Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Di tempat yang berbeda, di sebuah rumah mungil yang terdapat di belakang Vila Mewah itu. Tampak Mela sedang berbicara dengan sangat ibu, membahas masalah pernikahan nya dan Dani.
"Bu, aku mau acara pernikahan ku di adakan secara mewah di Vila ini!" Mela berkata pada ibu nya.
"Ibu juga mau nya seperti itu nak, tapi bapak mu pasti tidak akan setuju!" Bu Nani berkata pada anak nya.
"Bu, mas Dani adalah orang kaya dan dia adalah seorang manager. Memalukan jika pernikahan ku di adakan secara sederhana, setelah aku menjadi istri nya toh kita semua yang akan menikmati harta nya!" Ujar Mela lagi.
"Mel, kenapa kamu tidak minta Dani mengadakan acara di hotel saja. Dia kan orang kaya, masa untuk acara pernikahan sendiri saja dia begitu pelit!" Omel Bu Nani.
"Bu, mas Dani pengen mengadakan acara pernikahan yang beda dari orang lain. Maka dari itu dia pengen acara nya di adakan di Vila ini, kalau di hotel kan udah biasa!" Mela menjelaskan keinginan Dani.
"Baik lah, kalau begitu kamu minta uang yang banyak pada Dani untuk ngadain acara pernikahan kalian di sini!" Ujar bu Nani pada putri nya.
"Iya bu, nanti Mela akan sampai kan pada mas Dani!" Mela mengangguk kan kepala nya.
Sebenar nya Mela ingin mengadakan acara pernikahan nya di hotel, tapi Dani ingin acara berbeda. Dia ingin mengadakan acara di tempat terbuka dengan konsep Out door, dari itu dia memilih acara nya di adakan di Vila saja.
*****
Mela dan Dani sedang berada di kantin, kedua nya sedang istirahat makan siang. Suasana kantin yang ramai karena semua karyawan sedang makan siang, Mela dan Dani memilih untuk duduk di pojokan karena mereka ingin membahas masalah pernikahan mereka.
"Mas, jika ingin acara nya sempurna kau harus siap kan banyak uang dari sekarang, biar semua nya bisa di persiap kan dari sekarang!" Mela memulai pembicaraan dengan Dani.
"Iya sayang, kamu sabar ya. Mas sedang mengusahakan uang nya!" Jawab Dani sambil menyeruput minuman nya.
"Mas, aku udah gak sabar lagi menunggu pernikahan kita!" Mela tampak sangat manja dengan Dani.
"Iya sayang, mas juga udah gak sabar lagi!" Dani membalas ucapan Mela.
"Mas, bagai mana reaksi istri mu saat dia tahu kita akan segera menikah?" Tanya Mela pada Dani.
"Dia tidak bisa melakukan apapun, kecuali menerima pernikahan kita. Marsya hanya lahan wanita miskin, jika dia pergi dari rumah dia akan menjadi gembel di jalanan!" Ujar Dani sambil tersenyum dan tampak nya dia sangat senang bisa merendah kan istri sah nya.
"Mas, aku udah gak sabar lagi pengen di layani sama istri mu itu. Aku akan buat dia bertemu lutut di hadapan ku!" Mela berkata dengan senang nya sambil membayangkan hidup nya di layani oleh Marsya kelak.
"Iya sayang, kau boleh melakukan apa saja pada diri nya!" Dani pun tak kalah senang nya.
Dani melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, 25 menit lagi waktu istirahat akan segera berakhir. Dia mengajak Marsya kembali ke kantor.
"Yuk sayang, bentar lagi udah mulai kerja lagi!" Dani menggandeng tangan Mela.
"Ayuk mas!" Mela mengangguk kan kepala nya.
Kedua nya berjalan dengan sangat mesra kembali memasuki kantor, kedua nya tampak sangat bangga bisa mempertontonkan kemesraan mereka di depan banyak orang.
"Pak Dani, Mela. Ini undangan untuk kalian!" Salah satu karyawan menyerah kan 2 lembar undangan pada mereka.
"Dari siapa?" Tanya Mela penasaran.
"Dari bu Arum, 3 hari lagi bu Arum akan mengadakan acara pertunangan nya dengan pak Galih di hotel berbintang. Semua karyawan kantor ini di undang!" Jelas karyawan itu.
"Oh, terima kasih!" Dani pun tampak tersenyum puas sambil menimang undangan milik nya.
"Kamu kenapa mas? Dari tadi senyum- senyum terus?" Tanya Mela yang sejak tadi memperhatikan Dani.
"Gak papa, mas cuma senang aja. Di acara pertunangan nya bu Arum dan pak Galih nanti semua orang akan memandang kita sebagai pasangan serasi!" Ujar Dani sambil tersenyum.
"Maksud mu mas?" Tanya Mela penasaran karena dia belum mengerti akan maksud Dani.
"Kita berdua akan menghadiri acara itu, dan semua orang yang hadir di sana akan memuji kita sebagai pasangan serasi. Mas ingin kita tampil terbaik di acara itu nanti, walaupun itu acara nya bu Arum dan pak Galih, tapi aku pastikan sebentar lagi mereka akan memuji kita. Karena kita pun akan segera menikah sama seperti bu Arum dan pak Galih. Aku juga ingin mengumum kan pada semua orang bahwa kau adalah milik ku!" Jelas Dani panjang lebar.
"Kamu benar sekali mas, kau kan seorang manager di sini. Jadi secara tidak langsung kau adalah orang yang sangat di hormati begitu juga dengan ku!" Mela pun tidak kalah senang nya dengan Dani.
"Mas, karena ini acara penting, bagai mana kalau kita siap kan baju couple untuk kita berdua. Semua orang akan tahu dengan hanya melihat pakaian kita nanti nya, aku ingin kita tampak serasi!" Mela berkata dengan semangat.
"Boleh, boleh juga tu! Sepulang dari kantor kita akan langsung mencari baju nya!" Dani mengangguk kan kepala nya.
Waktu kerja sudah di mulai setelah istirahat makan siang, begitu pun dengan Dani dan Mela. Mereka sudah tidak sabar lagi menunggu jam kerja mereka berakhir dan akan berburu pakaian untuk mereka kenakan di acara pertunangan pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
"Mas, kita langsung ke Mall saja ya!" Usul Mela ketika jam pulang pun tiba.
"Ayuk!" Dani segera menggandeng tangan Mela menuju ke mobil nya yang ada di parkiran.
"Mas, aku ingin mengenakan gaun yang elegan dan mahal di acara nya bu Arum!" Ujar Mela dengan tidak sabar.
"Sayang, kalau bisa jangan yang terlalu mahal ya!" Tiba - tiba Dani berkata sambil menyetir mobil nya.
"Loh kok gitu mas? Ini kan juga acara penting untuk kita, aku ingin semua orang terpukau dengan penampilan kita!" Ujar Mela dengan cemberut.
"Sayang, setelah ini kita akan mengadakan pesta pernikahan mewah dengan konsep out door. Kita butuh biaya yang besar untuk mewujudkan pesta impian kita!" Dani berusaha menjelaskan pada Mela.
"Tapi mas,,,,!" Mela tampak kesal dengan penjelasan Dani.
"Sayang, kau yang akan hadir di acara nya bu Arum sebagai pasangan ku, bukan nya Marsya. Jadi kenapa harus cemberut, toh semua orang pasti akan memuji kita dengan melihat pakaian yang kita kenakan, mereka juga tidak tahu jika itu baju yang murah!" Jelas Dani sambil mengenggam erat tangan Mela.
Mela pun akhir nya menuruti apa yang di katakan oleh Dani, padahal dia ingin nya mengenakan baju yanh mahal. Kapan lagi bisa belanja baju bagus dan mahal, jika menggunakan uang nya sendiri Jelas Mela tidak mau rugi. Dia ingin menggunakan uang nya Dani, tapi Dani menolak dengan alasan pesta out door mereka membutuhkan biaya yang lebih banyak.