Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanggung Jawab
Arkana benar-benar tidak tau harus melakukan apa lagi. Dia bahkan bingung harus pergi kemana untuk mencari saran. Sampai dimana dia menemukan sebuah ide cemerlang.
Dengan cepat Arkana melakukan mobilnya hingga dia tiba dia sebuah tempat yang sangat asri. Tempat tersebut di kelola oleh teman baiknya yang selalu dia penghuni surga tersebut.
"Tad, tolongin gue, tad." ucapnya tiba-tiba begitu saja setelah melihat temannya yang berasa di ruangan kerjanya itu.
Melihat siapa yang datang dengan panggilan itu membuat Hussain sudah tau. Arkana, salah satu donatur terbesar tempat ini. Lihat, bahkan dia sekarang langsung menyambar botol air mineral miliknya begitu saja tanpa permisi.
"Tad, Lo kok diem aja sih? Gue bilang tolongin gue, tau!"
"Assalamualaikum, Arkana." jawab Hussain pada Arkana yang membuat laki-laki itu sadar.
"Astaghfirullah, gue lupa tad. Gue panik banget soalnya." namun, jawaban dari Hussain membuat Arkana kembali sadar bahwa dirinya belum melakukan hal itu.
"Assalamualaikum, Arkana."
"Oke, gue salah. Assalamualaikum, waalaikumsalam." ujarnya begitu saja yang membuat Hussain hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat temannya ini.
Ada apa sebenarnya hingga membuat Arkana terlihat panik begini? Tidak biasanya dia terlihat begitu panik.
"Tad, gue mau cerita." ucap Arkana setelah dirinya merasa siap untuk bercerita dengan Hussein. Karena menurutnya hanya satu orang ini saja yang bisa membantu dirinya saat ini.
Karena meminta bantuan teman satunya tidak mungkin. Karena Alta sedang berada di Rusia.
"Ada apa Arkana? Ente kenapa?" tanya Hussain pada akhirnya pada Arkana. Karena bagaimana pun mereka sudah berteman sejak kecil.
"Tolongin gue tad. Gue gak tau harus cerita ke siapa lagi. Gue beneran bingung sekarang." Hussain masih berusaha mendengarkan apa yang ingin Arkana ceritakan padanya.
"Gue, gue..." diam sejenak karena Arkana bingung harus memulai dari mana.
Akhirnya setelah mengumpulkan keberanian dirinya, Arkana berani mengatakan hal ini pada Hussain. "Gue merkos@ anak gadis orang tad!" ucapnya tertunduk yang membuat Hussain langsung terdiam.
Sumpah demi apapun dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang Arkana katakan. Tapi Arkana tidak pernah berbohong padanya. Jadi rasanya tidak mungkin jika laki-laki sedang berbohong. Lagi pula untuk apa berbohong soal begini?
"Tad, sumpah gue gak sengaja tad. Gue tadi malam ngehadirin acara bisnis gue. Terus gue di suruh minum. Lu tau kan minum maksud gue gimana? Karena gak enak buat nolak, akhirnya gue terima. Gue pikir gak akan mabok kan kalau cuma segelas doang. Ternyata gue mau di jebak tad, gue di jebak. Sayangnya mereka gak berhasil jebak gue. Tapi gue ngelakuin sebuah kesalahan dan ngehancurin masa depan anak gadis orang tad." akhirnya Arkana benar-benar menceritakan apa yang terjadi sebenarnya hingga membuat Hussain semakin tidak percaya dengan sebuah kenyataan ini.
"Tad, tolongin gue tad. Gue gak tau harus buat apa."
"Tanggung jawab dan nikahi perempuan itu!"
Jeder!
Tubuh Arkana bagaimana di sambar petir ketika mendengar apa yang Hussain katakan padanya.
"Lu gila ya?! Mana bisa gue nikahin tuh bocil. Dia masih bocil tad. Masih 18 tahun dan baru tamat sekolah. Dia magang di hotel itu sebagai resepsionis."
"Astagfirullah, Arkana. Ente sadar gak kalau ente udah melakukan banyak dosa besar? pertama, ente mabuk dan dalam ajaran Islam tidak ada ajaran untuk mabuk-mabukan karena itu haram. Terus, perbuatan keji ente sama tuh anak gadis juga dosa yang sangat besar. Lalu yang ketiga, ente pacaran. Padahal ente tau kalau pacaran itu haram. Terus dari segi mana ana mau bantu ente? Jalan satu-satunya cuma bertaubat dan tanggung jawab! hanya itu Arkana. Hanya itu!" pungkas Hussain setelah memikirkan semuanya. Karena bagaimanapun kesalahan Arkana itu terlalu besar.
***
next my