NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:148.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke Sekte

Tidak butuh waktu lama bagi mereka bertiga untuk meninggalkan Kota Shui. Langit pagi yang cerah membentang luas di atas kepala. Awan putih bergerak perlahan sementara tiga sosok melesat di udara dengan kecepatan tinggi. Boqin Changing berada di depan. Long Aotian dan Wu Xing mengikuti di belakangnya.

Di kejauhan muncul sebuah kawasan pegunungan yang sangat familiar bagi Boqin Changing. Senyuman tipis muncul di wajahnya.

"Itu dia."

Long Aotian dan Wu Xing mengikuti arah pandangannya. Di antara pegunungan itu berdiri sebuah sekte yang secara ukuran tidak terlalu besar.

Namun saat ini terlihat bangunan-bangunan baru berdiri di berbagai tempat. Beberapa aula juga terlihat sedang diperluas.

Dari langit terlihat banyak murid yang sedang berlatih di lapangan-lapangan terbuka. Jumlah mereka jauh lebih banyak daripada yang dibayangkan Boqin Changing. Ia jelas tahu, saat ia meninggalkan sekte ini beberapa tahun lalu, murid sektenya tidak sebanyak ini.

Long Aotian sedikit mengangkat alis.

"Mereka sudah berlatih di pagi hari ini..."

Wu Xing mengangguk.

"Memang seharusnya begitu."

Boqin Changing memandang sektenya cukup lama. Di kehidupan pertamanya, Sekte Dua Pedang Petir hanyalah sekte kecil yang hidup pas-pasan.

Mereka tidak memiliki banyak murid berbakat. Tidak memiliki banyak sumber daya. Tidak memiliki pengaruh besar. Bahkan pada akhirnya sekte itu tidak pernah berkembang lebih jauh.

Namun sekarang semuanya berbeda. Sejarah telah berubah dan nama Boqin Changing telah menyebar ke seluruh Kekaisaran Qin.

Julukan Dewa Kematian dan Pelindung Kekaisaran Qin sepertinya telah membuat banyak orang mengenal Sekte Dua Pedang Petir. Kini tidak sedikit keluarga yang sengaja mengirim anak mereka ke sekte ini karena berharap bisa mengikuti jejaknya.

Hasilnya terlihat jelas sekarang. Sekte Dua Pedang Petir berkembang lebih pesat.

Boqin Changing memandang semua itu dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Sedikit bangga, sedikit puas, dan sedikit lega.

Setidaknya kali ini sektenya tidak lagi berjalan menuju kehancuran seperti kehidupan pertamanya.

"Ayo turun."

Ketiga orang itu perlahan menurunkan ketinggian mereka.

Boqin Changing sengaja tidak langsung menuju kediamannya yang ada di lingkungan sekte. Ia ingin melihat keadaan sektenya terlebih dahulu. Setelah itu baru bertemu dengan kedua orang tuanya.

Sudah beberapa tahun lalu ia memindahkan kedua orang tuanya ke kawasan sekte. Itu adalah keputusan yang sangat penting.

Boqin Changing tahu semakin kuat dirinya, semakin banyak musuh yang akan muncul. Musuh-musuh itu pasti akan mencari kelemahannya. Keluarga selalu menjadi sasaran paling mudah.

Oleh karena itulah ia membawa kedua orang tuanya ke sini. Dengan perlindungan sekte, mereka jauh lebih aman dibandingkan tetap tinggal di desa kecil tempat mereka berasal.

Tidak lama kemudian ketiganya mendarat tidak jauh dari gerbang utama sekte. Begitu kaki mereka menyentuh tanah, Long Aotian langsung menatap gerbang besar di depan sana. Lalu ia menyenggol bahu Wu Xing.

"Hei."

Wu Xing melirik.

Long Aotian tersenyum.

"Aku benar-benar penasaran."

"Penasaran apa?"

"Orang tua dan Guru Tuan Besar."

Wu Xing terdiam sejenak. Long Aotian melanjutkan.

"Orang yang bisa membesarkan dan mengajari seseorang seperti Tuan Besar pasti bukan orang biasa."

Wu Xing mengangguk pelan.

"Kurasa juga begitu."

Menurut logika mereka, hal itu memang masuk akal. Boqin Changing adalah monster yang bahkan tidak masuk akal. Maka guru dan keluarganya seharusnya juga luar biasa. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa kenyataannya mungkin akan sangat berbeda dari bayangan mereka.

Boqin Changing yang mendengar percakapan itu hanya tersenyum tipis. Namun ia tidak menjelaskan apa pun.

Mereka bertiga kemudian berjalan menuju gerbang utama. Di sana terdapat beberapa murid yang sedang berjaga. Para murid itu awalnya tampak waspada. Lagipula tiga orang asing baru saja muncul dari arah luar sekte.

Salah seorang penjaga langsung maju.

"Berhenti. Sebutkan tujuan..."

Kalimatnya terputus. Matanya membesar. Ia menatap wajah pemuda di depan sana. Lalu menatap lagi. Tubuhnya langsung menegang.

"Te... Tetua Chang?!"

Suara itu membuat murid lain ikut menoleh. Detik berikutnya wajah mereka berubah.

"Itu benar!"

"Tetua Chang!"

"Tetua Chang sudah kembali!"

Mereka langsung menangkupkan tangan dan membungkuk hormat.

Ekspresi mereka dipenuhi kegembiraan dan rasa hormat. Bagaimanapun juga, orang yang berdiri di depan mereka adalah pendekar terkuat yang pernah dimiliki Sekte Dua Pedang Petir. Tetua Keempat Sekte Dua Pedang Petir, Boqin Changing.

"Salam kepada Tetua Chang!"

"Salam kepada Tetua Chang!"

Boqin Changing mengangguk kecil.

"Kerja bagus."

Hanya kalimat sederhana itu. Namun wajah para murid langsung memerah karena bangga. Salah seorang murid bahkan buru-buru berlari menuju gerbang.

"Kalian semua! Cepat buka gerbang!"

"Ya!"

Gerbang besar sekte segera dibuka.

Krekkk...

Pintu kayu besar itu bergerak perlahan.

Boqin Changing melangkah maju. Namun sebelum masuk, matanya tanpa sadar tertuju pada papan kayu besar yang tergantung di atas gerbang. Tulisan besar terpahat jelas di sana, Sekte Dua Pedang Petir.

Boqin Changing menatapnya beberapa saat. Lalu sudut bibirnya berkedut.

Dalam hati ia bergumam.

"Kalau dipikir-pikir..."

Tatapannya tetap tertuju pada papan itu.

"Nama sekte asalku benar-benar jelek."

Dua pedang dan Petir, digabung begitu saja. Tidak memiliki kesan mendalam sedikit pun. Bahkan jika dibandingkan dengan banyak sekte lain, nama itu terdengar sangat biasa.

Boqin Changing menggelengkan kepalanya pelan. Mungkin patriak sektenya memang tidak terlalu berbakat dalam memberi nama. Atau mungkin ia hanya memilih nama secara asal.

Long Aotian memperhatikan ekspresi aneh itu.

"Ada masalah, Tuan Besar?"

Boqin Changing langsung menggeleng.

"Tidak ada."

"Kalau begitu?"

"Tidak penting."

Ia melangkah melewati gerbang. Wu Xing dan Long Aotian mengikuti dari belakang. Sementara para murid penjaga masih membungkuk hormat hingga sosok mereka menghilang ke dalam lingkungan sekte. Setelah beberapa tahun berkelana ke berbagai dunia, Boqin Changing akhirnya benar-benar kembali ke rumahnya.

Boqin Changing berjalan perlahan melewati jalan-jalan batu yang membelah kawasan Sekte Dua Pedang Petir. Tatapannya bergerak ke segala arah.

Setiap beberapa langkah, ia menemukan sesuatu yang berbeda dari ingatannya. Di sebelah kiri kini berdiri sebuah aula baru yang dulu tidak pernah ada. Di sebelah kanan, beberapa bangunan pelatihan sedang diperluas.

Bahkan di kejauhan terlihat para pekerja masih sibuk mengangkat kayu dan batu. Suara palu sesekali terdengar.

Tak... Tak... Tak...

Sekte ini sedang berkembang. Perkembangan itu terlihat jelas di mana-mana.

Boqin Changing tersenyum tipis. Perasaannya menjadi semakin baik.

Ia mencoba mengenang masa-masa ketika dirinya masih menjadi murid di tempat ini. Saat itu Sekte Dua Pedang Petir jauh lebih sederhana.

Bangunannya lebih sedikit. Muridnya lebih sedikit. Sumber dayanya juga sangat terbatas. Namun sekarang semuanya berbeda. Sejarah benar-benar telah berubah.

Langkah Boqin Changing tetap tenang. Long Aotian dan Wu Xing mengikuti di belakang. Keduanya juga memperhatikan keadaan sekte. Meski bagi mereka tempat ini tidak istimewa, mereka tetap bisa melihat bahwa sekte tersebut sedang mengalami perkembangan besar.

Tidak lama kemudian mereka tiba di sebuah lapangan latihan yang cukup luas. Teriakan para murid langsung terdengar.

"Haaah!"

"Sekali lagi!"

"Hyaaa!"

Puluhan murid muda sedang berlatih di sana. Sebagian mengayunkan pedang, sebagian berlatih langkah kaki, dan sebagian berlatih pukulan.

Di bagian depan lapangan berdiri seorang pria. Usianya sekitar tiga puluhan tahun. Sorot matanya nampak tenang. Ia mengenakan jubah tetua sekte dan sedang memegang sebuah pedang kayu.

Swish!

Pedang itu bergerak ringan di udara. Gerakannya tidak terlalu cepat. Namun setiap ayunan terlihat sangat jelas. Seolah sengaja diperlihatkan agar para murid bisa memahami setiap detailnya.

"Perhatikan baik-baik."

Suara pria itu terdengar tenang.

"Saat menusuk, jangan hanya mengandalkan kekuatan tangan."

Ia memperagakan kembali.

"Gunakan pinggang untuk mendorong tenaga."

"Tubuh bagian bawah harus stabil."

"Kalau fondasi kalian goyah, maka tusukan kalian juga akan kehilangan kekuatannya."

Para murid mengangguk serius. Mereka memperhatikan setiap gerakannya dengan penuh konsentrasi.

Pria itu lalu memperagakan kembali jurus tersebut. Kali ini lebih lambat dan lebih rinci. Bahkan menjelaskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan murid pemula.

Kesabarannya terlihat jelas. Ia tidak menunjukkan sedikit pun rasa kesal meskipun beberapa murid terus melakukan kesalahan yang sama.

Boqin Changing berhenti berjalan. Tatapannya tertuju pada pria itu. Kemudian, senyuman muncul di wajahnya. Senyuman yang jauh lebih hangat dibandingkan sebelumnya.

Melihat itu, Long Aotian dan Wu Xing saling berpandangan. Mereka jelas mengenali perilaku Boqin Changing dan jarang sekali melihat ekspresi seperti itu.

Ekspresi itu benar-benar tulus. Ekspresi seseorang yang sedang melihat orang penting dalam hidupnya.

"Tuan Besar?"

Long Aotian akhirnya bertanya pelan. Boqin Changing tidak menjawab. Tatapannya tetap tertuju ke depan. Pria yang sedang mengajar itu.

Tentu saja ia mengenalnya. Orang itu adalah gurunya, Wang Tian. Salah satu orang yang paling memahami dirinya. Orang yang selalu mendukungnya saat dirinya masih bukan siapa-siapa.

Di kehidupan pertama maupun kehidupan kedua, pria itu selalu sama. Tidak berubah, tidak pernah mengkhianati, dan tidak pernah meminta imbalan. Ia benar-benar orang yang baik.

Tatapan Boqin Changing sedikit melembut. Sementara itu Long Aotian dan Wu Xing ikut memperhatikan pria yang sedang mengajar tersebut.

Semakin mereka melihat, semakin bingung mereka. Karena bagi mereka, orang itu terlalu lemah.

Long Aotian memicingkan mata. Ia mencoba merasakan kultivasi pria tersebut. Beberapa saat kemudian ekspresinya berubah aneh.

"Pendekar suci..."

Wu Xing mengangguk.

"Satu gerbang terbuka."

Keduanya terdiam.

Di dunia asal mereka, pendekar suci satu gerbang terbuka bahkan tidak memenuhi syarat untuk dianggap kuat. Namun sekarang, orang yang membuat Tuan Besar mereka menunjukkan ekspresi seperti itu ternyata hanyalah seorang pendekar suci satu gerbang terbuka.

Long Aotian tidak bisa memahami. Wu Xing juga sama. Mereka jelas tidak bisa menebak siapa orang itu sebenarnya.

Di lapangan latihan, pria itu masih sibuk menjelaskan jurus pedangnya. Ia sama sekali belum menyadari bahwa seseorang yang pernah diajarnya bertahun-tahun lalu, kini sedang berdiri tidak jauh darinya sambil memandangnya dengan senyum tipis di wajahnya.

1
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀
Mahayabank
💪💪💪👍👍✅✅
Mahayabank
Makasih upnya 👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Rinaldi Sigar
lnjut
Baim Putra Kirana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!