Menceritakan tentang seorang wanita yang menyesal karena telah mengkhianati suaminya.
Penyesalannya berujung membuat dirinya mengejar kembali cinta mantan suaminya.
Bagaimana kisah selanjutnya? ayo ikuti terus ceritanya.
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Makan malam
"Iya mas, kebetulan aku juga sedang berbelanja disini." Kata Sania dengan senyumannya.
Dia lalu melirik ke arah Rika namun senyumnya langsung berubah menjadi tatapan sinis saat melihat Rika.
"Ehem.......Alif kapan kamu main ke rumah mamah yang baru nak?" Tanya Alif.
"Lho, kamu pindah rumah Sania?" Tanya Rama.
"Iya mas, rumah yang bekas kita tempati aku jual kemarin." Jawab Sania.
"Kenapa kamu jual?"
"Rumah itu banyak kenangannya mas, jadi aku suka teringat saja." Kata Sania.
"Kamu sesekali bawa Alif ke rumahku dong mas." Pinta Sania..
"Baiklah kalau begitu, kapan-kapan kalau ada waktu aku akan kesana bersama Alif dan juga Rika. Bukankah begitu sayang?" Tanya Rama tersenyum.
"Iya mas...." Jawab Rika juga tersenyum.
Sania sedikit geli mendengar penuturan sayang untuk Rika yang keluar dari mulut Rama.
"Kalau begitu kami pergi dulu!" Ujar Rama.
"Baiklah, silahkan." Kata Sania. Tak lupa dia menciumi anaknya dulu.
Rama dan anak istrinya pun akhirnya melangkah pergi dari hadapan Sania.
Sementara Sania masih berdiri menatap langkah kepergian mereka.
Sore harinya.
Mobil Sania baru saja terparkir di halaman rumah. Dia turun dari mobil dan bergegas ingin masuk ke dalam rumah. Namun baru sampai depan pintu, Sania terheran ketika melihat ada sebuah buket bunga yang cukup besar di lantai. Dia membungkukkan badannya lalu mengambil buket tersebut.
"Hah, dari siapa ini?" Tanya Sania heran.
"Tidak ada nama pengirimnya. Hem....entahlah bunganya sangat bagus aku menyukainya!" Ucap Sania mengangkat kedua bahunya lalu masuk ke dalam rumah.
Baru saja masuk ke dalam rumah dan baru saja duduk di sofa, Sania tiba-tiba mendapatkan sebuah telefon dari David.
"Dia lagi, dia lagi, cih......"
"Hallo, ada apa kamu menghubungiku?" Tanya Sania.
"Apa hanya ingin bertanya." Jawab David.
"Hah, bertanya apa?"
"Apakah kamu suka dengan buket bunganya?" Tanya David.
"Ja-jadi itu dari kamu?" Tanya balik Sania.
"Em....itu dariku, aku mengirimnya untukmu." Jawab David.
"Untuk apa kau mengirimkan ku buket sebesar itu?"
"*Tidak apa-apa. Oh ya, aku ingin mengajak mu bertemu. Kapan kamu punya waktu luang?" tanya David.
"Sepertinya aku tidak ada waktu luang apalagi untuk bertemu denganmu!." Jawab Sania lalu langsung mematikan sambungan teleponnya*.
"Dasar....aneh, baru saja kenal udah seperti orang yang sok akrab." Sania berdecak kesal.
Tak ambil pusing, Sania pun langsung bangun dari duduknya dan menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Sore menjelang malam.
Rika sedang sibuk dengan kegiatan memasaknya.
beberapa saat kemudian, Rika baru saja selesai menyiapkan makan malam untuk suami dan anaknya. Dia menyajikan makanan yang telah ia makan di meja makan.
Rika kemudian menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk menyuruh suaminya turun ke bawah.
"Mas...makan malam sudah siap, ayo ke bawah!" Ucap Rika.
"Baiklah sayang," Ujar Rama yang baru saja selesai mandi.
Beberapa saat kemudian mereka pun makan malam bersama.
Rama tak henti-hentinya terus memuji masakan istrinya yang begitu enak.
"Ternyata selain cantik kau juga pantai memasak sayang!" Puji Rama.
Rika yang mendengar itupun tersenyum. Dirinya merasa sangat bangga karena terus di puji oleh suaminya sendiri.
Mereka bertiga menikmati makan malam dengan senda guraunya. Terlihat begitu sangat harmonis.
Setelah selesai makan, mereka pun mengobrol-ngobrol sebentar.
*murahan dan menjijikan
mereka membela istri selingkuh dan berhubungan badan dengan lelaki lain dengan alasan2 menjijikan
*munafik
dinovel2 suami selingkuh, mereka laknat habis2an suami selingkuh dan tidak ada pembenaran sama sekali
tapi giliran di novel istri selingkuh mereka bela mati matian dengan alasan munafik dan menjijikan
fakt koment kalian membuktikan siapa kalian sebenarnya
wanita baik2 dan normal akan melaknat kelakuan Sania dan tidak ada pembenaran sama sekali
wanita menjijikan dan munafik mereka akan membela dan membenarkan kelakuan menjijikan Sania alias kalian membenarkan kelakuan menjijikan kalian sendiri
...membosankan
kasih sania kebahagiaan dan jgn buat sania jadi kahat thor...kalau pun ada penyesalan jgn sania aja thor..rama juga harus ada penyesalan