NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit karena dia

Dulu Nella ingat kalo mau beli hp ini harus nabung dan saat kerja di hari Sabtu minggunya dan usahanya nabung dapatkan hp bagus ini akhirnya berhasil.

Pas mau bayar dan bawa pulang hpnya ada kenaikan harga dan Nella tidak bawa uang lagi, seseorang membantunya.

"Udah pake uangku aja dulu... Kita satu sekolah kamu bisa bayar nyicil ke aku."

Terdiam malu Nella tapi, orang tua temannya tahu kalo Nella anak terbuang di keluarganya dan hanya menjadi kesayangan Kak Raka.

"Makasih."

Mulai hari itu bareng-bareng terus sampai saat kabar itu datang dan kenapa Nella bertemu orang yang mirip dia di negara ini, kenapa harus di museum tempat favorit Nella untuk menjernihkan pikiran sambil menikmati sejarah benda atau tempat dan kenapa juga dia tampan sekali.

Terus menangis diatas kasur sampai tertidur dengan layar tablet yang hitam menatapnya.

Pukul tujuh pagi Nella sama sekali tidak keluar kamar dan tetap tidur.

Shinta mengetuk pintu tapi, terkunci. Daman memberikan kunci cadangan karena merasa kunci ini pasti di perlukan. Dan terbukalah pintu, Daman berbalik badan saat Shinta masuk memeriksa Nella.

"Permisi Nyonya... Ini sudah siang? Nyonya bukannya mau belanja dan jalan-jalan ke pasar tradisional."

"Nyonya? Saya sudah siap, akan saya tunggu..." Shinta merasa aneh kenapa rasanya ia harus memeriksa Nella.

Shinta mendekat dan memegang lengan lalu leher Shinta.

"Aku demam Shinta..."

Seketika itu Shinta menelpon Seam.

"Ah ya..." Daman kaget dengan dorongan Shinta.

"Nyonya sakit, mati kita!"

"Kau!"

Suara kendaraan didepan.

Shinta kembali masuk kedalam dan bertanya mau di kompres atau minum obat.

"Aku mau tidur aja... Nanti juga sembuh."

"Jangan ganggu ya."

Shinta tak bisa berbuat apapun jika sudah begini. Segera ia keluar dan menyambut siapa yang datang dan ternyata Tuannya.

"Shin!"

"Diem lah emang kamu doang yang takut!"

"Di mana istriku?" Tanya Javier sambil berjalan mendekat.

"Di kamar Tuan Nyonya bilang demam dan tidak mau di ganggu kami di marahi..."

Menghela nafasnya.

Pergi begitu saja Javier dari hadapan mereka.

Di dalam kamarnya Nella meringkuk dan tablet diatas laci dekat lampu tidur.

"Sayang..."

"Keluar Javier aku gak mau di ganggu.." Amukannya masih meringkuk di bawah selimut dan hanya kepala yang terlihat.

"Kamu mau apa?" Javier mengusap lengan lalu kepalanya. Panas seluruh tubuh Nella.

"Gak!" tolak nya lagi.

"Ke dokter ya?" Pelan suaranya sambil mengecup kepalanya.

"Gak mau!"

"Kompres kalo gitu?" Javier bangun membuka pintu masih mendengar penolakan Nella.

"Gak mau!"

"Yaa..." Teriaknya pada Shinta yang langsung mengambil alat kompresan.

Segera Javier minta Shinta membawa alat kompresan ia juga membuka jas nya dan menggulung lengan kemejanya mencuci tangannya di kamar mandi dan juga Menganti sepatu dengan sandal rumah.

"Bawa makanan yang tidak buat mual dan juga pisang bawa obat penurun panas."

Nella duduk.

"Gak usah aku gak mau!"

"Husstt tiduran lagi, bantal di tambah."

Javier yang terus melimpahkan perhatiannya tanpa mau mendengar penolakan sampai akhirnya Nella mengigau karena panasnya semakin tinggi.

"Ayo sayang..."

" Enggak Javier." Menghela nafas karena tidak mau pergi ke dokter.

Suara orang yang tidak asing masuk kamar.

"Apa mau mu?"

"Tidak sih Kak tadinya aku mau memberikan ini di suruh Ibu Kayla."

Kinan mendekat ke Nella.

"Kak..." Kinan mengecek suhu tubuhnya dan melihat makanan juga melihat bibir Nella.

"Kakak stres dia kenapa, apa beban pikirannya berat? Bibirnya biru tapi tubuhnya panas dia menggigil juga kak.."

"Tidak mau pergi ke dokter dia..."

Kinan menelpon seseorang dan sejam kemudian datang seseorang.

"Tuan ini dari teman Nona Kinan."

Kinan mengambil alat infusan itu dan mulai menginfus Nella.

Setelah infus berjalan setengah di pantai Kinan Nella mulai lebih baik panas turun dan tatapan mata yang jelas melihat Kinan dan Kinan dengan wajah juteknya masa bodo di tatap Nella.

"Aku pulang Kak Nella, itu dari Ibu katanya Kakak harus baca buku itu dan juga tanya ke ibu kalo belom paham, dan di buku maroon itu ada nomor telpon ruang kerja ibu nomor pribadi dan imail ibu."

"Kak bisa lepas infusnyakan, kalo dah abis botol ini kasih yang ini dulu abis tu ini, kalo gak enak ini di atur aja."

Pergi dari sana Kinan tanpa menunggu Nella mengatakan terimakasih.

"Kamu pulang?"

"Iya kamu semalem cerita sambil nangis kalo kamu liat temen yang udah meninggal di museum dan bilang kamu ngerasa bersalah kalo dia meninggal itu gara-gara kamu..."

"Namanya Johan... Aku gak mau ketemu dia lagi aku benci diri aku kalo aku ketemu dia lagi."

Kedua matanya berair, kembali menangis.

Nella beralih duduk memeluk lututnya. Javier mengusap kepalanya dan punggungnya.

"Kalo kamu ketemu lagi orang yang mirip dia langsung bilang aku dan sebut aja namaku, tidak ada orang yang tidak kenal aku di negara ini, Iya.. Sayangku?" Mengangguk sambil terus menangis sesegukan.

Tatapan mata Javier tajam sinis.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!