Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Setelah melakukan sesi terapi, Lynn kembali berjalan keluar rumah. Ada energy yang sangat kuat yang mendorongnya ke tempat tersebut. Raut muka Lynn berubah. Sangat serius dan tidak bersahabat. Alan yang berpapasan dengannya pun mengurungkan niatnya ketika akan menyapa Lynn.
"Ikuti aku" ucap Lynn singkat. Tanpa menjawab Alan pun mengikuti langkah Lynn. Begitu sampai di luar ia bertemu dengan Rendra, sama halnya dengan Alan, Rendra pun tidak berani menyapa Lynn.
"Rendra, ambil cangkul dan ikut denganku" dengan cepat Rendra menuruti perintah Lynn.
Akhirnya mereka bertiga sampai di sebuah taman belakang rumah. Ketiganya berada di depan sebuah pot bunga yang lumayan cukup besar.
"Singkirkan pot itu dan gali lah" perintah Lynn. Rendra pun langsung melakukannya tanpa banyak bertanya.
"Kita cari apa nona?" tanya Alan penasaran.
"Sebentar lagi kau akan tahu" jawab Lynn.
Tak berselang lama, tiba-tiba Rendra menemukan sesuatu. Sebuah bungkusan kain kafan yang diikat dengan benang berwarna merah.
"Jangan dipegang, aku saja" kata Lynn ketika Rendra akan mengambilnya. Lynn membuka bungkusan tersebut. Sebuah boneka kain dengan foto Kailendra dan terdapat bebepa buah paku yang menancap di kedua kakinya. Baik Alan ataupun Rendra dibuat merinding dibuatnya. Lynn memejamkan matanyap sambil mencabuti paku pada kaki boneka tersebut. Asap keluar dari boneka kain itu, awalnya putih.lama lama menjadi hitam pekat. Rendra dan Alan mundur mejauh.
"Pergi dan katakan kepada tuanmu kalau dia berani mengganggu kami lagi, aku tak segan melenyapkan nyawanya" ancam Lynn.
"Kami tidak ingin ke ssna lagi karena pria tua itu pasti akan mengurung kami kembali dan memanfaatkan tenaga kami. Tolong biarkan kami bebas" mohon salah satu makhluk astral berwujud wanita dengan ikon gaun putihnya. Lynn menatap mereka satu persatu. Wajah sedih, putus asa, dan keinginan untuk bebas terlihat dari wajah mereka.
"Kami tidak akan mengganggu lagi. Tolong biarkan kami pergi" ucapnya lagi..Akhirnya Lynn mengalah.
"Pergilah"
"Terima kasih banyak. Sembuhkan pemuda itu. kalau dia sembuh, si dukun jahannam itu akan mati"
"Aku tahu" jawab Lynn singkat. Lynn kembali memejamkan matanya. Wajahnya terlihat tegang. Namun beberapa saat kemudian dia membuka matanya.
"Ada korek?" Rendra pun.menyodorkan korek api miliknya kepada Lynn. Gadis itu langsung membakar bungkusan tersebut. Sementara di tempat lain, seorang kakek tiba-tiba memuntahkan darah segar. Tenaganya habis hampir habis.
"Kurang ajar siapa yang berani bermain denganku? Tunggu saja aku akan membalasnya" ucapnya lagi sambil mengambil gawainya dan menelepon seseorang.
"Salah satu senjata utama kita telah hancur dan aku terluka parah" ucapnya. Di sebrang telepon, seorang wanita tampak sangat murka mendengar kabar tersebut.
"Sandy, besok kita pergi ke rumah bocah sialan," ujar wanita tua itu.
"Ada apa ma?" tanya pria itu.
"Ki Joko meneleponku katanya salah satu senjata utama kita sudah hancur, aku ingin tahu siapa yang berani membantunya"
"Baiklah besok kita ke sana" jawab pria bernama Sandy tersebut.
"Nona aku rasa mereka akan melawannya" ujar Rendra mengutarakan pendapatnya.
"Pasti, tapi biarkan saja, besok kita pasti akan kedatangan tamu aguhg"
"Siapa nona?"
"Dalang utamanya" jawab Lynn enteng.
"Oya Alan, untuk sementara cari cara untuk membuat tuan mudamu pindah tidurnya ke kamar tamu krena hanya tempat itu lah yang sudah aku sterilkan" Jawab Lynn.
" Baik nona akan saya lakukan" jawab Alan semangat.