Rate 18+
Cinta hilang sebelum ada
Cinta mati sebelum tumbuh
Cinta pergi, dan tak tahu kapan cinta itu kembali
Di saat hati mulai berpaling, sang cinta kembali hadir dengan wajah yang sama, nama yang sama, tubuh yang sama, namun dengan sikap serta sifat yang berbeda.
Disaat cinta mulai berkiblat, di sanalah mereka mulai berjuang!
Berjuang mempertahankan cinta yang sempat hilang.
SEQUEL Dari 'PAK PENGHULU,NIKAHI AKU!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Paham
Aisya menggeliat pelan, dahinya berkerut- kedua matanya perlahan terbuka walaupun belum sempurna. Kumandang adzan subuh menjadi alarm di pagi hari untuknya.
Aisya menghela napas pelan, sebelum gadis berhijab itu bangun dari tidurnya. Saat kedua matanya terbuka sempurna, Aisya terkejut setengah mati- kala melihat suasana kamar yang dia tempati saat ini.
Ini bukan kamarnya, kamarnya bernuansa biru pastel lalu kenapa sekarang malah berubah menjadi coklat tua. Aisya menelan salivanya susah payah, bahkan gadis itu masih sempat merapihkan jilbab instan yang dia pakai tidur.
Aisya tidur memakai jilbab? jawabannya iya!
Gadis itu juga tidak tahu kenapa dia masih memakai jilbab, dan jawaban dari pertanyaan itu akan segera terjawab, saat salah satu kakinya tidak sengaja menyentuh lengan seseorang saat Aisya hendak turun dari tempat tidur.
Aisya menutup mulutnya agar tidak berteriak, bahkan jantungnya berdetak lebih kencang saat melihat seorang pria tidur dilantai dengan beralaskan kasur busa tipis. Aisya menghembuskan napas pelan, saat mengingat kejadian kemarin malam.
Dia sudah menikah, dan menjadi istri dari seseorang, yaitu...
'Bang Rimba,' lirihnya dalam hati.
Aisya perlahan turun, dan terduduk di sisi Arion yang masih terlelap dengan posisi tertelungkup. Bahkan pria berambut gondrong itu tidak memakai selimut dan pakaian bagian atas.
"Kenapa Bang Rimba tidur di bawah?" gumam pelan Aisya.
Gadis itu menghela napas, bahkan Aisya tidak tahu kalau Arion tidur di bawah. Karena tadi malam selepas sholat Isya, Aisya ketiduran. Waktu pun sudah menunjukan pukul 10 malam, saat gadis itu selesai melakukan ibadahnya.
Dan tadi malam Arion juga tidak ada di dalam kamar, suaminya izin untuk mengobrol bersama kedua kakaknya yang berkunjung ke kediaman mereka.
"Bang?" Aisya mengusap lengan polos Arion.
"Bang Rimba, udah subuh," panggilnya lagi
Tubuh kokoh dan tegap itu perlahan terusik, menggeliat pelan- membuat Aisya sedikit menjauh. Entah kenapa Aisya tiba tiba saja merasa malu saat melihat tubuh setengah telanjang suaminya. Mungkin karena ini pertama kalinya bagi Aisya, melihat tubuh setengah telanjang seorang pria yang bukan kakak atau Ayahnya.
"Jam berapa?"
Suara serak dan berat Arion membuat bulu kuduk Aisya tiba tiba meremang. Bahkan gadis itu segera memalingkan wajahnya ke arah lain, saat melihat kedua mata Arion terbuka- setelah suaminya itu berbalik.
"Ai? jam berapa?" Arion kembali bertanya, saat dia tidak mendapat respon dari istrinya.
Istri?
Arion semakin melebarkan kedua matanya. Bahkan pria yang tidak memakai baju itu segera bangkit, Arion menggaruk tengkuknya salah tingkah.
"Udah subuh," sahut Aisya pelan, dan terkesan gugup.
"Kenapa Bang Rimba tidur di bawah? apa- apa aku bikin Bang Rimba enggak nya-,"
Aisya kembali angkat bicara, namun sebelum gadis itu melanjutkan ucapannya, Arion terlebih dahulu menyela.
"Maaf, bukan karena itu. Justru Abang tidak mau membuat kamu tidak nyaman. Karena- ya karena kita kan masih belum-,"
Arion bahkan tergugup saat ingin memberikan alasan dan pengertian pada Aisya. Ini bukan kemauannya, Arion terpaksa tidur dilantai hanya karena takut membuat Aisya tidak nyaman saat bangun. Arion paham dan mengerti, dia juga tidak masalah kalau Aisya masih belum siap untuk tidur satu ranjang dengannya.
Tapi jawaban yang di berikan Aisya, mampu membuat kedua mata Arion mengerjab cepat.
"Kenapa Bang Rimba berpikiran kayak gitu. Bukannya kita udah nikah, kenapa harus enggak siap dan enggak nyaman," ujar Aisya lembut.
Gadis itu menarik kedua sudut bibirnya, kedua mata dark coklatnya mulai berani menatap kedua netra tajam Arion.
"Justru kalau Bang Rimba ngelakuin itu sama Ais, nanti Ais yang dilaknat malaikat sampai pagi. Terus Ais dosa, karena udah abai sama suami walaupun Ais enggak sengaja." sambungnya lagi.
DUH BANG, NENG AIS KAGAK KUAT LIHATNYA 😫😫😫
**SENYUMIN AJA TSAAYY
MET MALAM EPRIBADEH
MAAF TELAT YAK, JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU BABAYY MUUAACHH**
efek kebanyakan nonton anime
pas gk ada aja baru terasa...
merebut darimu? gk salah ngomong?
Rimba milik Aisya sedari zaman masih ingusan
yg dipikirin harta harta dan harta terus...
toh gk punya cucu lagi loh situ tuh 😜
jadi bang Shaka ngincer gadis berhijab temennya Aisya 🤭
dikekepin mulu