Elvira Pranata berada dalam situasi yang sulit. Ia baru saja kehilangan saahabatnya yang meninggal menjelang hari pernikahan, namun Ia juga harus menjalankan wasiat sang sahabat untuk menjaga keluarganya saat itu.
Bahkan tak hanya itu. Calon suami dari Mita_sahabat Elvira pun menjadi begitu bergantung padanya untuk segala hal.
Bayu 25tahun. Saat itu divonis lumpuh akibat kecelakaannya bersama sang calon istri. Ia terngiang ucapan terakhir Mita agar Bayu menjaga Elvira, hingga apapun yang terjadi hanya Elvira yang selalu ada dalam memorinya.
Hingga akhirnya dengan segala perjuangan, pihak keluarga menikahkan mereka berdua. Tak hanya karena wasiat, tapi karena Bayu begitu membutuhkan El saat itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PLIS 34
Bayu benar-benar tak meminta mampir ke makam Mita saat ini, padahal awalnya ia yang paling bersemangat. Siang itu mereka sudah kembali ke rumah dan melakukan aktifitas seperti biasa untuk terapi ringannya.
“Abang kenapa?” tanya Elvira yang mulai memasang beberapa alat ditangan dan kakinya saat itu. Ia membaca mood Bayu yang berubah murung sejak Di Rumah sakit tadi.
“El. Apakah aku membuatmu tertekan?”
“Hah?” Elvira memicingkan matanya mendengar pertanyaan Bayu.
“Mereka yang melihat kita, semua kasihan padamu. Kau masih muda, cantik, tapi harus mengurus suami lumpuh sepertiku. Maaf jika… Jika aku membuat hidupmu penuh beban,” ucap Bayu dengan wajah penuh sesalnya saat itu.
Elvira lantas duduk di ranjang dan menggenggam tangan Bau yang terasa dingin, kemudian mengecup telapak tangannya dengan mesra. Ia bahkan bersandar dagu dibahu Bayu agar bisa semakin dekat menatap wajahnya saat itu.
“Mereka ngga tahu Abang, mereka ngga tahu Elvira dan mereka ngga tahu kita bagaimana, Bang. Jangan dengarkan meski pasti akan selalu terdengar ditelinga, karena yang seperti itu tak aka nada habisnya.”
“Tapi, kau menikahiku karena_”
“Engga, ngga terpaksa sama sekali. Apa MIta pernah cerita, jika Elvira tak pernah mau melakukan sesuatu dengan terpaksa?” Bayu mengangguk, karena memang Mita pernah mengomeli Elvira hanya karena tak menuruti apa perintahnya saat itu. Saat Mita meminta Elvira untuk kembali dan mereka membuka praktek bersama di kota ini agar tak pernah terpisah lagi.
Tapi El menolak karena sudah terlanjur nyaman disana. Dan ia tak ingin serta merta memanfaatkan apapun hanya demi uang dan lebih memilih pengabdiannya disana, meski pada akhirnya ia harus tetap kembali pada mereka. Kadang El menyesal karena tak menuruti permintaan Mita kala itu, tapi semua tan bisa di andai-andaikan sesuai maunya.
Elvira lantas mengulurkan tangan untuk memeluk Bayu saat itu, mendekatkan telinga dan berbisik dengan begitu lembut padanya, “Jika ada yang bicara begitu sama El, maka El akan jawab… Ya, Pria lumpuh itu adalah suamiku. El tak malu mengakuinya, lantas kenapa Abang sendiri malu dengan diri sendiri?”
Bayu tersentuh dengan ucapan Elvira saat itu. Digenggamnya erat tangan yang memeluknya lalu ia kecup dengan mesra tanpa air mata yang berlingang diantara keduanya. Hanya Elvira yang tersenyum haru ketika Bayu mengecup bibirnya dengan mesra beberapa kali dan Elvira bahkan sama sekali tak menolak saat ini.
Mereka berdua melakukan kegiatan monoton yang memang harus dilakukan sehari-hari hingga masanya Bayu untuk sembuh tiba. Dan kali ini kegiatan ditambah dengan toilet training untuk Bayu yang baru saja melepas kateternya saat itu.
“Nanti kalau terasa kebelet, langsung panggil El, ya. Biar ngga kelepasan,”
“Kalau aku ngompol, apa tak apa?” tanya Bayu yang masih takut belum bisa merasakan semuanya saat itu, apalagi ini hari pertama.
“Ngga papa, nanti lama-lama terbiasa. Abang takut El marah?” Bayu menggelengkan kepalanya, karena ia lebih takut jika nanti El menghindar dan tak tidur dengannya malam ini dan memilih tidur di sofa. Ia hanya takut tak bisa menggenggam tangannya.
“Kita coba dulu sampai sore ini. Nanti kalau susah, kita pakai pampers ya?”
“El, jangan pampers,” tolak Bayu yang langsung malu hanya sekedar mendengar ucapan El saat itu.
“Apa? Ya pamperslah, baru bisa lepas pasang dan besok belajar lagi. Ya, mau ya? Sayangnya aku,” bujuk Elvira yang mencubiti pipi suaminya dengan begitu gemas. Kesal, tapi Bayu suka dengan panggilan sayang yang masih amat langka untuk El berikan padanya.
Bayu mulai merasakan semua getaran dari alat yang terpasang ditangannya saat itu, semakin lama semakin kuat menandakan semuanya mulai membaik. Namun, ia belum merasakan apapun di kaki yang terpasang alat yang sama, padahal getarannya lebih kuat daripada yang ada ditangannya saat itu.
“Jangan mengeluh, Bayu. Dia saja semangat untuk menyembuhkanmu, jangan hancurkan semangatnya hanya karena dirimu lemah saat ini.”
ttep ya
gabisa laper sebentar🤣🤣
mana abang iam comel banget
pinter banget cuma melototin aja mewek anak orang
mana sekarang jd pawang mama lita🤣🤣🤣
si bayu sm el ini umurnya brp si
kok gemes banget🤣🤣
penasaran d dagu el ada apa
co cwit bgt😍😍😍😍😍
aku juga merasa bayu cepet move on ke El
keknya perna suka deh