NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:695
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Sintia dan Arga sudah resmi baikan, mereka menjalani hari-hari seperti biasa. Arga sibuk dengan pekerjaannya dan Sintia dengan materi kuliah. Hari ini Sintia masuk kembali setelah 2 hari ia izin, gadis itu merasa takut, kalo nanti ia harus bertemu dengan Jefry. Ia sudah menyiapkan beberapa alat di tas jaga-jaga jika cowok itu tiba-tiba muncul dari arah tak terduga. Matanya melihat ke kanan dan ke kiri. Aman, tidak ada tanda keberadaan cowok berbadan tinggi itu muncul.

Ara datang dari arah kiri, ia melambaikan ke arah Sintia dan disambut oleh senyuman dari gadis itu. Mereka berdua basa-basi sebentar sebelum akhirnya masuk ke kelas. Tapi, seseorang yang tidak ia inginkan kehadiran malah sekarang sedang duduk di meja Sintia dengan pandangan mengerikan. Jefry, cowok itu bangkit dan berjalan ke arah Sintia kemudian menyeret gadis itu, sementara Ara berusaha mengejar mereka. Namun Jefry terlalu cepat berjalan sehingga ia kehilangan jejak. Ara memutuskan untuk menelpon Papa. Tidak diangkat, ia pun langsung menelepon supir untuk menjemputnya setelah itu baru ia ke kantor Papa untuk mengadukan ini semua.

Arga mendengar hal itu mendesah pelan. Mengeluarkan hp pria itu mencoba melacak dimana Jefry membawa Sintia dan untungnya berhasil. Sintia dibawa tidak jauh dari kampus. Sebuah motel. Arga menyambar kunci mobil, langsung melajukan mobil ke sana.

***

Jefry mendorong tubuh Sintia ke ranjang, gadis itu beberapa kali sudah mengaduh kesakitan. Jefry tadi mencengkram tangan dan menyeret tubuhnya terlalu kencang. Ditambah sekarang. Cowok itu dengan keras mendorongnya. Ia menerogoh tas untuk mengambil ponsel. Namun, kalah cepat dengan Jefry yang merebut ponsel itu. Dan ...

Kratak!

Ponsel Sintia sudah hancur tak berbentuk. Gadis itu menganga dan menatap tajam cowok dihadapan ia sekarang. "Kak! Itu aku beli dari hasil aku kerja! Kenapa seenak kaka ngerusak barang pribadi aku!"

Jefry mendekat, ia menampar keras pipi Sintia, kemudian mendongakkan kepala gadis itu, Sintia memejamkan mata. Ini terlalu sakit, Jefry sudah keterlaluan.

"Seharusnya aku yang marah! Kenapa kamu blokir semua nomor aku?!"

Sintia dengan terbata-bata menjawab. "Ak—aku rasa kita nggak ada urusan, Kak."

Jawaban itu membuat Jefry marah, pria itu mendorong tubuh Sintia dan menindihnya. "Kamu harus terima hukuman dari aku, Sintia!"

Jefry membuka paksa semua pakaian Sintia, tangan dan kaki gadis itu sudah terikat, ia hanya bisa berteriak memohon agar dilepaskan. Namun, Jefry tidak mendengarkan. Malah, ia merobek rok yang Sintia pakai menyisakan celana dalam cewek itu. Jefry tersenyum senang, tangan cowok itu sudah berada di atas payudara Sintia. Ia meremas pelan, membuat Sintia yang berada dibawah menggeleng kuat. Ia berharap Arga tahu keberadaannya dan segera datang menyelamatkan.

"Ja-jangan kak. Aku mohon."

Bukan berhenti malah cowok itu melanjutkan aksinya, ia membuka celana dalam Sintia dengan paksa. Sintia menangis dan terus berkata jangan. Namun Jefry yang sudah kesetanan tersenyum saat melihat mahkota Sintia. Ia mendekatkan wajahnya. Kemudian menjulurkan lidahnya, Sintia sangat merasa tidak nyaman. Gadis itu memberontak berusaha menghindar. Apalah daya, tenaga Jefry lebih kuat dibandingkan ia. Gadis itu terus menangis, Jefry sudah benar-benar melecehkan dia.

Saat Jefry sedang asyik menciumi area sensitif Sintia, pintu tiba-tiba didobrak dari luar. Menampilkan Arga dengan muka merah padam. Pria itu langsung mendekat ke arah Jefry dan memukul cowok itu bertubi-tubi. Ia memanggil beberapa satpam untuk membawa Jefry ke kantor polisi. Sintia meringkuk di atas ranjang, tubuh gadis itu gemetaran.

Ia menutupi tubuhnya dengan selimut, saat Arga akan menyentuh punggungnya, Sintia menghindar. Gadis itu pasti trauma dengan kejadian tadi.

Arga melihat beberapa pakaian Sintia sudah tak berbentuk, pria itu lantas meminta pegawai motel untuk menyiapkan baju yang akan dipakai Sintia nanti. Sembari menunggu Arga mencoba mendekati Sintia. Gadis itu selalu menghindar.

"Dia udah nggak ada."

Dia yang dimaksud adalah Jefry. Arga menjelaskan supaya Sintia tenang. Tapi yang ada gadis itu malah makin kencang menangis. "Aku kotor, Ga," ucapnya lirih.

"Kamu ganti baju dulu. Setelah itu kita pulang."

Arga menyerahkan baju kepada Sintia, lalu ia keluar kamar. Beberapa saat kemudian Sintia keluar takut-takut Arga yang melihat menggandeng tangan Sintia menuju mobilnya. Tangan Sintia masih gemetaran, ia juga beberapa kali menghela nafas panjang. Air matanya masih jatuh juga.

"Aku ada disini. Kamu jangan takut."

Tatapan gadis itu kosong. Arga mencoba beberapa kali mengajak ngobrol. Namun lagi-lagi Sintia hanya melamun kemudian menangis dan ketika akan ia pegang, gadis itu langsung berteriak dan geleng-geleng kepala. Sepertinya Arga harus segera membawanya ke psikolog.

***

Kasihan, ya Sintia. Jefry anj👺

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!