NovelToon NovelToon
Lady Donovan, Si Gadis Monster

Lady Donovan, Si Gadis Monster

Status: tamat
Genre:Supernatural / Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel / Harem / Romansa / Masuk ke dalam novel / Barat / Tamat
Popularitas:241.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anana

Terlahir kembali sebagai putri dari Duke Donovan, dia sadar bahwa dirinya yang sekarang adalah seorang antagonis yang nantinya akan meninggal dengan mengenaskan. Beruntungnya dia adalah seorang wanita mandiri di kehidupan sebelumnya dan pernikahan bukanlah hal yang besar untuknya.

"Saya tidak peduli bagaimana kalian memandang saya. Ini hidup saya dan saya memiliki hak atas hidup saya sendiri."

Monster dan pedang. Sihir dan darah monster terkutuk. Keberanian dan kesetiaan. Tanpa sengaja menjerat para protagonis pria. Bagaimana kehidupannya kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 : Villa (04)

Tetapi ketika Duke Roan membuka pintu, dia mendapati neneknya sedang berbincang dengan seseorang. Gabrielle!!!

Kedua mata kaum hawa itu tertuju kepadanya ketika dia membuka pintu. Terdapat sirat tertentu dalam mata Gabrielle.

"Maaf mengganggu waktu Nenek dan kamu, Gabrielle. Kalian bisa melanjutkan obrolan kalian." Duke Roan berusaha bersikap senormal mungkin. Ketika pria itu mulai melangkah, neneknya menghentikan dirinya.

"Gabrielle mengatakan kalau hari ini kamu mengundangnya untuk berbincang-bincang, Duke. Bila tamu hari ini ada di depan mataku sendiri, lalu siapa orang yang kamu bawa ke sini?"

Mendengar pertanyaan itu Duke Roan jelas sekali membeku di tempat. Hal yang dia lupakan adalah janji pertemuan dengan Gabrielle, kemudian pria bangsawan itu belum mengatakan kalau dirinya juga mengundang Lenka.

Sekarang masalahnya akan cukup panjang.

"Duke, kami butuh penjelasanmu!" perintah sang nenek.

"Nenek, berikan aku waktu. Izinkan diriku untuk membawa dia ke dalam." Setelah mendapat persetujuan dari sang nenek, Duke Roan kembali pergi keluar.

Pria bangsawan itu memiliki perkiraan bahwa masalah yang cukup serius akan terjadi. Ini juga karena dia lupa pada janji pertemuan dirinya dengan Gabrielle. Padahal hal seperti ini jarang terjadi sebelum-sebelumnya.

Dengan hati yang cukup berat Duke Roan mendekati Lenka yang masih duduk. "Nona Donovan," panggilnya. "Jika kamu berkenan, maukah kamu masuk ke dalam? Nenekku ingin bertemu dengan dirimu," lanjutnya.

Tidak menyangka bahwa nenek dari Duke Roan ingin bertemu dengan dirinya, Lenka segera bangkit dan mengikuti Duke Roan yang berjalan di depannya.

Sebelum masuk kembali ke dalam, Duke Roan berhenti sejenak di depan pintu sembari memegangi gagang pintu tersebut. Dia membuka pintu dan mempersilahkan Lenka untuk masuk.

"Duke, apa maksudmu membawa orang ini!" ujar nenek dengan nada bicara tajam.

Wanita itu tetap terlihat tenang meskipun di dalam hatinya ada api kebencian yang teramat besar ketika matanya melihat salah satu anggota keluarga Donovan.

"Ne-Nenek, tenanglah." Gabrielle cepat-cepat menenangkan nenek Duke Roan, kemudian beralih menatap kedua orang yang masih berdiri di dekat pintu.

Suasana begitu mencekam.

"Selamat siang Nyonya, saya Lenka Donovan. Senang bertemu dengan Anda." Lenka memberikan salam kepada wanita yang tengah menatap dirinya dengan penuh kebencian.

Hal tersebut membuat api dalam diri sang wanita lebih besar, karena dia beranggapan bahwa salam yang baru saja diberikan Lenka kepadanya adalah sebuah olokan untuknya.

"Pergi kamu dari sini! Aku tidak sudi menerima orang jahat seperti dirimu sebagai tamu dari kediaman keluarga kami. Pergi!" usirnya.

"Apa yang barusan Nenek katakan kepada tamuku?" tanya Duke Roan tak percaya akan apa yang baru saja kedua telinganya dengar. "Nenek mengusirnya?"

"Iya benar Nenek mengusirnya. Nenek tidak mempermasalahkan kamu membawa siapapun ke kediaman asalkan jangan orang-orang Donovan yang tidak tau diri, kejam, dan tidak berperasaan!"

Dahi Duke Roan sedikit mengernyit. Ini adalah kali pertama pria itu melihat neneknya benar-benar berbeda dari biasanya, seolah wanita yang beberapa saat mengobrol dengannya itu bukanlah neneknya, melainkan orang lain.

Tak ingin melihat keributan yang lebih lagi, Lenka memberikan salam dan keluar, lalu disusul oleh Duke Roan.

.

.

Di istana kekaisaran.

Lenka baru saja sampai di tempat itu dengan sebuah keranjang hasil panen dari tempat Duke Roan. Gadis muda itu berkali-kali melirik ke sebelahnya di mana pria bangsawan yang ramah tadi sudah berubah menjadi angkuh kembali.

Meskipun terlihat angkuh, tetapi keangkuhan itu adalah sebuah sandiwara. Sebuah topeng yang digunakan untuk melindungi dirinya sendiri.

Lenka juga melirik ke arah Mort dan Teivel yang biasanya sangat tidak menerima Duke Roan, kini malah berjalan santai di sekitar pria tersebut.

"Maaf atas kejadian tadi. Aku tidak bermaksud membawamu dengan tujuan itu. Maafkan aku yang malah membuat dirimu mendapatkan kata-kata kasar dari nenek," ujar Duke Roan tiba-tiba.

"Hm, tak apa. Orang-orang yang menyandang nama Donovan kan memang tokoh antagonis," balas Lenka.

"Kamu pikir ini sebuah cerita, hah? Yang memiliki tokoh utama dan tokoh jahat?" Lenka mengangkat kedua bahunya.

Mereka yang berjalan bersama membuat heran orang-orang yang melihatnya. Apa yang baru saja terjadi sehingga kedua orang tersebut tidak beradu mulut sekarang?

Duke Roan mengantar Lenka hanya sampai di gerbang di mana Lenka tinggal di salah satu bangunan di istana. Tatapan mata pria itu tidak seperti biasanya, penuh dengan sirat penyesalan.

"Kakak, akhirnya Kakak pulang juga! Sedari tadi Ka-" Noah yang tiba-tiba datang terpaku di tempatnya. Matanya melihat Lenka dengan Duke Roan secara bergantian.

Detik selanjutnya, dia berjalan ke arah Duke Roan dan berkata, "Ternyata Anda yang membawa Kak Lenka pergi? Urusan Anda sudah selesai bukan? Anda boleh kembali ke dalam kediaman Anda dan biarkan Kakak saya beristirahat."

Sorot mata kebencian terlihat jelas di mata Noah. Duke Roan menatap mata pemuda itu dengan senyuman miring. "Pantas saja kamu sangat menjaga Kakakmu, karena anak perempuan keluarga Donovan memang 'menyenangkan'."

Dalam sekejap mata Duke Roan mampu mengubah raut wajah dan nada bicaranya. Pria itu menatap Noah dengan tatapan ceria dan main-main, membuat seolah-olah dirinya baru saja menghabiskan waktu yang luar biasa bersama dengan Lenka.

Apa yang diharapkan oleh Duke Roan terwujud. Noah begitu marah, dirinya terbakar oleh api hanya dengan satu kalimat yang dia lontarkan.

"Nona Donovan, aku harap kita berdua dapat menghabiskan waktu bersama lagi di lain waktu. Terima kasih untuk hari ini, semoga harimu menyenangkan," ujar Duke Roan kemudian pergi sebelum Lenka menjawabnya.

Tap

Lenka menyentuh salah satu bahu adiknya.

"Ke mana orang si***n itu membawa Kakak pergi?" tanya Noah dengan nada suara yang rendah. Dia berbalik, kemudian menatap Lenka yang masih saja berekspresi dingin.

"Apa yang dia lakukan kepada Kakak?!"

Kini nada bicaranya meninggi dan secara refleks Mort dan Teivel mengambil satu langkah ke depan membuat Noah mengernyitkan dahinya.

"Noah," panggil Lenka sembari meraih kepala adiknya. Tetapi dengan cepat tangannya itu ditepis oleh Noah.

Marah.

Lenka kembali mengulurkan tangannya untuk meraih puncak kepala dari adiknya. Tetapi masih sama, tanya kembali ditepis. Lenka kembali mencoba dan mencoba, tetapi Noah selalu menghindarinya, tidak mengizinkan kakaknya itu menyentuh dirinya.

"Kamu marah, Noah?"

"Tidak."

"Kamu pasti marah sekarang."

"...."

"Noah."

"…."

"Noah."

Lenka menghela napasnya. Noah, adiknya ini sedang sepenuhnya marah. Tidak memberikan respon baik kepadanya dan tidak mengizinkan dirinya mengelus rambut abu-abu yang indah itu.

"Dengar Noah, Duke Roan hanya mengajak diriku ke kebunnya. Lihat keranjang yang sedang kubawa ini? Dia memberikannya untuk dirimu."

1
Wynne a.m
thor maaf, knp Duke satu kereta dgn pelayan? bukankah seharusnya pelayan ada keretanya sendiri? atau Duke satu kereta dgn anak"nya, kereta lain diisi pelayan?
Ayu Sari Murni
kok seperti nya babnya banyak yang hilang
manira zhang
sepertinya lagi" ada part yg hilang, yg di acara pesta di rumah baron jg tdk ada lanjutannya, dan yg ini jg tdk ada lanjutannya part ketemu bandit 🤔
Erna Masliana
tamat... suka banget ceritanya
Erna Masliana
mantap sekali jawaban ayah ini.." jika berkhianat habisi" 😁
Erna Masliana
heh ternyata sama Noah.. gapapa lah bagus.. Noah lebih bisa diandalkan..dari pada sama yang lain.. apalagi kehidupan istana atau ibu kota tidak cocok untuk Lenka
Erna Masliana
satu lagi orang yang sadar.. Gabriel tidak sesuci itu
Erna Masliana
Noah dan Kilian sepertinya agak pintar dikit tau bahwa Gabriel tidak sepolos itu
Erna Masliana
nah betul.
Erna Masliana
si rubah nih.. monster
Erna Masliana
hanya satu hindari Gabriel.. karena tokoh protagonis cowok sedang terlibat kerjaan tapi satu lagi jangan pernah nerima ajakan apapun di luar kerjaan
Erna Masliana
gitu dong.. menjauh.. katanya mau menghindar eh malah nurutin bae s Roan
Erna Masliana
sedikit berubah Lenka ini.. biasanya menghindar tapi setelah masuk istana hobby banget jadi bahan omongan dan tontonan
Erna Masliana
sepertinya ini ulah s Gabriel.. mungkin saja Gabriel punya tujuan tertentu menguasai istana 🤔
Erna Masliana
hu'um meragukan.. kadang anak tidak setangguh orang tuanya
Erna Masliana
alur berubah kamu jadi protagonis Gabriel antagonis
Erna Masliana
nolak Kaisar mah bahaya..kamu harus paham Noah..nolak para nona bangsawan aja udah gak sopan apalagi Kaisar
Erna Masliana
alur berubah..Noah menyukai kakaknya 😁✌️
Erna Masliana
kan belum terjadi..si Noah belum ketemu protagonis kan.. kamu tau nama protagonis wanita tidak? yang harus kamu hindari protagonis wanita.. jangan mengganggu ya itu aja
Nuraishah❤💚
best
Anana: thank you kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!