NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:36k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seribu Cara

Bima tentu tak ingin menyerah begitu saja untuk mendapatkan wanita yang telah meluluh lantahkan hatinya. Padahal selama ini dia dikenal sebagai pria yang dingin dan hampir tak tersentuh wanita. Bima sudah mendapatkan wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya, sehingga ia tak ingin melepaskan kesempatan untuk mendapatkan Citra. Apalagi saat ini Citra masih sendiri.

Tantangan terbesar Bima hanya meyakinkan keluarga Citra. Hanya butuh waktu supaya keluarga Citra berubah pikiran dan mau memberikan kesempatan kepadanya, agar ia bisa menunjukkan keseriusannya ingin menikahi Citra.

Masalah Arini, Bima menganggap itu hanya rintangan kecil dan sudah bisa ia atasi. Kemarin sore sepulang mengantar Citra ke rumahnya, Bima langsung menemui Arini untuk menegur dan memberi peringatan kepada ibu sambungnya itu.

Flash back on

Bima tergesa-gesa turun dari mobil dan berlari ke teras rumah yang pernah ditempati mendiang papanya. Hatinya geram mengetahui Arini menemui Ibu Nurul dan pasti ada kata-kata yang disampaikan Arini hingga membuat Ibu Nurul melarangnya berhubungan dengan Citra.

"Bi, Bibi!" Tanpa memberi salam, Bima langsung berteriak memanggil ART di rumah itu.

"I-iya, Mas. Ada apa, Mas Bima?" Bi Siti berlari ke luar dari arah dapur ketika mendengar suara Bima yang menggelar.

"Di mana Tante Arini?" tanya Bima dengan tangan berkacak pinggang.

"Ibu sepertinya di kamarnya, Mas." Bi Siti agak menciut melihat Bima yang menampakkan gestur kesal.

"Tolong panggilkan! Saya ingin bicara!" ujar Bima memberi perintah pada Bi Siti.

"B-baik, Mas." Bi Siti berlari menuju anak tangga. Tak biasanya ia melihat Bima seperti itu, hingga membuatnya ketakutan dan segera mengerjakan apa yang diperintahkan Bima daripada ia terkena imbasnya.

"Mas, Mas Bima ada di sini? Ada apa tadi Mas teriak-teriak?" Di belakang Bi Siti, Laras muncul dari arah dapur dengan tangan memegang bungkus chiki potato. Dia yang mendengar suara kakaknya pun langsung meninggalkan dapur.

"Kamu masuk ke kamar, Laras! Mas mau bicara dengan mamamu." Bima membelai kepala Laras dan meminta adiknya itu meninggalkan ruangan tamu, agar Laras tak mendengar apa yang ingin dibicarakan dengan Arini.

"Bicara sama mama? Pasti masalah Mbak Citra, ya?" Laras dapat menebak, apa yang ingin dibicarakan antara mamanya dengan Bima.

"Bima? Kamu datang ke sini?" Sementara dari arah tangga terdengar suara Arini.

"Laras, kamu masuk ke kamar!" Bima mengulang permintaannya pada sang adik, agar Laras segera meninggalkan dirinya dengan Arini.

"Iya, Mas." Tak ingin membantah apa yang diminta Bima, Laras melangkah menuju tangga. Tatapannya kini mengarah pada mamanya, seolah menuding mamanya lah yang membuat kakaknya terlihat marah.

"Ada apa, Bima?" Arini bersikap seolah tak terjadi apa-apa.

Bima memperhatikan Laras sampai adiknya itu menghilang dari pandangannya. Baru setelah Laras tak nampak lagi, Bima mengalihkan pandangan pada Arini.

"Dengar, Tante! Jangan sekali lagi mencoba mengusik Citra dan keluarganya! Tante tidak berhak turut campur dengan urusan pribadi saya. Tante hanya mantan istri dari papa saya, jadi jangan melakukan tindakan yang bukan menjadi wewenang Tante!" Dengan kalimat tegas dan mencoba menahan amarahnya agar tidak meledak, Bima memberi peringatan pada ibu sambungnya itu.

"Ternyata wanita itu mengadu pada Bima. Kenapa aku nggak mengancam wanita tua itu untuk tutup mulut!?"

Bukannya merasa bersalah, Arini sibuk mengumpat dalam hati.

"Saya tidak perduli Tante merestui kami atau tidak! Saya tidak punya ikatan darah dengan Tante dan Tante tidak berhak mengatur hidup saya sesuai keinginan Tante seperti Tante bisa mengatur hidup anak Tante!" Kembali Bima menegaskan agar Arini menjaga sikap dan tak ikut campur dalam kehidupan privacy-nya.

"Hmmm, B-Bima, kamu jangan salah paham dengan maksud Tante. Tante hanya ingin kamu mendapatkan pendamping yang terbaik untuk kamu. Meskipun kita tidak punya hubungan darah, tapi Tante sangat perduli dengan kamu, Bima. Kamu sudah Tante anggap seperti anak Tante sendiri." Arini berusaha membujuk Bima dengan mengatakan apa yang ia lakukan demi kebaikan Bima agar tak terjebak dengan pesona Citra.

"Tante tidak perlu mengajari saya! Saya tahu mana yang terbaik untuk saya!" Bima tak terpengaruh dengan dengan kata-kata Arini. "Jika Tante masih terus mengusik atau menyakiti Citra dan keluarganya, terpaksa saya akan pangkas jatah bulanan Tante dan membatalkan nama Tante sebagai penerima deviden perusahaan milik papa! Saya hanya akan memasukkan nama Laras di sana!" Kini Bima mulai mengeluarkan tajinya. Sebagai orang yang paling besar menerima warisan dari almarhum papanya, Bima memang punya kendali kuat mengatur kekayaan sang papa, terutama perusahaan warisan papanya yang saat ini dikelola Om Aries, adik bungsu sang papa.

Arini terperanjat mendengar ancaman Bima yang akan mengurangi jatah bulanannya, bahkan menghapus namanya sebagai salah seorang yang berhak mendapat deviden dari perusahaan suaminya.

"Saya rasa Tante cukup paham apa yang saya katakan tadi, Jadi, jauhi Citra dan keluarganya!" ancam Bima kembali sebelum akhirnya pergi meninggalkan rumah papanya.

Arini memandang punggung Bima yang menjauh darinya dengan umpatan. "Sial! Belum jadi istrinya saja, wanita itu sudah bisa mempengaruhi Bima, apalagi nanti kalau sudah jadi istri, bisa-bisa dia akan semena-mena membalaskan apa yang aku lakukan dulu kepadanya. Aku harus hati-hati." Arini merasa was-was karena cara yang ia lakukan dengan mengancam orang tua Citra justru membuatnya hampir kehilangan harta warisan dari suaminya.

Flash back off

***

Setelah menutup sambungan telepon dengan Bima, Liza segera keluar ruangan menuju ke ruangan Citra. Sesuai permintaan Bima, dia ingin menugaskan Citra ke kantor Bima membawa apa yang diminta Bima.

"Citra, Erwin mana?" tanya Liza ketika sampai di ruangan tim pemasaran.

"Istirahat, Bu," jawab Citra yang hanya sendiri di ruangan itu.

"Kamu nggak istirahat juga?" tanya Liza.

"Nggak, Bu. Belum lapar," sahut Citra beralasan.

"Oh, ya sudah, nanti sekalian saja makannya sama Pak Arga," ledek Liza yang belum mengetahui jika Citra sedang berusaha menghindar dari Bima.

Hanya senyum tipis yang terlihat di sudut bibir Citra merespon ucapkan Liza. Senyum yang dipaksakan.

"Nanti kalau Erwin sudah datang, suruh siapkan sample desain keramik versi ekonomis. Pak Arga minta dikirimkan contohnya untuk proyek perumahan bersubsidi katanya. Pak Arga minta kamu yang bawa ke kantornya setelah jam istirahat." Liza langsung memberi tugas seperti apa yang diminta oleh Bima.

Bola mata Citra membulat ketika mendengar tugas yang harus dikerjakannya dan ia yakin itu hanya akal-akalan Bima agar bisa bertemu dengannya.

Dengusan nafasnya pun terdengar. Dia punya alasan untuk menghindari Bima, tapi dia lupa jika Bima punya seribu cara untuk membuat mereka tetap bisa bertemu.

❤️❤️❤️

1
Sunaryati
Nak Bima dan Nak Citra selamat telah jadi suami istri. Benar untuk memadu kasih itu sudah insting tak perlu di-briefing🤣🤣🤭
sryharty
Alhamdulillah

akhire saaaaaah kalian berdua
laki2 mah pasti udah faseh banget tentang begituan.
mas Bim bim selamat belah duren .
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
apa Cecil kasih saran sama Citra buat ngerjain Bima saat MP ya😁
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
alhamdulillah sah ,,,slmat ya bim,cit,,,
aq kok penasaran sma apa yg di bisikin cecil siiihhhh,,,🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
bisik2 tetangga😂...apasih yg di katakan oleh Cecil.bikin penasaran aja
Esther Lestari
Sah juga akhirnya.
Dibisikin apa sama Cicil tadi Citra....penasaran
ρυтяσ✨
Alhamdulillah.... SAH
betul maz'Bima, walaupun seorang lelaki perdana masalah MP tapi kaum lelaki pasti tau tata cara'y🤭🤭🤭🤭walaupun perjaka tidak menjamin dia lelaki polos... iya kaaaan🤣🤣🤣✌✌✌
Ernalita Sitompul
Bima pasti sdh nggak sabaar😄
Ernalita Sitompul
Bima pasti sdh nggak sabaar😄
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Nah pinter ini Bima🤭
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Alhamdulillah akhirnya sah ini pengantin barunya
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
typo kah itu kak
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Cecil ngomong apa sih bikin kepo saja
Dest Cookies
alhamdulillah.. akhirnya sah... tp aku masih penasaran.. apa sih yg diomongin cecil??

.
sryharty
otw saaaaaahh
Esther Lestari
Arini pusing takut gak kebagian harta mendiang suaminya.
Untung Bayu kali ini waras, gak nurutin apa mau nya Arini.

Cecil mau menyampaikan apa ya ke Citra
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Wah ada apa ini. Kira-kira Cecil mau kasih kabar apa ya
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Sokoor Arini, sekarang anakmu sendiri menolak usul kamu
Sunaryati
Syukur Bayu kali ini tidak mengikuti kemauan ibunya. Sudah jelas di sini Arini ingin menguasai harta mendiang suaminya, hany untuknya Bayu dan Laras, padahal Bayu itu tidak berhak. Lalu menganggap Citra seperti dirinya.
Menjelang pernikahan Bima dan Citra, emak penasaran dan drg- degan apa yang akan dikatakan Cecil pada Citra
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
jangan aneh2 ya Cecil.gak lucu kalau tiba2 semua yang di rencanakan berantakan.jangan jadi Arini jilid 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!