Wajah rupawan dengan harta berlimpah. Semua pasti ingin di posisi itu. Tapi, tanpa orang sadari. Wajah rupawan menjadi sebuah kutukan bagi Duo K.
Aku menikmati setiap permainan ranjangnya. Bagaikan sengatan setrum yang menjalar, memacu semangat hidupku. ~ Keano.
Patuh padanya adalah pilihanku. Hidupku tidak lengkap, tanpa menikmati sentuhan manja tangan lembutnya. ~ Kenzo.
Kalian adalah milikku. Kemarin, sekarang dan selamanya. ~ Tante Cantik.
Duo K menjalani hidup di bawah belenggu hasrat sang tante tercinta. Hasrat yang diajarkan sejak dini, menjadi candu tersendiri. Bagi kedua pria tampan kembar itu, Tante Cantik adalah rumah tempat mereka berpulang.
Mampukah Duo K melepaskan hasrat terlarang mereka? Bagaimana Tante Cantik mempertahankan pesonanya?
Ikuti kisah Duo K dalam Belenggu Hasrat Tante Cantik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Amplop coklat - Pintu Emergency
Keduanya keluar dari balik pohon dan berjalan meninggalkan tempat itu.
Dua jam kemudian....
Di depan sebuah gedung bertuliskan Gheisha TV. Sebuah mobil terparkir di seberang jalan dengan dua orang penumpang yang mengamati keadaan sekitar. Satu wajah terlihat santai dan satunya lagi masih sibuk meremas jarinya.
"Pergilah! Ini bukti yang kamu inginkan. Ingat jangan gugup dan pastikan semua lancar." tukas si sopir memberikan satu amplop coklat ke penumpang di sebelahnya.
Amplop diterima, "Aku....,"
Plaak!
"Shiit, kenapa kamu tampar aku?!" seru gadis itu dengan memegang pipi kanannya.
Seringaian terbit dari bibir pria itu dengan tatapan tak bersalah. "Ayolah, Vio. Kamu butuh pengorbanan. Ingat misi mu menghancurkan orang. Semua penonton harus percaya duka di mata dan tubuhmu itu."
Vio alias Via si OG hanya bisa mendengus kesal. Seenak jidatnya preman satu itu menampar pipinya setelah semua derita yang menumpuk. Jika saja tidak membutuhkan bantuan Putra, sudah pasti dirinya menampar balik dan lebih keras dari tamparan yang didapatkannya.
Amplop sudah di tangannya, lalu pintu mobil dibuka. "Pastikan semua seperti rencanaku! Tunggu aku disini!"
Putra mengacungkan jempol sambil memanyunkan bibir seperti anak kecil memberikan ciuman jarak jauh sebagai semangat.
Braak!
"Astaga gadis malamku ngamuk. Hehehe, makin cinta deh." kekeh Putra mengawasi Vio yang menyebrang menuju Gheisha TV.
Tiga jam kemudian,
Suara pintu terbuka tanpa permisi, membuat Duo K yang tengah sibuk bekerja mengalihkan perhatian ke arah pintu masuk.
"Bereskan pekerjaan kalian, kita akan pulang sekarang!'' titahnya to the point.
Duo K saling pandang seraya mengedikkan bahu, tapi melihat keseriusan dan ketegangan di wajah sang devil. Sudah jelas pasti ada yang tidak beres. Keduanya menyambar ponsel, serta kunci mobil dan jas yang tersampir di kursi kerja.
Duo K berjalan menghampiri sang devil tanpa bertanya apapun. Ada waktunya diam dan jawaban akan di dapatkan nanti.
Kini ketiganya berjalan beriringan meninggalkan ruangan kerja CEO, tapi bukan lewat pintu depan perusahaan. Sang devil menuntut jalan Duo K menuju pintu lain yang merupakan pintu emergency.
Lift kaca anti peluru terbuka setelah tombol lantai dasar tempat parkir ditekan. "Masuklah!"
Duo K masuk dan diikuti Sang devil. Lift berjalan selama tiga menit dan terbuka lagi. Ketiganya keluar.
"Cepat!" seru wanita di dalam mobil yang duduk di kursi kemudi.
Sang devil membuka pintu belakang membiarkan duo K masuk terlebih dahulu. Barulah dirinya memutari mobil depan dan masuk ke kursi depan samping sang pengemudi.
"Pakai masker dan kacamata kalian! Sabuk pengaman juga." Sang devil menyodorkan paper bag mini ke arah belakang.
Kenzo menerima dan mengambil masker serta kacamata hitam. Keano pun ikut melakukan hal yang sama.
"Bee, senjata sudah siap?" tanya Tanca dengan fokus ke depan sana.
Sang devil mengambil sesuatu dari balik punggungnya. Tangannya mengeluarkan sebuah senjata api revolver terbaru dengan kecepatan peluru nol koma lima detik. Tanca juga tak tinggal diam. Dasbor dibuka dan satu senjata kesayangannya di ambil.
"Stop! Kalian mau apa?" tanya Kenzo dengan wajah serius.
Sang devil hanya melirik dari kaca spion tengah, sedangkan Tanca menyalakan mesin mobil dan memasukkan gigi. Mobil mulai melaju perlahan meninggalkan parkiran.
Ano menahan tangan Ken agar diam dan melihat saja. Situasi saat ini pasti tidak sesederhana itu. Terlebih jika dua wanita kepercayaan nenek mereka sudah mode on fire.
Mobil meninggalkan gedung perkantoran dari jalur belakang. Setelah lima menit mobil Toyota Fortuner anti peluru itu melewati gedung pencakar langit dengan logo Royal Diamond Company (RDC).
Mata Duo K menyipit melihat betapa banyaknya para awak media massa di halaman sana. Semua sudah siap dengan camera on di bawah sinar matahari yang terik.
"Skandal baru saja dimulai. Keamanan kalian harus ditingkatkan. Ano hubungi orang mu untuk menjaga Villa Flow, dan Ken hubungi para owner media massa!" Tanca masih melajukan mobil dengan kecepatan standar agar tidak dicurigai siapapun.
Duo K melakukan perintah Tanca tanpa bantahan, sedangkan sang devil masih waspada mengawasi perjalanan. Situasi rawan seperti saat ini justru memudahkan lawan untuk melakukan penyerangan. Terlebih berita tabrak lari yang dilakukan Kenzo sudah terkuak di semua media.
"Bee, arah jam dua!'' tukas Tanca memberikan peringatan.
Selamat pagi, semuanya.
Buat semua reader's tercinta.
Terima kasih telah memberikan support dan membagikan semangat kalian agar othoor trus berkarya.
Sehat selalu, ya buat kalian. 🥰