Persahabatan dan cinta. Ketika seorang fifi berpacaran dengan ega, ia sangat terbuka dengan sahabatnya, nami. mereka bersahabat sedari kecil dan saling melindungi dan mendukung satu sama lainnya.
Jika seorang nami di kabar kan menjalin hubungan dekat dengan ega juga. Apa fifi akan percaya itu? dan disitulah hubungannya dengan ega dipertanyakan.
Tentang kekuatan cinta dan kekuatan persahabatan. Apapun yang terjadi akan menguatkan hubungan itu.
Tentang Cerita di masa SMA. Pertemanan dan persahabatan.
Baca kisahnya disini, di Cinta Anak SMA (FEN)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Lestaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjauh
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Siapa ra. Cerita sama kakak," tanya Mark lagi mencari penjelasan yang lebih saei adiknya. Setidaknya ia percaya. Adiknya tak memiliki pemikiran buruk baginya. Apalagi jika sampai merusak hubunga orang lain juga pertemanan mereka. Karena Mark tau, sedari dulu Ara tak mudah bergaul dan pemalu jika bertemu orang baru. Meskipun ia tetap akan berubah cerewet jika disekitarnya dan teman-teman terdekatnya.
"Se...sesil kak," jawab Ara dengan menunduk. Mark nampak mengingat-ingat teman ara itu.
"Sial," umpat Mark kesal, membuat Ara menunduk semakin dalam. "Tapi no problem Ra. Setdaknya itu bukan ide lo sendiri. Kakak yakin mereka bakal maafin lo kok," lanjut Mark menenangkan.
"Benarkah kak?" tanya Ara senang.
"Mungkin," jwab Mark membuat Adiknya itu tak bersemangat lagi. "Tapi inget ra, lo harus jaga jarak sama anak tadi," tegas Mark lagi.
"Sesil maksud kakak?" tanya Ara memastikan dan Mark mengangguk mengiyakannya. "Tapi kak, Sesil satu-satunya temen Ara," lanjut Ara dengan sedih.
"Temen yang baik itu mengingatkan dalam kebenaran, Ra. Bukan menjerumuskan kayak gitu," tukas Mark.
"Tapi kak," bantah ara lagi.
"Gak ada tapi-tapian Ra. Yang penting kamu jangan terlallu dekat dengan dia. Ngejauh pelan-pelan aja," ucap Mark tegas. 'Seperti halnya aku akan menjauhi Nami pelan-pelan,' batinnya.
"Baiklah kak," pasrah Ara, mungkin ini yang terbaik baginya.
"Sekarang tidurlah, kakak balik dulu ya," pamitnya pada adiknya. Sementara Ara hanya mengangguk mengiyakan. Mark benar-benar pergi dari kamarnya. setelah kepergian Mark, Ara lega tapi juga bimbang. Ditengah pikirannya yang tengah kalut ini, dia memutuskan untuk tidur. Berulang kali ia memejamkan mata, tapi gagal untuk tidur. Baru ketika jam 1 malam ia benar-benr terlelap.
.
Esoknya, Ara memutuskan berangkat sekolah bersama kakaknya, Mark. Dirinya merasabmasih mengantuk jadi ia tak ingin membahayakan diri untuk sekedar berangkat sekolah sendiri.
"Inget kata-kata kakak kemarin Ra," pesan Mark. Ara hanya mengangguk dan turun dari motor kakaknya. Ia sesang membuka helm nya saat ada orang menyapanya.
"Pagi Ra. Pagi kak Mark," sapa gadis itu membuat Mark jengah. Ara kenal dengan suara ini karena hampir setiap hari ia bersama dengannya.
"Pagi Sil," balas Ara setelah menyerahkan Helm pada kakaknya. Mark lalu turun dari motornya tanpa membalas salam dari Sesil.
"inget Ra," peringat Mark lagi sebelum benar-benar pergi dapri pandangan keduanya.
"Kak Mark kenapa Ra?" tanya Sesil khawatir jika pujaannya ilfeel dengannya.
"Gak papa kok. Ayo," ajak Ara berlalu tanpa menggandeng lengan Sesil seperti kebiasaannya selama mereka saling kenal ini.
"Tunggu ra," panggil sesil dan berjalan setengah berlari mengikuti langkah Ara. Tak lupa ia menautkan lengannya dengan lengan gadis itu. Ara tak bisa menolak secara terang-terangan kan. .
Jam istirahat.
Sesil dan Ara sekali lagi berada di kantin yang sama dengan Ega dan Fifi. Letak meja mereka cukup jauh. Tapi cukup untuk melihat apa yang terjadi di meja sebrang itu.
"Kak Mark tumben gak gabung sama mereka ya Ra?" tanya Sesil sambil menyeruput es teh nya. Disana hanya terlihat Ega, Fifi, Nami dan tambah satu lagi Kara. Lalu tak lama Beni juga Mail bergabung di samping Ega.
"gak tau," balas Ara acuh. Ia memikirkan kakaknya. Mungkin sekarang dah pulang, karena ingin move on dengan kak Nami gak mungkin jika ia bergabung terus dengan mereka. Pikir Ara.
"Eh tapi kok kak Ega sama kak Fifi baik-baik aja ya. Juga sama Kak nami. Apa beritanya kurang heboh ya. Cari ide lain gimana Ra?" tawar sesil lagi.
"Udah Sil. Gue gk pengen lagi ngusik mereka," ucap Ara bosan dengan pembahasan mereka saat ini.
"Kenapa Ra. Gue masih punya ide lain kok," balas Sesil meyakinkan.
"Udah deh Sil," jawab Ara kesal tanpa sengaja menggebrak mejanya dengan keras. Membuat semua orang di kantin menoleh kearahnya. Ia kemudian menunduk malu, lalu berlalu meninggalkan Sesil yang sepertinya marah padanya. Tapi dirinya juga marah dengan sesil, ia sudah benar-benar tak menginginkan Ega lagi.
Hal tadi tak luput dari pemandangan yang Ega dkk liat. Tapi mereka tak mengambil dalam hal tersebut. Padahal mereka tau jika gadis yang menggebrak meja tadi adalah Ara. Tapi mereka tak membahasnya lebih, lebih tepatnya tak menghiraukannya
.
.
*bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
***Salam cinta,
Dwi Lestaa***_
6
5
4
3
2
Ada apa kamu kesini?
bingun
Sesil
Ara
Mark
......