Niat awal Langit ingin membalas dendam pada Mentari karena telah membuat kekasihnya meninggal.Namun siapa sangka ia malah terjebak perasannya sendiri.
Seperti apa perjalanan kisah cinta Mentari dan Langit? Baca sampai tuntas ya.Jangan lupa follow akun IG @author_receh serta akun tiktok @shadirazahran23 untuk update info novel lainnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Sepanjang perjalanan menuju rumah, Mentari hanya terdiam. Kepalanya bersandar pada kaca jendela mobil, matanya menatap kosong ke luar. Di dalam benaknya, hanya ada dua hal yang terus berputar tanpa henti.Langit, dan satu nama yang tiba-tiba muncul seperti duri: Mario yang menyebut nama Lili
Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan, membuat dadanya terasa sesak.
Dari mana pria itu mengenal sosok Lili?
Padahal mereka baru mengenal Mario beberapa hari lalu.
“Mungkinkah…” bisik Mentari lirih.
Riko refleks menoleh sekilas, meski tangannya tetap mantap menggenggam setir kemudi.
“Ada apa, Nyonya?”
Mentari menelan ludah, lalu menoleh ke arahnya.
“Ko… dari mana kalian mengenal Mario?” tanyanya pelan, namun penuh selidik.
“Asal-usulnya, keluarganya… atau apa pun tentang dia?”
Riko terdiam sejenak sebelum bertanya balik, nada suaranya hati-hati.
“Kenapa Anda menanyakan itu, Nyonya?”
"Tidak… aku hanya sekadar bertanya,” ucap Mentari akhirnya.
Untuk saat ini, ia memilih memendam semua kecurigaan itu sendirian.
Riko menarik napas sebelum menjelaskan.
“Mario adalah pewaris tunggal keluarga Kim. Beberapa tahun lalu mereka menetap di Korea. Setelah itu, Mario kembali ke tanah air untuk memulai investasi dan salah satunya bekerja sama dengan Tuan Langit.”
“Keluarga Kim?” tanya Mentari, nada suaranya terdengar janggal.
Riko mengangguk.
“Beberapa tahun lalu Mario mengalami kecelakaan cukup serius. Karena itu keluarganya membawanya ke luar negeri untuk pengobatan. Seperti yang Anda lihat sekarang… Mario sudah sembuh.”
Mentari kembali terdiam. Penjelasan itu terdengar masuk akal, namun entah mengapa tetap menyisakan rasa ganjil di dadanya.
Tak lama kemudian, mobil mereka tiba di rumah.
Mentari segera membuka pintu.
“Riko, tolong jaga suamiku,” ucapnya dengan suara lelah namun tegas.
“Aku hanya ingin memastikan Mina baik-baik saja. Setelah itu aku akan kembali ke rumah sakit.”
Riko mengangguk hormat.
“Silakan beristirahat dengan tenang, Nyonya.”
Lalu ia tampak ragu sejenak. “Oh ya… ada satu hal yang perlu saya sampaikan.”
“Apa? Katakan saja,” sahut Mentari cepat.
“Berita kecelakaan Tuan sudah menyebar luas di kalangan relasi bisnis,” jelas Riko hati-hati.
“Dan kemungkinan besar ini akan berdampak pada usahanya. Beberapa investor sudah mulai menarik dana. Saya harap Anda bisa menyiapkan mental… untuk hal-hal yang tidak diinginkan.”
Mentari tercengang. Ia tak pernah menyangka betapa besar pengaruh Langit hingga ketidakberdayaan suaminya saja mampu membuat fondasi usaha yang dibangun bertahun-tahun mulai goyah.
Dadanya terasa sesak.
“Aku mengerti, Ko,” jawabnya pelan, meski di dalam hatinya badai baru saja dimulai.
Sementara itu, di sisi lain.
Seorang wanita berpenampilan glamor dan elegan melangkah cepat memasuki sebuah apartemen mewah. Sorot matanya tajam, rahangnya mengeras,bukan sekadar marah, melainkan murka.
Begitu tiba di depan pintu, ia menekan beberapa kode PIN. Pintu terbuka otomatis.
Di dalam apartemen, di depan jendela besar yang menghadap gemerlap kota, seorang pria berdiri membelakanginya. Tangannya berlumuran darah. Ruangan di sekitarnya berantakan meja terbalik, kaca pecah—jelas menjadi saksi bahwa amukan baru saja terjadi di tempat itu.
Kehadiran wanita tersebut membuat pria itu menoleh.
PLAKKK!
Tamparan keras mendarat di wajahnya, membuat tubuhnya terhuyung ke samping.
“Aku tidak pernah menyuruhmu mencelakai Langit!” bentak wanita itu. “Kenapa kamu lakukan itu?!”
Pria itu memegangi pipinya yang terasa kebas. Ia menoleh kembali, lalu menyeka darah di sudut bibirnya sebelum menjawab dengan suara dingin.
“Bukan aku yang melakukannya, Angel.”
Angel terkekeh sinis.
“Kau yakin?” matanya menyipit. “Kalau sampai aku tahu kaulah yang membuat Langitku koma, rahasiamu akan kusebarkan ke seluruh dunia.”
Ia mendekat, suaranya berubah menjadi ancaman.
“Kau tahu, kan? Sampai sekarang polisi masih memburumu.Abi.”
Dada pria itu bergemuruh. Dalam sekejap, ia menarik rambut Angel dengan kasar. Wanita itu terkejut, meringis menahan sakit.
“Dan jangan lupa,” desisnya penuh amarah, “kau terlibat dalam semua ini.”
Ia menatap Angel tajam.
“Kalau aku masuk penjara, kau akan ikut masuk bersamaku. Terlebih lagi kau dalang yang membunuh Mario dan mengubah wajahku hingga persis seperti dirinya.”
Dua pasang mata yang sama-sama dipenuhi ambisi saling menatap tanpa gentar. Tak ada cinta. Tak ada belas kasihan. Hanya kepentingan.
“Ingat,” lanjut pria itu dingin, “hubungan kita adalah simbiosis mutualisme.”
“Kau menginginkan Langit.”
“Dan aku menginginkan Mentari… serta anakku.”
Setelah itu, pria yang selama ini dikenal sebagai Mario atau lebih tepatnya, Abi menghempaskan Angel ke samping lalu melangkah pergi menuju kamarnya.
“Sialan kau, Abi!” teriak Angel penuh amarah.
Namun pintu kamar sudah tertutup rapat.
Abi menatap wajahnya di cermin rias dengan tatapan penuh kebencian. Wajah itu sama sekali bukan miliknya.Namun mau tak mau ia harus menerimanya demi ambisi, dan demi menyelamatkan dirinya dari jeratan hukum yang terus memburu.
Semua ini terjadi karena campur tangan Angel.
Wanita itulah yang membawanya keluar dari rumah sakit secara diam-diam, sebelum siapa pun menyadari kehilangannya. Angel pula yang menerbangkannya ke Korea, mengatur segalanya, hingga wajahnya diubah menjadi persis seperti Mario.
Saat ia sadar pascaoperasi, tak ada pilihan lain. Dunia lamanya telah tertutup rapat. Nama Abi telah mati. Yang tersisa hanyalah identitas baru yang harus ia jalani.
Namun ada satu hal yang membuatnya bertahan.
Kesempatan untuk bertemu kembali dengan putrinya—Lili.
Dan ketika kabar pernikahan Mentari dan Langit sampai ke telinganya, tekad itu semakin mengeras. Ada sesuatu yang direnggut darinya. Sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya sejak awal.
Tangannya mengepal di atas meja rias.
Ia harus menjadi Mario.
Ia harus merebut semuanya kembali.Mentari, Lili… dan hidup yang pernah hilang darinya.
Apa pun risikonya.
Kini, dengan rasa percaya diri yang dipaksakan, ia berdiri di depan sebuah rumah besar yang dipenuhi taman bunga. Di tangannya tergenggam seikat tulip,bunga kesukaan Mentari dan sebuah boneka beruang kecil yang telah ia siapkan untuk Mina.
Senyumnya mengembang.
Di kejauhan, ia melihat bayangan Mentari berlari ke arahnya. Wanita itu tampak begitu cantik dalam balutan gaun indah. Di belakangnya, Mina menyusul sambil berteriak riang,
“Papa!”
Air mata Abi jatuh tanpa ia sadari. Dadanya bergetar hebat. Dengan refleks, ia merentangkan kedua tangannya, siap menyambut dua wanita paling berharga dalam hidupnya.
Namun saat jarak semakin dekat...
Mentari dan Mina justru melewatinya.
Mereka bahkan tak menoleh sedikit pun.
Abi tertegun. Ia berbalik.
Matanya membelalak ketika melihat Langit berdiri tak jauh darinya. Pria itu mengangkat tubuh Mina, memutarnya di udara. Tawa bahagia dan ceria pecah di antara mereka. Langit lalu mencium bibir Mentari dengan lembut,sebuah pemandangan yang membuat rahang Abi mengeras, dadanya dipenuhi amarah dan iri yang tak tertahankan.
“Tidak…” bisiknya parau.
“Mereka milikku.”
Tiba-tiba...
Abi tersentak.
Ia kembali berdiri di depan cermin rias yang sama. Ruangan sunyi. Tak ada taman bunga. Tak ada Mentari. Tak ada Mina.
Yang ada hanya pantulan wajah asing yang menatapnya balik,wajah Mario.
Tangannya mengepal, napasnya berat.
Apa yang barusan terjadi hanyalah bayangan.
Namun keinginannya… nyata.
Dan untuk mewujudkannya, Abi tahu satu hal:
"Ini saatnya untuk membawamu kembali,Mentari."
Bersambung...
Riko. kasian ya di culik hingga sepuluh tahun baru di ketemukan oleh kakanya
Riko ga boleh cemburu ya Ok
sendiri. orang tua luknat 🤮 muntah Rini nasib nya menyedihkan sekali pantas ga mau menikah karena sudah ga perawan
biadap sekali menghancurkan seorang gadis yang akan menjalin sebagai pasangan jahat,, apabila masih hidup, kelak renta Jangan di tolong terkecuali
tunggu sampai muncul atau update lgi 👍😁
semoga belum janda wekkk
gugu di tiru,,,,dan dokter Siska nanti apa akan membalas ke langit dan mentari seandainya tau awal mulanya,,,jangan ya saling mengasihi dan berbalik hati karena kalau selalu bermusuhan hidup seperti di neraka' ga nyata ga fiksi, Ok lanjutkan,,,lope lope sekebon jengkol buat Author bunga ya jengkol mahal 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂
jangan ada pelakor atau apapun lho thor,baru aja bahagia ,sdh bikin deg2an ini 🙏🙏, jangn digoncang lg lah thor kasihan 🙏🙏