NovelToon NovelToon
Mentari Untuk Langit

Mentari Untuk Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Menikah dengan Musuhku / Cinta Seiring Waktu / Balas dendam pengganti / Romansa / Balas Dendam
Popularitas:61.1k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Niat awal Langit ingin membalas dendam pada Mentari karena telah membuat kekasihnya meninggal.Namun siapa sangka ia malah terjebak perasannya sendiri.

Seperti apa perjalanan kisah cinta Mentari dan Langit? Baca sampai tuntas ya.Jangan lupa follow akun IG @author_receh serta akun tiktok @shadirazahran23 untuk update info novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Sepanjang perjalanan menuju rumah, Mentari hanya terdiam. Kepalanya bersandar pada kaca jendela mobil, matanya menatap kosong ke luar. Di dalam benaknya, hanya ada dua hal yang terus berputar tanpa henti.Langit, dan satu nama yang tiba-tiba muncul seperti duri: Mario yang menyebut nama Lili

Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan, membuat dadanya terasa sesak.

Dari mana pria itu mengenal sosok Lili?

Padahal mereka baru mengenal Mario beberapa hari lalu.

“Mungkinkah…” bisik Mentari lirih.

Riko refleks menoleh sekilas, meski tangannya tetap mantap menggenggam setir kemudi.

“Ada apa, Nyonya?”

Mentari menelan ludah, lalu menoleh ke arahnya.

“Ko… dari mana kalian mengenal Mario?” tanyanya pelan, namun penuh selidik.

“Asal-usulnya, keluarganya… atau apa pun tentang dia?”

Riko terdiam sejenak sebelum bertanya balik, nada suaranya hati-hati.

“Kenapa Anda menanyakan itu, Nyonya?”

"Tidak… aku hanya sekadar bertanya,” ucap Mentari akhirnya.

Untuk saat ini, ia memilih memendam semua kecurigaan itu sendirian.

Riko menarik napas sebelum menjelaskan.

“Mario adalah pewaris tunggal keluarga Kim. Beberapa tahun lalu mereka menetap di Korea. Setelah itu, Mario kembali ke tanah air untuk memulai investasi dan salah satunya bekerja sama dengan Tuan Langit.”

“Keluarga Kim?” tanya Mentari, nada suaranya terdengar janggal.

Riko mengangguk.

“Beberapa tahun lalu Mario mengalami kecelakaan cukup serius. Karena itu keluarganya membawanya ke luar negeri untuk pengobatan. Seperti yang Anda lihat sekarang… Mario sudah sembuh.”

Mentari kembali terdiam. Penjelasan itu terdengar masuk akal, namun entah mengapa tetap menyisakan rasa ganjil di dadanya.

Tak lama kemudian, mobil mereka tiba di rumah.

Mentari segera membuka pintu.

“Riko, tolong jaga suamiku,” ucapnya dengan suara lelah namun tegas.

“Aku hanya ingin memastikan Mina baik-baik saja. Setelah itu aku akan kembali ke rumah sakit.”

Riko mengangguk hormat.

“Silakan beristirahat dengan tenang, Nyonya.”

Lalu ia tampak ragu sejenak. “Oh ya… ada satu hal yang perlu saya sampaikan.”

“Apa? Katakan saja,” sahut Mentari cepat.

“Berita kecelakaan Tuan sudah menyebar luas di kalangan relasi bisnis,” jelas Riko hati-hati.

“Dan kemungkinan besar ini akan berdampak pada usahanya. Beberapa investor sudah mulai menarik dana. Saya harap Anda bisa menyiapkan mental… untuk hal-hal yang tidak diinginkan.”

Mentari tercengang. Ia tak pernah menyangka betapa besar pengaruh Langit hingga ketidakberdayaan suaminya saja mampu membuat fondasi usaha yang dibangun bertahun-tahun mulai goyah.

Dadanya terasa sesak.

“Aku mengerti, Ko,” jawabnya pelan, meski di dalam hatinya badai baru saja dimulai.

Sementara itu, di sisi lain.

Seorang wanita berpenampilan glamor dan elegan melangkah cepat memasuki sebuah apartemen mewah. Sorot matanya tajam, rahangnya mengeras,bukan sekadar marah, melainkan murka.

Begitu tiba di depan pintu, ia menekan beberapa kode PIN. Pintu terbuka otomatis.

Di dalam apartemen, di depan jendela besar yang menghadap gemerlap kota, seorang pria berdiri membelakanginya. Tangannya berlumuran darah. Ruangan di sekitarnya berantakan meja terbalik, kaca pecah—jelas menjadi saksi bahwa amukan baru saja terjadi di tempat itu.

Kehadiran wanita tersebut membuat pria itu menoleh.

PLAKKK!

Tamparan keras mendarat di wajahnya, membuat tubuhnya terhuyung ke samping.

“Aku tidak pernah menyuruhmu mencelakai Langit!” bentak wanita itu. “Kenapa kamu lakukan itu?!”

Pria itu memegangi pipinya yang terasa kebas. Ia menoleh kembali, lalu menyeka darah di sudut bibirnya sebelum menjawab dengan suara dingin.

“Bukan aku yang melakukannya, Angel.”

Angel terkekeh sinis.

“Kau yakin?” matanya menyipit. “Kalau sampai aku tahu kaulah yang membuat Langitku koma, rahasiamu akan kusebarkan ke seluruh dunia.”

Ia mendekat, suaranya berubah menjadi ancaman.

“Kau tahu, kan? Sampai sekarang polisi masih memburumu.Abi.”

Dada pria itu bergemuruh. Dalam sekejap, ia menarik rambut Angel dengan kasar. Wanita itu terkejut, meringis menahan sakit.

“Dan jangan lupa,” desisnya penuh amarah, “kau terlibat dalam semua ini.”

Ia menatap Angel tajam.

“Kalau aku masuk penjara, kau akan ikut masuk bersamaku. Terlebih lagi kau dalang yang membunuh Mario dan mengubah wajahku hingga persis seperti dirinya.”

Dua pasang mata yang sama-sama dipenuhi ambisi saling menatap tanpa gentar. Tak ada cinta. Tak ada belas kasihan. Hanya kepentingan.

“Ingat,” lanjut pria itu dingin, “hubungan kita adalah simbiosis mutualisme.”

“Kau menginginkan Langit.”

“Dan aku menginginkan Mentari… serta anakku.”

Setelah itu, pria yang selama ini dikenal sebagai Mario atau lebih tepatnya, Abi menghempaskan Angel ke samping lalu melangkah pergi menuju kamarnya.

“Sialan kau, Abi!” teriak Angel penuh amarah.

Namun pintu kamar sudah tertutup rapat.

Abi menatap wajahnya di cermin rias dengan tatapan penuh kebencian. Wajah itu sama sekali bukan miliknya.Namun mau tak mau ia harus menerimanya demi ambisi, dan demi menyelamatkan dirinya dari jeratan hukum yang terus memburu.

Semua ini terjadi karena campur tangan Angel.

Wanita itulah yang membawanya keluar dari rumah sakit secara diam-diam, sebelum siapa pun menyadari kehilangannya. Angel pula yang menerbangkannya ke Korea, mengatur segalanya, hingga wajahnya diubah menjadi persis seperti Mario.

Saat ia sadar pascaoperasi, tak ada pilihan lain. Dunia lamanya telah tertutup rapat. Nama Abi telah mati. Yang tersisa hanyalah identitas baru yang harus ia jalani.

Namun ada satu hal yang membuatnya bertahan.

Kesempatan untuk bertemu kembali dengan putrinya—Lili.

Dan ketika kabar pernikahan Mentari dan Langit sampai ke telinganya, tekad itu semakin mengeras. Ada sesuatu yang direnggut darinya. Sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya sejak awal.

Tangannya mengepal di atas meja rias.

Ia harus menjadi Mario.

Ia harus merebut semuanya kembali.Mentari, Lili… dan hidup yang pernah hilang darinya.

Apa pun risikonya.

Kini, dengan rasa percaya diri yang dipaksakan, ia berdiri di depan sebuah rumah besar yang dipenuhi taman bunga. Di tangannya tergenggam seikat tulip,bunga kesukaan Mentari dan sebuah boneka beruang kecil yang telah ia siapkan untuk Mina.

Senyumnya mengembang.

Di kejauhan, ia melihat bayangan Mentari berlari ke arahnya. Wanita itu tampak begitu cantik dalam balutan gaun indah. Di belakangnya, Mina menyusul sambil berteriak riang,

“Papa!”

Air mata Abi jatuh tanpa ia sadari. Dadanya bergetar hebat. Dengan refleks, ia merentangkan kedua tangannya, siap menyambut dua wanita paling berharga dalam hidupnya.

Namun saat jarak semakin dekat...

Mentari dan Mina justru melewatinya.

Mereka bahkan tak menoleh sedikit pun.

Abi tertegun. Ia berbalik.

Matanya membelalak ketika melihat Langit berdiri tak jauh darinya. Pria itu mengangkat tubuh Mina, memutarnya di udara. Tawa bahagia dan ceria pecah di antara mereka. Langit lalu mencium bibir Mentari dengan lembut,sebuah pemandangan yang membuat rahang Abi mengeras, dadanya dipenuhi amarah dan iri yang tak tertahankan.

“Tidak…” bisiknya parau.

“Mereka milikku.”

Tiba-tiba...

Abi tersentak.

Ia kembali berdiri di depan cermin rias yang sama. Ruangan sunyi. Tak ada taman bunga. Tak ada Mentari. Tak ada Mina.

Yang ada hanya pantulan wajah asing yang menatapnya balik,wajah Mario.

Tangannya mengepal, napasnya berat.

Apa yang barusan terjadi hanyalah bayangan.

Namun keinginannya… nyata.

Dan untuk mewujudkannya, Abi tahu satu hal:

"Ini saatnya untuk membawamu kembali,Mentari."

Bersambung...

1
Kar Genjreng
iya tante datang lah ke Indonesia ketemu mina dan mama mentari
Kar Genjreng
ya kena masalah lagi Maria alias Abi,,,entah akan seperti apa nasibmu kelak Bi
shadirazahran23: kagakkkkk
total 1 replies
Kar Genjreng
hajar terus hingga serangan fajar ,,wisss semoga kelak bila sudah di ketahui indentitas nya grnjesss ga ngabur
Riska Agustina
ditunggu kelanjutannya ya
shadirazahran23: Siap kakak
total 1 replies
Kar Genjreng
entahlah jawabannya adalah sesuatu
Kar Genjreng
hujan tak henti hentinya di lantai tiga berjejer mirip Ramayana 😆jadi memang musim baju ga kering kalau baju seragam masuk ruangan yang pake AC sepanjang MLM kering
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bajuku udah banyak digantung mbak othor gara gara hujan gak ada henti hentinya,,, baru 10 menit panas trus hujan lagi......🤣🤣🤣🤣
shadirazahran23: aigooo. sama aku juga kaka. Depan rumah udah kaya ramayana🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
tolong jangan di ulang kisah lama yang menyakitkan Jessica juga penggoda jangan jadi pecundang yang kedua kali ya. kakak Author
shadirazahran23: asiappp
total 1 replies
Rahayu Ayu
Abi /Mario tidak mau mengulangi kesalahan yang lalu dengan tidak merusak Jessika, tidak mau berhubungan intim tanpa ada ikatan sah,
Terapkan hati mu Mario untuk memilih Jessica sebagai pasangan yg akan menemanimu di saat Bahagia dan Susahmu, Tebus kesalahan mu dengan membahagiakan istri dan anakmu kelak.
shadirazahran23: Mario: 'Laksanakan...💪
total 1 replies
Kar Genjreng
di kasih bahagia lah masa menanggung dosa terus yang di sakiti sudah damai bahkan menawarkan tempat tinggal,,,biarlah bahagia dengan caranya dan jangan di buat brutal atau jadi ga bener kasian kan,,,,bila kasih ada dosa biar urusannya dengan sang pencipta
Kar Genjreng: 😂😂😂👍👍
total 2 replies
Kar Genjreng
😁😁aduh langit sebel ya boleh nungguin di garukin hingga lecet lecet di pukulin ketika putrinya lahir dengan selamat di monopoli papahnya,,,lebih tepat Opa Arsilla,,,, Langit TREMOSI berat,,,kakak bangkotan
Rahayu Ayu
Di buat aja bahagia kak,
Sudah cukup Abi / Mario menerima balasan atas perbuatan buruknya dulu.
shadirazahran23: kasihan juga ya kalau terus-terusan kena Karma 😭
total 1 replies
Kar Genjreng
ok Siap nanti bilang sempat ya ok bagus
shadirazahran23: di tunggu di obsesi rahasia pak dosen ya kak
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
langit kocak 🤣🤣
waktu lahiran Arkana gitu skg lhran k dua tmbh kocaknya 😁
Kar Genjreng
aduhhh sapah paham ternyata ,,tadi juga berpikir seperti itu ga taunya itu monitor sebelah to isss ini Author seneng banget bikin orang jantungan
shadirazahran23: mana dia kesiksa lagi pas lagi lahiran
total 2 replies
Kar Genjreng
ga apa apa memang harus di pancing agar bereaksi benar kan coba ga di tengok baby kehangatan ga gerak gerak 😂👍
Kar Genjreng
Abi akan pergi ke orang tua aslinya Mario
oh berarti Engel sangat jahat dan kejam ya berdua eva dan sekarang kedua nya sudah musnahkan haduh jangan lama lama lama orang seperti itu ada di dunia
sampah masyarakat jadinya
shadirazahran23: Tenang-tenang,sudah ku buat Abi bahagia juga,cus bab selanjutnya
total 1 replies
Kar Genjreng
bagus penuh teka teki,,
Kar Genjreng
mudah mudahan yang tertembak bukan Eva karena langsung modar tidak siksa dulu,,,sudah lah cukup Abi sudah pasrah dan nyerah dengan hidup nya,,,jangan ada kekerasan lagi jangan bunuh Abi dengan begitu saja sudah menyakitkan
Rahayu Ayu
Semoga yg tertembak dan mati EVA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!