Warning! Terdapat adegan kekerasan!
Nasib nahas menimpa Athena saat dia dalam perjalanan pulang ke rumah. Dia diculik dan ditawan oleh seorang psikopat berbahaya bernama Ares.
Meski ditawan, Athena tetap tak kehilangan harapan untuk bertahan hidup. Karena berprofesi sebagai psikiater, Athena mencoba melakukan terapi tersembunyi pada Ares. Gadis itu mencoba membantu Ares agar berhenti terobsesi membunuh orang. Sambil melakukannya, Athena juga berusaha mencari jalan untuk melarikan diri.
Berhasilkah usaha Athena yang berhati malaikat menaklukkan iblis dalam diri Ares?
*Spin off Dokter Cantik Tuan Depresi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 - Ketahuan [2]
...༻⌘༺...
Athena memegang erat tangan Ares. Berusaha memperingatkan lelaki itu.
Sedangkan Ben dan Bella tampak sama-sama membulatkan mata. Mereka tentu kaget melihat sosok Ares ada di depan mata.
"Mom, Dad... Aku bisa jelaskan," kata Athena.
"Athena! Bukankah dia psikopat itu?!" timpal Ben dengan mata melotot.
Ares mengerutkan dahi. Saat itulah dia sadar kalau wajahnya sudah tidak tertutupi dengan topeng kulitnya.
"Iya, ini memang dia. Tapi dengarkan penjelasanku dulu. Dia--"
"Athena! Dia orang berbahaya! Dialah yang sudah menyiksamu selama seminggu lebih! Apa yang kau lakukan bersamanya?! Dan apa-apaan tadi? Kau berciuman dengannya?!" amuk Bella yang mencecar habis-habisan.
"Aku tidak akan biarkan!" geram Ben. Sebuah bogem dia daratkan ke wajah Ares. Lelaki itu sontak jatuh tersungkur ke lantai.
"Ambilkan tali, Sayang! Sebelum dia menyerang kita!" titah Ben.
Karena merasa kalau Ares adalah penjahat berbahaya, dengan cepat Bella mengambil tali. Lalu dia serahkan tali tersebut pada Ben. Kini Ben mengikat tangan dan kaki Ares kuat-kuat.
Athena mencoba menghentikan tindakan Ben dan Bella. Namun dia sama sekali tak dihiraukan oleh kedua orang tuanya. Setelah Ares sudah terikat, barulah Ben dan Bella bicara pada Athena.
"Jadi selama ini psikopat ini bersamamu?!" tukas Ben sambil menunjuk Ares.
"Iya. Dia tidak seperti yang kalian pikirkan. Ada sesuatu yang--"
"Apa maksudmu dia tak seperti yang kami pikirkan? Jelas-jelas dia sudah terbukti membunuh banyak orang dengan sadis. Kau sendiri yang bicara kalau dia juga menyimpan potongan tubuh manusia di kulkasnya?!" potong Bella. Dia tak habis pikir dengan putrinya.
"Untung saja kau baik-baik saja sampai sekarang. Mungkin saja alasan dia mendekatimu karena ingin balas dendam. Kenapa kau sangat mudah mempercayai orang?!" timpal Ben.
"Dengarkan aku dulu," ucap Athena yang masih berusaha sabar akan sikap kedua orang tuanya.
"Cepat telepon polisi!" seru Ben.
Bella pun bergegas mengambil ponselnya. Ia menghubungi polisi.
"Mom! Dad! Bisakah kau dengarkan aku dulu! Sejak tadi aku tak sempat bicara!" Kesabaran Athena akhirnya habis. Dia memekik lantang hingga membuat Bella membatalkan panggilan teleponnya.
Athena berjalan lebih dekat ke hadapan Bella dan Ben. Dia berucap, "Selama ditawan olehnya. Ada sesuatu yang terjadi pada kami. Awalnya hubungan kami memang hanya sebatas tawanan dan penawan. Namun lama-kelamaan itu berubah. Kami saling jatuh cinta. Ares juga berjanji akan berhenti membunuh demi diriku!"
Bella dan Ben saling bertukar pandang. Meski paham kalau putri mereka telah jatuh cinta, namun pada dasarnya itu tetap salah. Mengingat orang yang dicintai Athena adalah seorang psikopat. Sebagai orang tua, Ben dan Bella tentu tak mau merelakan Athena melanjutkan hidup bersama Ares.
"Ayo! Cepat telepon polisi!" perintah Ben. Tak memperdulikan ungkapan hati Athena.
Bella mengangguk. Sambil menatap Athena, dia kembali menelepon polisi.
"Maafkan kami, Athena..." ungkap Bella.
Athena mengepalkan tinju di kedua tangannya. Perlahan air matanya bercucuran. Dia tak menyangka Ben dan Bella menolak untuk mempercayai Ares.
Memang sebenarnya sejak awal Athena sudah menduga kalau kedua orang tuanya tidak akan menerima Ares dengan mudah.
Buru-buru Athena melepaskan tali yang menjerat Ares. Dia ingin membawa lelaki itu pergi sebelum polisi datang.
Menyaksikan tindakan Athena, Ben langsung bertindak. Dengan cepat dia hentikan perbuatan Athena.
"Cukup, Athena! Sadarlah! Dia itu monster! Bukan manusia!" ujar Ben mengingatkan. Memberitahu kalau Athena telah salah memberi kepercayaan.
*Catatan Author
Bentar lagi ceritanya akan tamat. Makasih buat yang masih setia baca...