Adara hamil, sialnya ia tidak tahu ia hamil anak siapa. Yang ia ingat terakhir kali hanyalah dirinya terbangun dalam keadaan telanjang bulat bersama dengan empat sahabat laki laki nya yang juga tidak mengenakan pakaian apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theshittyqueen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA PULUH EMPAT
“Besok Mama dan Papa Markus pulang! Yeay!” Cherryl senang mendengar kabar bahwa Adara dan Markus besok pulang dari bulan madu mereka di Jepang.
Cherryl ingat sebelumnya saat ia mengantar kepergian kedua orangtua nya itu di bandara ia menangis. Bahkan baru sehari di tinggal Cherryl sudah ingin menvideo call orangtua nya itu sama seperti malam dimana pernikahan orangtua nya selesai.
Tapi Cherryl di cegah oleh neneknya, neneknya bilang jika ia ingin punya adik maka lebih baik ia tidak mengganggu orangtua nya dulu. Nanti pasti mereka akan pulang, yang Cherryl perlu lakukan hanya menunggu.
Cherryl menuruti perkataan neneknya itu dan tidak mengganggu orangtua nya namun justru Adara dan Markus yang menvideo call Cherryl setiap hari, mereka bilang mereka rindu dan tidak terbiasa jauh dari Cherryl.
Dan besok mereka akan pulang!
Cherryl sudah tidak sabar untuk meminta hadiahnya, yaitu adik baruu!!
Cherryl melangkah riang menuju meja makan, ia akan makan malam dengan keluarga nya. Namun alis Cherryl berkerut ketika ia tidak mendapati Aaron di meja makan. Yang ada hanya kakek neneknya saja.
“Papa Aaron dimana?” tanya Cherryl sembari duduk di kursi meja makan.
“Papa Aaron pergi karna ada urusan sebentar, nanti juga pulang. Malam ini makan nya tanpa Papa Aaron tidak apa apa kan, sayang?”
Cherryl meganggukkan kepalanya, ia meraih piring di hadapannya. Melahap makanan itu setelah berdoa bersama dengan kakek neneknya.
***
Sebut saja Aaron bodoh karna tidak bisa mengendalikan perasaan nya.
Tapi memang begitu kenyataannya, perasaan Aaron terhadap Adara masih kental. Tidak mudah untuk lupa begitu saja, apalagi melihat bagaimana Adara dan Markus bervideo call dengan Cherryl selama bulan madu mereka. Mereka kelihatan bahagia.
Namun bukan hal itu yang membuat Aaron putus asa, dan merasa marah. Hal yang membuatnya kesal adalah sikap semua orang terhadapnya.
Semua orang menatapnya dengan pandangan bersalah dan seolah olah ingin menjaga perasaan nya, bahkan Adara dan Markus akan terdiam canggung jika Aaron tiba tiba muncul di layar saat mereka sedang video call dengan Cherryl.
Aaron tidak ingin menjadi beban bagi mereka, Aaron tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan mereka. Hal itu lah yang mengganggu pikiran Aaron hingga ia memutuskan untuk datang kemari.
Ke rumah bordil, mencari hiburan dengan wanita lain. Mungkin dengan menghabiskan malam dengan wanita lain bisa membuat Aaron lupa akan masalahnya sejenak.
Tapi ia justru bertemu dengan wanita aneh, wanita yang seharusnya melayani nya namun tidak ingin Aaron sentuh.
Aaron kebingungan sendiri, seharusnya wanita di tempat seperti ini lihai merayu laki laki kan. Bukannya ketakutan saat di sentuh?
“Sebenarnya kau ini kenapa?” tanya Aaron kepada perempuan tersebut, “Kau virgin?”
Aaron melihat wanita tersebut menganggukkan kepalanya. Aaron menghela nafas kasar.
“Kalau begitu keluar lah, panggilkan wanita yang la—”
“Aku tidak bisa.” perempuan tersebut menggelengkan kepalanya, “Jika aku keluar maka aku tidak akan dapat uang, aku butuh uang.”
“Ahh.. uang.” Aaron memperhatikan wanita itu dengan teliti, “Kau kelihatan seperti perempuan baik baik, memangnya hal apa yang membuat mu begitu membutuhkan uang sampai mau bekerja disini padahal kau takut sekali disentuh.”
Perempuan tersebut terdiam sejenak, sebelum akhirnya bahu nya mulai bergetar bersamaan dengan tangisnya.
“Aku tidak punya pilihan lain, aku butuh uang.. aku butuh uang untuk biaya pengobatan adik ku. Adik ku sakit keras yang mengharuskan nya rutin cuci darah, belum lagi ia harus menjalani operasi dengan biaya yang jauh dari kata sedikit. Aku tidak punya pilihan lain.”
Aaron mendengarkan penjelasan wanita tersebut, Aaron menyesal karena bertanya. Ia merasa kasihan kepada wanita tersebut.
Namun tiba tiba saja sebuah ide gila melintas di kepala Aaron. “Siapa nama mu?”
“C-claudia..”
“Kau butuh uang kan? Aku akan memberikan mu uang, kau hanya perlu berpura pura menjadi kekasih ku. Aku akan membayar mu sebanyak yang kau inginkan, kau hanya perlu berpura pura menjadi kekasih ku di depan keluarga ku.”
Mungkin ini caranya, cara agar keluarga Leonardus tidak lagi memandangnya dengan pandangan kasihan atau bersalah, dan juga agar Markus dan Adara bisa mengekspresikan perasaan mereka lebih leluasa.
Ya, mungkin ini jalan terbaik untuk mereka semua. Dan Aaron pun bisa membantu Claudia dengan kebutuhannya, Claudia pun tidak perlu menjual dirinya demi uang.
sukses
semangat
mksh