NovelToon NovelToon
Wanita Suci Dunia Binatang Yang Terlupakan

Wanita Suci Dunia Binatang Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Penyelamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Roditya

Saat ajalnya tiba di tengah kobaran api dan puing Suku Serigala, Yana diberi kesempatan kedua oleh Dewa Binatang.

Ia terbangun di usianya yang ke-16—tepat dua bulan sebelum tragedi berdarah itu merenggut nyawa ayahnya dan meratakan tanah kelahirannya.

Namun, ancaman terbesar bukanlah monster, melainkan seorang gadis dari dunia lain yang mengaku sebagai "Wanita Suci". Berkedok kemajuan modern, ide-idenya justru merusak keseimbangan alam dan memicu perang antarsuku.

Siapakah sebenarnya sang Wanita Suci pilihan Dewa Binatang yang sesungguhnya? Mampukah Yana menyembunyikan identitasnya demi menyelamatkan sukunya tepat waktu?

Ikuti perjuangan Yana menembus batas takdir dan selamatkan dunia binatang sebelum semuanya terlambat! Baca selengkapnya sekarang di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roditya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 — Berkah Sang Pelindung

Angin gaib berembus kencang di dalam ruang kesadaran Yana, membawa hawa hangat yang membakar rasa dingin di dadanya.

Awan hitam beracun masih menggulung di langit yang keemasan.

Rantai-rantai besi berkarat menancap semakin dalam ke tubuh raksasa Dewa Binatang, mengucurkan darah hitam yang membakar padang rumput di bawahnya.

AWOOOOOOO!

Raungan kesakitan sang Dewa Binatang menggetarkan jiwa Yana hingga rasanya hendak pecah.

.

"Dewa Binatang!" teriak Yana, melangkah mendekati sosok serigala bersayap emas itu tanpa rasa takut. "Apa yang sebenarnya terjadi pada tempat ini?!"

Dewa Binatang menundukkan kepalanya yang megah. Mata keemasannya yang biasa memancarkan kewibawaan kini dipenuhi penderitaan yang amat dalam.

"Keseimbangan benua ini telah runtuh, Anak Manusia..." suara gaib sang dewa bergema langsung di dalam kepala Yana, begitu berat dan bergetar.

"Jiwa-jiwa jahat di dalam gua batu itu tidak hanya meracuni air dan tanah," lanjut Dewa Binatang seraya meringis saat rantai besi ditubuhnya menegang. "Mereka membedah inti kehidupan alam. Mereka mencoba menciptakan monster tanpa jiwa untuk menguasai benua!"

Yana mengepalkan tangannya rapat-rapat. "Apakah semua racun dan lumpur hitam di luar sana berasal dari perbuatan mereka?"

"Benar," bisik Dewa Binatang. "Bumi ini sedang menangis. Akar-akar kehidupan membusuk, dan jika dibiarkan, dalam tiga putaran bulan... seluruh benua ini hanya akan menjadi padang bangkai yang tak berpenghuni."

"Bagaimana cara menghentikannya?" desak Yana tegas. "Harus ada cara untuk menyembuhkan tanah yang mati ini!"

Dewa Binatang menatap Yana lekat-lekat. Sinar keemasan redup memancar dari pupil matanya yang agung.

"Hanya seorang Wanita Suci sejati yang mampu menyerap racun bumi dan mengembalikan kehidupan pada akar yang mati," ucap sang dewa.

"Wanita Suci sejati?" Yana mengerutkan kening.

Dewa Binatang menggeram rendah, memancarkan amarah yang dingin.

"Wanita itu Dia menggunakan pengetahuan di dunianya yang lama dan keserakahan manusia untuk merusak alam demi kepentingannya sendiri! Dia adalah benalu yang mempercepat kehancuran benua ini!"

Dewa Binatang merendahkan tubuhnya hingga moncong raksasanya berada tepat di hadapan Yana.

"Jiwa milikmu... berasal dari dua kehidupan, yang dipenuhi rasa hormat pada kehidupan," tutur Dewa Binatang lembut. "Darahmu, ketulusanmu, dan keberanianmu... kaulah Wanita Suci yang sebenarnya ditakdirkan oleh alam ini."

"tapi, Aku ...." Yana tertegun sejenak.

"Waktuku tidak banyak, Yana," Rantai besi hitam di leher Dewa Binatang mendadak merah membara, mengeluarkan racun yang semakin pekat. "Gua penelitian Suku Rubah sedang menyedot sisa kekuatanku. Aku harus memberimu sebagian dari inti kekuatanku sebelum mereka menguncinya sepenuhnya!"

Dewa Binatang mengepakkan sayap emasnya yang megah.

Satu helai bulu emas raksasa melayang turun, berubah menjadi bola cahaya keemasan yang sangat menyilaukan.

"Terimalah berkah pertamaku..." cetus Dewa Binatang menggelegar.

FLASH!

Bola cahaya keemasan itu menyambar tepat ke dada kanan Yana—tepat di lokasi tanda lahir berbentuk bintik merah yang dibawanya sejak terbangun kembali!

"Ngh...!" Yana membelalakkan mata, merasakan rasa hangat yang luar biasa meledak dari dadanya dan mengalir deras ke seluruh pembuluh darahnya.

Sensasi itu tidak menyakitkan, melainkan terasa seperti aliran air yang membersihkan seluruh kelelahan dan racun dari dalam jiwanya.

Tanda lahir di dada Yana perlahan membara, menjalar membentuk pola tato ukiran daun dan sayap emas yang sangat indah serta bercahaya redup.

"Ini..." Yana menatap telapak tangannya sendiri yang kini memancarkan cahaya hijau keemasan yang jauh lebih pekat dan kuat daripada sebelumnya.

"Itu adalah Berkah Pemurnian," suara Dewa Binatang terdengar makin menjauh dan perlahan memudar. "Dengan kekuatan itu, kamu bisa membersihkan racun tanah, menyembuhkan luka terdalam, dan membangkitkan kehidupan yang telah mati..."

.

Yana tersentak bangun!

Matanya terbuka lebar. Ia terengah-engah dengan peluh dingin membasahi dahinya.

Suhu dingin gua batu tempatnya bersembunyi langsung menyapa kulitnya. Di sampingnya, Aron masih tertidur dengan kapak besi di genggamannya.

Yana segera meraba dada tangannya. Di balik mantel bulunya, dada kanannya terasa hangat.

Ketika ia membuka sedikit mantelnya di balik kegelapan malam, tato ukiran sayap keemasan itu terpancar samar dari balik kulitnya!

Yana perlahan membuka telapak tangannya.

Hummm...

Tanpa perlu memejamkan mata atau memeras tenaga, pendar cahaya hijau keemasan langsung menyala di atas telapak tangannya, menepis aura racun dan bau busuk di dalam gua batu itu seketika!

Yana menatap tangannya sendiri dengan takjub.

"Aku... benar-benar mendapatkan Berkah Pemurnian Dewa Binatang!."

1
Asra
Menarik! semangat berkarya nya kak.🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!