Dijodohkan dengan seorang laki laki dari usia bayi tanpa diketahui, yang ternyata laki laki itu adalah musuh bebuyutannya di sekolah. Namun perjodohan sudah tidak bisa lagi untuk dihindari.
Bagaimana kisah kehidupan Arin dan Rafa selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Malam itu mereka lalui dengan permainan penuh gairah yang tak terhitung berapa kali mereka melakukannya, hingga keduanya tertidur pulas dengan saling memeluk dan hanya selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.
Rafa memang tak pernah puas hanya bermain satu kali saja, dia benar benar lelaki perkasa. Baik bentuk tubuh yang macho atau pun permainan ranjangnya benar benar sangat mengagumkan, terkadang membuat Arin kuwalahan dan merasakan sakit di pinggangnya saat pagi setelah malamnya mereka melakukan hubungan bersama.
Belum berani untuk mengatakan kebenaran tentang obat yang ia konsumsi, Arin memilih diam untuk saat ini daripada menimbulkan pertengkaran hebat. Memang tak seharusnya ia menyembunyikan hal besar seperti itu, apalagi Rafa tampak sangat ingin memenuhi keinginan orang tua untuk memiliki cucu.
Tapi hal itu tak dianggap mudah bagi Arin yang belum siap secara mental. Ia tak ingin membuat anaknya terlantar karena usia masih remaja. Apalagi status pelajar juga tidak memungkinkan dirinya untuk hamil dan memiliki anak saat ini. Berencana menyembunyikan hingga watu yang tepat, Arin harus bisa lulus dengan nilai baik bersama suaminya dan membuat keluarga bangga.
***
Pagi harinya mereka sengaja tak memasang alarm karena itu adalah hari minggu dan mereka masih terhanyut dalam gairah, melakukannya lagi saat bangun tidur dan saat mandi bersama. Walaupun semalam sudah bermain hingga kelelahan, namun kondisi mereka saat ini membuat Rafa kembali bangkit akan gairah pada istrinya.
Meskipun pinggang masih sakit, juga rasa lelah semalam belum sepenuhnya hilang. Arin tidak berani menolak apapun telah menjadi kewajiban dirinya sebagai istri, yang merupakan hak dari suaminya. Hak untuk memiliki dirinya penuh tanpa terkecuali.
"Gila kamu yank, pinggangku beneran sakit ini" menggerutu Arin memajukan bibir serta tangan yang memegangi pinggang terasa amat lelah juga sakit.
"Hehehe maaf yank, habis kamu nagihin sih" ucap Rafa melebarkan senyum, lalj memeluk istrinya dari belakang.
"Yank, laper" ucap Arin manja, memegangi perut.
"Oke sayank hari ini suami kamu siap melayani kamu seharian penuh. Apapun yang kamu mau, aku siap melayani" ucap Rafa sembari mengangkat tubuh istrinya dan menggendongnya turun ke bawah.
Sesampainya di bawah, Rafa mulai memasak di dapur. Sementara Arin tiduran di sofa dan menonton tv sambil menunggu suaminya selesai memasak, karena memang pinggang nya benar benar merasa seperti mau rontok akibat ulah suaminya semalam juga pagi ini. Tidak tahu darimana suaminya memiliki stamina luar biasa, bahkan dalam usianya saat ini. Pengetahuan akan gaya sebuah hubungan juga kadang membuat Arin bertanya tanya.
Tak perlu waktu lama, Rafa pun datang dengan membawa satu nampan besar yang berisi dua piring nasi goreng langkap dengan telur mata sapi, serta secangkir susu favorit istrinya dan kopi hitam miliknya sendiri.
"Makasih suamiku sayang" cap Arin ke arah suaminya sembari memasang wajah so cute yang membuat suaminya ingin menerkam lagi, namun ia tahan dan hanya tersenyum manis ke arah istri amat dicintai.
"Sama sama istriku yang makannya kaya kuli" ejek Rafa, namun tak di hiraukan istri tengah melahap rakus makanan di atas pangkuannya.
Mereka melahap habis sarapan bersama, tentu saja dengan porsi Arin yang tiga kali lipat dari milik Rafa.
"Hm, kenyang banget yank" seru Arin, disambut senyum manis dan ciuman di pipi nya, lalu Rafa beranjak membereskan piring dan mencucinya di dapur membiarkan istrinya tetap beristirahat menikmati acara TV kembali.
Soal’y wktu bru rilis saya ikutin smpe selesai
Eh pas pngen baca lgi ko di potong gini cerita’y
Jdi aneh deh
nganter ditimpuk ma rafa hahah