Demi sebuah kekayaan dan ketenaran, wanita yang sudah berusia 28 tahun itu dengan tega menjual jiwa-jiwa orang yang tidak berdosa.
Bukan tak berdosa, hanya saja Kinan ingin membalas dendam atas sakit hati nya kepada penduduk kampung yang selalu menghina keluarga nya. Bahkan, ayah Kinan meninggal secara tragis di tangan kepala desa hingga membuat Kinan semakin yakin untuk membalas dendam.
Sangat mulus, ketika Kinan menumbalkan satu nyawa, maka harta kekayaan nya akan semakin bertambah. Namun, seiring berjalan nya waktu sesuatu yang instan itu tidak akan bertahan lama.
Tanpa sengaja, seorang anak pemuka agama dari kota sebelah jatuh cinta pandangan pertama pada Kinan. Di mulai dari perkenalan itu lah yang membuat hidup Kinan perlahan menjadi hancur.
Jangan lupa baca karya aku ya😊😊
Jangan lupa juga Like Vote Rate and Coment terimakasih😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.Warga Sudah Tahu
Jahat nya Kinan, tengah malam wanita ini kembali melakukan ritual. Entah siapa yang akan menjadi korban, karena cukup sulit untuk menyantet Pandu dan bapak nya.
Sejak kematian ibu nya yang ganjil, kampung kembali sepi di malam hari. Hanya ada angin malam dan suara binatang sebagai peramai nya. Kinan terus merapal mantra, membakar sebiji buah kepala di atas sesajen berapi.
Mulut nya terus berkomat kamit tanpa henti menyebar sihir di setiap sudut kampung. Tidak ada yang menghentikan Kinan, wanita ini telah di rasuki iblis.
Menjelang subuh, suara gaduh terdengar dari rumah salah satu warga. Entah apa yang terjadi, buru-buru tetangga lain nya mendatangi rumah itu.
Salah satu penghuni rumah tersebut meninggal, kata nya jatuh terpeleset di kamar mandi. Namun sebelum meninggal kerabat nya mengatakan jika almarhum berteriak, ada ular besar yang hendak memakan nya.
Aneh, warga semakin yakin ini adalah guna-guna. Yang membuat Pandu dan bapak nya terkejut ketika salah seorang warga berkata yang membuat warga lain nya terkejut.
"Ini pasti perbuatan Kinan, pak Darto bilang Kinan juga tega menumbalkan ibu nya." ucap warga tersebut dengan lantang.
"Pak Darto tahu dari mana, ini jatuh nya fitnah kalau salah omongan?"
"Jam sebelas malam tadi, saya tidak sengaja bertemu dengan pak Darto yang sudah memboyong anak istri nya mengungsi ke rumah mertua nya. Pak Darto mendengar sendiri percakapan Kinan yang sedang mengancam Pandu dan pak Rahmat!"
Warga mulai panik, alasan apa Kinan melakukan ini semua. Bisik berbisik mulai riuh, Pandu dan bapak nya tidak bisa lagi menyembunyikan tentang ini.
Para warga langsung berpikir kesalahan apa yang mereka buat sampai Kinan tega menteror orang kampung.
"Ini pasti ada hubungan dengan masa lalu. Coba kalian semua ingat, rata-rata yang meninggal ini ada hubungan dengan Kinan. Mereka dulu yang pernah terlibat mengkroyok bapak nya sampai mati. Belum lagi kita dulu suka menghina keluarga nya." tutur salah seorang warga.
"Benar, Kinan pasti dendam pada kita."
Warga mulai ketakutan, subuh ini mereka sudah mendapatkan jawaban siapa yang selama ini sudah membaut kampung mereka menjadi kacau. Ada beberapa warga yang ketakutan, karena dulu mereka pernah ikutan menghina keluarga Kinan.
"Kita pikir kan nanti, sebaiknya kita urus jenazah ini." ujar pak Rahmat.
Dalam masalah ini, Pandu dan bapak nya tidak bisa membatu banyak. Masalah utama nya memang bersumber dari warga kampung yang selalu merendahkan keluarga Kinan. Mau minta maaf pun percuma, Kinan sudah di liputi rasa marah dan dendam.
Setelah pemakaman, warga kampung memutuskan untuk mengadakan pengajian rutin. Mau bagaimana lagi, meskipun ilmu agama mereka kurang setidak nya masih ada pak Rahmat yang mau membimbing mereka sekarang.
Desas desus tentang Kinan dengan cepat tersebar di penjuru kampung. Arka yang mendapatkan kabar seperti ini merasa tidak percaya dengan omongan orang lain.
"Kak, apa benar yang mereka bilang?" tanya Arka penasaran.
"Apa nya?" tanya Kinan.
"Warga bilang kakak lah dalang teror kematian di kampung. Bahkan kakak juga tega menumbalkan ibu. Apa itu benar kak?" tanya Arka yang merasa sedih.
Kinan meletakan pisau buah nya, apel di gigit lalu menatap adik nya.
"Apa kau percaya pada mereka?" tanya Kinan dengan santai nya.
"Kak, kenapa kakak terlihat sangat santai. Kakak sedang di fitnah sekarang. Jawab Arka kak, apa ini semua benar?"
Kinan hanya diam, wanita itu kemudian masuk ke dalam kamar nya. Arka tahu betul dengan sikap kakak nya, jika Kinan diam itu berarti benar. Arka benar-benar hancur, dia menangis di meja makan. Bagaimana bisa kakak nya menumbalkan ibu mereka sendiri. Arka tidak bisa menerima kenyataan ini semua, ternyata kakak nya adalah seorang penganut ilmu hitam.
..aku sukaaa 🥰