"Astangfirullah Pak, ini bukan hukuman tapi menindas namanya!" Pekik Nabila kala menatap bukuu setebal tembok di depannya.
"kalau tidak mau silahkan keluar dari daftar Siswi saya!" jawab pria yang amat di kenal kekillerannya.
huff!
Nabila tak dapat membantah selain pasrah ia tidak mau mengulangi mata kuliah satu tahun lagi hanya demi satu kesalahan.
Tetapi Nabila pikir ini bukan kesalahan yang fatal hanya dosennya memang rasa sensitiv terhadap dirinya, Nabila tidak tahu punya dendam apa Pak Farel sehingga kesalahan kecil yang Nabila perbuat selalu berujung na'as.
Yuk lanjut baca kisah Nabila yang penuh haru dan di cintai oleh dosennya sendiri secara ugal-ugalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana fatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Unboxing di depan mata.
Setelah selesai mengantar Nabila pulang Alka langsung pulang tetapi perubahan dari orang tersebut berubah drastis. Alk memendam rasa cemburu yang tidak bisa ia salurkan yang ada hanya rasa kesal ia pendam sendiri.
Hari-hari Alka hanya di temani uring-uringan berkepanjangan baik di kampus maupun di kantor yang ada hanya Alka pemarah, dan hanya satu orang yang berusaha meredam emosional Alka meski gagal.
"Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?" ucap Alka marah pada Valen kepala divisi yang selama ini mengincar Alka.
"Maaf Al--,"
"Biasakan profesional kalau di kantor," potong Alka kejam.
"Maaf Pak, saya akan memperbaikinya lagi, sebenarnya ini pekerjaan anak yang magang itu tapi hari ini ia tidak masuk," ucap Valen gugup.
"Dia cuti selama satu minggu karena ada urusan keluarga dan saya yang mengeluarkan suratnya."
Mata Valen membulat, baru kali ini anak magang bisa ambil cuti.
"Sekarang kerjakan dengan baik, dan jangan buat kesalahan lagi, mengerti!"
"Baik Pak," jawab Valen pasrah, ia tidak berani membantah lagi sebab ia tahu saat ini mood bosnya itu lagi rusak tapi entah apa yang buat Alka seperti itu, tidak biasanya marah-marah tidak jelas.
Setelah itu Alka langsung masuk ke ruangannya sedang di luar salah satu karyawan mulai bergosip tentang bosnya itu.
"Ternyata benar ya kata Nabila, pak Bos itu kalau lagi marah seperti harimau Sumatra," kekeh Anita mengingat cerita Nabila waktu itu.
"Iya betul, pantesan Nabila pengen cepat-cepat magangnya tapi gue heran kok bisa ya dia dapat perhatian dari Pak Alka, tadi beliau bilang ia sendiri yang memberikan surat cuti untuk dia," timpal yang lain.
"Kayaknya Nabila masih punya hubungan kerabat sama Pak Alka, soalnya hanya dia yang berani sama Pak Alka."
"Kalau aku jadi nggak kebayang yang menjadi isterinya Pak Alka, gimana hidupnya ya."
"Eh tapi dia tetap saja jadi primadona, apa lagi kalau di kampus, dengar-dengar para dosen cantik banyak yang ngajar beliau, ya gimana nggak ngejar sih, dia tampan, mapan lagi, aku juga mau sebenarnya."
"Hih, kalau aku mah nggak! Mending punya suami biasa saja tapi nggak galak, dari pada setiap hari jantungan."
"Ya siapa tahu kalau sama istri justru berubah bucin," kekeh yang lain.
"Ya sudah kamu aja yang daftar."
"Hih, nggak."
Akhirnya mereka saling tertawa karena merasa lucu membahas istri si bosnya.
Dan sampai pada tiba waktunya pernikahan Alka dan Nabila yang di rahasiakan tiba, hanya orang terdekat yang tahu. Alka pun menyetujui permintaan Nabila saat di adakan acara pertemuan keluarga.
Alka dan Nabila hari ini sama-sama merasakan ketegangan, lebih tepatnya bagi Nabilla adalah hari kesialan ia pikir hidupnya usai sudah karena menikah dengan dosen bin CEO galak seperti muster.
"Ya Tuhan, lindungilah di manapun gue berada," gumam Nabila sambil menarik udara dalam-dalam, kalau saja ia tidak memikirkan perasaan sang ibu sudah pasti ia memilih pergi jauh dari pada bersatu dengan Alka.
Sementara Alka berbalik belakang, ia justru sudah tidak sabar ingin segera merawani Nabila baginya itu adalah satu-satunya senjata untuk dirinya agar Nabila menjadi miliknya seutuhnya.
Namun Alka tidak ingin Nabila mengira dirinya sudah jatuh cinta, gengsi dan cinta beda tipis yang sulit Alka terima.
"Maaf Nabila, hanya dengan cara begini kamu biar tidak berani sama saya. Emangnya kamu siapa, heh!" monolog Alka sendiri dirinya sudah mempersiapkan diri untuk malam pertamanya dengan Nabila.
Di tambah ummi dan Abinya sudah menyiapkan paket haniymond untuk mereka berdua.
Tiba jam di mana hari yang di tunggu oleh Alka namun tidak bagi Nabila.
"Masyaallah, anak ummi tampan sekali," ucap Hanin tak menyangka Alka yang dingin akhirnya menikah juga.
"Ummi bisa saja, dari dulu Alka memang sudah tampan kali," sahut Alka dengan percaya diri.
"Iya, anak ummi memang tampan dari Sononya, ya sudah, ummi cuma pesan sama kamu jadi suami yang baik dan bertanggung jawab bukan hanya nafkah lahir tapi sikap juga itu nafkah, jangan dingin-dingin sama istri mu biar bettah jadi istri mu nak." ucap Hanin menasehati putranya.
"Iya ummi," jawab Alka tidak mau berdebat.
"Kamu sudah siap?"
"Sudah." Alka memang irit bicara apa lagi saat ini jantungnya sejak tadi hanya berdebar-debar di tambah ijab Qabul hanya tinggal menghitung jam.
Begitupun di tempat lain Nabila pun sama ia merasa getaran hati yang tak biasa, walau rasa kesal masih menyelimuti perasaannya tapi rasa yang lain juga ikut muncul Nabila rasakan. Mengingat tak lama lagi dirinya menyandang status seorang istri.
"Masyaallah, putri ibu cantik sekali, ibu teringat waktu ibu menikah dengan almarhum ayah mu, Nak," ucap Dewi terharu putri satu-satunya kini telah memasuki babak hidup selanjutnya.
Nabila hanya bisa tersenyum getir, dan tidak berani mengatakan yang sebenarnya terjadi kalau ia terpaksa menjalani pernikahan ini.
"Nak, kamu benar ikhlas kan menjalani pernikahan ini, ibu yakin kamu pasti bahagia hidup bersama nak Alka dia dari keluarga baik-baik."
Lagi-lagi Nabila hanya bisa tersenyum miris, hanya Tuhan dan dirinya yang tahu bagaimana nasib hidupnya nanti.
"Insyaallah, Nabila ikhlas Bu." jawab Nabila, ia memang berusaha ikhlas bagaimanapun takdir telah membawanya menjadi istri Alka walau tidak tahu nasib ke depannya seperti apa tapi Nabila sudah siap segalan resikonya.
"Terima kasih ya Nak. Ibu yakin pernikahan mu dan Alka menjadi sakinah, mawaddah, Warahmah." ucap Dewi sambil menggenggam tangan Nabila.
"Aaminnn," ucap Nabila.
Dalam hatinya Nabila berharap do'an sang ibu di ijabah oleh Allah sehingga Alka berubah menjadi pria seperti yang di inginkan.
Sebab ia tidak bisa membayangkan hidup dengan Alka karena belum menjadi istri mereka sudah sering bertengkar.
Beberapa jam kemudian rombongan dari keluarga Alka sudah datang, karena sudah sepakat jadi yang datang dari keluarga mempelai pria hanya sedikit dan itu tidak masalah bagi Nabila.
Dan detik selanjutnya para tamu dan keluarga yang menjadi saksi pernikahan Alka dan Nabila sudah bersiap sambil menunggu penghulu yang sudah siap hendak berjabat tangan Alka.
Nampak dari pengantin pria begitu tegang namun ijab Qabul tetap terlaksana dengan hikmat.
Yang pada akhirnya kalimat sah itu keluar dari mulut Alka bersama helaan napas lega.
"Bagaiman, saksi, sah?" Kata penghulu sambil menoleh kearah saksi.
"SAH!" sahut serentak para temu undangan dengan senyum bahagia, begitu dengan Alka yang tidak menyangka Nabila sudah sah menjadi istrinya.
Berbeda dengan Nabila saat kata sah terdengar hanya tetesan air mata yang berusaha ia pejamkan takut ada orang tahu kalau dirinya tidak bahagia dengan pernikahan ini.
Setelah selesai pembacaan do'a baru Nabila di tuntun untuk duduk menemani Alka.
Alka menelan salivanya sendiri saat Nabila keluar dengan menggunakan gaun putih yang menjuntai ke bawah, bukan hanya itu tapi mahkota yang melekat di kepala Nabila seolah menambah nilai kecantikannya yang buat Alka semakin tidak sabar.
"Sekarang nak Alka bacakan do'a untuk Nak Nabila," ucap penghulu.
Dengan rasa bergetar Alka menyentuh kepala Nabila dengan telapak tangannya lembut, ada rasa bahagia bisa menyentuh Nabila dengan lebel halal dan membuat Alka menginginkan lebih tapi ia tahan sebab di sini masih banyak orang yang ada dirinya di tuduh bucin sama Nabila.
"Bismillahirrahmanirrahim......,"
tiba-tiba hati Nabila terenyuh mendengar lantunan do'a yang di bacakan oleh Alka yang ternyata suara Alka begitu merdu.
Seolah Alka memerankan suami sungguhan saat ini dan itu dapat Nabila rasakan dari cara Alka membaca do'a dan juga menyentuh kepalanya, lalu mengusapnya lembut.
Setelah membaca do'a kini Alka di arahkan untuk mencium kening Nabila, dan itu langsung buat Nabila gusar sebab ia belum siap di cium oleh pria yang di anggap menyebalkan.
Dengan semangat empat lima yang di sembunyikan Alka mencium kening Nabila lembut dan lama, hingga Nabila merasakan itu seolah ada bekas di sana. Sedikit pun Nabila tidak berontak karena sadar bahwa saat ini Alka adalah suami sahnya yang juga berhak mencium dirinya walau itu didepan orang banyak.
Alka menyeringai melihat Nabila hanya diam tidak ada pekolakan sedikitpun, semakin buat Alka tidak sadar akan satu hal yang sudah ia bayangkan dengan indah tapi sampai saat Alka masih bingung bagaimana caranya ia sukses meraih malam pertamanya dengan Nabila.
*Ayo Nabila kamu sudah siap di unboxing loh sama Alka. Wkwkwkk.