Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buaya Di Makan Buaya
Hampir 2 jam Lisa hanya duduk bersandar di dinding sambil memandang dengan tatapan kosong ke arah jasad Rudi yang terbujur kaku dan bersimbah darah. Lisa seakan tidak tahu apa yang harus dilakukannya lagi kebingungan rasa panik dan juga ketakutan akan tindakannya bunuh Rudi pasti akan menyeretnya masuk ke dalam penjara.
"Gue nggak mau dipenjara! Gue harus cari cara untuk lepas dari hukum karena tindakan Gue." gumam Lisa sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Gue harus bayar orang untuk menghilangkan mayat Rudi sebelum Gue pergi jauh meninggalkan tempat ini." Kembali Lisa bicara sendiri.
Lisa lalu berjalan tergesa masuk ke kamarnya dan mengambil handphone yang tergeletak di atas ranjang tempat tidurnya. Dengan kasar dia menyambar benda pipih dengan tangan kanannya lalu dia menghubungi salah satu nomor yang ada di kontaknya.
"Jo. Gue denger lu lagi butuh duit banyak ya buat operasi bini lu?" tanya Lisa to the points.
"Kalau lu mau, Gue akan kasih uang itu sekarang juga dengan satu syarat, lo mau melakukan sesuatu buat Gue sekarang juga." lanjut Lisa kembali tanpa basa-basi.
Tak lama kemudian Lisa menutup teleponnya, Dia berjalan menuju ruang makan lalu memegang pintu kulkas dan mengambil minuman soft drink kaulah dan langsung meneguknya.
Hampir satu botol minuman itu habis dalam waktu sekejap lalu meletakkan botol kosong itu di atas kulkas. Lisa kembali berjalan bersamamu lalu mengambil bed cover dari atas tempat tidurnya.
Wajah Lisa tampak sudah sedikit tenang. Bayangan akan penjara seketika menghapus kepanikannya, entah dapat kekuatan dari mana Lisa dengan cekatan membungkus mayat Rudi dengan bed cover warna biru dongker.
Setelah selesai membersihkan darah yang berceceran di lantai Lisa lalu menyiapkan bertumpuk uang ratusan ribu dalam sebuah tas ransel.
"Aku rasa jumlah ini cukup." gumamnya sambil memandang tumpukan uang ratusan ribu dalam jumlah puluhan juta di dalam tas ransel sebelum menutupnya.
Lisa berjalan ke ruang tamu lalu duduk dengan santainya sambil menghisap sebatang rokok favoritnya. 20 menit kemudian orang yang Lisa tunggu sudah muncul di depan pintu rumahnya.
"Masuk Jo." Perintah Lisa pria berbadan kekar dengan tato penuh di lengan kirinya.
Lisa dan Jojo duduk saling berhadapan lalu pandangan Lisa melirik ke arah ruang keluarga dimana mayat Rudi terbungkus bed cover terbujur kaku lalu tatapannya beralih pada tas ransel yang terletak di atas meja di depannya.
"Itu uangnya, Aku rasa cukup untuk biaya operasi istrimu," ucap Lisa begitu tenang dan datar.
"Nyawa siapa yang harus Gue habisi?" tanya Jojo sambil jari-jarinya saling menekuk hingga menimbulkan bunyi gemertak.
"Tanganmu tidak harus menghabisi nyawa seseorang. Tapi bersihkan tanganku karena aku tidak suka tanganku kotor karena darah seseorang," ucap Lisa begitu dingin dan terlihat jijik sambil memicingkan mata dan mengangkat sudut kanan bibirnya.
"Oke nggak masalah, Aku akan bersihkan tanganmu tanpa bekas sedikitpun. Jangan khawatir," saut Jojo cuek tersenyum menyeringai.
"Di mana mayat itu?" tanya Jojo kemudian menatap lurus ke arah Lisa.
"Ada di ruang keluarga, sekarang juga Kamu bereskan bangkai itu karena aku mual dan jijik melihatnya." ucap Lisa sebelum beranjak dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Jojo di ruang tamu menuju kamarnya.
Jojo melihat punggung wanita cantik yang berlalu meninggalkannya sambil tersenyum menyeringai dan memicingkan mata, lalu dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruang keluarga. Begitu sampai ruang keluarga dia melihat bungkusan bed cover berbentuk lonjong tanpa ingin tahu siapa di dalam bed cover itu.
Jojo kembali keluar dari rumah Aditya lalu menyalakan mesin mobilnya dan memasukkannya di dalam pekarangan rumah Aditya. Dengan badan kekarnya tidak terlalu berat untuk membopong mayat Rudi yang terbungkus dalam bed cover Dan meletakkan di bagasi belakang mobil.
Setelah mendengar deru mesin mobil Jojo meninggalkan rumahnya Lisa buru-buru mempacking semua barang-barang berharga miliknya dan beberapa potong baju lalu memasukkannya ke dalam koper besar tak terkecuali surat rumah dan aset milik Aditya lainnya yang dialih namakan atas nama Lisa.
Perhiasan dan barang-barang berharga lainnya bahkan milik peninggalan Nurmala yang ada di kamar Ayu tak luput dari tangan serakahnya, Lisa mengambil semua milik Aditya dan memasukkannya dalam satu koper. Malam itu juga Lisa pergi meninggalkan rumah Aditya dengan mengendarai mobil milik Aditya di iringi dendang lirih dari bibir merahnya.
***
Malam kian larut menjelang pagi saat Jojo menghentikan mobilnya di sebuah bangunan dengan pagar tembok yang sangat tinggi, Dia turun dari mobil dan berjalan menghampiri sebuah pos jaga yang terbuat dari bambu.
Jojo terlihat sedang berbicara dengan seseorang di pos itu yang tak lain adalah penjaga rumah dengan pagar tembok tinggi tertutup rapat, pintu gerbang terbuka dan mobil cucu masuk ke dalamnya.
Dengan dibantu oleh pria separuh baya penjaga tempat itu berdua dengan si penjaga menggotong mayat Rudi menyusuri jalan setapak menuju halaman belakang bangunan yang lebih tepat seperti sebuah kandang besar.
Bunyi binatang malam terdengar jelas saat Jojo dan si penjaga meletakkan mayat Rudi di pinggir sebuah kolam yang dipagari pagar besi setinggi satu meter.
"Dari bau darahnya mayat Ini belum lama jadi lebih baik cepat kita lemparkan mayat ini ke kolam," kata si penjaga yang dibalas dengan angkutan kepala Jojo.
Jojo dan si penjaga mulai membuka bungkusan bed cover dan menguntungkannya secara perlahan hingga membuat mayat Rudi tergeletak dalam keadaan tengkurap. Jojo membalikkan mayat Rudi dan betapa terkejutnya saat senter si penjaga tepat mengenai wajah mayat itu.
"Bos?!" Pekik Jojo seperti tak percaya kalau mayat yang ada di depannya adalah bos mafianya.
Si penjaga melirik ke arah Jogja yang terlihat kaget hingga membelalakkan mata.
"Lo kenal dia?" tanya si penjaga.
Jojo tak menjawab Dia hanya mengangguk pelan, rasa kagetnya tiba-tiba berubah menjadi senyum kemenangan.
"Nggak perlu susah-susah gue harus menyingkirkan Lu. Apa yang lu punya hari ini akan dengan mudah menjadi milik gue. Selamat jalan bos." batin Jojo tersenyum menyeringai.
"Kita lempar sekarang sebelum penjaga yang lain tiba," ajak Jojo pada si penjaga.
Lalu keduanya mengangkat tubuh Rudi dan melemparkannya ke dalam kolam yang langsung disambut oleh puluhan buaya yang kelaparan.
Dalam hitungan menit tubuh Rudi sudah hilang yang tersisa hanya potongan-potongan kecil baju dan celananya yang tercapik-cabik karena dimakan buaya mengambang di air kolam yang berubah warna menjadi merah.
"Pagi ini adalah pagi yang istimewa karena gue nggak cuman dapetin uang tapi sekaligus mendapatkan kekuasaan hahaha." gumam Jojo sebelum pergi melangkah meninggalkan area penangkaran buaya yang terletak di pinggiran kota metropolitan.
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya