NovelToon NovelToon
Nafsu Semalam Pria Impoten

Nafsu Semalam Pria Impoten

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Disfungsi Ereksi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rossy Dildara

Tampan, baik dan banyak uang saja itu tidak cukup menurut Rama. Buat apa mempunyai semua itu jika burungnya tidak bisa berdiri? Semua perempuan pasti tidak akan mau dengan pria impoten sepertinya.

Namun, suatu ketika, dia tak sengaja bertemu dengan gadis mabuk yang tengah berjalan sempoyongan seorang diri di sisi jalan raya.

Niat hati ingin menolongnya, sebab dia tengah diganggu oleh pria yang hendak melecehkannya. Akan tetapi, saat sudah berhasil dia bantu dan membawanya masuk ke dalam mobil, Rama justru merasa tergoda ketika melihat gadis itu mulai melucuti seluruh pakaian di tubuhnya.


Rama sendiri merasa bingung pada dirinya, mengapa dia memiliki nafsu yang tinggi hingga membuat miliknya tegak berdiri. Alhasil, tanpa disadari, akibat terbuai oleh kemolekan tubuh dan kecantikan gadis itu, Rama telah menggagahinya dalam semalam.

Siapakah gadis itu? Dan apakah dengan menggagahinya penyakit impoten Rama sudah sembuh?

Yuk, baca kisahnya sekarang juga~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rossy Dildara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Sisil memelukku?

Namun, seketika langkah kaki Arya terhenti di ruang tamu. Keningnya tampak mengernyit sebab heran tak ada Sisil di sana. Hanya ada kedua orang tuanya yang asik mengobrol entah membahas apa.

"Pa, Ma, Sisil ke mana?" tanya Arya. Dia juga memperhatikan ruangan rumahnya, mencari-cari keberadaan gadis itu.

Kedua orang tua Arya langsung menoleh, menatap ke arahnya. "Oh, tadi Sisil tiba-tiba pamit pulang, Arya." Yang menjawab Arga.

"Pamit pulang?" Arya makin heran. "Masa, sih? Mau apa? Tapi kok dia nggak ngomong sama aku?" Arya langsung mengambil ponselnya di dalam kantong celana. Kemudian menelepon pacarnya. Akan tetapi sayangnya nomor itu tidak aktif.

"Katanya buru-buru, disuruh pulang sama Kakaknya. Nggak tahu ada urusan apa," jawab Arga asal.

"Papa bohong nggak?" Arya menatap tak percaya, ada rasa curiga di dalam dada. "Apa jangan-jangan, Papa mengusir Sisil?"

"Mana mungkin." Arga menggelengkan kepalanya. "Kamu ini aneh, masa Papa ngusir. Nggaklah."

Arya langsung berlari keluar dari rumah itu, kemudian menaiki motornya. Sedangkan Ganjar memilih duduk di sofa single di dekat anaknya.

"Kamu sudah menolak Sisil, Ga?" tanyanya menatap Arga.

"Sudah, Pa," jawab Arga sambil tersenyum. "Semuanya sudah beres, Arya nggak akan kebelet nikahin Sisil lagi."

***

Sisil dan Citra berdiri di depan pintu apartemen, mereka telah sampai.

Sisil pun memencet bel tersebut, berharap jika Gugun ada di dalam sana. Sayangnya, meskipun dipanggil-panggil, tak ada sahutan dari dalam.

Sisil menurunkan handle pintu, ternyata dikunci. Jadilah dia membukanya dengan sidik jari. Sebab sidik jari apartemen itu adalah sidik jarinya dan kalau kunci, Sisil sendiri tak membawa. Juga kerap kali dia lupa.

Ceklek~

Pintu itu dibuka dan keduanya melangkah masuk ke dalam kemudian menutup pintu kembali.

"Kak!" seru Sisil. 'Apa mungkin Kakak belum pulang dari kantor polisi, ya?' batinnya. Padahal, dia ingin sekali cerita juga kepada kakaknya. Sekaligus memberitahu Citra akan apa yang sebenarnya terjadi.

Perlahan Sisil pun duduk di sofa panjang. Tubuhnya terasa lemas sekali. "Minumnya pesan diluar saja, ya, Cit. Kamu pesan lewat online biar nanti aku yang bayar," ucap Sisil.

"Aku nggak haus, Sil," jawab Citra. "Di dapurmu ada teh sama gula nggak? Mau aku bikinkan teh manis hangat, biar perutmu baikan?"

"Teh sama gula mah ada. Tapi nggak usah deh, Cit," tolak Sisil. "Kamu 'kan tamu, masa bikin minum sendiri. Biar aku sa ...."

"Nggak apa-apa." Citra menahan tangan Sisil ketika gadis itu hendak bangkit. Melihat wajah pucat sang teman, Citra jadi tidak tega. "Biar aku buatkan sebentar, ya?"

"Terima kasih, Cit."

"Sama-sama." Citra tersenyum. Lalu melangkah menuju dapur. Sisil menatap punggung kecilnya itu sambil mengulum senyum.

"Beruntung aku punya teman seperti Citra. Dia sangat baik. Kalau tadi dia nggak datang menolongku ... mungkin aku sudah mati." Sisil menurunkan pandangannya, menatap kedua telapak tangannya yang terbuka. "Gila sih, lagi-lagi aku kepengen bunuh diri."

Tak berselang lama, Citra kembali dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir teh. Kemudian dia meletakkannya di atas meja.

"Langsung diminum saja, Sil. Aku campur airnya biar nggak terlalu panas soalnya." Citra duduk di samping Sisil. Kemudian memberikan satu cangkir itu ke tangannya.

"Kayaknya manis nih, kaya kamu," pujinya sambil terkekeh.

"Kamu juga manis, Sil," sahut Citra. "Gitu dong senyum. Aku kadang kangen sama senyuman kamu."

Sisil menenggak teh tersebut. Akan tetapi saat baru saja masuk ke dalam mulutnya, dia langsung menyemprotkannya. "Ppfff ... kok asin?" tanyanya sembari mengulas sisa teh pada bibirnya. Citra juga langsung memberikan beberapa lembar tissue yang diambil di atas meja.

"Masa asin? Kan namanya teh manis, Sil."

"Coba saja kamu minum." Sisil memberikan cangkirnya. Dan segera Citra menenggaknya sedikit. Ternyata benar, asin. Kemudian Citra mencoba tes dari gelas yang satunya. Yang memang dibikin untuk dirinya sendiri. Akan tetapi sama saja, asin rasanya.

"Kok bisa, ya, asin rasanya, Sil? Apa tehnya kadaluarsa?" tanya Citra.

"Kayaknya kamu salah deh. Yang kamu masukin garam, bukan gula. Jadi asin."

"Ah masa iya. Aku bisa membedakannya, Sil. Mana gula mana garam."

"Tapi kok bisa asin begini?"

"Aku buatkan yang baru deh, ya?" Citra menaruh kembali dua cangkir itu ke atas nampan. Baru saja dirinya hendak berdiri, tetapi lengannya itu langsung Sisil cegah.

"Udah nggak usah deh, Cit. Pesan diluar saja. Katanya kamu mau dengar ceritaku."

"Oh ya sudah kalau begitu." Citra mengangguk. Kemudian mengambil ponselnya di dalam tas jinjingnya. "Kamu kepengen apa?

"Susu jahe sama seblak, Cit."

"Kamu 'kan habis muntah-muntah, masa makan seblak? Yang ada mencret."

"Nggaklah. Aku lagi kepengen saja. Sudah pesan."

"Aku pesankan, ya? Tapi nggak pedes, biar lambung kamu sehat," ucap Citra. Kemudian mengetik-ngetik layar ponselnya. Setelah selesai memesan lewat food, barulah Sisil bercerita.

Sisil membuang nafasnya secara perlahan, lalu berkata, "Mungkin kamu akan kaget dan jijik mendengarnya. Tapi inilah yang sudah terjadi. Aku sebenarnya beberapa hari yang lalu telah diperkosa oleh seorang pria tua, Cit. Dia begitu tega padaku. Memanfaatkanku yang sedang hilang kesadaran karena mabuk."

Citra membulatkan matanya dengan lebar. Dia tampak terkejut mendengar cerita Sisil. "Astaghfirullahaladzim. Serius kamu, Sil?" Segera dia memeluk tubuh temannya, sebab Sisil sekarang mulai kembali menangis.

"Iya. Hiks ... hiks. Masa depanku sudah hancur Citra, begitu pun dengan hubunganku dengan Kak Arya," rintihnya terisak. Tangisnya makin pecah.

"Siapa yang memperkosamu? Dan kenapa kamu bisa mabuk?" tanya Citra heran.

"Ini semua karena Lusi. Dia yang merencanakannya. Dia pasti sekongkol dengan Om Rama, hiks."

"Om Rama?" Kening Citra tampak mengernyit. "Om Rama siapa?"

"Om Rama yang kata kamu anak temannya mertuamu, Cit. Dia orang yang memperkosaku."

"Masa, sih? Kamu berbohong nggak?" tanya Citra yang tampak tak percaya.

"Masa aku berbohong. Aku jujur, memang dia ...." Ucapan Sisil menggantung kala terdengar suara bel. Dia pun langsung melepaskan pelukan Citra, lalu berlari untuk membuka pintu.

Ada seorang pria yang berdiri di depan sana dengan membawa beberapa barang di tangannya.

Tanpa melihat, Sisil langsung memeluknya. Dia mengira pria itu adalah Gugun, padahal ternyata Rama.

Pria itu tentunya terkejut bukan main dengan apa yang Sisil lakukan padanya. Sungguh, dia sangat senang sekali. Jantungnya saja sekarang ingin lompat rasanya.

'Sisil memelukku? Apa ini mimpi?' batin Rama dengan wajah yang bersemu merah. 'Apa ini artinya dia mau aku nikahi?' Tanpa berpikir panjang, langsung saja dia membalas pelukan itu, lalu menciumi rambut Sisil.

Tentunya momen seperti ini tak akan Rama sia-siakan. Rugi rasanya.

...Kesempatan emas ya, Om 🤣...

1
bhunshin
🤣🤣🤣🤣 emng special cucu Mbah dukun mah,bisa terbang😅
bhunshin
modus janda gatel si fuji
bhunshin
wah jangan jangan ada yg ngintip 😅🤣
Nami chan
lg tester elemen udara 🤣
Nami chan
mama nya ditinggalin??? 🤣🤣🤣
Nami chan
Marah oke wajar, bijak perlu. Masih untung gugun pny etika. nemuin ortunya dipulangin baik2. ga asal mutusin sepihak ke risma doank
Nami chan
utu gara2 semua disekitar gugun tuh tll maksain gugun yg ga enakan..
move on mah move on, tp bairkan dia berproses jg, lagian putus ama tuti blom lama
Nami chan
Apa kalo cowo yg hirup aromanya bau kambing ya? tp kalo cewe ga kecium
Nami chan
Karna td dia terbang mom 🤣🤣🤣
Nami chan
minta duit buat jajan 😂
Nami chan
masih kayanya, makanya kesakitan dia
Nami chan
wahh murce kali gisel
visi Sembiring
thor saya fokusnya bkn bayinya terbang tapi fokus ke mba yahya yg cari cucunya ke kolong tempat tidur emang bayi yg baru lahir sdh bergerak smpe jàtuh dr tempat tidurnyà 😁😁😁😁
IG: @rossy_dildara: namanya orang panik 🤣
total 1 replies
fee2
cus yuk liat... kak rossy ceritanya uinik2...
Bunda silvia
Walah sisil jangan sampe kena sindrom baby blouse
Bunda silvia
Cukup pak rama buat aq juga cukup banget 🤭🤭🤭
Bunda silvia
Sebenarnya dalam masalah ini tidak sepenuhnya salah gugun, risma juga salah sudah memaksa gugun menjalin hubungan di saat gugun patah hati karena tuti putusin secara sepihak. Salah gugun cuman kurang tegas menyikapi risma
Nur Adam
smgt untyk krya mu thoor
IG: @rossy_dildara: makasih kak. jgn lupa mampir yaa🙏
total 1 replies
Fri5
selamat ya Om Gugun & Tuti, akhirnya kalian bisa bersatu 😍.....

Terima kasih Author atas karyanya. Semoga tambah sukses selalu 🙏🥰😍🤗
IG: @rossy_dildara: Amin, kak. Jangan lupa mampir di novel baru yaa
total 1 replies
Pisces97
males deh akhirnya menikah ada kdrt gk tuh kedepannya hahahahha 🤣🤣🤣🤣
tapi seenggaknya Tuti gk lebih cantik dari citra 🤪🤪🤪
secara citra paling cantik dan om ganteng paling hot tak ada tandingannya 🙈😂😂😂😂
IG: @rossy_dildara: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!