Sama sama mencari keberadaan satu sama lain, akankah mereka bertemu??
Malam panas itu telah merenggut kesucian sang gadis yang dikira perempuan bayaran. Saat pria itu keluar sebentar dari kamarnya, gadis itu melarikan diri dengan membawa uang dari dompetnya. Beberapa bulan berlalu, seorang bayi mungkin nan tampan dititip di dalam kardus kertas HVS, Richard yang belum memiliki pengaruh penting kala itu langsung menyadari bahwa anak itu adalah putranya, dia diusir dari rumah keluarga nya dan bertekad mencari keberadaan ibu kandung anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPB : Hubungan Batin
Rara menatap ke bawah, melihat Pak Dono yang begitu bersemangat bersama pelayan lain yang ada di rumah itu.
" Tenang saja, Mereka orang baik, sedikit aneh tapi mereka menyenangkan, kau akan terbiasa nanti," ucap Richard.
"Ahh baiklah," jawabnya singkat.
Rara memperhatikan seluruh ruangan itu, ditata dengan rapi meskipun dengan warna yang membosankan.
Mereka berjalan di sepanjang lorong lantai dua, menuju ruangan bermain dimana George biasanya bermain.
Tangan Richard masih menggenggam tangan Rara dengan erat, seolah tidak ingin melepaskan wanita itu dari sisinya.
Rara menatap tangannya yang dipegang erat oleh Richard, rasanya aneh, jantungnya malah berdegup kencang tidak karuan karena diperlakukan begitu lembut oleh pria di depannya itu.
" Perhatikan langkahmu, " ucap Richard.
Pria itu membuka pintu ruangan itu dengan pelan.
" Kemarilah," ajaknya sambil menarik tubuh Rara dan membiarkan wanita itu berdiri di depannya.
" Lihat ke dalam," ucap Richard.
Wanita itu menatap ke dalam ruangan, sontak saja apa yang dia lihat membuat hatinya gemetar dan jantungnya berdegup kencang.
George sedang berada di tengah ruangan itu, mengangkat tubuhnya dan duduk di atas lantai.
Bukannya bermain, anak lelaki itu menangis dalam diam sambil memukuli kakinya yang mati rasa dan sulit digerakkan. Dia ingin berdiri, dia ingin berlari bebas seperti anak-anak lainnya, dia ingin menemani ayah dan ibunya bermain, memeluk ibu kandungnya bermain bola seperti dulu, dia ingin hidup normal.
" Hiks hiks hiks... ayo kamu bis Ge... ayolah... akhh.... kamu bisa!!!" gumam anak itu sambil mencoba berdiri dengan menggunakan kursi roda sebagai penyangga tubuhnya.
" Akhhhrr........ aku pasti bisa!!!!" teriak anak itu sambil berusaha berdiri dan menaikkan tubuhnya.
" Aku bi...saaaaa....
Brukkk...
" Gege!!" Rara hendak berlari menolong anak itu, tetapi Richard menghalangi nya dengan cara menahan Rara.
" Biarkan dulu, biar dia belajar untuk bangkit," bisik Richard.
Wanita itu menahan dirinya untuk tidak menangis, dia melihat bagaimana seorang anak yang didewasakan oleh keadaan, dan dipermainkan oleh takdir.
Gege kembali mencoba dan mencoba lagi ,tetapi sebanyak itu dia gagal berjalan, hanya bisa berdiri dan itu pun hanya beberapa detik sebelum dia terjatuh ke lantai.
" Akhhh... kenapa Gege nggak bisa jalan!? kenapa Gege nggak bisa jalan, seharusnya hari itu Gege bisa bantu Mama... hiks hiks hiks... seharusnya hari itu Gege bisa bantu Mama supaya tidak sakit huwaaaaa.... Gege nggak berguna!!!" pekik anak itu memukuli dirinya sendiri.
Tiba-tiba....
Greeeppp...
Rara tidak kuasa, hubungan batin itu terlalu kuat, dia memeluk anak itu sambil menangis sesenggukan melihat kondisi Gege yang begitu memprihatinkan.
Richard sendiri terdiam di tempatnya saat mendengar ucapan Gege, " Apa Gege sudah tau!?? tapi bagaimana caranya!???" Mata Richard tidak bisa bohong, dia sangat terkejut dengan ucapan Gege barusan soal Ibunya.
" Apa dia tau siapa Rara ? tapi bagaimana bisa!??" batin Richard melongo.
Sementara itu, Gege terkejut bukan main kala wangi tubuh ibu kandungnya yang sangat dia hapal ketika berada di rumah Rara hari itu menyeruak memenuhi rongga hidungnya.
" Mama!??" batin Gege, dia mendorong tubuh Rara dan menatap wajah itu dengan mata merah dan wajah penuh dengan air mata.
"Ma.... Tante!??" Gege menangkupkan kedua tangannya di wajah wanita itu sambil menatapnya dengan tatapan tidak percaya .
" Tante Rara!??" Lagi lagi bocah itu menatapnya dan memeriksa apakah wanita di depannya itu asli.
" Gege Nggak mimpi kan!?? ini benaran Tante Rara!????" Tanya Gege, dia bahkan sampai mengucek kedua matanya untuk memastikan bahwa apa yang dia lihat saat ini benar benar nyata.
" Iya sayang, ini Tante Rara... hiks hiks hiks .. anak baik, kamu anak baik, kamu anak kuat sayang..... kamu pasti bisa jalan lagi..." ucap Rara sambil mengusap wajah anak itu dengan lembut.
" Papa?? Tante... ini Tante Rara!?? benaran!??" tanya Gege dengan suara gemetaran sambil menatap ayahnya yang sudah berdiri di dekat mereka.
" mulai Sekarang," Richard duduk bergabung dengan mereka, dia merangkul Rara dan juga Gege," Kita keluarga, panggil Mama pada Tante Rara nak," ucap Richard dengan mata berkaca-kaca, dia berusaha keras menahan tangisannya agar tidak pecah saat ini juga.
" Ma...Mama!?? boleh!??" mata bocah itu membulat sempurna, senyuman indah melengkung di wajahnya.
Hatinya begitu cerah, senyumannya indah bagaikan lengkungan pelangi di langit jingga.Bunga bunga bermekaran di hati anak itu, akhirnya setelah sekian lama, keinginan terbesarnya terwujud, sebuah keluarga lengkap yang dia impikan.
" Be..benarkah Tante??" tanya Gege dengan suara tersendat karena menangis.
" Benar sayang, kamu boleh panggil Mama mulai sekarang," balas Rara. Hatinya bagai mekar, ditumbuhi dengan bunga bunga yang indah, Seolah dia kembali menemukan sesuatu yang hilang dari dalam dirinya .
Gege menangis bahagia, dia memeluk Rara dengan erat, mencium pipi dan kening wanita itu, menangis sesenggukan di depan Rara dan menangkupkan kedua tangannya di depan wajah Rara.
" Mama... Gege punya Mama hiks hiks hiks.... akhirnya Gege punya Mama Papa... Gege bahagia... terimakasih, hiks hiks hiks... doa Gege terkabul!!!" teriak anak itu penuh bahagia.
Rara memeluknya dengan begitu erat sambil menangis sesenggukan," Ahhh apakah putraku akan memelukku juga jika dia bertemu denganku? kenapa aku merasa seolah aku sedang memeluk belahan jiwaku, memeluk anakku saat aku memeluk Gege, rasa yang sangat lega dan bahagia...." batin Rara.
Richard menatap kedua orang itu, mereka adalah korban dari kejahatan manusia tanpa adab yang memisahkan ketiganya dengan cara yang tragis.
Pria itu memeluk Rara dan Gege tanpa ragu," ini keluarga ku, dan akan kupastikan mereka hidup bahagia untuk membuat orang-orang itu merasa hancur, akan kupastikan mereka menjadi saingan kalian yang paling berat!!!" batin Richard.
" Papa Terimakasih!!!" ucap Gege sambil menangis haru .
" Sama sama sayang, Papa Tau selama ini kamu membutuhkan sosok seorang ibu, Papa melihat kamu bahagia dengan Mama kamu saat itu, akhirnya Papa semakin yakin, apa pun akan Papa lakukan untukmu sayang, apa pun itu," ucap pria itu sambil menatap Rara dan Gege bergantian.
Cup...
Sebuah kecupan mendarat di pipi Richard, berasal dari bibir indah milik Gege.
" Gege sayang Papa dan Mama..." ucapnya.
Kerinduan anak itu terwujud, kini dia memiliki kekuatan untuk kembali pulih dan jadi dirinya yang dulu.
Pertemuan yang dramatis, tetapi Rara masih belum sadar bahwa anak yang dia cari sudah ada di dalam pelukannya.
Richard menatap keduanya, takdir mempersatukan mereka kembali setelah tujuh tahun, tepat setelah Richard meraih posisi yang kuat, posisi yang tidak pernah dipikirkan oleh para musuhnya.
"Apa yang akan kukatakan pada mereka berdua tentang hubungan mereka yang sebenarnya? bagaimana aku akan mengungkap hal itu pada keduanya? tidak kusangka kami dipertemukan dengan cara seperti ini," batin Richard.
Rara tersentuh dengan keluarga barunya, keluarga yang dibentuk hanya dengan tanda tangan dokumen semata.
"Akankah aku menemukan kebahagiaan disini? kenapa aku merasakan sesuatu yang besar ketika bertemu mereka? takdir macam apa yang Engkau berikan padaku Wahai sang Pencipta? "
.
.
.
like, vote dan komen 🤗