Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.
Ling Qi adalah salah satunya.
Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.
Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.
Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.
Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.
Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.
Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Zhao Dahai menoleh, alisnya berkerut menatap sosok asing yang tiba-tiba muncul dan berani menyuruhnya berhenti. Kedua anak buahnya, yang masih menahan lengan remaja tadi, ikut menoleh dengan wajah bingung.
"Siapa kau?" Zhao Dahai menatap Ling Qi dari ujung kaki hingga kepala, matanya berhenti sejenak pada perban yang menutupi mata pemuda di depannya.
Ling Qi berdiri tegak, dagu terangkat, suaranya penuh percaya diri yang belum pernah dia rasakan seumur hidup.
"Kau tidak ingat aku? Padahal dulu kau yang memukuliku sampai babak belur di terowongan itu. Merampas berlian yang aku temukan dengan susah payah."
Zhao Dahai mengernyitkan dahi, menatap wajah asing itu lebih dalam, mencoba mencari kemiripan dengan siapa pun yang pernah dia kenal.
"...Aku tidak pernah melihatmu seumur hidup," Zhao Dahai akhirnya menjawab, nadanya penuh kebingungan yang tulus.
Ling Qi membeku sesaat. 'Benar juga. Wajahku sudah berubah total. Bagaimana mungkin dia mengenaliku?'
Kesadaran itu membuat sedikit rasa gentar muncul di dadanya, tetapi dia buru-buru menutupinya dengan ekspresi datar.
Zhao Dahai justru tersenyum licik, matanya berkilat seperti seseorang yang baru saja menemukan mangsa empuk.
"Pakaian bagus, kulit halus, bicara sok berani di tambang kotor seperti ini." Dia menyeringai lebar. "Kau pasti anak orang kaya yang sedang cari sensasi, bukan? Kebetulan sekali. Keluargamu pasti akan membayar mahal kalau anaknya hilang di tambang berbahaya seperti ini."
Zhao Dahai mengangkat tangan, memberi kode singkat ke dua anak buahnya, mereka segera melepaskan remaja tadi dan berlari mendekati Ling Qi dari dua sisi berbeda.
Ling Qi tidak menunggu. Begitu salah satu dari mereka melompat dengan tangan terentang untuk menangkapnya, tubuhnya sudah lebih dulu meliuk ke samping, menghindar dengan jarak yang nyaris menempel di kulit.
Orang kedua mencoba menerkam dari belakang. Ling Qi memutar tubuhnya setengah putaran, menjatuhkan diri sedikit lalu menyapu kaki lawan dengan tumitnya. Orang itu terjungkal, wajahnya mencium tanah berdebu.
Zhao Dahai terdiam sesaat, senyumnya memudar melihat kedua anak buahnya yang gagal menangkap satu orang yang bahkan matanya tertutup perban.
"...Kau punya nyali juga rupanya," gumam Zhao Dahai sambil meraih beliung yang tersandar di dekatnya. Dia menggenggam gagangnya erat, mengangkatnya ke bahu. "Jangan salahkan kalau ada luka kecil."
Dia melesat maju, mengayunkan beliung dengan tenaga penuh ke arah kepala Ling Qi.
Ling Qi hanya menggeser kepalanya beberapa senti ke kiri. Mata beliung lewat tepat di sampingnya, menciptakan hembusan angin yang bisa dia rasakan menerpa pipinya.
"Sialan!" Zhao Dahai membalikkan badan, mengayunkan beliung lagi dari arah berlawanan, kali ini menyasar perut.
Ling Qi melompat mundur setengah langkah, cukup untuk membiarkan ujung beliung lewat beberapa senti dari kausnya yang sudah using itu.
Zhao Dahai terengah-engah, matanya membelalak. "Kau... matamu tertutup! Bagaimana bisa kau menghindar semua seranganku?!"
Ling Qi hanya menyeringai kecil di balik perbannya, tidak menjawab. 'Karena aku bisa melihat setiap gerakanmu jauh sebelum kau menyadarinya.'
Zhao Dahai, dengan napas memburu dan kemarahan yang membutakan, menerjang sekali lagi, kali ini dengan seluruh bobot tubuhnya, beliung diayunkan lurus ke depan seperti tombak.
Ling Qi memiringkan tubuh, membiarkan beliung lewat tepat di samping pinggangnya, lalu dengan satu gerakan cepat, dia mengangkat kakinya dan menghantam dada Zhao Dahai dengan tendangan telak.
Zhao Dahai terpental ke belakang, tubuhnya membentur tanah dengan bunyi debam keras, beliung terlepas dari genggamannya dan berdenting di atas batu.
Ling Qi melangkah mendekat, berdiri tepat di atas tubuh Zhao Dahai yang masih berusaha bangkit sambil mengerang kesakitan.
Ini kesempatannya. Satu pukulan lagi, atau satu tendangan lagi, bisa mengakhiri semuanya di sini juga.
Namun tangannya yang terkepal justru berhenti di udara. '...Kenapa aku ragu?'
Bayangan wajah ibunya, yang selalu mengajarkan agar dia tidak menjadi orang yang kejam tanpa alasan, berkelebat sekilas di benaknya.
Zhao Dahai, melihat keraguan di balik perban yang menutupi mata lawannya, mendadak merasakan secercah harapan. Dia menatap Ling Qi dengan mata penuh cemas, seperti anjing yang menunggu keputusan tuannya.
Ling Qi menghela napas pelan, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk seringai tipis. "Tenang saja. Aku tidak akan membunuhmu."
Zhao Dahai baru saja hendak menghela napas lega—
KREK!!
Ling Qi menginjak selangkangannya dengan seluruh bobot tubuhnya, tepat dan tanpa ampun.
"AAAAARGHH!!!" Zhao Dahai menjerit sekuat tenaga, tubuhnya melengkung, kedua tangannya refleks menutupi bagian yang baru saja hancur, air mata dan liur bercampur mengalir dari wajahnya yang memutih pucat.