NovelToon NovelToon
DENDAM

DENDAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:270.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: nazwa talita

Setelah disiksa, dikhianati dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan hampir tak bernyawa Gendis bertekad Mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.

Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34 BERTEMU ARABELLA

Gama tersenyum saat membaca pesan dari asisten pribadinya. Pria itu menghembuskan napas lega saat mendengar kabar baik itu.

Kamu pasti sangat senang mendengarnya.

Gama mengembangkan senyumnya saat wajah Gendis terlintas di kepalanya.

Ini baru awal, Arga. Sebentar lagi, aku pastikan kalau kau akan hancur secara perlahan.

Suara dering ponsel membuyarkan lamunan Gama.

Terlihat nama Meira pada layar ponselnya.

"Halo, Gam. Bagaimana? Apa kau berhasil memenangkan tender itu?" Suara Meira terdengar di ujung sana.

Gadis itu sangat penasaran dengan apa yang terjadi.

"Iya. Aku nggak nyangka, kalau Laura sangat pintar." Gama tertawa sambil membayangkan saat Laura bersandiwara di depan Arga.

"Kamu harus hati-hati, Gam. Jangan sampai membahayakan Laura," ucap Meira mengingatkan.

"Kau tenang saja. Mudah-mudahan Arga tidak curiga pada Laura."

"Semoga saja. Jangan melakukan sesuatu yang nantinya akan membahayakan Laura, Gam."

"Tentu saja. Aku akan berhati-hati," sahut Gama sambil menghembuskan napas panjang.

"Kau juga harus hati-hati, Mei. Arabella orang yang sangat berbahaya. Jangan sampai dia mencurigaimu sebelum kita berhasil menghancurkannya."

"Kau tenang saja. Perempuan itu sepertinya sudah terlena dalam dunianya sampai dia tidak menyadari kalau beberapa butik miliknya sebentar lagi akan gulung tikar." Meira tersenyum smirk walaupun Gama tidak melihatnya.

Meira saat ini fokus pada Arabella. Gadis cantik itu sudah memulai misinya untuk menghancurkan model cantik Arabella.

Meira, gadis cantik itu kini kembali melanjutkan pekerjaannya seorang model.

Selain menjadi model, Meira juga menjalankan usaha keluarganya. Meskipun keluarga Meira tidak punya perusahaan seperti Gama, tetapi keluarga gadis itu pun tak kalah berada.

Meira dan Gama mengakhiri panggilan teleponnya.

Sementara itu, Gendis dan Arga baru saja sampai di kantor. Mereka baru saja selesai bertemu dengan beberapa klien penting.

Gendis melangkah menuju meja kerjanya. Begitupun dengan Arga yang langsung berkutat dengan tumpukan berkas di mejanya.

Pria itu sesekali melirik ke arah Gendis sambil sesekali tersenyum manis. Namun, Gendis tidak melihatnya. Perempuan itu terlihat begitu serius dengan pekerjaannya.

"Sayang ... bisakah kau mengambilkan minuman untukku?" Suara Arga membuat Gendis menoleh ke arah pria itu.

Gadis bermata cokelat itu beranjak dari duduknya kemudian mendekati bos tampannya itu.

"Mau minum apa?"

"Kopi saja." Arga tersenyum menatap ke arah Gendis.

"Kemarilah!"

"Katanya bikin kopi?"

"Sebentar saja." Gendis menghembuskan napas panjang sebelum akhirnya melangkah mendekati kursi kebesaran Arga.

Tanpa bicara, Arga menarik tubuh Gendis dan mendudukkan gadis itu di pangkuannya.

Pria itu memeluk Gendis dari belakang. Menghirup aroma tubuh perempuan yang dicintainya itu dalam-dalam.

"Ada apa? Kamu bilang ingin kopi."

"Sebentar saja, Sayang. Biarkan aku seperti ini sebentar saja."

Arga menyandarkan kepalanya di punggung Gendis. Kedua matanya terpejam, menikmati rasa nyaman yang menenangkan hatinya.

'Semakin lama, aku semakin tidak ingin kehilanganmu, Laura. Aku benar-benar mencintaimu.'

'Saat bersamamu, aku bisa melupakan semua kenangan tentang dia.'

Bayangan wanita gendut yang sedang menangis dan berteriak kesakitan terlintas di kepala Arga.

Laki-laki itu mempererat pelukannya, saat rasa sakit mengalir sampai ke sudut hatinya.

'Maafkan aku, Gendis. Seandainya saat ini kau masih hidup, mungkin wanita yang saat ini bersamaku dan sangat aku cintai adalah kamu.'

'Maafkan semua kesalahanku. Seandainya saat itu aku tidak membuangmu, saat ini kamu pasti masih hidup.'

Dia sangat ingat, saat itu Gendis masih bernapas meskipun terputus-putus.

Gadis itu sangat lemah karena dia dan Alexa menyiksanya tanpa ampun.

'Seandainya kamu masih masih hidup, aku rela menerima semua kebencianmu padaku. Bahkan meski kau menyuruhku bersujud untuk mendapatkan maaf darimu, aku rela. Aku rela berada di kakimu asalkan kau memaafkanku ....'

Arga mengembuskan napas panjang. Mencoba menetralkan rasa sesak di dadanya.

'Sampai saat ini aku masih belum bisa melupakanmu, Gendis. Meskipun kini aku mencintai perempuan ini, tetap saja, kamu adalah perempuan yang saat ini masih bertahta dalam hatiku.'

Suara pintu terbuka dengan kasar, membuat dua orang yang sedang berpelukan itu terlonjak kaget menatap ke arah pintu.

Gendis bangkit dari pangkuan Arga, sementara Arga mengusap kedua matanya yang yang basah. Laki-laki itu menangis.

Selalu saja, setiap kali dia mengingat masa lalunya, kristal bening itu pasti menetes di pipinya.

Beruntung, Gendis tidak menyadarinya. Kalau tidak, Arga pasti akan merasa malu.

Arga menatap perempuan yang saat ini berdiri di depan pintu ruangannya dengan marah.

Wajah cantiknya terlihat begitu arogan. Kedua matanya menyorot tajam.

"Tidak punya sopan santun! Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu?"

"Jadi begini kelakuan kamu? Dasar perempuan murahan! Kamu mencoba merayu Arga?" Bukannya menjawab, Arabella malah memaki Gendis.

"Jaga ucapanmu, Ara!" Arga menatap tajam Arabella. Matanya berkilat penuh amarah mendengar ucapan Arabella yang menghina Gendis.

"Kenapa? Kau tidak terima?"

"Benar bukan, apa yang aku katakan?" Arabella menatap tajam ke arah pria yang sampai saat ini masih dicintainya itu.

Dia benar-benar marah dan sangat cemburu melihat Arga begitu mesra terhadap perempuan itu.

"Dasar perempuan murahan! Bisa-bisanya kau menggoda bosmu sendiri!" teriak Arabella pada Gendis.

"Cukup, Arabella!" Arabella tersenyum mencibir mendengar teriakan Arga.

Sementara Gendis terdiam. Perempuan berambut cokelat itu hanya menatap datar tanpa ekspresi. Namun, kedua tangannya terkepal.

"Jadi, sekarang kau benar-benar tertarik pada perempuan itu, ya?

Arabella berkacak pinggang sambil menatap Arga dengan tajam.

"Bukan urusanmu, Arabella!"

"Tentu saja itu urusanku! Karena kau adalah milikku, Arga. Sampai kapanpun kau adalah milikku!" teriak Arabella dengan penuh percaya diri.

Arga tertawa mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Arabella, perempuan yang dulu sangat digilainya itu.

"Aku milikmu? Sejak kapan aku kembali menjadi milikmu, Ara?" Hubungan kita bahkan sudah berakhir lebih dari dua tahun yang lalu!" Suara Arga tidak kalah keras.

Lelaki itu benar-benar geram melihat sikap Arabella. Wajah tampannya memerah, menatap Arabella dengan marah.

"Tapi aku mencintaimu Arga! Hanya aku yang pantas berada disisimu, bukan dia!" Arabella menatap marah pada Gendis.

"Kisah kita sudah berakhir, Ara. Sejak kau membohongiku tentang gadis itu, aku sudah memilih mengakhiri semuanya."

"Lagipula, bukankah sekarang kau sudah bahagia?"

"Kau sudah memiliki semua yang kau inginkan bukan? Memiliki semua harta yang kau ambil dari gadis Malang itu?"

"Semua hartanya sudah menjadi milikmu. Segala aset dan usaha punya gadis itu pun sudah berpindah tangan atas namamu."

"Kamu sudah tidak membutuhkan aku lagi untuk mencapai semua tujuanmu bukan?"

"Arga!"

"Kenapa? Ucapanku benar bukan?" Arga masih menatap tajam ke arah Arabella.

Arabella terdiam, kedua tangannya mengepal erat, seiring emosi yang menjalar ke hatinya.

Wajah cantiknya merah padam. Saat dirinya ingin memaki Arga, ponselnya berdering.

Raut wajahnya yang tadinya marah, terlihat kaget saat mendengar kabar dari seseorang yang meneleponnya.

"Brengsek!"

.

Gara-gara mengantuk saat nulis, typo bertebaran.

Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya teman-teman ...

Aku bawain karya keren punya temen aku nih! Dijamin seru banget ceritanya.

Judul : Tuan Mafia

Karya : selvi_19

Alex hanya seorang anak jalanan, untuk memenuhi hidupnya Alex terpaksa mencuri hingga suatu hari Alex bertemu dengan mafia dan di besarkan di

lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun Alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.

Suatu hari Alex mengetahui siapa kedua orang tuanya dan penyebab

kematiannya, ternyata Alex adalah keturuna dari D’devil, D’devil adalah

anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun. Sehingga Alex berniat

membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri dari pembunuh tersebut.

Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari

keluarga Gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan

Alex sebagai balas budi karena telah menyelamatkan gunawan

Apakah Alex akan berhasil membalas kematian kedua orang tuanya?

Apakah akan ada cinta di antara Alex dan Laura?

Bagaimana reaksi Alex jika tau Laura bukan putri dari Gunawan?

1
Anneke28 Annetje
tdh seru ceritanya tamat begitu saja gantung
Sri Wahyuni
bagus lanjutkan
Floren Soria
gantung cerita
Nur Qalbi
lanjut
🍻
Penulisnya gak professional dalam berkarya !!!!
🌸 SoraMelody 🌸
kok udah tamat aja gimana dah
Shinta Nurfadillah
loh cerita kok gantung gini
angel
bikin karya kog Ngantung
Nazwatalita: Nanti lihat di season 2 nya Kak🙏
total 1 replies
Nur Mei
menguras emosi
SeoulganicId
eh apapun alasan lu arga gue tetep gak setuju gendis balik ama lu , ud jahat ternoda pula lagi 😩
SeoulganicId
sumpah yah arga jgn ampe akhirannya sama lu
Trihastuti Handayani
Kecewa
Ema Fitria
up
rorosableng
di gantung ya thor ?
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Akh .. Author mah ga puguh .. masa sih ceritanya ngegantung seperti ini? biasanya cerita dituntaskan selesai kalaupun mau disambung akur cerira nya ga ngacak .. kecewa lho .. jadi malas Novel karangan Author ... selamat membuat kami2 KECEWA ..
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Author yg bener saja .. apa ini ga akan diteruskan .. koq cerira masih gantung begini .
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Ha .. ha .. ha .. kena batunta Argha .. makanya jadi orang harus punya prinsip .. jangan mudah di setir sama orang Arabella ... huh .. kalau sudah gini NYESEL TUJUH KELILING selamat menikmati kehancursnMU
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Sudah saatnya Srikandi mengamuk di depan musuh2 nya .. hancurkan se-hancur2 nya .. apa yang di tanam itulah apa yang di petik .. ha ha ha ... rasakan Karina . Chandra .. begitu pula Argha .. yang telah membunuh keluarga Gendis ..
Lina aja
oooo jadi kekayaan keluarga gendis di kuasai m keluarga nya Arga....m
Lina aja
kasian banget itu gendis....ketemu sama pembunuh ortunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!