRI HAH? KAU HANYA PULANG DALAM KEADAAN MABUK ATAU TIDSK KAU PULANG DALAM KEADAAN MARAH, DAN MENGHANCURKAN SEMUA YANG BERADA DI RUMAH INI!!" hardik Yuzuha.
"Kurang ajar kau, ingat kau hanya menumpang disini, aku tidak pernah menggapmu seorang istri, kau tidak lebih dari seorang pembantuku, kau harus ingat itu" ancam Takanaki.
Yuzuha menangis mendengarnya, ancaman dari Takanaki yang begitu menusuk hatinya.
"Hei anak sialan kau di mana?" pekik Takanaki dia mencari ke sana kemari untuk mencari Kensano, yang tidak kunjung ia temukan.
Sialnya Takanaki tidak memiliki nomor ponsel anaknya sendiri. Takanaki pikir itu tidak akan berguna.
Karena sudah pasti Kensano tidak akan pergi dari rumahnya, Takanaki sengaja tidak memberikan banyak uang untuk Kensano. Karena dia berniat menjadikan Kensano sebagai pembantunya.
Padahal sebenarnya seharusnya Takanaki dan Yuzuhalah yang melindungi putranya. justru merekalah trauma pertama yang di rasakan oleh Kensano.
Pov Kensano.
Kensano sedang melamun memikirkan keadaan rumahnya, bohong jika ia tidak khawatir dengan keadaan ibunya. Walaupun sejahat apapun Yuzuha, dia tetap mendoakan Yuzuha, agar Yuzuha tidak di siksa oleh ayahnya.
"Ibu kabarnya bagaimana ya?" Walaupun dia tersenyum nyatanya hatinya terus bertanya bagaimana kabar ibunya, apakah baik baik saja atau tidak?
"Ken? Ken" pekik Zidan.
"Eh maaf, aku tidak fokus" ujar Kensano.
"Kau ada apa?" Tanya Zidan. "Aku rindu ibu saja"
"Sabar ibumu masih bisa kamu lihat kok dari kejauhan, kalau kamu mau bertemu kapan kapan okay? asalkan kamu harus sembuh dahulu, agar tidak membuat luka baru, ingatlah kamu pantas untuk bahagia."
"Jangan buat dirimu begitu menyedihkan, ingatlah Allah selalu berada di mana orang yang selalu bersabar dan bertakwa, jangan jadikan dirimu sendiri untuk menyerah," papar Zidan
"Aku akan terus berusaha " ucap Kensano.
"Semangat, Allah tidak akan meninggalkan orang yang berusaha, nanti juga bisa ketemu ibu kok, kalau Ibu masih tidak mau menerima kamu, kita bisa lihat dari kejauhan"
Kensano mulai berfikir, "Baiklah "
"Heyy" pekik Ayase.
"Apa yaa?" sahut Zidan.
"Makan lah, kalian belum makan" pekik Ayase.
"Astaga, aku menghampirimu, untuk mengajakmu makan malam" Zidan menarik tangan Kensano untuk makan.
"Lama sekali memanggilnya" Ayase bertolak pinggang melihat Kensano dan Zidan yang belum makan malam.
"Maaf, aku lupa, kita terlalu nyaman berbincang sehingga lupa kalau kau menyuruhku untuk mengajaknya makan malam" Zidan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya sudah makanlah" Saat Kensano dan Zidan baru memakan 2 suap, tiba tiba toko sangat ramai,
"Ramai sekali, kasihan ayo kita bantu" ajak Kensano.
"Kau sudah memakan berapa suapan?" Tanya Zidan.
"Baru 2 ayo"
"1 lagi Ken, jangan paksakan tubuhmu, 1 kali lagi" Akhirnya Kensano terburu buru untuk memakan 1 suap lagi
Uhuk uhuk.
"Kau ini bagaimana sih, hati hati" Pesan Zidan seraya memberikan segelas air, Kensano meminumnya dengan rakus.
"Astagfirullahalazim hati hati" Setelah di rasa reda, Kensano menarik tangan Zidan untuk membantu Ayase dan Kania.
"Hey, jangan kalian makan saja" ujar Kania.
"Tidak apa bu, kita sudah memakan 3 suapan, setidaknya itu menjadi tenagaku bu"
"Baiklah"
Mereka begitu sibuk, sehingga Kensano dan Zidan melupakan makanannya.
"Hey, makanan kalian habiskan!" pekik Ayase.
"Astaga kita lupa" Setelah di rasa renggang Kensano dan Zidan makan makanannya.
"Ken" panggil Kania.
"Ada apa bu?"sahut Kensano.
"Kamu tadi memberikan beberapa mangkuk gratis ya?"
"Iya bu, tidak apa esok aku tidak mendapatkan uang, yang terpenting aku sudah membayar hutangku kepada konter "
"Astaga, memangnya kamu tidak membawa uang?"
"Bawa bu, rupanya kurang hehehe "
"Ya Ampun, ada ada saja kamu ini" Kensano mulai membereskan makanannya, dan bersiap siap untuk berangkat sholat Magrib.
"Minumlah dahulu" Ayase memberikan 2 gelas untuk Zidan dan Kensano.
"Kalian tadi kenapa, siapa yang tersedak?" Tanya Kania.
"Itu Kensano dia terlalu ingin membantu, padahal kita baru makan 2 suapan"
"Ya Allah, lain kali kalau ingin membantu harus bisa memahami keadaan diri sendiri, jangan paksakan untuk membantu " peringat Kania.
"Maaf bu"
"Ya sudah, kamu berangkat saja sana,"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu "
Waktu terus bergulir hingga akhirnya sudah 1 bulan mereka terus bekerja tiada henti.
"Ken, Zid memangnya kalian tidak berkuliah?" Pertanyaan yang tiba tiba saja membuat Kensano yang sedang melamun terkejut.
"Ya Allah ibu, kaget"
"Maaf, tidak sengaja"
"Tidak masalah bu"
"Aku berniat untuk kuliah, namun tidak memiliki uang yang cukup untuk kuliah, mungkin tidak perlu" ujar Kensano.
"Loh kenapa?" Tanya Kensano.
"Loh Aya tidak berkuliah?"
"Aya akan aku kuliahkan tahun ini, kamu juga ya?" tawar Kania.
"Eh tidak perlu bu, tidak apa" tolak Kensano